Saturday, July 25, 2009

Kutatap perlahan… matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan.
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu, jatuh… setetes demi setetes.
Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik panasnya gurun sahara (By: ati-rahma)

Umi...
Di saat kami sakit, Umi adalah perawat kami
Di saat kami lemah, Umi adalah Srikandi kami
Di saat kami belajar, Umi adalah Guru kami
Di saat kami mengaji, Umi adalah Ustadzah kami

Umi...
Dalam setiap tangis kami, kasihmu menyapu air mata ini
Dalam keceriaan kami, sayangmu menambah indah panorama
Di atas ombak kasihmu, kami berselancar
Di dalam samudra sabarmu, kami menyelam
Dengan untaian mutiara ikhlasmu kami berhias

Umi..
Sungguh jasamu tak berbalas
Syurga terletak di bawah telapak kaki Umi..
Umi... Umi... Umi... Abi.

Umi..
Semoga semakin sabar dan bijak dalam menghadapi kami
Semoga Barokah Allah senantiasa dilimpahkan pada Umi dan kita semua
Happy Birth Day, Umi...!

Warm Regards,
Abi, Zulfa & Khansa


Wednesday, July 22, 2009

VIVAnews; Dengan sistem pengamanan hotel yang ketat, tidak mungkin CIA-nya Amerika tak terlibat.
***
Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo kembali menjadi sorotan pasca ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jumat pekan lalu. Salah satu alumni ponpes itu, Nur Said, diduga terlibat ledakan bom. Namun Abu Bakar Ba'asyir menepis dan balik menuding ledakan bom sebagai rekayasa Amerika Serikat.

Ledakan bom di dua hotel bertaraf internasional yang menewaskan sembilan orang dan melukai 55 orang pada Jumat 17 Juli 2009 itu, menurut dia, disengaja untuk menyudutkan umat Islam.

Kepada wartawan di rumahnya, Kompleks Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Ba'asyir mengatakan, hanya orang bodoh yang mempercayai bom itu bukan rekayasa karena hotel sekelas JW Marriott dan Ritz Carlton mempunyai sistem pengamanan yang sangat ketat.

Karenanya sangat tidak mungkin pelaku bom dapat keluar masuk hotel dengan leluasan bila membawa bahan peledak, merakit, kemudian meledakannya dengan mudah. Ba'asyir menduga CIA ada dibalik peristiwa tersebut.

"Saya merasa itu adalah rekayasa CIA, karena tidak mudah masuk Hotel Marriott membawa bom meski dicicil, pasti ketahuan," tegasnya.Disinggung mengenai Nur Said, Ba'asyir mengaku tidak mengenal orang yang disebut-sebut alumni Ngruki tersebut. Karen apada tahun 1994, Ba'asyir tinggal di Malaysia.

Meski mengaku tidak setuju dengan sejumlah aksi pengeboman yang terjadi di Indonesia, Ba'asyir tetap menghargai ihtihad masing-masing orang dalam berjuang melawan Amerika.Apa yang terkadi, imbuh Ba'asyir, harus dijadikan instrospeksi pemerintah yang terang-terangan menolak hukum Islam, dan ini merupakan peringatan Tuhan agar pemerintah segera kembali dengan hukum Islam.

Laporan: Effendy Rois,antv,Solo

Sunday, July 19, 2009

Oleh: Nasaruddin Umar *)

Bom kembali mengguncang dua hotel mewah kemarin pagi. Meskipun belum ada kesimpulan pihak berwajib apa dan siapa sesungguhnya di balik kejadian itu, tetapi opini publik langsung dialamatkan ke kelompok Muslim garis keras. Terlepas apa yang menjadi motovasi dan siapa kelak yang dianggap bertanggung jawab dari peristiwa ini, citra Islam di mata dunia internasional kembali tercoreng. Para pelaku terorisme jumlahnya memang sangat sedikit, tetapi mereka berani mengklaim gerakannya sebagai gerakan jihad memperjuangkan Islam. Bahkan, mereka berani melegitimasi kegiatan-kegiatannya dengan ayat dan hadis.

Kalangan kolumnis Barat sering mempertanyakan posisi kelompok mainstream Muslim terhadap kegiatan para teroris. Mereka menilai kelompok mainstream ragu-ragu atau tidak berani berbicara keluar tentang tindakan para teroris. Mereka menghendaki kalau memang terorisme dianggap tidak berdasar dari sumbstansi ajaran Islam, seharusnya kelompok mainstream dengan tegas dan tegar mengambil alih klaim minoritas itu.

Sebetulnya sikap seperti ini sudah dilakukan oleh kelompok-kelompok moderat Muslim, tetapi masih terbatas dari mereka yang sering dijuluki kelompok liberal. Belum diikuti secara terbuka oleh kelompok mayoritas. Dekade terakhir ini memang semakin banyak gerakan mengklaim diri sebagai kelompok Islam. Ada yang bercorak radikal dan ada yang bercorak liberal. Kelompok-kelompok ini sesungguhnya minoritas tetapi gerakannya bernilai berita, maka eskalasi opininya lebih luas. Kelompok ini sangat kritis terhadap perkembangan umat Islam. Sementara kelompok mayoritas atau mainstream Muslim lebih banyak memilih diam, makanya sering disebut silent majority.

Diamnya kelompok mainstream di dalam menghadapi persoalan krusial menarik dipertanyakan. Mengapa mereka seperti tidak berani speak out ? Mengapa mereka membiarkan kelompok minoritas "menyandera" Islam dengan mengklaim dirinya paling Islam, dan terkadang atas nama Islam melakukan sesuatu yang sesungguhnya kontraproduktif dengan Islam itu sendiri. Satu kelompok begitu bebas memotong-motong ayat atau hadis serta melepaskan historical background -nya untuk membenarkan tujuan dan cara mereka. Akibatnya, antara lain, teroris melayangkan ribuan nyawa tak berdosa.

Diamnya kelompok mainstream

Diamnya kelompok mainstream bisa menimbulkan multitafsir. Pertama, mereka setuju terhadap sebagian atau seluruh tuntutan kelompok minoritas itu. Ini artinya ada konspirasi antara kelompok mayoritas dan minoritas. Kedua, mereka tidak berdaya dan tidak berani mengambil alih klaim itu karena boleh jadi institusi Islam mainstream dan tokoh-tokohnya menjadi subsistem terhadap sistem besar yang menyebabkan lahirnya mismanagement umat. Ini mengisyaratkan terjadinya inferiority complex kelompok mainstream.

Ketiga, karena kelompok mainstream Islam tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. Ini artinya, visi kelompok minoritas dalam mempersiapkan umat masa depan lebih siap. Keempat, mereka menyadari posisinya seperti simalakama lalu menganggap diam sebagai jawaban terbaik sambil memikirkan solusi yang lebih konstruktif. Ini artinya, kelompok mainstream melakukan pembiaran sejarah umat berproses tanpa panduan jelas.

Kelima, kelompok mainstream Muslim sudah cair dengan kepentingan fragmatisnya masing-masing. Gambaran mereka tentang jihad tergantung siapa yang dihadapi. Adakalanya mereka menggambarkan jihad secara rasional dan ada kalanya menggambarkannya secara emosional. Jika demikian adanya, maka sedang terjadi hipokritisasi di dalam tubuh mainstream Muslim. Hipokritas masyarakat akibatnya jauh lebih parah dari pada hipokritas individual.

Di Indonesia, kecenderungan menghendaki kehidupan berbangsa paralel dengan kehidupan beragama. Tidak lagi banyak mempersoalkan Islam dijadikan dasar negara atau tidak, yang penting ketenteraman dan kesejahteraan masyarakat terpelihara. Ini semua menjadi isyarat meningkatnya kesadaran beragama dan berbangsa mainstream Muslim. Mereka tidak lagi gampang dibakar emosinya. Cara-cara pemaksakan kehendak pada saatnya akan ditinggalkan oleh mainstream Muslim.

Deradikalisasi makna jihad

Sesungguhnya jihad adalah sesuatu yang amat mulia dan luhur. Jihad berasal dari bahasa Arab dari akar kata jahada, berarti bersungguh-sungguh. Dari akar kata ini membentuk tiga kata kunci, yakni jihad (perjuangan dengan fisik), ijtihad (perjuangan dengan nalar), dan mujahadah (perjuangan dengan kekuatan rohani). Ketiga kata tersebut mengantarkan manusia untuk meraih kemuliaan. Jihad yang sebenarnya tidak pernah terpisah dengan ijtihad dan mujahadah. Jihad harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan kekuatan ijtihad dan mujahadah.

Jihad Rasulullah lebih mengedepankan pendekatan soft of power . Ia lebih banyak menyelesaikan persoalan dan tantangan dengan pendekatan nonmiliteristik. Ia selalu mengedepankan cara-cara damai dan manusiawi. Bentrok fisik selalu menjadi alternatif terakhir. Itu pun sebatas pembelaan diri. Kalau terpaksa harus melalui perang fisik terbuka, Nabi selalu mengingatkan pasukannya agar tidak melakukan tiga hal, yaitu tidak membunuh anak-anak dan perempuan, tidak merusak tanaman, dan tidak menghacurkan rumah-rumah ibadah musuh.

Rasulullah pernah marah kepada panglima angkatan perangnya, Usamah, lantaran Usamah membunuh seorang musuh yang terperangkap lalu mengucapkan syahadat. Nabi bersabda, ''Kita hanya menghukum apa yang tampak dan Allah yang menghukum apa yang tak tampak (akidah).'' Akhlaqul karimah tidak pernah ia tinggalkan sekalipun di medan perang.

Kemuliaan jihad tak perlu diragukan. Namun, kekuatan ijtihad tidak kalah pentingnya dengan jihad secara fisik. Nabi secara arif pernah menyatakan bahwa, "Goresan tinta pena ulama lebih mulia daripada percikan darah para syuhada." Demikian pula dengan kekuatan mujahadah, Nabi pernah menyatakan seusai sebuah peperangan hebat, "Kita baru saja kembali dari medan perang kecil ke medan perang yang lebih besar, yaitu melawan hawa nafsu". Menaklukkan hawa nafsu bagian dari fungsi mujahadah.

Jihad tidak mesti harus diidentikkan dengan bentrokan fisik. Melakukan berbagai usaha secara fisik dan nonfisik untuk terwujudnya keamanan, keselamatan, dan ketinggian martabat manusia juga termasuk bagian dari jihad. Menyingkirkan batu kerikil di jalanan yang dapat membahayakan orang lain termasuk cabang dari jihad, kata Rasulullah SAW. Medan jihad di sekitar kita semakin banyak, meskipun musuh-musuh dari kaum kafir secara fisik tidak tampak.

Jihad yang dilakukan harus dengan taktik, cara, dan strategi yang benar dan tepat. Jihad tidak boleh kontraproduktif dengan tujuan umum syariah, yaitu menjunjung tinggi keadilan, kesentausaan, dan amanah. Jihad yang dilakukan Rasulullah selalu mendatangkan manfaat yang lebih besar dengan risiko yang sangat minim. Rasulullah memang pernah mengatakan, "suarakanlah kebenaran sekalipun pahit", namun ia juga selalu mengingatkan seruan Tuhan dalam Alquran: "Jangan melemparkan diri kalian ke dalam kebinasaan" (QS al-Baqarah/2:195).

Sejumlah lima kali Allah menyerukan jihad tetapi selalu diawali dengan hijrah ( wahajaru wajahadu ). Ini mengisyaratkan bentrokan fisik harus dihindari sepanjang masih ada opsi lain, termasuk hijrah. Inilah jihad para Nabi, termasuk jihadnya Rasulullah. Ia memilih hijrah ke beberapa tempat, termasuk Thaif dan kemudian yang paling penting ialah memilih hijrah ke Yatsrib (Madinah), bukannya mempertahankan diri dengan segala konsekuensinya.

Dengan demikian, jihad tidak mesti identik dengan darah dan kematian. Jihad lebih dekat kepada kehidupan daripada kematian. Persepsi masyarakat internasional yang mengonotasikan jihad dengan akasi-aksi kekerasan, teror, dan bunuh-bunuhan jelas keliru. Di sinilah perlunya deradikalisasi pemahaman jihad di dalam masyarakat.

Menanggapi peristiwa pengeboman dan aksi-aksi teroris lainnya, sebaiknya semua pihak melihat kasus itu secara proporsional. Jangan sampai peristiwa pengeboman yang terjadi di negeri kita terlalu jauh di dramatisir dan dibawa ke dunia politik untuk memojokkan kelompok-kelompok tertentu, maka itu artinya kita ikut serta mengaburkan dan mengeliminir persoalan asasinya. Kita tunggu dan kita beri kesempatan kepada para aparat berwewenang untuk menuntaskan persoalan ini dengan tuntas.

*) Guru Besar UIN Jakarta, Rektor Institut PTIQ Jakarta & Katib Am PB NU)

Sumber: Republika

Monday, July 13, 2009

Perhelatan akbar pesta demokrasi negeri ini sudah mendekati babak akhir. Meskipun hasil pilpres belum ditetapkan oleh KPU, namun berdasar quick count pasangan SBY-Boediono dipastikan unggul.

Keunggulan yang cukup telak yakni sekitar 60% tetap mencerminkan komposisi parpol pendukung koalisi. Hal ini berbanding terbaik dengan perolehan JK-Wiranto yang justru di bawah suara Golkar tanpa koalisi.

Dengan kekalahannya, seharusnya menempatkan Golkar dengan koalisinya sebagai oposisi sesuai kesepakatan koalisi besar yang telah dibangunnya bersama Hanura, PDIP dan Gerindra beberapa waktu lalu.

Namun, perkembangan politik terakhir mengindikasi kemungkinan Golkar masuk dalam pemerintahan dan tidak mengambil peran oposisi.

Mencermati sinyal politik ini, publik kembali akan menonton akrobat politik yang dimainkan Golkar. Kelihaian partai yang telah berkuasa selama 42 tahun dan sarat akan asam garamnya.
Jauh sebelum pencapresan JK, kesiapan Golkar menjadi oposisi pun telah dipertanyakan.

Bahkan seorang pengamat politik dalam sebuah dialog di TV pernah menyebut 'Golkar yang selalu konsisten dalam inkonsistensi'. Ini tak lepas dari track record selama ini.

Meskipun Syafi'i Ma'arif berkata: 'JK is the real president', namun perolehan suara yang terus menurun setiap pemilu menunjukkan juga bahwa publik menganggap: 'Golkar is the real looser'. Barangkali Golkar memang harus menjadi oposisi.

Kini rakyat akan menunggu akankah Golkar lulus dalam ujian konsistensi? Partai yang 'berjasa' mengubah Indonesia dari Singa Asia menjadi Tikus Asia ini memang dalam posisi yang cukup sulit. Bila salah langkah, niscaya baginya kiamat sudah dekat.

Widodo
widodo@nhm.co.id

Sumber: inilah

Saturday, July 11, 2009

by Ken Sri

Jeritan si sweet red tanda panggilan masuk, membuyarkan konsentrasiku yang sedang pijit-pijit. Mencoba redakan kepala yang sedari pagi nyut-nyutan. Kamis 21.46 WIB,

"assalamu'alaykum Bu Nur...," sahutku begitu tahu 'nama' yang nongol di display sweet red.

"wa'alaikumussalam, gimana kabar ibu ukhti?", suara murobbiyahku dari sumokaton sana terdengar

"Alhamdulillah baik, bu. Lha pripun?", kataku sambil menyimpan heran, ngapain ya bu Nur malem-malem gini nanya kabar ibuku.

Tadi sore juga ketemu di liqo, kenapa gak tanya tadi..?

"lha anti sekarang di mana? Ibu dimana?" bu Nur kembali bertanya yang malah menambah heranku.

"saya dirumah, ibu sama bapak lagi pengajian belum pulang," balasku yakin. Sebenernya rada gak biasa juga jam segini belum pulang. Malem-malemnya 21.30 lah. Tapi pikirku mungkin banyak pertanyaan dari jama'ah pengajian, jadi diskusi agak lama.

"lho, katanya ibu jatuh!" pelan saja suara bu Nur.

Blaaarrr....!! Pening kepala langsung buyar berkeping2 tak menyisa. Mak jenggirat!!

"Innalillahi...jatuh gimana bu? Lho kok bu Nur bisa tau!?", tanpa diminta kaki dan tanganku langsung gemetar.

"Saya dikabari ukhti Puji, katanya jatuh gitu. Trus dibawa ke puskesmas Piyungan. Lha tak kira anti sudah disana....," lanju bu Nur

"Belum, bu. Saya belum tau! Ya, ya, matur nuwun. Saya tak segera ke puskesmas."
Honda star butut yang tak bisa lari, kupaksa untuk melesat secepatnya ke puskesmas. Tak ayal, suaranya menderu-deru aleman cari perhatian di jalanan yang mulai lengang.

Sampai puskesmas, kok sepi?! Ketika kutanyakan pada petugas jaga, ternyata ibu dirujuk ke RSI Hidayatullah. Duh, makin nano-nano rasanya! Separah apakah sampai harus dirujuk ke RS segala? Tak banyak info ku dapat selain bahwa ibu dalam kondisi sadar dan kepalanya membengkak besar. Secepatnya aku balik ke rumah, kasih tau adik yangg belum tau musibah ini, dan segera mengungsikannya ke rumah simbah. Aku minta temeni om tuk ngantar ke hidayatullah. Baru mau berangkat, tiba-tiba ada telpon masuk. Dari pak rusdi ketua dpra srimartani. Pasti ada hal penting sampai beliau telpon malem2 gini (pikirku mungkin tau musibah ini, dan hendak menanyakan kabar ibu).

Dan menang benar, bahkan tak cuma sekedar tau, tapi beliau sudah tiba di RS. Ternyata atas komando bu Nur wakidah, pak Rusdi segera mengecek ke puskesmas. Trus ke Hidayatullah begitu tau dirujuk kesana. Alhamdulillah, aku minta tolong untuk dicarikan info tentang kondisi ibu.

Dalam perjalanan ke RS bu Nur sms, mengabarkan bahwa beliau juga sudah di Hidayatullah. Ibu baru diperiksa, jadi belum tau kondisinya. Gitu kata bu Nur. Meski belum tau kondisi ibu, tapi nyicil ayem. Ada temen-temen disana.

Sampai RS sekitar 22.30. Kujumpai bapak & teman pengajiannya. Ada bu Nur, mbak titi TiQu, pak Rusdi, dan sepasang suami istri yang juga tetanggaku. Kedua bola mata ini memanas, menahan haru. Betapa besar perhatian sodara2 yang tak terikat darah ini...

Belum juga ada info kondisi ibu. Masih di ruang UGD. Saat itulah mengalir kisah dari seorang saksi mata. Sambil berurai air mata bertutur bagaimana kecelakaan terjadi (yang bikin aku makin tak karuan adalah kesehatan ibu yang kurang sip, sedang menjalani rawat jalan atas gangguan jantung & paru2). Dan ternyata sepasang suami istri tetanggaku tadi adalah orang tua penabrak.

23.00-an, mbak puji dengan mata laronnya (ngantuk berat kayanya) datang bersama adiknya.

"ngapain mbak malem-malem gini kesini juga....," sambutku.

"gimana aku bisa tidur, kepikiran ibumu terus...yang sabar ya...," kata teman liqo yang juga tetanggaku ini sambil membelai kepalaku. Ah...ayem rasanya ditemani sodara2 seperti mereka...

23.30-an, kami diijinkan masuk ke ruang UGD. Tubuh ringkih ibu terbaring lemah, dengan 25 jahitan di kepala dan kaki. Malam itu diputuskan rawat inap di RS untuk rontgen dan observasi (ini atas peran bu Nur Wakidah, karna ortu penabrak menginginkan rawat jalan saja. Matur nuwun bu Nur...). Sekitar 24.00, bu Nur, mbak titi TiQu, mbak Puji dan adiknya, pak Rusdi, pamit pulang

........

Sampai pagi ini, sudah seminggu Ibu masih dirawat di Hidayatullah. Dan setiap pagi, mbak titi TiQu mengantarkan bubur untuk ibu serta sarapan untukku. Jazakillah mbak TiQu...Terimakasih yang terucap hari ini dan hingga kapanpun, tak kan pernah mengimbangi apa yang telah kalian berikan pada kami....Mohon doanya dari antum semua, agar ibu diberikan kesembuhan yang tiada menyakitkan.

Arafah room. kamis 18/6 07.50 wib

Tuesday, July 7, 2009

Oleh: Dr. Muhammad Mahdi Akif *)

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw, beserta keluarga dan para sahabatnya dan orang-orang yang mendukungnya, selanjutnya…

Bahwa pemuda dan pemudi kita merupakan amunisi masa depan, buah cita-cita menuju kebangkitan umat, keluar dengannya dari keterbelakangan dan keterpurukan menuju kemajuan dan kecemerlangan, ketika kita menjalankan kewajiban bersama mereka dalam tarbiyah yang benar atas iman yang murni, jiwa yang baik, akhlaq yang suci dan mulia, membangun perasaan yang hidup, bersama para pemuda umat menuju kemuliaannya, bersungguh-sungguh dalam mengembalikan kemuliaannya, melindungi agama dan negerinya, mengeluarkan harta karun yang terpendam di dalamnya, memanfaatkan sumber daya alamnya, menguasai energi dan potensinya, menghilangkan berbagai halangan dan rintangan yang menghalanginya tanpa mewujudkan misi ini, siap memikul segala penat dan beban di jalan menuju tujuan ini, demikian tujuan pertama yang dibawa Ikhwanul Muslimin, sehingga mampu mengembalikan kehormatan dan kemuliaan umat, mengembalikan kepemimpinan dan jati dirinya, mengembalikan kepada alam kemanusiaan terhadap apa yang hilang darinya berbagai hidayah dan petunjuk dan menimpa mereka akan sirnanya kebahagiaan dan kebaikan; karena Allah SWT memerintahkan agar jangan sampai melakukan dakwah dan pemikiran kecuali dengan kekuatan dan potensi pemuda, dan demikianlah Sirah Nabi saw. dan sirah para shalihin yang mengabarkan kepada kita bahwa pemuda adalah pengendali nya dan penolongnya.

Pemuda adalah tonggak kebangkitan

Pemuda dalam tubuh umat adalah sumber kekuatannya, pembuat kemuliaannya, arsitek kehidupannya, tanda menuju masa depannya, karena mereka memiliki potensi dan kekuatan, memiliki banyak waktu dan keinginan, khususnya para pelajar yang -saat ini- telah selesai melaksanakan ujian. Pemuda yang memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan pekerjaan dan amal yang sesuai keinginan mereka, ketika para pemilik ide dan hikmah di dalam tubuh umat memiliki proyek reformasi yang jujur, benar dan sesuai dengan aqidah umat, sejarahnya dan peradabannya, mereka selalu menghadirkan para pemuda; karena mereka akan terdorong dengan penuh semangat untuk mengemban amanah ini dan berjalan dengannya menuju realisasi dan kejayaan.

Demikianlah Ibnu Abbas mengabarkan kepada kita bahwa nabi saw bersabda pada saat perang Badar:

“Barangsiapa yang melakukan ini dan ini, dan berada di tempat ini dan ini maka ia akan mendapatkan ini dan ini, maka bersegeralah para pemuda menuju apa yang disebutkan, sementara para senior (orang tua) tetap berada menjaga bendera…(Nasa’I dan Baihaqi)
Ibnu Abbas berkata: Tidaklah Allah memberikan kepada seorang hamba ilmu pengetahuan kecuali kepada para pemuda, karena banyak kelebihan dan kebaikan yang terdapat di dalamnya”, kemudian beliau membaca firman Allah:

“Mereka berkata: Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”. (Al-Anbiya:60)

dan firman Allah:

“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk”. (Al-Kahfi:13)

dan firman Allah:
“Dan Kami berikan kepadanya hikmah pada usia masih kecil”. (Maryam:12)

Oleh karena itu di antara prioritas dakwah reformasi yang penuh berkah kami ini adalah fokus pada pemuda, dan di antara karakteristiknya adalah kuatnya penerimaan para pemuda di berbagai tempat atas dakwah Ikhwan; beriman kepadanya, mendukungnya dan menolongnya, dan berjanji kepada Allah untuk bangkit dengan realistis dan bekerja di jalannya.

Konspirasi yang tertuju pada pemuda Muslim

Namun pada saat yang dibutuhkan umat peran yang banyak dari pemuda melalui adanya qudwah hasanah dalam berbagai bidang yang beragam; justru para pemuda sedang berhadapan dengan konspirasi besar dengan beragam jenis, bentuk dan sarananya; yang dilakukan oleh kelompok penguasa melalui pengendalian potensi umat dan mimbar-mimbar tsaqafiyah, media dan tarbiyah, mazhab-mazhab yang batil, dakwah-dakwah yang sesat, film-film beraroma pornografi dan pornoaksi, narkoba yang merusak dan lain sebagainya dari berbagai corak penyimpangan dan penyesatan yang beragam, hiburan yang sia-sia, dan berbagai sarana pembawa kerusakan yang hingga sekarang masih merajalela; yang bertujuan untuk melemahkan kekuatan umat Islam dan meruntuhkan pertahanannya, menghancurkan imunitasnya, menyia-nyiakan harta dan generasinya, membunuh karakternya, menghancurkan akal para pemudanya, membuat keraguan pada agama dan manhaj-manhajnya, menjauhkan antara mereka dan nilai-nilai mulia yang ada dalam sejarah mereka, memberikan pendidikan yang acuh dan cuek, mengikuti hawa nafsu dan syahwat, tidak peduli dengan berbagai urusan umat dan mereka bekerja dalam usaha menyimpangkan para pemuda dari petunjuk pada kesesatan, menyia-nyiakan waktu dan potensi mereka pada sesuatu yang tidak bermanfaat baik agama dan dunia; sehingga mereka mampu menguasai para pemuda, berusaha menjadikan obsesi salah seorang dari mereka –pemuda dan pemudi- pada fenomena yang kosong atau makanan yang enak, pakaian yang unik, kendaraan yang mewah, pekerjaan yang mengarah materi belaka dan julukan yang kering, sekalipun harus dengan beli kemerdekaannya, menginfakkan kehormatannya, dan menghilangkan hak umatnya.

Dan oleh karena itulah umat terus berada pada keterbelakangan dihadapan umat yang mengalami kemajuan, mampu dikalahkan oleh musuh karena kelemahannya… yang demikian merupakan usaha yang berkelanjutan untuk menghancurkan obsesi dan menghilangkan permusuhan atas mereka (musuh Islam), memilah-milah para pemuda umat untuk menghancurkan akhlaq mereka, ditambah dengan ikut serta mereka saat di akhirat nanti, ke dalam neraka dan azab yang pedih… na’udzubillah.

Konspirasi yang selalu menimpa para pemuda # Untuk melepaskan diri dari kesatuan berperang
Konspirasi yang selalu berkata kepada mereka; kemarilah # Kepada syahwat dibawah naungan minuman yang memabukkan

Konspirasi yang melemparkan pengaruh # Yang selalu diatur oleh syaitan pembawa kehancuran
Peran masyarakat Islam terhadap pemuda

Hendaknya diketahui bahwa masyarakat Islam membutuhkan akan pengerahan potensi yang besar untuk menghidupkan iman dalam jiwa pemuda, menumbuhkan perasaan tanggungjawab dari jiwa pemuda, baik dari para orang tua, kaum ibu, para guru, para duat, cendekiawan, wartawan dan pemimpin politik; akan pentingnya kerja sama, saling tolong menolong, dan mengerahkan segala potensi dan kekuatan dalam mengalihkan pemuda umat dari apa yang dapat membahayakan mereka agamanya, akhlaqnya dan kesehatannya, mendistribusikan kekuatan mereka kepada sesuatu yang memberikan manfaat untuk umat, dan kami melihat bahwa jalan untuk menuju hal tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan pendidikan kepada para pemuda untuk hidup di bawah naungan risalah yang mulia, membentengi mereka dengan ilmu pengetahuan dan kesadaran, dan mengobarkan semangat kesadaran yang terdiri pada ajaran Islam yang dapat merasuk dalam jiwa mereka, dan apa yang seharusnya menjadi kewajiban para pemuda akan istiqamah (integritas) dan I’tidal (sikap lurus), sesuai dengan manhaj (Platform) Islami; sehingga mampu menjalankan tugas-tugas berat, dalam memberikan pelayanan agama, nusa dan bangsa mereka. Dan saya menyeru kepada seluruh universitas dan lembaga-lembaga ilmiah; milik pemerintah dan swasta, dan kelompok –kelompok yang memiliki perhatian terhadap kemajuan umat masa sekarang dan masa depan bangsa untuk memperhatikan hal ini, dan itu berarti mendidik pemuda bangsa dan orang-orang yang bijaksana untuk memiliki kesadaran, dan siap menghadapi dengan sungguh-sungguh terhadap berbagai konspirasi, menyadari apa yang diinginkan umat Islam dari berbagai niat jahat dan licik, dan jadikanlah tema tatsqif kepada para pemuda.
    "Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”. (At-Taubah:119)
    “Dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak Mengadakan perbaikan”. (As-Syu’ara:151-152)
  2. Berusaha mencari alternatif yang lebih baik untuk mengisi kekosongan yang mendorong pemuda jatuh pada penyimpangan akhlaq. Dan dalam hal ini saya menyeru kepada pusat-pusat kepemudaan dan olah raga baik pemerintah maupun swasta, club-club sosial, dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat untuk memasukkan dunia Islam pada pelaksanaan daurah-daurah ilmiah dan keterampilan yang bermanfaat bagi pemuda, mengarahkan mereka untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan nyata yang beragam, sehingga mereka terbiasa untuk aktif dan merasakan eksistensi dan keberadaan mereka dalam hidup ini.
  3. Membuka kesempatan kepada para pemuda untuk ikut serta dan aktif dalam proyek kebangkitan dan reformasi yang integral, menyadari akan potensi mereka, sehingga dengan itu mereka terbiasa melakukan nilai-nilai positif, meninggalkan sikap acuh dan ketidakpedulian serta sikap-sikap negatif yang telah banyak merasuk dalam kehidupan para pemuda. Dan dari sini saya menyeru kepada para cendekiawan, koresponden politik, serta lembaga-lembaga tsaqafah, kelompok-kelompok dan yayasan-yayasan yang memiliki hubungan dengan penumbuhan kesadaran dan wawasan untuk memberikan sumbangan pemikiran dan pendapat, dan mendiskusikan permasalahan pemuda dan menyimak pendapat-pendapat mereka, menumbuhkan keahlian mereka untuk dapat ikut serta dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi umat, dan bersegera melakukan kebangkitan dengannya.
  4. Kepada para ulama yang memiliki perhatian terhadap pemuda hendaknya bersungguh-sungguh dalam menyatukan para pemuda umat ini, memberikan arahan kepada mereka, menghancurkan batu penghalang antara mereka dengan para pemuda umat, mengembalikan perasaan tsiqah yang telah hilang dari mereka, melalui mobilisasi peran positif mereka secara kongkret dalam memimpin kebangkitan ini, melalui pengokohan diri pada kalimat yang hak, memberikan peringatan kepada para pemuda dan umat akan berbagai fenomena yang menafikan dan bertentangan dengan syariat Allah SWT; yaitu dengan selalu menjaga persatuan umat, potensi dan kepemudaannya, dan juga menyatukan keseluruhannya untuk menghadapi ancaman yang berbahaya tersebut.
Saya sampaikan bahwa para ulama memiliki peran yang besar dalam menjaga dan melindungi pemuda, memberikan kepuasan akan kebutuhan ilmiah dan tarbiyah mereka, kepuasan dalam ilmu yang benar dan tarbiyah yang sungguh-sungguh, diiringi dengan taqwa kepada Allah terhadap apa yang akan datang, yang ditinggalkan, difatwakan dan diberikan wawasan, karena tanpa ini semua maka para pemuda akan mencari kesibukan sendiri terhadap sesuatu yang dapat membangkitkan semangat mereka, memahami potensi dan kemampuan mereka bukan pada koridor yang sebenarnya, padahal Allah telah mengambil perjanjian dan menegaskan perjanjian tersebut pada ulama di setiap kepercayaan untuk menjelaskan kebenaran dan tidak menyembunyikannya:

“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,“(Ali Imran:187)

dan firman Allah:

“Sesungguhnya orang-orang yang Menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati, kecuali mereka yang telah tobat dan Mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), Maka terhadap mereka Itulah aku menerima tobatnya dan Akulah yang Maha menerima tobat lagi Maha Penyayang”. (Al-Baqarah:159-160)

Wahai para ulama murabbi ..(ketahuilah) bahwa pembinaan Pemuda bangsa atas kebanggaan, keberanian, kerja keras dan kesungguhan merupakan tanggung jawab kalian, dan kalian adalah yang paling berhak dan ahlinya.


Kepada para pemimpin bangsa dalam berbagai bidang dan tingkatan; hendaknya memberikan kesempatan kepada para pemuda beberapa posisi dan tanggung jawab, dengan memberikan kesempatan kepada mereka yang dapat membuat mereka bebas bergerak dan memilih; guna mempersiapkan mereka, dan mengembangkan bakat dan mengeksplorasi potensi yang mereka miliki, dan juga memberikan kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang tua dan sesepuh, untuk mengambil manfaat dari pengalaman dan mencontoh ibrah dari pengalaman mereka; sehingga menyatu antara potensi pemuda dengan kebijaksanaan dari orang tua, membuahkan hasil menjadi orang yang cerdas dalam memberikan pendapat dan baik dalam kerja, dan demi Allah… Umar bin Al-Khathab, yang mengambil dari pemuda umat ini yang memiliki kesadaran dan pencerahan untuk menjadi penasihatnya; ikut serta dalam majelis bersama para senior dan pemimpin, dan memberikan sesuatu (pendapat) yang bermanfaat untuk bangsa.

Apakah sama orang yang berfikir maju # Dengan orang yang berfikir mundur

Barangsiapa yang mencari tujuan bukan pada # Kebenaran tidak akan sampai pada tujuan


Nasihat untuk para pemuda Ikhwanul Muslimin


Sejak tujuh puluh tahun lalu ada enam pemuda dari universitas Mesir hadir; mereka menyerahkan diri dan tenaga mereka karena Allah, dan mereka bergerak untuk menyebarkan dakwah yang benar, petunjuk dan kebahagiaan antara pemuda di universitas-universitas, dan Allah mengajarkan kepada mereka keikhlasan dan kejujuran, memberikan dukungan dan kekuatan kepada mereka, sehingga dalam universitas tersebut seluruhnya bagian dari pendukung Ikhwanul Muslimin, mencintai dan menghormati mereka dan berharap dari mereka mendapatkan kesuksesan, dan dari pemuda universitas tersebut ada kelompok yang mulia dan beriman ikut serta dalam berdakwah, dan menyebarkan kabar gembira di setiap tempat, dan bergerak dari perkotaan ke pedesaan, sehingga akhirnya masyarakat dari perkotaan, pedesaan dan dusun menerima dakwah mereka.

Dan hal Ini memiliki dampak yang besar dalam kebangkitan suatu bangsa, tidak hanya terbatas penerimaan pemuda atas kelompok pelajar, orang-orang terkemuka dan yang lainnya saja namun juga pada kalangan rakyat yang beriman mau menerima dakwah ini, dan bahkan menjadi sebaik-baik pendukung dalam perjalanan dakwahnya, betapa banyak dari kalangan pemuda yang tersesat akhirnya mendapatkan hidayah, dalam kebingungan akhirnya mendapat petunjuk, terjerumus dalam kemaksiatan lalu Allah memberikan arahan menuju ketaatan, tidak mengenal tujuan hidup lalu diberikan arahan akan tujuan hidupnya

“Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki “. (An-Nuur:35)

Mereka para pemuda yang memiliki denyut nadi, yang mencintai negara dan bangsa, peran mereka yang besar dalam memerdekakan keinginan umat dan dalam menghadapi proyek penjajahan, sekiranya tidak ada pengkhianatan oleh sebagian rezim pemerintah maka akan terwujud apa yang menjadi keinginan mereka dalam menghancurkan proyek Zionisme, namun itulah takdir Allah dan tidak bisa dipungkiri akan adanya hikmah dibaliknya.

Dan pada kurun 30 tahun yang lalu, ada juga kelompok dari para pemuda Ikhwanul Muslim di Universitas-universitas Mesir aktif dalam menyebarkan dakwah pada kebaikan dan cahaya di tengah para pemuda lainnya, terutama setelah para thagut menduga bahwa mereka telah hancur, padahal para pemuda tersebut telah mendapatkan hikmah dan pengalaman dari para orang tua, memahami risalah dan dakwah, saling melakukan tanya jawab bersama pemuda Islam yang haus pada dakwah yang benar, sehingga dakwahpun menyebar kembali kepelosok negeri Mesir, bahkan hingga menjangkau negara-negara Arab dan Islam dan bahkan negara minoritas muslim, para pembela kebenaran melihat cahaya kebenaran ini dan tunduk kepadanya, dan mereka selalu mendengarkan akan cahaya kebenaran lalu menerimanya.


Bersamaan dengan berbagai kendala dan hambatan yang merintang di jalan dakwah dan reformasi; mereka menemukan cara untuk masuk ke dalam hati bangsa, melalui keteguhan para pemuda dan ketegarannya, yang menyadari nilai risalah yang mereka pegang dan hormati, dan kebutuhan negara dan bangsa akan perjuangan dan pengorbanan mereka, mereka terus melakukan kebaikan di berbagai bidang, dan memberikan prestasi di berbagai penjuru, dan menghadirkan teladan yang indah kepada negara, kesetiaan dan pengorbanan.


Kami melihat ini sebagai tanda petunjuk, dan kami terus melihat kemajuan yang menyeru kami untuk memiliki cita-cita yang kuat, ketekunan dan komitmen serta melipat gandakan kerja keras


“Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Al-Imran: 126).


Karena itu wahai para pemuda Ikhwanul Muslimin di berbagai penjuru.. berpegang teguhlah kalian pada agama kalian, dan bertebaranlah membawa dakwah yang benar bersama Ikhwan kalian yang lainnya..


Berjalanlah, karena kalian adalah bak kuda dan hatinya # Sinarilah bumi dengan membawa citra dan cahaya


Berjalanlah dengan membawa berkah Allah dan menyebarlah # Kami akan menjadi telinga yang siap mendengar dan mata yang siap melihat


Ingatkanlah kepada kami hari-hari telah lewat # Sungguh kami telah lupa akan waktu dan usia


Kami menginginkan para pemuda untuk menentang pemerintah yang korup dan musuh bangsa dan agama, dan membalikan meja para pelaku konspirasi pemuda bangsa ini dan menyeru:


Saya adalah seorang muslim yang berusaha menyelamatkan dunia # Menuju cahaya, keimanan dan bahagia


Sungguh ironi terhadap ujian yang menimpa umat ini # Yang telah jauh dari jalan Pemberi Hidayah

Nasihat untuk para pemuda umat ini.. laki-laki dan wanita
Kalian adalah cita-cita dan harapan bangsa, dan kami mengetahui bahwa dalam diri kalian ada kebaikan yang besar, karena itu rasakanlah selalu wahai para pemuda apa yang sedang dialami oleh umat dan bangsa ini akan kehinaan, penindasan, realita yang menyedihkan, kondisi yang memilukan tidak menjanjikan akan kebebasan dan kemerdekaan yang diidamkan. Dan sadarilah, bahwa karena kalian lambat dalam bertobat dan kembali kepada Allah, menjadi sebab lambatnya kebenaran yang muncul di permukaan. Dan karena kalian bermalas-malasan dalam mengerahkan tenaga dan fikiran dalam berdakwah pada kebenaran dan reformasi; maka menjadi penyebab lambatnya kemenangan umat kalian; karena Allah telah menjanjikan kepada kita kekuatan, kemuliaan dan kemenangan jika kita melaksanakan perintah-Nya dan komitmen dengan syariat-Nya.


Allah berfirman:


“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad:7)


Ketahuilah wahai para pemuda Islam, bahwa kebahagiaan di dunia dan akhirat berada di jalan ketulusan dan dakwah kepada Allah serta dengan selalu menjalin komunikasi yang baik dan pembawa sumber cahaya kepada umat baik dari para duat, orang-orang shalih, ulama, pemberi nasihat dan Ikhwan yang jujur.


Wahai para pemuda Muslim di segala penjuru
Kalian harus menjadi contoh yang memberikan pengaruh dalam kehidupan umat dan negeri kalian, kalian harus memiliki peran positif dalam melakukan perubahan terhadap kondisi yang memilukan ini; menuju realita yang lebih diridhai karena Allah, rasul-Nya dan orang-orang beriman, dan benarlah ungkapan di bawah ini:

“Wahai para pemuda, bekerjalah… karena sesungguhnya kerja itu ada dalam diri pemuda”.


Wahai para pemuda umat…
Jika saat ini kalian tidak mampu menguasai diri kalian, tidak mau bersungguh-sungguh mengendalikan syahwat dan kecenderungan kalian, malah untuk mengerahkan tenaga pada umur yang baik kalian demi tegaknya aqidah, negeri dan masa depan umat kalian, kapan lagikah hal itu terjadi?!

Karena itu kemarilah bersama kami, kemarilah bersama kami wahai para pemuda… agar kita bisa berbuat dan bekerja bersama-sama membuat fajar baru, mengembalikan bersama-sama untuk mengembalikan kemuliaan yang dinanti-nantikan yang sedang dinanti-nantikan.

Wahai para pemuda generasi Islam kembalilah # Kalian adalah ruhnya dan dengan kalian akan menjadi pemimpin

Kalian adalah rahasia kebangkitan yang telah lama hilang # Dan kalian adalah fajarnya yang membawa cahaya baru

Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah, Shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw, beserta keluarganya, para sahabatnya dan pengikutnya..

Dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.

*) Mursyid 'Am Ikhwanul Muslimin

Sumber: Ikhwan

Sebuah kritikan konstruktif yang semoga bermanfaat:

Kelemahan sebagian aktivis dakwah akhwat saat ini adalah tidak bisanya mereka bergaul dengan yang akan menjadi sasaran dakwahnya. Yang di maksud di sini sebagai sasaran dakwahnya adalah wanita2 gaul ‘n seksi. Saya jarang sekali melihat seorang aktivis dakwah akhwat, seorang Jilbaber, ataupun seorang akhwat taat yang bergaul dengan seorang cewek seksi ‘n gaul. Padahal seharusnya justru itulah yang harus menjadi target utama dakwah mereka. Tapi para aktivis dakwah akhwat seakan malah menjauhi mereka. Apakah ini bentuk ke egoisan mereka? Ataukah mereka hanya berdakwah untuk dirinya sendiri? Ataukah justru ketidakberdayaan mereka??! Ataukah mereka sok suci penghuni surga?

Susah untuk berdakwah pada cewek seksi ‘n gaul jikalau hanya dengan seruan!! Jikalau hanya dengan tulisan! Jikalau hanya dengan ajakan! Kemungkinan besar dakwah seperti itu tidak akan sampai..! untuk menghadapi sasaran dakwah seperti itu ikhtiar yang mesti kita lakukan adalah dengan bergaul dan bersahabat dekat dengan mereka. Setelah dekat, kita berikan tauladan yang baik untuk mereka itu. Ajak curhat,sharing, dan lain-lain yang disisipi unsur dakwah yang bisa masuk kedalam hatinya.Bukannya dijauhi & dibenci cewek seksi ‘n gaul itu…!

Aktivis akhwat itu sendiri malah sok suci! Sok sholeh! (walau pun emang shalihah2) ngumpulnya hanya dengan teman-teman aktivis lainnya, seakan gak mau gabung dengan cewek seksi ‘n gaul. Yang menjadikan cewek seksi ‘n gaul malah makin benci sama Islam lantaran para aktivisnya aja (akhwat.red) gak mau gabung ma mereka. Padahal apa susahnya aktivis akhwat gabung sama mereka untuk sedikit mensisipi dakwah dan suri tauladan. Apa gengsi ??? Kok bisa...?

Aktivis akhwat pun malah lebih sibuk mempromosikan tegaknya Khilafah di bumi Indonesia alias tegaknya syariat Islam, seakan-akan mereka bangga menyebarkan pamflet Khilafah, ataupun bangga karena paham akan khilafah, padahal teman2 di sampingnya tidak tahu apa itu khilafah. Dan merekapun enggan menceritakannya pada cewek seksi karena beranggapan mereka gak bakalan ngerti dan gak bakalan setuju soal khilafah…

Padahal selama masyarakat tidak mempunyai Qolbu islami dalam diri masing-masing, Syariat Islam pun akan sulit tegak di bumi Indonesia. Seharusnya aktivis bisa memilah, berikan dulu dasar konsep akhlaq atau Manajemen Qolbu, biar cewek seksi mengenal Indahnya Islam, jangan langsung di suguhi syari'at-syari'at yg berat.Pekerjaan Rumah buat aktivis dakwah akhwat. Kasihanilah mereka cewek seksi ‘n gaul. Jangan mau sholehah sendiri! Cari konsep dakwah selain tulisan dan ajakan. Kayaknya pendekatan melalui teladan hati bisa jadi alternatif.

TERUSLAH BERJUANG, AKHWAT FILLAH... !!

NB: Afwan.. Ini juga CoPas
Muthia lupa cantumkan sumbernya
Syukron Om Alimmahdi , ane telah diingatkan
Bagi yang merasa menulis mohon tinggalkan coment-nya.
Muthia akan segera cantumkan.
Jazakallah..
Muthia