Motto: No Later or Tomorrow..! [Inspired: Q.S.(94):7]

LINK PILIHAN:

SDIT LUQMAN AL-HAKIM
MAKE UP DIRI
PKS PIYUNGAN
FPKS Bantul
Blog Pak Shol
Mbak Yasmin
Mbak Hani
Blog Pak Arif Bantul
Blog Mbah Guru
Blog Ummuwangi
Salwangga
JoloSutro
Bidan Sholihah

FLP Yogya
Kader Dakwah
Aktivis Dakwah
Seputar Bali: Pariwisata, sosial, budaya, politik dan kemanusiaan. ZISWAF dan Pemberdayaan

MINING COMPANY
Buruh Tambang
Pak Tri-Safety
GeoTech Sumedang


LINK MEDIA:


Ust. CHolid Mahmud
Ust. Sarwat
Akhwat
Al-Ikhwan
Shiroh
Palestina
Dakwatuna
Republika
EraMuslim
WarnaIslam
Hidayatullah
Sabili
Inilah

E-Book Islam
Uang Dinar
Zakat

EURO SPORT
BOLA NEWS



PENGUNJUNG:

Site Meter

Saturday, May 28, 2011

Dakwah Mengajak Bukan Mengejek

"Inspirasi dari Tanah Suci"
Oleh Prof Dr Yunahar Ilyas
---

Waktu masih kuliah di Riyadh, Arab Saudi, saya dapat cukup banyak kesempatan untuk melaksanakan umrah ke Makkah al-Mukarramah. Selain melaksanakan thawaf, yang paling menyenangkan dan menimbulkan kesan yang mendalam adalah menyaksikan orang lain melaksanakan thawaf, laki-laki dan perempuan, tiada putus-putusnya. Lebih berkesan lagi, apabila kita menyaksikannya dari lantai dua Masjid Haram.

Pada suatu kesempatan setelah shalat Isya, saya dan seorang sahabat duduk-duduk di pelataran Ka'bah, menikmati udara malam sambil menyaksikan kaum Muslim Muslimah thawaf tiada henti-hentinya. Bersama kami, ada sepasang suami istri setengah baya yang datang melaksanakan umrah sejak beberapa hari lalu. Kami sudah saling kenal, karena beliau berdua sudah berulang kali ke Makkah, baik untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah. Allah menganugerahkan kekayaan yang melimpah kepada mereka berdua, tetapi sayang mereka tidak dianugerahi putra seorang pun. Barangkali ke Makkah merupakan salah satu cara mereka menghibur diri apabila dilanda kesepian dan kerinduan terhadap anak.

Tiba-tiba, si ibu menyatakan tekadnya: "Sampai ajal datang, kami berdua akan melaksanakan haji dan umrah sebanyak mungkin." "Inilah yang dapat kami lakukan untuk menambah bekal ke akhirat kelak," lanjutnya. Sahabat saya, kebetulan lebih senior, menanggapinya dengan bijaksana. Tidak mencela dan tidak pula menyalahkannya. "Bagus, semoga Bapak dan Ibu mendapatkan haji yang mabrur dan umrah yang makbulah." Saya lihat suami istri itu tersenyum lega. Tetapi, lanjut sahabat saya, "Jika Bapak Ibu sudah meninggal dunia, tidak akan bisa haji dan umrah lagi. Sehingga, pahalanya terhenti." Tanpa memperhatikan reaksi suami istri itu, sahabat saya meneruskan lagi. "Jika Bapak Ibu mau, saya bisa tunjukkan amalan yang pahalanya akan terus mengalir tiada henti." Si ibu cepat menjawab, "Amalan apa, Dik?" "Mendirikan masjid, misalnya." Sekalipun nanti ibu dan bapak sudah berada di alam barzah, pahalanya akan terus mengalir."

Beberapa bulan kemudian, kami dapat kabar bahwa suami istri tadi mulai mendirikan sebuah masjid yang cukup besar dan diberinya nama Masjid Ar-Raudhah. Barangkali untuk mengenang tempat shalat yang selalu diperebutkan jamaah di Masjid Nabawi. Semenjak itu, bapak ibu tadi mulai sibuk mengurus masjidnya, mendirikan yayasan pengelola masjid. Perkembangan selanjutnya sungguh menggembirakan, mereka berdua juga mendirikan taman kanak-kanak yang juga dinamai Ar-Raudhah. Bahkan kemudian mendirikan gedung sekolah berlantai dua yang diwakafkan untuk sebuah pesantren.

Masya Allah. Saya dapat pelajaran berharga dari sahabat saya itu. Saya sempat berandai-andai, sekiranya sahabat saya mencela suami istri itu, niscaya keduanya mungkin akan membantah dengan jawaban yang juga keras. "Orang beribadah kok dilarang." Karena itu, ini tantangan bagi semua umat Islam, terlebih para dai, bahwa sesungguhnya dakwah adalah mengajak, bukan mengejek.

*)sumber: Koran Republika
Copas: pkspiyungan

[+/-] Read More...

Tuesday, May 24, 2011

Jadilah Murobbi, Kalau Kau Cinta Dakwah ini.....

Ahad yang cukup cerah. Hari yang special bagi kawulo mBantul, Ngayogyakarta Hadiningrat. Terlihat kesibukan di sana sini sejak pagi, pengerahan massa yang akan diberangkatkan menuju Stadion Manahan Solo. Tiada lain guna mendukung laga Persiba Bantul vs Persidafon Dafonsoro dalam laga semi final Liga Utama 2010-2011 Ahad (22/5) sore harinya.

Namun di sela-sela lalu lintas dalam pengawasan extra itu, sekumpulan pengendara dari berbagai penjuru Bantul tak kalah zig zag mengejar aktivitas yang sudah teragenda sebelumnya. Mereka menuju satu titik di pusat kota Bantul, tepatnya Ruang Sidang DPRD Kab. Bantul.

Hari itu DPD PKS Bantul memang sudah mengagendakan Dauroh Murrobi untuk Level Muayyid se-mBantul (perwakilan dari 17 DPC). Setelah registrasi dirasa cukup, tepat jam 9.00 wib acara dimulai. Lantunan ayat suci Al Qur’an mengawali kajian Dauroh hari itu. Dilanjutkan dengan Sambutan pengantar yang disampaikan Ust. Jupriyanto selaku ketua DPD PKS Bantul.

“Saya sungguh surprise dengan ghirah antum semua, jumlah peserta disini tercatat 2 kali lipat dari target yang kami canangkan,” ungkap Ust. Jupri dalam sambutannya setelah sebelumnya peserta diajak hening sejenak untuk mendoakan Mujahidah Da’wah Ustz. Yoyoh Yusroh yang telah purna tugas di dunia ini. Ust. Jupri juga menjelaskan target2 kaderisasi yang harus diraih dalam kaitannya dengan pelebaran dakwah. Memang lebih dari seratus ikhwan akhwat memenuhi ruangan itu, Piyungan sendiri mengirim utusan 12 ikhwan dan 2 akhwat.

Sesi "Murrobi dan perannya dalam peradaban Islam dewasa ini" disampaikan oleh Ustadz Arif Haryanto, Mantan Ketua DPD PKS Bantul periode sebelumnya, yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Kab. Bantul. Lebih specific beliau memaparkan kiprah dakwah dalam percaturan politik.

"Asyiknya Jadi Murrobi" menjadi tema lanjutan hingga waktu Sholat Dzuhur memanggil. Disampaikan oleh Ustadz Chairul Jahriyah, joke segar dan penyampaian yang sangat motivatif menghidupkan suasana hari itu. Ada formula kunci yang disampaikan untuk penguatan confidence untuk peserta:

PP + PP x A = SC

PT = Positive Thinking
PP = Potential Power
A = Action
SC = Self Confidence

Setelah Sholat dan disela sela makan siang, diputar video Taujih dari Ustadz Anis Matta tentang I’dad Murrobi. Bagaimana organisasi bertumbuh dan ber-ekspansi untuk kemudian menjadi pemimpin peradaban. Walau hanya via video, tapi kalau Anis Matta yang bicara memang gregetnya sangat luaarrr biasaaaaa. Saya jadi teringat twit seorang teman beberapa waktu lalu yang menceritakan kekaguman (alm) Bunda Yoyoh Yusroh kepada Anis Matta. Pada suatu kesempatan rapat Fraksi PKS, usai Anis Matta memberi pengarahan, Bunda berkata "Kalau Anis Matta sudah bicara, itu sudah mencukupi semua...".

Memasuki Sesi terakhir Dauroh Murobbi, acara kemudian dilanjut dengan workshop Murrobi, peserta dipandu untuk membuat Silabus Tarbiyah dengan mengacu Muwashoffat Tarbawiyah. Dibuat secara berkelompok ke sepuluh muwashoffat Tarbawiyah tsb dipresentasikan secara kelompok sehingga memudahkan peserta mengacu dan mengaplikasikan diri menjadi Murrobi. Siap jadi murobbi...? Harus!

Menjadi murobbi adalah bukti kecintaan kita pada jalan dakwah ini, karena dakwah ini hanya akan terus berputar kalau masih ada para murobbi, karena murobbi akan melahirkan generasi pengganti. Menjadi murobbi juga bukti bahwa kita mengagumi sosok "Sang Murobbi" Rahmat Abdullah dan "Sang Murobbiyah" Bunda Yoyoh Yusroh, kekaguman yang menggerakkan diri untuk berkontribusi bukan sekedar untuk bernostalgi.

“Seonggok kemanusiaan terkapar, siapa yang mengaku bertanggung jawab?
Bila semua menghindar, biarlah saya yang menanggungya, semua, atau sebagiannya…“
(Ust. Rahmat Abdullah)

Penulis: Abuafnan

[+/-] Read More...

Monday, May 23, 2011

Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya

Oleh: Ust. Musyaffa Abdurrahim, Lc
Bidang Pembinaan Kader DPP-PKS
---

نَصِيْحَةُ عَرَبِيٍّ لاِبْنِـــهِ

Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya

بُنَيَّ ... لِكَيْ تَكُوْنَ مَلِكًا مُهَابًا بَيْنَ النَّاسِ ..
إِيَّاكَ أَنْ تَتَكَلَّمَ فِي اْلأَشْيَاء
إِلاَّ بَعْدَ أَنْ تَتَأَكَّدَ مِنْ صِحَّةِ الْمَصْدَرِ ..
وِإِذَا جَاءَكَ أَحَدٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنْ قَبْلَ أَنْ تَتَهَوَّرَ..
وَإِيَاكَ وَالشَّائِعَةَ .. لاَ تُصَدِّقْ كُلَّ مَا يُقَالُ وَلاَ نِصْفَ مَا تُبْصِرُ ..
وِإِذَا اِبْتَلاَكَ اللهُ بِعَدُوٍّ .. قَاوِمْهُ بِاْلإِحْسَانِ إِلَيْهِ .. اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ ..
فَإِنَّ الْعَدَاوَةَ تَنْقَلِبُ حُبّاً ..

Wahai puteraku …

Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia ..
Janganlah berbicara dalam berbagai urusan ..
Kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya ..
Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara ..
Hati-hati dengan isu .. jangan percayai setiap yang dikatakan, jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat ..

Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh .. hadapi dengan berbuat baik kepadanya .. tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih.

إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَكْتَشِفَ صِدِّيْقاً .. سَافِرْ مَعَهُ .. فَفِي السَّفَرِ .. يَنْكَشِفُ اْلإِنْسَانُ ..

يَذُوْبُ الْمَظْهَرُ .. وَيَنْكَشِفُ الْمَخْبَرُ ! وِلِمَاذَا سُمِّيَ السَّفَرُ سَفَراً ؟؟؟

إِلاَّ لأَنَّهُ عَنِ اْلأَخْلاَقِ وَالطَّبَائِعِ يُسْفِرُ !

Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama .. dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap .. penampilan lahiriahnya akan luntur dan jatidirinya akan tersingkap! Dan “bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlaq dan tabiat”.

وَإِذَا هَاجَمَكَ النَّاسُ وَأَنْتَ عَلَى حَقٍّ .. أَوْ قَذَعُوْكَ بِالنِّقْدِ.. فَافْرَحْ ..

إِنَّهُمْ يَقُوْلُوْنَ لَكَ .. أَنْتَ نَاجِحٌ وَمُؤَثِّرٌ .. فَالْكَلْبُ الْمَيِّتُ .. لاَ يُرْكَلُ !

وَلاَ يُرْمَى إِلاَّ الشَّجَرُ الْمُثْمِرُ !

Jika engkau diserang banyak orang sementara engkau berada di atas kebenaran .. atau jika engkau diserang dengan kritikan-kritikan buruk .. bergembiralah .. sebab mereka sebenarnya sedang berkata: “engkau orang yang sukses dan berpengaruh”, sebab,

· anjing yang mati tidak akan ditendang,

· dan tidak dilempar kecuali pohon yang berbuah

بُنَيَّ ..

عِنْدَمَا تَنْتَقِدُ أَحَداً .. فَبِعَيْنِ النَّحْلِ تَعَوَّدْ أَنْ تُبْصِرَ ..

وَلاَ تَنْظُرْ لِلنَّاسِ بِعَيْنِ ذُبَابٍ ... فَتَقَعُ عَلَى مَا هُوَ مُسْتَقْذَرُ!

Wahai puteraku ..

Jika engkau hendak mengkritik, biasakan untuk melihat dengan mata tawon lebah .. dan jangan memandang orang lain dengan mata lalat, sebab engkau akan terjatuh kepada perkara yang busuk!


نَمْ بَاكِراً يَا بُنَيَّ .. فَالْبَرَكَةُ فِي الرِّزْقِ صَبَاحاً ..

وَأَخَافُ أَنْ يَفُوْتَكَ رِزْقُ الرَّحْمَنِ .. لأَنَّكَ.. تَسْهَرُ !

Tidurlah lebih awal wahai puteraku agar bisa bangun lebih awal .. sebab keberkahan ada di pagi hari, dan saya khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan rizki Allah yang Maha Penyayang disebabkan engkau begadang di malam hari, sehingga tidak bisa bangun pagi!

وَسَأَحْكِيْ لَكَ قِصَّةَ الْمَعِزَةِ وَالذِّئْبِ حَتَّى لاَ تَأْمَنَ مَنْ يَمْكُرُ ...

وِحِيْنَمَا يَثِقُ بِكَ أَحَدٌ فَإِيَّاكَ ثُمَّ إِيَّاكَ أَنْ تَغْدِرَ !

سَأَذْهَبُ بِكَ لِعَرِيْنِ اْلأَسَدِ .. وَسَأُعَلِّمُكَ أَنَّ اْلأَسَدَ لَمْ يُصْبِحْ مَلِكاً لِلْغَابَةِ لأَنَّهُ يَزْأَرُ!!

وَلَكِنْ لأَنَّهُ .. عَزِيْزُ النَّفْسِ ! لاَ يَقَعُ عَلَى فَرِيْسَةَ غَيْرِهِ !

مَهْمَا كَانَ جَائِعاً .. يَتَضَوَّرُ .. لاَ تَسْرِقْ جُهْدَ غَيْرِكَ .. فَتَتَجَوَّرْ !

Akan aku ceritakan kepadaku kisah seekor kambing dan serigala, supaya engkau aman dari orang yang berbuat makar ..

Dan saat seseorang memberikan tsiqah-nya kepadamu, jangan sampai engkau mengkhianatinya!

Akan aku ajak engkau ke sarang singa .. akan aku ajarkan bahwa singa itu tidak menjadi raja hutan dikarenakan aumannya!!

Akan tetapi, karena ia berjiwa tinggi! Tidak mau memakan hasil buruan binatang lain, betapapun ia lapar .. dan perutnya melilit-lilit .. jangan mencuri jerih payah orang lain .. sebab engkau menjadi keji!

سَأَذْهَبُ بِكَ لِلْحَرْبَاءِ .. حَتَّى تُشَاهِدَ بِنَفْسِكَ حِيْلَتَهَا !

فَهِيَ تُلَوِّنُ جِلْدَهَا بِلَوْنِ الْمَكَانِ .. لِتَعْلَمَ أَنَّ مِثْلَهَا نُسَخٌ... تَتَكَرَّرٌ !

وَأَنَّ هُنَاكَ مُنَافِقِيْنَ .. وَهُنَاكَ أُنَاسٌ بِكُلِّ لِبَاسٍ تَتَدَثَّرُ !

وَبِدْعَوى الْخَيْرِ .. تَتَسَتَّرُ !

Akan aku ajak engkau menemui bunglon .. agar engkau menyaksikan sendiri tipu dayanya! Bunglon merubah warna dirinya sesuai dengan tempat ia berada .. agar engkau mengetahui bahwa yang seperti bunglon itu banyak .. dan berulang-ulang! Dan bahwasanya ada orang-orang munafik .. banyak pula manusia yang berganti-ganti pakaian .. dan berlindung dibalik alasan “ingin berbuat baik”.

تَعَوَّدْ يَا بُنَيَّ .. أَنْ تَشْكُرَ ..اُشْكُرِ اللهَ !

يَكْفِيْ أَنَّكَ تَمْشِيْ .. وَتَسْمَعُ .. وَتُبْصِرُ !

اُشْكُرِ اللهَ وَاشْكُرِ النَّاسَ .. فَاللهُ يَزِيْدُ الشَّاكِرِيْنَ !

وَالنَّاسُ يُحِبُّ اَلشَّخْصَ الَّذِيْ عِنْدَمَا تَبْذُلُ لَهُ .. يُقَدِّرُ !

Wahai puteraku ..

Biasakan engkau bersyukur .. kepada Allah! Cukuplah menjadi alasan untuk bersyukur kepada-Nya bahwa engkau dapat berjalan, mendengar dan melihat!

Bersyukurlah kepada Allah, dan syukuri pula manusia .. sebab Allah SWT akan menambah orang-orang yang bersyukur

Dan manusia senang saat mendapati seseorang yang diberi sesuatu lalu orang itu menghargainya!

اِكْتَشِفْ يَا بُنَيَّ .. أَنَّ أَعْظَمَ فَضِيْلَةٍ فِي الْحَيَاةِ.. اَلصِّدْقُ!

وَأَنَّ الْكَذِبَ وَإِنْ نَجَّى .. فَالصِّدْقُ أَخْلَقُ ! بِمَنْ كَانَ مِثْلَكَ!

Wahai puteraku .. ketahuilah bahwa sifat utama yang paling agung dalam kehidupan ini adalah sifat jujur!

Dan bahwasanya kebohongan, meskipun tampak memberi keselamatan .. namun jujur lebih berakhlaq bagimu! Dan bagi orang sepertimu!

بُنَيَّ ...

وَفِّرْ لِنَفْسِكَ بَدِيْلاً لِكُلِّ شَيْءٍ .. اِسْتَعِدْ لأَيَّ ِأَمْرٍ !

حَتَّى لاَ تَتَوَسَّلْ لِنَذَلٍ .. يَذِلُّ وَيَحْقِرْ !

وَاسْتَفِدْ مِنْ كُلِّ الْفُرَصِ .. لأَنَّ الْفُرَصَ الَّتِيْ تَأْتِيْ الآنَ .. قَدْ لاَ تَتَكَرَّرُ !!

Wahai puteraku …

Persiapkan alternative untuk segala urusan .. agar engkau tidak membuka jalan kehinaan!

Manfaatkan segala peluang .. sebab peluang yang datang sekarang .. bisa jadi tidak akan berulang!!

لاَ تَتَشَكَّى وَلاَ تَتَذَمَّرْ .. أُرِِيْدُكَ مُتَفَائِلاً .. مُقْبِلاً عَلَى الْحَيَاةِ ..

اِهْرَبْ مِنَ الْيَائِسِيْنَ وَالْمُتَشَائِمِيْنَ ! وَإِيَّاكَ أَنْ تَجْلِسَ مَعَ رَجُلٍ يَتَطَيَّرُ !!

Jangan berkeluh kesah .. aku harap engkau optimis .. siap menghadapi kehidupan ..

Jauhilah orang-orang yang putus asa dan pesimis, lari dari mereka! Dan jangan sampai engkau duduk dengan seseorang yang selalu memandang sial kepada segala hal!!

لاَ تَتَشَمَّتْ وَلاَ تَفْرَحْ بِمُصِيْبَةِ غَيْرِكَ ... وَإِيَّاكَ أَنْ تَسْخَرْ مِنْ شَكْلِ أَحَدٍ ...

فَالْمَرْءُ لَمْ يَخْلُقْ نَفْسَهُ .. فَفِيْ سُخْرِيَتِكَ .. أَنْتَ فِي الْحَقِيْقَةِ تَسْخَرُ !

مِنْ صُنْعِ الَّذِيْ أَبْدَعَ وَخَلَقَ وَصَوَّرَ !!

Jangan bergembira saat melihat orang lain terkena musibah .. jangan pula menghina orang karena postur atau penampilannya ..

Sebab dia tidak menciptakan dirinya .. dan saat engkau menghina orang lain, pada hakekatnya engkau menghina ciptaan dari Dzat yang Maha Mencipta dan Membuat bentuk rupa.

لاَ تَفْضَحْ عُيُوْبَ النَّاسِ .. فَيَفْضَحُكَ اللهُ فِيْ دَارِكَ ..

فَاللهُ اَلسَّاتِرُ .. يُحِبُّ مَنْ يَسْتُرُ ! وَلاَ تَظْلِمْ أَحَداً ..

وَإِذَا دَعَتْكَ قُدْرَتُكَ عَلَى ظُلْمِ النَّاسِ .. فَتَذَكَّرْ أَنَّ اللهَ هُوَ اْلأَقْدَرُ !

Jangan membuka aib orang, sebab Allah akan membuka aibmu di rumahmu .. sebab Allah-lah Dzat yang menutupi .. dan mencintai orang yang menutupi!

Jangan menzhalimi siapa pun .. dan jika engkau hendak menzhalimi dan engkau merasa mampu menzhalimi, ingatlah bahwa Allah SWT lebih mampu!

وَإِذَا شَعُرْتَ بِالْقَسْوَةِ يَوْماً .. فَامْسَحْ عَلَى رَأْسِ يَتِيْمٍ ..

وَلَسَوْفَ تَدْهَشُ .. كَيْفَ لِلْمَسْحِ أَنْ يَمْسَحَ الْقَسْوَةَ مِنَ الْقَلْبِ .. فَيَتَفَطَّرُ !

Jika engkau merasa hatimu mengeras, usaplah kepala anak yatim .. engkau akan terheran-heran .. bagaimana usapan itu dapat menghilangkan rasa keras hati dari hatimu, seakan hatimu menjadi pecah dan melunak!

لاَ تُجَادِلْ .. فْي الْجَدَلِ .. كِلاَ الطَّرَفَيْنِ يَخْسَرُ !

فَإِذَا انْهَزَمْنَا فَقَدْ خَسِرْنَا كِبْرِيَاءَنَا نَحْنُ !

وَإِذَا فُزْنَا فَلَقَدْ خَسِرْنَا .. اَلشَّخْصَ اْلآخَرَ ...

لَقَدْ اِنْهَزَمْنَا كُلُّنَا .. اَلَّذِيْ اِنْتَصَرَ ... وَالَّذِيْ ظَنَّ أَنَّهُ لَمْ يُنْصَرْ !

Jangan mendebat .. dalam perdebatan .. kedua pihak merugi.
Kalau kita yang kalah, kita merugi telah kehilangan kebesaran kita, dan jika menang, kita juga merugi, telah kehilangan orang lain yang menjadi lawan debat kita .. semua kita kalah .. baik yang merasa menang .. dan yang merasa belum menang!

لاَ تَكُنْ أُحَادِيَ الرَّأْيِ .. فَمِنَ الْجَمِيْلِ أَنْ تُؤَثِّرَ وَتَتَأَثَّرُ !

لَكِنْ إِيَّاكَ أَنْ تَذُوْبَ فِيْ رَأْيِ اْلآخَرِيْنَ ... وَإِذَا شَعُرْتَ بِأَنَّ رَأْيَكَ .. مَعَ الْحَقِّ .. فَاثْبُتْ عَلَيْهِ وَلاَ تَتَأَثَّرْ !

Jangan monopoli pendapat .. yang bagus adalah engkau mempengaruhi dan dipengaruhi!
Hanya saja, jangan larut dalam pendapat banyak orang .. dan jika engkau merasa bahwa pendapatmu benar .. tegarlah dan jangan terpengaruh!

تَسْتَطِيْعُ يَا بُنَيَّ أَنْ تُغَيِّرَ قَنَاعَاتِ النَّاسِ ...

وَأَنْ تَسْتَحْوِذَ عَلَى قُلُوْبِ النَّاسِ وَهِيَ لاَ تَشْعُرُ !

لَيْسَ بِالسَّحْرِ وَلاَ بِالشَّعْوَذَةِ ... فَبِابْتِسَامَتِكَ .. وَعُذُوْبَةِ لَفْظِكَ ..

تَسْتَطِيْعُ بِهِمَا أَنْ تَسْحَرَ !!

اِبْتَسِمْ ... فَسُبْحَانَ مَنْ جَعَلَ اْلاِبْتِسَامَةَ فِيْ دِيْنِنَا.. (عِبَادَةً) وَعَلَيْهَا نُؤْجَرُ !!

Wahai puteraku ..

Engkau dapat merubah keyakinan orang .. dan menguasai hati mereka tanpa engkau sadari! Bukan dengan sihir, bukan pula dengan jampi .. namun, dengan senyumanmu .. dan kosa katamu yang lembut .. dengan keduanya, engkau dapat menyihir!!

Oleh karena itu, tersenyumlah .. maha suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, dan kita mendapatkan pahala darinya!!

فِي الصِّيْنَ ... إِنْ لَمْ تَبْتَسِمْ لَنْ يَسْمَحُوْا لَكَ أَنْ تَفْتَحَ مَتْجَرًا ..

إِنْ لَمْ تَجِدْ مَنْ يَبْتَسِمْ لَكَ .. اِبْتَسِمْ لَهُ أَنْتَ !

فَإِذَا كَانَ ثَغْرُكَ بِالْبَسْمَةِ يَفْتُرُ .. بِسُرْعَةٍ .. تَتَفَتَّحُ لَكَ الْقُلُوْبُ لِتُعَبِّرَ !!

Di Cina .. jika engkau tidak murah senyum, mereka tidak akan berikan lisensi kepadamu untuk membuka kedai ..

Jika engkau tidak menemukan orang yang tersenyum kepadamu, tersenyumlah engkau kepadanya!

Jika bibirmu terbuka karena senyuman .. dengan cepat .. terbuka pula hati untuk mengekspresikan isinya.

وَحِيْنَمَا يَقَعُ فِيْ قَلْبِ النَّاسِ نَحْوَكَ شَكٌّ .. دَافِعْ عَنْ نَفْسِكَ .. وَضِّحْ .. بَرِّرْ !

لاَ تَكُنْ فُضُوْلِيّاً تَدُسُّ أَنْفَكَ فِيْ كُلِّ أَمْرٍ ..

تَقِفُ مَعَ مَنْ وَقَفَ إِذَا الْجُمْهُوْرُ تَجَمْهَرَ !!

بُنَيَّ .. تَرَفَّعْ عَنْ هَذَا .. إِنَّهُ يَسُوْءُنِيْ هَذَا الْمَنْظَرُ !!

Jika orang meragukanmu, bela dirimu .. jelaskan .. dan beri keterangan pembenarannya!
Jangan suka nimbrung dan mengenduskan hidungmu dalam segala urusan .. jangan pula ikut-ikutan, berposisi bersama banyak orang saat mereka bersikap!!

Wahai puteraku .. jauhkan dirimu dari hal ini .. aku sangat tidak suka kalau melihatmu seperti ini!!

لاَ تَحْزَنْ يَا بُنَيَّ عَلَى مَا فِي الْحَيَاةِ ! فَمَا خُلِقْنَا فِيْهَا إِلاَّ لِنُمْتَحَنَ وَنُبْتَلَى ..

حَتَّى يَرَانَا اللهُ .. هَلْ نَصْبِرُ ؟؟؟

لِذَلِكَ ... هَوِّنْ عَلَيْكَ ... وَلاَ تَتَكَدَّرْ ! وَتَأَكَّدْ بِأَنَّ الْفَرَجَ قَرِيْبٌ ...

فَإِذَا اشْتَدَّ سَوَادُ السُّحُبِ ... فَعَمَّا قَلِيْلٍ سَتُمْطِرُ !!

Jangan bersedih wahai puteraku terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan! Sebab kita tidak diciptakan kecuali untuk diuji dan diberi cobaan .. sehingga Allah melihat kita .. adakah kita bersabar?

Karena itu .. santai saja .. jangan keruh hati! Yakinlah bahwa jalan keluar dekat ..

“jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan”!!

لاَ تَبْكِ عَلَى الْمَاضِيْ .. فَيَكْفِيْ أَنَّهُ مَضَى ..

فَمِنَ الْعَبَثِ أَنْ نُمْسِكَ نَشَّارَةَ الْخَشَبِ ... وَنَنْشُرُ !!

اُنْظُرْ لِلْغَدِ ... اِسْتَعِدَّ ... شَمِّرْ !!

كُنْ عَزِيْزاً ... وَبِنَفْسِكَ اِفْخَرْ !

فَكَمَا تَرَى نَفْسَكَ سَيَرَاكَ اْلآخَرُوْنَ ..

فَإِيَّاكَ لِنَفْسِكَ يَوْماً أَنْ تَحْقِرَ !!

فَأَنْتَ تَكْبُرُ حِيْنَمَا تُرِيْدُ أَنْ تَكْبُرَ ..

وَأَنْتَ فَقَطْ مَنْ يُقَرِّرُ أَنْ يَصْغُرَ !

Jangan meratapi masa lalu, cukuplah bahwa ia telah berlalu .. sia-sia kalau kita memegang gergaji kayu, lalu menggergaji!!

Tataplah hari esok .. persiapkan diri .. dan singsingkan lengan baju untuk menghadapinya!!

Jadilah orang yang mulia .. berbanggalah dengan dirimu!

Sebagaimana engkau melihat dirimu, begitulah orang lain akan melihatmu ..

Jangan sekali-kali meremehkan dirimu!! Sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar .. hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil!

وَأَخِيْراً

إِذَا أَعْجَبَكَ الْمَوْضُوْعُ فَلاَ تَقُلْ شُكْـراً

رَحِمَ اللهُ مَنْ نَقَلَهَا عَنِّيْ وَجَعَلَهَا بِمِيْزَانِ حَسَنَاتِكُمْ

وَقَالَ : اَللَّهُمَّ اِغْفِرْ لَهُ وَلِوَالِدَيْهِ وَلأَهْلِ بَيْتِهِ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِمْ وَمَا تَأَخَّرَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

Terakhir ..

Jika cocok dengan tema ini, jangan katakan: “terima kasih”. Namun, katakanlah: “semoga Allah memberikan Rahmat kepada yang mempublikasikannya, dan menjadikannya sebagai penambah berat kebaikannya”.

Dan katakan pula: “ya Allah, ampuni penulis tema ini dan yang mempublikasikannya, juga kedua orang tuanya dan seluruh keluarganya, ampuni apa yang telah lalu dan yang akan datang dari dosanya, lindungi dia dari adzab kubur dan adzab neraka”.



[+/-] Read More...

Monday, May 2, 2011

Untuk Saudaraku yang Beralih

Islamedia - Mudah-mudahan kau tak lupa. Dulu masing-masing kita duduk di lingkarannya. Dengan suguhan tilawah dan materi panah. Mata kecil kita dibuka oleh satu gelombang indah. Gelombang yang disatukan oleh ukhuwah dan digerakkan oleh hamasah. Yang menyeret kita hingga berada dalam lingkaran-lingkaran kecil tarbiyah.

Semoga kau tak melupakan jasa baik gelombang itu. Dia yang memperkenalkan islam pada kita. Saat jiwa yang tumbuh remaja masih lugu. Saat jiwa rawan terseret dunia. Lelap dalam pencarian jati diri. Mereka dan kebaikannya menyelamatkan kita.

Lalu kalau gelombang itu berlabel harokah, maka adalah wajar bila ia berubah. Ia mengalir mengikuti permukaan zaman. Karena ia bukan air yang tergenang.

Lalu kalau banyak fitnah – internal dan eksternal, maka adalah wajar berlakunya sunnatullah. Kau tak menemukan jamaah dakwah yang selamat dari fitnah. Sejak dahulu, zaman para nabi, hingga sekarang.

Lalu kalau banyak terjadi perbedaan, maka adalah wajar sekumpulan manusia bertentang faham. Mereka manusia yang bersemangat memikirkan dakwah, kemudian terkumpul banyak gagasan. Dan itu adalah kekayaan.

Kini saat serbuan kabar dan tuduhan menghajar gelombang itu, kau memutuskan beralih membawa segenap kekecawaanmu. Sedangkan aku masih di sini, dalam husnuzhonku. Karena berbagai berita itu tak dapat terkonfirmasi olehku.

Tapi ‘alaa kulli haal, kuharap masih ada rasa kasih sayang antara kita. Semoga ukhuwah yang dulu diperkenalkan oleh gelombang itu, masih tertanam dalam hati kita.

Saudaraku, kalau kau masih mempercayai akan adanya orang-orang yang tulus dalam gelombang itu, maka kuminta kau berhenti menyudutkan ia di muka umum. Kalau kau masih percaya bahwa kejahatan mengintai gelombang itu, maka kuminta kau berhenti mengumpan anasir-anasir jahat untuk menghancurkan gelombang itu.

Kalau kritik yang kau berikan, dekatkan mulutmu ke telinga ku! Karena sedikit kritikmu terdengar oleh anasir-anasir jahat, maka anasir-anasir itu akan membuat kritikmu menjadi adonan yang diberi soda kue hingga mengembang dan dibubuhi berbagi bumbu hujatan. Relakah kau mendengar saudaramu dicaci maki?

Kalau kau masih percaya bahwa masih banyak orang yang baik dalam gelombang itu, aku minta kau bersedekah dengan diammu. Kenanglah kebaikan yang pernah diberikan oleh gelombang itu padamu, agar teredam hasrat untuk mengumbar kekecewaanmu.Dulu gelombang itu telah berbuat baik padamu. Kini, berbuat baiklah pada gelombang itu dengan menahan diri dari melampiaskan kekecewaanmu. Kalau kau mempercayai berita-berita itu, biarlah akhirat mengungkap semuanya. Biarkanlah orang-orang yang – kau percayai masih - tulus bekerja. Mereka adalah orang-orang yang tidak terganggu oleh berita dan tuduhan itu. Mereka orang-orang yang sama sepertiku, tetap dalam husnuzhonnya. Atau mereka orang yang mengerti betul bahwa kebanyakan berita/tuduhan yang datang itu tidak valid.

Begitu akhi, sudikah kau memahaminya? (andaleh)

[+/-] Read More...

Friday, December 17, 2010

Pas! Saatnya Merubah Teori Menjadi Aksi

Masih memanfaatkan momentum awal Tahun Hijriah 1432, Tarbiyah Tsaqofiyah (Tatsqif) yang diselenggarakan Kaderisasi DPC PKS Piyungan pekan ini (Ahad,12/12/2010) mengajak seluruh kader dakwah yang hadir untuk menengok satu fragmen siroh Rasulullah dan para sahabat saat meninggalkan Makkah menuju Madinah.

Tatsqif pekanan tiap Ahad pagi dari jam 05.00 - 06.00 yang bertempat di masjid Al-Ikhlas Sampakan Piyungan kali ini diisi oleh Ustadz Agus Shofwan Sekretaris DSW (Dewan Syariah Wilayah) DPW PKS D.I. Yogyakarta. Beliau memaparkan episode hijrah secara komprehensif disertai dengan contoh konkret yang mampu menjadi cambuk ghiroh dan hamasah.

Hijrah Rasulullah 15 (lima belas) abad lampau menjadi tonggak sejarah gemilang kelangsungan dakwah Islam. Kecerdasan beliau dalam perencanaan yang matang patut dijadikan ibrah harakah dakwah masa kini.

Diawali dengan pengiriman murrobi yang handal, Mush'ab bin Umair, ke Madinah (Yatsrib) setahun sebelum hijrah yang berperan dan bertugas menebarkan Islam di Yatsrib hingga akhirnya masyarakat Yatsrib siap membela dan menjadi basis Islam. Setelah Madinah siap, satu persatu generasi sahabat meninggalkan Makkah menuju Madinah yang membuat amarah kaum Quraisy memuncak. Mereka bersepakat membunuh Nabi dengan mengutus pemuda-pemuda setiap kabilah mengepung rumahnya.

Saat itulah strategi matang berikutnya bekerja. Ada Ali bin abi thalib yang rela tidur di ranjang Rasulullah, ada Abdullah bin abu bakar sang itelijen yang taat menginformasikan berita aktual, ada Asma' binti abu bakar wanita pemanjat tebing pertama yang rutin men-supply logistik, juga ada Amir bin Fuhaira si penggembala kambing milik Abubakar untuk menghilangkan jejak dan sumber minuman segar berupa susu kambing. Semua kader berperan sesuai potensinya masing masing. Bahkan Abdullah bin uraiqits yang kafir berperan professional sebagai penunjuk jalan rahasia memutar arah lewat pesisir selama hijrah.

"Lho.. wedhus wae due tugas sik ora entheng (kambing aja punya peran), padahal kita kan bukan kambing to?", ujar ustadz Agus yang diikuti gelak tawa hadirin.

Rencana telah disusun, peran telah dijalankan bisa dibilang sempurna, segala ikhtiar manusiawi sudah dikerahkan secara maksimal. Ternyata, masih ada celah musuh mengancam yang bisa menggagalkan dakwah.

"Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya. (yaitu) ketika orang orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya,'Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita'. Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang orang kafir itu yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. At-Taubah:40).

Adalah laba laba, tentara Allah yang menganyam sarangnya di mulut gua Tsur sehingga kaum pengejar Nabi tidak masuk ke dalam gua. Adapun Suraqah bin Malik harus melupakan hadiah yang ditawarkan bagi siapa saja yang menangkap Rasul SAW. Berkali kali ia harus terpelanting dari kuda, hingga tak kuasa menolak pribadi agung yang datang menolongnya.

"Pagi meninggalkan Makkah dengan semangat menghancurkan dakwah, sore pulang ke Makkah membela dakwah. Walaupun Nabi hanya meminta Suraqoh untuk diam, diamnya Suraqah sebagai pembela dakwah. Antum bayangkan bila Suraqah kembali ke Makkah berkoar tentang keberadaan Rasulullah," ustadz Agus mengajak kita berimajinasi.

"Siapa yang menggerakan laba-laba membuat sarang? Siapa yang membuat kuda Suraqah tersungkur? Siapa yang menaklukan hati Suraqoh? Allah, hanya Allah yang berkuasa. Itu semua diluar daya manusiawai. Ancaman penggagalan dakwah semacam itu juga membawa ibroh bahwa yang dituntut dari para kader dakwah hanyalah mengerahkan segenap sumberdaya dan potensi manusiawi, selebihnya serahkan pada Allah SWT," pungkas Ustadz Agus sebelum mengakhiri kajian.

Tak terasa waktu sudah beranjak pukul 06.00, kajian pun harus diakhiri. Puluhan kader ikhwan akhwat yang memadati masjid Al-Ikhlas bersiap pulang dengan membawa semangat baru, semangat untuk terus berperan sebagai apapun dalam indahnya jamaah dakwah.

"Pengumuman....",

Ternyata masih ada agenda tambahan berupa pengumuman.

"Untuk kader ikhwan, nanti jam 08.00 kumpul di mabes DPC Piyungan. Pakai seragam kepanduan, karena kita akan ke kalicode membantu penanganan kalicode yang mengalami banjir lahar dingin merapi," terang akh Deni Sunardi selaku Kabid Kepemudaan DPC PKS Piyungan.

Pas! saatnya mempraktekan teori menjadi aksi. Kamipun segera pulang untuk berbenah, sarapan, mandi, ganti kostum dan meluncur lagi.....

Reporter: Abu Afnan

[+/-] Read More...

Wednesday, July 7, 2010

Surat Mujahidah Palestina untuk Muslimah di Indonesia

Pasca kepulangan tim Relawan Komat yang berangkat ke Gaza, Palestina, beberapa waktu lalu, sebuah surat khusus dari mujahidah Palestina dititipkan melalui Relawan KOMAT Palestina, al-Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc.

Surat tersebut berbahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh Divisi Kajian Komat Palestina, ustadz Abul Miqdad Al-Madany. Berikut isi surat terbuka yang diperuntukkan kepada para muslimah di Indonesia ini.

Bismillahirrahmanirrahim
Saudari-saudariku para muslimah di Indonesia…
Aku sampaikan salam penghormatanku untuk kalian, salam penghormatan Islam yang agung:

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,

Amma ba’du…

Kami adalah saudari-saudari muslimah kalian di Palestina. Kami tumbuh di medan ribath dan jihad. Dan kami selalu berusaha untuk berpegang teguh pada agama kami yang agung, serta mendidik anak-anak kami untuk itu. Karena berpegang teguh pada agama Islam adalah (satu-satunya) tali keselamatan, berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam Surah Ali Imran:

“Dan barang siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agama, maka itu tidak akan diterima darinya, dan kelak di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi.”

Karena itu, kami selalu berusaha untuk komitmen dengan al-Qur’an dan keislaman kami. Dan seperti itu pula komitmen pemerintahan Islam kami untuk menumbuhkan sebuah generasi yang selalu menjaga al-Qur’an, serta melahirkan ribuan penghafal Kitabullah di setiap tahunnya.

Dari bumi Palestina,medan ribath ini, kami mengirimkan surat persaudaraan dari lubuk hati yang dipenuhi cinta kepada saudari-saudari kami di Indonesia. Melalui surat ini, kami haturkan rasa terima kasih kepada semuanya atas sikap dan dukungan mereka untuk anak-anak bangsa Palestina kami.

Melalui surat ini juga, kami mendorong mereka untuk selalu mentarbiyah (membina) anak-anak mereka dengan tarbiyah Islamiyah dan komitmen dengan Syariat Allah; karena dalam itu semua terdapat pembinaan terhadap ruh dan jiwa, serta keteladanan terhadap akhlak Rasul kita yang mulia Shallallahu ‘ALaihi wa Sallam dan para sahabatnya yang mulia. Perhatikanlah sahabat mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika mengatakan:

“Janganlah seorang dari kalian meminta dari dirinya selain al-Qur’an. Sebab jika ia mencintai al-Qur’an dan mengaguminya, niscaya ia akan mencintai Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun jika membenci al-Qur’an, maka ia akan membenci Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Karena itu, siapakah di antara kita yang dapat menerima dirinya atau anak-anaknya menjadi orang yang benci kepada Allah dan Rasul-Nya yang kelak akan memberi syafaat kepada kita di hari kiamat?

Itulah sebabnya, saya membisikkan ke telinga saudara-saudara kami tercinta, kaum muslimin di manapun berada: “Kalian harus terus mempelajari dan menghafalkan al-Qur’an, serta berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Islam. Sebab sesungguhnya siapapun yang menginginkan kemuliaan dengan Islam, niscaya Allah akan memuliakannya. Namun siapa yang mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan menghinakannya.”

Semoga Allah selalu memberikan taufiq-Nya untuk kalian untuk mengikuti apa saja yang dicintai dan diridhai-Nya.

Saudari-saudarimu, para muslimah yang sedang berjihad di bumi Palestina
Gaza, 29/6/2010.


Sumber: ErMus

[+/-] Read More...

Monday, July 5, 2010

Sabtu Pagi Kembali Lagi

Catatan: Abi
---
Sent:2/07/10 5:49 PM
From: Danie-Syakieb
assalamu'alaikum...
ALFADHLU LILMUBTADI'...
dulu,para pendahulu qt di piyungan [mas wawan,pak sol dll] berpayah payah untuk menggiatkan sabtu pagi sbg pagi sehat dg LAT SEPAK BOLA..
BUAHnya adl eratnya ukhuwah,sehatnya raga dll..
SEKARANG..
pengurus qt aj pada "males" untuk SEKEDAR hadir di lapangan,apalagi yg lain !
idzan, yuk selain penguatan maknawiyah qt,
qt KOKOHKAN UKHUWAH n RAGA qt N jg agar keutamaan jg mjd milik qt,
join aj bg yg peduli untuk ukhuwah ini:
besok pagi 06.30 di lapangan galoso..

.......

Sejak perhelatan Piala Dunia Afsel digelar, gaungnya merambah ke pelosok negeri. Program riyadhoh jama'i yang sudah beberapa waktu dilakukan indoor (Futsal), pun ikutan menggunakan outdoor berupa sepak bola.

Sabtu pagi 3 Juni 2010 (seusai Belanda memaksa Brasil mudik lebih cepat dengan skor 2-1), di DPC Piyungan (sesuai SMS yang ane terima diatas), puluhan ikhwan merumput kembali di Lapangan Tegalyoso. Terbagi dalam 2 (dua) tim mereka terlihat saling memberi semangat dalam perebutan bola. Banyak gol tercipta dalam nuansa ceria pagi itu.

Abu Izzuddin yang lagi mudik turut berpartisipasi menjaga gawang hingga lahir banyak gol (ikhwah ini memang terkenal dermawan, bahkan pada lawan sekalipun). Ane yang juga lagi menikmati mudik berperan menjadi "gelandang(an)", yang mondar mandir cari bola biar dapat keringat. Tercatat skor 4-4 saat pertandingan usai, ini memang biar genap 8 untuk mengingatkan heroisme ikhwah pada pemilu lalu.

Namun Bukan skor tsb yang menjadi kerinduan ini, akan tetapi Semangat yang tak memudar. Berbekal 'sunduquna juyubuna' menggelorakan laksana air yang bertekad mampu menjadi suci dan mensucikan. Hampir tiap pekan sms mirip di atas mampir ke HP, meski ane berada nun jauh jadi musafir. Namun ikatan hati tak menyurutkan semangat berbagi.

Lika liku aktivitas dan kabar masing-masing ikhwah dan juga info terbaru menjadi menu pagi sehabis main bola. Tentang Gaza, DPC, DPRa, sampai Piala Dunia dan Muktamar 1 abad Muhammadiyah. Tak ketinggalan progress liqoat pekanan masing masing.Sungguh diri ini jadi malu dan iri, hati yang lemah mudah terombang-ambing dalam keraguan. Teringat akan 2(dua) yang harus senantiasa di jaga yaitu: Niat dan Ukhuwah.

Ah... Mungkin sudah puluhan atau bahkan ratusan kali materi itu disampaikan dan sebanyak itu pula terlupakan. Bias informasi dari media menimbulkan hati was dalam curiga. Terlebih, tatkala tekad ekspansi dalam Mihwar Daulah belum didukung penuh oleh peran media. Oleh karenanya, pengokohan tarbiyah ruhiyah menjadi wajib dan tidak bisa ditawar lagi.

'Ya muqollibal quluub, tsabit quluubanaa 'alaa diinika wa tho'atika.
Ya muqollibal quluub, tsabit quluubanaa 'alaa da'wati fii sabiilika'. (wied)
.......

[+/-] Read More...