Motto: No Later or Tomorrow..! [Inspired: Q.S.(94):7]

LINK PILIHAN:

SDIT LUQMAN AL-HAKIM
MAKE UP DIRI
PKS PIYUNGAN
FPKS Bantul
Blog Pak Shol
Mbak Yasmin
Mbak Hani
Blog Pak Arif Bantul
Blog Mbah Guru
Blog Ummuwangi
Salwangga
JoloSutro
Bidan Sholihah

FLP Yogya
Kader Dakwah
Aktivis Dakwah
Seputar Bali: Pariwisata, sosial, budaya, politik dan kemanusiaan. ZISWAF dan Pemberdayaan

MINING COMPANY
Buruh Tambang
Pak Tri-Safety
GeoTech Sumedang


LINK MEDIA:


Ust. CHolid Mahmud
Ust. Sarwat
Akhwat
Al-Ikhwan
Shiroh
Palestina
Dakwatuna
Republika
EraMuslim
WarnaIslam
Hidayatullah
Sabili
Inilah

E-Book Islam
Uang Dinar
Zakat

EURO SPORT
BOLA NEWS



PENGUNJUNG:

Site Meter

Monday, December 28, 2009

Khansa Naik Haji





“Ummi… aku mau naik haji…!” Dengan setengah teriak, sepulang dari sekolah Khansa bilang sama ummi.
"Subhanallah… adik mau naik haji,” sambutku gembira..
“Aku naik hajinya nanti naik pesawat dulu, kayak Bapak mau kerja ya mi, naik pesawat..”
Adik naik hajinya kemana dik..? trus sama siapa? Tanyaku lagi… Aku mau lihat ka’bah yang dulu di serang tentara bergajah Abrahah itu lho mi… dengan gayanya setiap kali mengatakan ka’bah adikpun bernyanyi..

Gajah binatang yang besar
Dikisahkan dalam Al Qur’an
Tentara bergajah
Dipimpin Abrahah
Hendak menghancurkan ka’bah
Datanglah burung ababil utusan Allah
Membawa batu kecil
Batu kecil dijatuhkan
Tentarapun berlarian
Allahu Akbar Allah Maha Besar 2x


Ummi.. ummi aku mau naik haji sama bu Ika dan temen-temenku.. ada mbak Dhea, mb Nadia, Luay, mas Kemal, mas Zafran, mas Auzan, mas Thoriq,dan mas Ahmad.. tanpa kecuali dech semua temen-temennya satu kelas playgroup KB/TKIT AR RAIHAN disebutkannya…

Sabtu lalu di sekolah Khansa ada program manasik haji kecil, agenda rutin tahunan yang selalu diadakan di sekolahnya. Khansa memang baru pertama kali ikut jadi sangat istimewa baginya.. tahun lalu M’Zulfa yang ikut waktu TK B dan Khansa hanya sebagai penonton saja.. Makanya tahun ini karena baru pertama, Khansa sangat pengin Zulfa sebagai penontonnya…namanya juga anak-anak, sangat menginginkan untuk dilihat bahwa UMMI, BAPAK, MBAK, AKU PASTI BISA….

Labbaikallahumma labbaik innal hamda wanni’mata laka wal mulk laa syarika laka

Dengan semangat Khansa mengikuti satu demi satu tahapan yang harus dilaksanakan dalam haji kecilnya. Mulai dari embarkasi, mengelilingi Ka’bah, mencium Hajar Aswad, berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwa, hingga melempar jumrah. Sampai akhirnya mendapat oleh-oleh untuk dibawa pulang ke rumah. Mereka berpakaian ihram layaknya tengah berhaji di Tanah Suci..

“Aku datang ya Allah, aku datang memenuhi panggilanMu.. aku datang, tiada sekutu bagiMu, aku datang, Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, dan seluruh kerajaan adalah milik Engkau, Tiada Sekutu bagiMu.”

Somokaton, 22 Desember 2009
Nur W

[+/-] Read More...

Wednesday, December 23, 2009

i love u mom

by tiQu
---

kata mereka diriku s’lalu dimanja...
kata mereka diriku s’lalu ditimang...
ooh... bunda, ada dan tiada
dirimu kan selalu ada didalam hatiku

itulah sepenggal lagu dari melly goeslow.
malam ini kudengar lagu ini dinyanyikan dengan sepenuh jiwa hanya untuk bunda.
haahhhh… haru rasanya. kangeennn!
padahal belum satu menit kami bertemu.
sulit rasanya mata ini terpejam.
mengingat kembali pengorbananmu untuk kami.
ingin sekali kulakukan sesuatu untukmu,
kami hanya ingin membuatmu bahagia.
senyummu, candamu dan tawamu yang kami harapkan.

bunda sungguh luar biasa peranmu atas anak-anakmu
dengan kesabaran dan keikhlasanmu
engkau tak kenal lelah mengasuh kami
membuat kami tertawa di kala sedih
menjaga kami di kala kami sakit
dan engkau hanya terdiam dan tersenyum di kala kami marah

maafkan atas sikap tingkah laku anak-anakmu yang menyakitimu
entah dengan apa kami membalasmu
yang pasti kami sangat menyayangimu
engkau tetap ibu yang terbaik untuk kami
hari kemarin, hari ini dan hari esok tetap hari ibu

i love u mom

Somokaton Lt.II, 11.15 pm [22-12-09]

[+/-] Read More...

Monday, December 7, 2009

Bicara dengan Bahasa Mereka

'Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kutaklukkan dunia', begitu kiranya Sang Proklamator RI berucap. Suatu gambaran jelas, agar kita tak boleh terlena menyiapkan generasi mendatang.

Namun ditengah arus globalisasi yang menyusup sendi kehidupan masyarakat, tidaklah mudah mengajak mereka bergabung dalam barisan dakwah. Untuk mensiasati dan berbicara dengan 'bahasa' mereka, liqo' + futsal adalah strategi yang coba kami terapkan yang semoga acceptable bagi kalangan remaja tsb.

Kamis malam, 3/12/09, setelah agak lumayan lama off karena alasan ini itu, sekira lima belas remaja dusun Somokaton (tempat dimana ane tinggal) kami kumpulkan di rumah. Kebetulan pekan ini lagi dapat jatah libur dari rantau sehingga kesempatan berharga ini dimanfaatkan untuk turut membersamai dalam pembinaan anak-anak muda kampung.

Usai tarbiyah ruhiyah dirasa cukup, maka pada jam 21:00, tarbiyah jasadiyah manjadi gilirannya. Kali ini friendly match mempertemukan mereka (Somokaton) melawan Ta'lim dusun Gampingan binaan akh Taufik. Semangat yang tinggi tampak dari jumlah mereka yang hadir. Alhasil, kapasitas lapangan yang hanya lima orang per team menjadikan yang lain antusias mensuport kawannya.

"Yang Gampingan ini belum semua ikut ngaji, Mas", ujar Akh Taufiq pada ane di pinggir lapangan.

"Tak masalah, (futsal) ini sarana kita," sahutku.

Bertiga (Ane, Taufiq, dan akh Danie yang akan diamanahi menjadi murobbi selepas ane kembali merantau lagi) larut dalam bincang dakwah malam itu hingga tak terasa peluit tanda waktu habis berbunyi.

Malam itu kami kembali ber-azzam dalam ri'ayah dakwah dan mengurai laku 'berbicara dengan bahasa' mereka.(Wied)

Sumber: Catatan Abi

[+/-] Read More...

Sunday, October 11, 2009

No Charge, Ummi..

Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur, yang sedang menyiapkan makan malam, dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai ditulisinya.

Setelah ibunya mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membacanya dan inilah tulisan si anak:

Ma, berikut ini utang mama kepada saya selama ini:

Untuk memotong rumput Rp 50.000
Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp 10.000
Untuk pergi ke toko menggantikan mama Rp 25.000
Untuk menjaga adik waktu mama belanja Rp 25.000
Untuk membuang sampah Rp 10.000
Untuk rapor yang bagus Rp 50.000
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp 30.000
Jumlah utang Rp 200.000

Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap, berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Jadi, ia mengambil bolpen, membalikkan kertasnya, dan inilah yang dituliskannya:

Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut mama, GRATIS.
Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu, GRATIS.
Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, GRATIS.
Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, GRATIS.
Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, GRATIS, Anakku.
Dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati mama adalah GRATIS.

Ketika anak itu selesai membaca apa yang ditulis ibunya, air matanya berlinang, dan ia menatap wajah ibunya dan berkata:

"Ma, aku sayang sekali pada Mama."

Dan kemudian ia mengambil bolpen dan menulis dengan huruf besar "LUNAS".

Dari Taman Bintang

[+/-] Read More...

Friday, October 2, 2009

Parpol, Mana Aksi Sosialmu?

by Abi

Masih ingat bencana Situ Gintung?? Waktu itu saya liat televisi, banyak PARTAI POLITIK bikin tenda bantuan d sekitar lokasi… Nah kmrn waktu ada gempa Tasikmalaya koq tenda-tendanya gak kelihatan lagi ya?? Kelupaan atau sudah hilang keikhlasn membantu sesame…+628572929xxx

Kalimat tsb. adalah kalimat yang saya kutip dari gambar re-pro disamping yang dimuat dalam sebuah surat kabar edisi 19/09/09 atau di penghujung Ramadhan (sebelum Koran tersebut tidak terbit 3 hari karena lebaran). Secara iseng, saya lalu kirim SMS jawaban berharap juga untuk dimuat seperti ‘Hak Jawab’ yang sering dimuat juga dalam kolom “Suara Rakyat”. Bunyi SMS saya begini:

To +628572929xxxx, Gempa Tasikmalaya tak satu tv meliput kiprah PARPOL d sana .. Bukn krn gk ad, tapi memang bnyak media tak mau ‘Kampanyekan PARPOL’ scr gratis d luar pemilu. Silahkan download KIPRAH PKS d Tasikmalaya lwt http://pk-sejahtera.org

Hingga catatan kecil ini aku tulis, SMS itu belum juga naik cetak. Entah karena saking banyaknya SMS yang masuk atau perihal kampanye gratis tadi.Banyak sekali factor penyebab kiprah Partai Politik hanya terjadi saat menjelang Pemilu berlangsung. Salah satunya, peran media massa yang kalau kita cermati memiliki peran central tanpa menafikkan factor lain.

Pertama, Independensi Media. Demi alasan independensi, banyak media enggan meliput kiprah parpol di luar jadwal kampanye. Media tersebut khawatir di sorot berafiliasi ke partai tertentu. Hal ini karena mayoritas partai peserta pemilu memang hanya ‘partai musiman’ yang berkiprah saat menjelang pemilu. Sehingga muncul asumsi tayang satu tayang semua, atau tidak sama sekali. Ini berbanding terbalik, apabila parpol tersebut melakukan sensasi atau melanggar hokum seperti: konflik dan perpecahan, kader yang melakukan korupsi, dll.
Kedua, Nilai Berita. Liputan yang sama dan berulang serta dilakukan ole seseorang ataupun ormas/orpol akan semakin dianggap biasa dan tidak menarik. Dan tentu akan menimbulkan rasa bosan dari pembaca maupun pemirsanya.
Sedang ketiga, Aspek Bisnis. Sudah dimaklumi, bahwa event lima tahunan itu menjadi lahan bisnis yang mampu menaikkan omzet bagi industri advertising baik cetak maupun elctronik. Diperlukan dana besar untuk memasukkan ‘kiprah positip’ meskipun hanya berdurasi detik.

Menjadi Ironis, menyadari hal tersebut masih banyak aktivis Partai Dakwah enggan merekam kiprahnya. Public yang semakin cerdas akan melihat kiprah wakil mereka. Ada KIPRAH ALEG, KABAR DEWAN, KOLOM KETUA DD, KOLOM KETUA DPC, dll.Tak ada rotan, akarpun jadi. Tak mampu masuk ke media (cetak/electronik), bisa direcord di BLOG yang gratis. Tinggal dikirim laporannya ke ADMIN. Dijamin, pasti dimuat. Kelak saat sosialisasi tak perlu antum sampai berbusa tak dipilih pula. Antum semua tinggal bilang, ”Mari kita buka Internet. Sesuai program pemerintah yaitu Internet masuk desa. Disitulah kiprah kami selama ini terekam. Click, click…”(Wied)

[+/-] Read More...

Monday, September 21, 2009

SELAMAT IDUL FITRI 1430H



Temaram senja telah merangkak
Gema takbir gemuruh membahana
Seiring gempita insan rayakan kemenangan

Ada rasa sedih di penghujung Ramadhan
Terbesit tanya dalam hati
Sudahkah berlalunya ia berhiaskan mutiara amal?
Akankah kita diijinkan lagi bertemu dengannya tahun mendatang?

Rasa syukur harus senantiasa terucap dalam kata
Rasa syukur harus terurai dalam raga

SELAMAT IDUL FITRI 1430H
TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM
MOHON MAAF LAHIR BATHIN


Abi, Umi, Muthia & Khansa

[+/-] Read More...

Thursday, September 3, 2009

Luruskan Makna Jihad!

Oleh: Abi

Kontroversi penanganan dan tindakan preventif pasca tragedi peledakan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli lalu, telah membuat semua pihak kalang kabut. Bak bola salju, kasus ini bergulir liar menghantam siapa saja. Pemerintah, TNI, Polri, ormas, dan parpol pun berusaha menghindarinya. Mengapa?

Apalagi isu tersebut semakin melebar dengan wacana Polri mengawasi aktivitas dakwah. Meskipun kemudian Polri membantahnya sendiri dan menyalahkan media dalam liputannya. Kekerasan tidak akan dapat diatasi dengan kekerasan pula, yang ada hanya menimbulkan masalah baru. Inilah cermin dari kepanikan dan kegagalan dalam mencegah anarki teror yang tak mampu mencari akar permasalahan.

Terorisme adalah tindakan anarkis yang sering diklaim jihad (fii sabiilillah) sebagai justifikasi tindakan para pelakunya. Padahal jihad yang secara etimologis berarti 'berjuang dengan sungguh-sungguh', merupakan tindakan yang sangat mulia dan wajib dicintai seorang muslim. (Q.S. At-Taubah:24).

Sudah banyak buku dan artikel (terutama dalam fiqh dakwah) yang mengupas jihad fii sabiilillah secara komprehensif dengan tahapan-tahapannya. Tahapan seperti jihad dalam hati (selemah-lemah iman), dengan lisan (tulisan), dengan tangan (kekuasaan), hingga jihad perang (puncak Jihad yang tertinggi), kesemuanya harus memenuhi aturan yang berlaku tiap daerah (negara).

Kurangnya pemahaman atau biasnya pembentukan opini oleh media memberikan ruang makna jihad bergeser. Walhasil umat Islam menjadi enggan untuk jihad fii sabiilillah, karena stigma negatif mengarah bahwa jihad sama dengan terorisme.

Diperlukan kerja sama berbagai pihak terutama mujahid dakwah, ustadz, dan ulama untuk kembali meluruskan arti dan kedudukan jihad di hati ummat islam. Dukungan dari umat, pemerintah, Polri, serta media dominan tanpa bias akan sangat efektif untuk memerangi terorisme.

[+/-] Read More...