Motto: No Later or Tomorrow..! [Inspired: Q.S.(94):7]

LINK PILIHAN:

SDIT LUQMAN AL-HAKIM
MAKE UP DIRI
KEC PIYUNGAN
PKS PIYUNGAN
FPKS Bantul
Blog Pak Shol
Blog Pak Arif Bantul
Blog Mbah Guru
Blog Ummuwangi
Salwangga
JoloSutro
Bidan Sholihah

FLP Yogya
Kader Dakwah
Aktivis Dakwah
Seputar Bali: Pariwisata, sosial, budaya, politik dan kemanusiaan. ZISWAF dan Pemberdayaan

MINING COMPANY
Buruh Tambang
Pak Tri-Safety
GeoTech Sumedang


LINK MEDIA:


Ust. CHolid Mahmud
Ust. Sarwat
Akhwat
Al-Ikhwan
Shiroh
Palestina
Dakwatuna
Republika
EraMuslim
WarnaIslam
Hidayatullah
Sabili
Inilah

E-Book Islam
Uang Dinar
Zakat

EURO SPORT
BOLA NEWS



PENGUNJUNG:

Site Meter

Sunday, October 11, 2009

No Charge, Ummi..

Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur, yang sedang menyiapkan makan malam, dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai ditulisinya.

Setelah ibunya mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membacanya dan inilah tulisan si anak:

Ma, berikut ini utang mama kepada saya selama ini:

Untuk memotong rumput Rp 50.000
Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp 10.000
Untuk pergi ke toko menggantikan mama Rp 25.000
Untuk menjaga adik waktu mama belanja Rp 25.000
Untuk membuang sampah Rp 10.000
Untuk rapor yang bagus Rp 50.000
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp 30.000
Jumlah utang Rp 200.000

Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap, berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Jadi, ia mengambil bolpen, membalikkan kertasnya, dan inilah yang dituliskannya:

Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut mama, GRATIS.
Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu, GRATIS.
Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, GRATIS.
Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, GRATIS.
Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, GRATIS, Anakku.
Dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati mama adalah GRATIS.

Ketika anak itu selesai membaca apa yang ditulis ibunya, air matanya berlinang, dan ia menatap wajah ibunya dan berkata:

"Ma, aku sayang sekali pada Mama."

Dan kemudian ia mengambil bolpen dan menulis dengan huruf besar "LUNAS".

Dari Taman Bintang

[+/-] Read More...

Friday, October 2, 2009

Parpol, Mana Aksi Sosialmu?

by Abi

Masih ingat bencana Situ Gintung?? Waktu itu saya liat televisi, banyak PARTAI POLITIK bikin tenda bantuan d sekitar lokasi… Nah kmrn waktu ada gempa Tasikmalaya koq tenda-tendanya gak kelihatan lagi ya?? Kelupaan atau sudah hilang keikhlasn membantu sesame…+628572929xxx

Kalimat tsb. adalah kalimat yang saya kutip dari gambar re-pro disamping yang dimuat dalam sebuah surat kabar edisi 19/09/09 atau di penghujung Ramadhan (sebelum Koran tersebut tidak terbit 3 hari karena lebaran). Secara iseng, saya lalu kirim SMS jawaban berharap juga untuk dimuat seperti ‘Hak Jawab’ yang sering dimuat juga dalam kolom “Suara Rakyat”. Bunyi SMS saya begini:

To +628572929xxxx, Gempa Tasikmalaya tak satu tv meliput kiprah PARPOL d sana .. Bukn krn gk ad, tapi memang bnyak media tak mau ‘Kampanyekan PARPOL’ scr gratis d luar pemilu. Silahkan download KIPRAH PKS d Tasikmalaya lwt http://pk-sejahtera.org

Hingga catatan kecil ini aku tulis, SMS itu belum juga naik cetak. Entah karena saking banyaknya SMS yang masuk atau perihal kampanye gratis tadi.Banyak sekali factor penyebab kiprah Partai Politik hanya terjadi saat menjelang Pemilu berlangsung. Salah satunya, peran media massa yang kalau kita cermati memiliki peran central tanpa menafikkan factor lain.

Pertama, Independensi Media. Demi alasan independensi, banyak media enggan meliput kiprah parpol di luar jadwal kampanye. Media tersebut khawatir di sorot berafiliasi ke partai tertentu. Hal ini karena mayoritas partai peserta pemilu memang hanya ‘partai musiman’ yang berkiprah saat menjelang pemilu. Sehingga muncul asumsi tayang satu tayang semua, atau tidak sama sekali. Ini berbanding terbalik, apabila parpol tersebut melakukan sensasi atau melanggar hokum seperti: konflik dan perpecahan, kader yang melakukan korupsi, dll.
Kedua, Nilai Berita. Liputan yang sama dan berulang serta dilakukan ole seseorang ataupun ormas/orpol akan semakin dianggap biasa dan tidak menarik. Dan tentu akan menimbulkan rasa bosan dari pembaca maupun pemirsanya.
Sedang ketiga, Aspek Bisnis. Sudah dimaklumi, bahwa event lima tahunan itu menjadi lahan bisnis yang mampu menaikkan omzet bagi industri advertising baik cetak maupun elctronik. Diperlukan dana besar untuk memasukkan ‘kiprah positip’ meskipun hanya berdurasi detik.

Menjadi Ironis, menyadari hal tersebut masih banyak aktivis Partai Dakwah enggan merekam kiprahnya. Public yang semakin cerdas akan melihat kiprah wakil mereka. Ada KIPRAH ALEG, KABAR DEWAN, KOLOM KETUA DD, KOLOM KETUA DPC, dll.Tak ada rotan, akarpun jadi. Tak mampu masuk ke media (cetak/electronik), bisa direcord di BLOG yang gratis. Tinggal dikirim laporannya ke ADMIN. Dijamin, pasti dimuat. Kelak saat sosialisasi tak perlu antum sampai berbusa tak dipilih pula. Antum semua tinggal bilang, ”Mari kita buka Internet. Sesuai program pemerintah yaitu Internet masuk desa. Disitulah kiprah kami selama ini terekam. Click, click…”(Wied)

[+/-] Read More...

Monday, September 21, 2009

SELAMAT IDUL FITRI 1430H



Temaram senja telah merangkak
Gema takbir gemuruh membahana
Seiring gempita insan rayakan kemenangan

Ada rasa sedih di penghujung Ramadhan
Terbesit tanya dalam hati
Sudahkah berlalunya ia berhiaskan mutiara amal?
Akankah kita diijinkan lagi bertemu dengannya tahun mendatang?

Rasa syukur harus senantiasa terucap dalam kata
Rasa syukur harus terurai dalam raga

SELAMAT IDUL FITRI 1430H
TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM
MOHON MAAF LAHIR BATHIN


Abi, Umi, Muthia & Khansa

[+/-] Read More...

Thursday, September 3, 2009

Luruskan Makna Jihad!

Oleh: Abi

Kontroversi penanganan dan tindakan preventif pasca tragedi peledakan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli lalu, telah membuat semua pihak kalang kabut. Bak bola salju, kasus ini bergulir liar menghantam siapa saja. Pemerintah, TNI, Polri, ormas, dan parpol pun berusaha menghindarinya. Mengapa?

Apalagi isu tersebut semakin melebar dengan wacana Polri mengawasi aktivitas dakwah. Meskipun kemudian Polri membantahnya sendiri dan menyalahkan media dalam liputannya. Kekerasan tidak akan dapat diatasi dengan kekerasan pula, yang ada hanya menimbulkan masalah baru. Inilah cermin dari kepanikan dan kegagalan dalam mencegah anarki teror yang tak mampu mencari akar permasalahan.

Terorisme adalah tindakan anarkis yang sering diklaim jihad (fii sabiilillah) sebagai justifikasi tindakan para pelakunya. Padahal jihad yang secara etimologis berarti 'berjuang dengan sungguh-sungguh', merupakan tindakan yang sangat mulia dan wajib dicintai seorang muslim. (Q.S. At-Taubah:24).

Sudah banyak buku dan artikel (terutama dalam fiqh dakwah) yang mengupas jihad fii sabiilillah secara komprehensif dengan tahapan-tahapannya. Tahapan seperti jihad dalam hati (selemah-lemah iman), dengan lisan (tulisan), dengan tangan (kekuasaan), hingga jihad perang (puncak Jihad yang tertinggi), kesemuanya harus memenuhi aturan yang berlaku tiap daerah (negara).

Kurangnya pemahaman atau biasnya pembentukan opini oleh media memberikan ruang makna jihad bergeser. Walhasil umat Islam menjadi enggan untuk jihad fii sabiilillah, karena stigma negatif mengarah bahwa jihad sama dengan terorisme.

Diperlukan kerja sama berbagai pihak terutama mujahid dakwah, ustadz, dan ulama untuk kembali meluruskan arti dan kedudukan jihad di hati ummat islam. Dukungan dari umat, pemerintah, Polri, serta media dominan tanpa bias akan sangat efektif untuk memerangi terorisme.

[+/-] Read More...

Mengajari Si Kecil Berpuasa

Mengajari si kecil untuk berlatih puasa memang susah-susah gampang. Namun mengajari puasa kepada anak-anak sedini mungkin merupakan pelajaran berarti untuk masa depannya. Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi, bisa dijadikan latihan buat si kecil.

Bukan hanya untuk menjalankan ibadah tetapi mengajarkan pula bagaimana kehidupan orang yang kurang beruntung dari meraka. Banyak cara dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak-anak berpuasa, namun tak jarang pula berbuntut pemaksaan. Untuk menghindari hal tersebut baiknya simak tips berikut ini.

1. Mengajarkan puasa sejak sedini mungkin. Tak ada kata terlalu awal bagi Anda untuk mengajarkan puasa untuk si kecil. Anda dapat memulai memperkenalkan puasa sejak anak berusia 5 tahun keatas. Saat itu tanamkan pengertian tentang puasa dan maknanya.

2. Perhatikan kondisi kesehatan anak. Mengajarkan puasa kepada anak-anak bukanlah pemaksaan. Anda juga perlu memperhatikan kesehatan mereka.

* Anak-anak tak harus puasa full satu hari, tapi buatlah jadwal kapan mereka boleh berbuka, misalnya jam 10 pagi, jam 12 siang dan jam 15 sore. Mereka boleh makan pada jam-jam tersebut dan selebihnya puasa kembali. Kalau yang sudah agak besar, bisa juga puasa 1/2 hari, jadi jam 12 siang boleh makan, lalu diteruskan lagi puasanya sampai adzan Maghrib berkumandang.
* Atur jadwal tidur mereka, biasanya pada bulan puasa, anak-anak gemar solat terawih di masjid. Jadwal solat terawih terkadang melebihi waktu tidur anak, belum lagi mereka harus di biasakan sahur. Tak ada salahnya membiarkan anak-anak tidur siang lebih lama dari biasanya untuk menggantikan tidur malam mereka.
* Bantu anak untuk selalu makan sahur. Waktu makan sahur sangat penting bagi anak karena membantu tubuh untuk mempersiapkan tak diisi seharian. Siapkan menu yang berkualitas dan bergizi tinggi agar anak tak kekurangan gizi.

3. Perhatikan pula kondisi psikologis anak. Anda harus pandai memperhatikan dan mengerti emosi anak karena dengan berpuasa emosi anak tidak stabil. Buat puasa menjadi hal yang menyenangkan dan tanpa pemaksaan. Dapat melalui latihan secara perlahan-lahan, menceritakan hal-hal menyenangkan tentang puasa atau bahkan dengan memberikan imbalan.

4. Pemberian imbalan memang tak dilarang, namun jangan menjadikan hal tersebut sebagai goal agar anak mau berpuasa. Salah-salah mereka berpuasa hanya karena menginginkan imbalannya saja. Berikan pula pengertian mengenai imbalan yang Anda berikan kepada buah hati serta kaitannya dengan puasa yang sedang mereka jalani.

5. Perhatikan pola bermain mereka. Banyak anak lupa mereka sedang berpuasa dan bermain seperti biasa yang banyak mengeluarkan keringat. Jika Anda tak pantau mereka, bukan tak mungkin mereka akan kelelahan dan akhirnya dehidrasi. Saat berpuasa, cairan yang masuk ke dalam tubuh jelas berkurang, aktivitas yang berlebihan pada seorang anak akan mengakibatkan mereka kekurangan cairan yang menyebabkan mereka jatuh sakit.

6. Saat anak-anak berpuasa, baiknya dampingi mereka sekalipun Anda sedang tak berpuasa. Anak-anak membutuhkan role model yang dapat mereka tiru, yaitu Anda sebagai ibunya.

Source: http://seputarduniaanak.blogspot.com
Published: Tuesday, 18 August 2009

[+/-] Read More...

Monday, August 24, 2009

Awasi Dakwah, Polri Sudutkan Umat

Oleh: Abi

Kasus pemboman di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton masih berbuntut panjang. Terorisme untuk mendiskreditkan umat Islam ini seolah mendapat momentum yang tepat di bulan Ramadhan. Rencana Polri memasang 'mata'-nya di setiap ceramah mengamini hal itu!

Pada era Orde Baru, bangsa ini memandang komunis sebagai musuh negara. Segala sesuatu yang berbau ajaran ideologinya harus dimusnahkan. Organisasinya terlarang, sedang orangnya dikebiri hak-hak hidupnya. Bahkan untuk mengenyam pendidikan harus ada surat pernyataan terbebas darinya.

"Kita harus waspada terhadap bahaya laten komunis," begitu kira-kira nya bunyi doktrin yang masuk ke setiap anak bangsa.

Sedang di sisi lain, suara umat Islam dibungkam. Belum adanya kebebasan pers membuat banyak kasus pembantaian tak tahu rimbanya. Ada DOM di Aceh, kasus Tanjung Priok, Malari, dan masih banyak lagi baik karena (dianggap) sesat ataupun (dianggap) subversif.

Atas nama Demokrasi dan HAM, Reformasi 1998 menjadi tonggak awal kebebasan berpendapat dan berserikat bagi anak negeri. Beberapa harakah Islam pun bermunculan setelah sebelumnya dihadang dengan represif.

Melihat kenyataan bahwa Islam mulai bangkit meski masih dalam harakah yang berbeda-beda dan belum seiring sejalan, namun tetap membuat Zionist International gusar. Kecilnya peluang membasmi 'jamur yang tumbuh di musim hujan' karena HAM, memaksa kaum kufar memeras otak. Langkah yang paling tepat (menurut mereka) tentu dengan isu terorisme. Suatu perang opini yang paling mujarab untuk membuat umat Islam tersudut.

Itulah sebabnya, Indonesia menjadi target Zionist menghadang kebangkitan Islam dengan berkedok perang melawan terorisme. Apalagi aparat keamanan (Polri) ikut larut terpancing skenario mereka dengan mengawasi ceramah Ramadhan. Padahal justru seharusnya Polri berkoordinasi dan bekerjasama dengan para ustadz dan ormas Islam dalam menangani para teroris itu. Ada rasa waswas di hati umat dalam Ramadhan tahun ini.
Wallahu a'lam bishawab.

[+/-] Read More...

(Seharusnya) Lebih Sederhana di Bulan Puasa

By: Abdi Darma Jakarta

Arti puasa (shiyam) menurut bahasa adalah ‘menahan diri'. Menurut syara', pengertian puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkannya mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, karena perintah Allah semata-mata, dengan disertai niat dan syarat-syarat tertentu.

Menahan diri atau mengendalikan diri dari segala hal yang membatalkan puasa adalah segala hal yang terkait dengan pelampiasan nafsu, seperti makan, minum, pancaindra, nafsu seksual, emosi, dan lain-lain.

Aplikasi puasa yang sesuai dengan pengertian puasa di atas adalah sebagai berikut:
1. Makan dan minum lebih sederhana dan lebih sedikit dari biasanya.
2. Hubungan sosial menjadi lebih baik karena pengendalian diri dan emosi yang lebih baik. Tindakan kekerasan dapat dicegah.
3. Belanja kebutuhan sehari-hari menjadi lebih irit.

Jika puasa sudah dilaksanakan sesuai dengan pengertian yang benar, maka hikmah puasa yang didapat adalah:
1. Kesehatan menjadi lebih baik karena mampu mengendalikan diri untuk makan dan minum dengan sederhana.
2. Batin lebih tenang dan ibadah menjadi khusyuk.
3. Belanja kebutuhan sehari-hari menjadi lebih irit sehingga bisa menabung. Para pedagang tidak bisa menaikkan harga seenaknya, bahkan terpaksa menurunkan harga.
4. Tujuan puasa untuk menjadi orang yang takwa bisa dicapai dengan kemungkinan lebih besar.

Kenyataan menunjukkan bahwa puasa sering dilaksanakan dengan aplikasi yang tidak sesuai dengan pengertian yang benar.

Kesalahan aplikasi puasa dan akibat buruk yang selalu terjadi setiap tahun adalah:
1. Makan dan minum menjadi lebih banyak dan lebih mewah dari pada biasanya. Bahkan, makanan dan minuman yang biasanya tidak dikonsumsi, pada bulan puasa dijadikan tradisi untuk dihi dangkan, seperti kolak, es buah, berbagai macam makanan ter tentu, dan sebagainya.
2. Buka puasa menjadi balas dendam dengan menyantap berbagai jenis makanan dan minuman. Akibatnya, kesehatan terganggu, perut kembung, sering mau buang angin ketika shalat, ibadah menjadi tidak khusyuk.
3. Pengeluaran kebutuhan sehari-hari meningkat dan hal ini diman faatkan oleh para pedagang untuk menaikkan harga seenaknya, sejak sebelum puasa dan menjelang Idul Fitri.
4. Tujuan puasa untuk menjadi orang yang takwa lebih sulit dicapai seperti yang dikatakan sebuah hadis bahwa banyak orang berpuasa tapi hasilnya hanya lapar dan haus.

Uraian di atas menunjukkan betapa besarnya hikmah puasa yang bisa kita dapatkan dari segi spiritual, kesehatan, sosial, dan ekonomi jika puasa dilakukan sesuai dengan pengertian yang benar. Sebaliknya, jika puasa tidak dilaksanakan dengan pengertian yang benar, maka kita akan kehilangan hikmah puasa setiap tahun. Bahkan lebih dari itu, kita akan menderita kerugian dan penderitaan dengan adanya kenaikan harga-harga setiap kali memasuki bulan puasa.

Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan renungan yang bermanfaat bagi kita sesama Muslim yang menjalankan ibadah puasa.

sumber: republika

[+/-] Read More...