Wednesday, July 7, 2010

Pasca kepulangan tim Relawan Komat yang berangkat ke Gaza, Palestina, beberapa waktu lalu, sebuah surat khusus dari mujahidah Palestina dititipkan melalui Relawan KOMAT Palestina, al-Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc.

Surat tersebut berbahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh Divisi Kajian Komat Palestina, ustadz Abul Miqdad Al-Madany. Berikut isi surat terbuka yang diperuntukkan kepada para muslimah di Indonesia ini.

Bismillahirrahmanirrahim
Saudari-saudariku para muslimah di Indonesia…
Aku sampaikan salam penghormatanku untuk kalian, salam penghormatan Islam yang agung:

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,

Amma ba’du…

Kami adalah saudari-saudari muslimah kalian di Palestina. Kami tumbuh di medan ribath dan jihad. Dan kami selalu berusaha untuk berpegang teguh pada agama kami yang agung, serta mendidik anak-anak kami untuk itu. Karena berpegang teguh pada agama Islam adalah (satu-satunya) tali keselamatan, berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam Surah Ali Imran:

“Dan barang siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agama, maka itu tidak akan diterima darinya, dan kelak di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi.”

Karena itu, kami selalu berusaha untuk komitmen dengan al-Qur’an dan keislaman kami. Dan seperti itu pula komitmen pemerintahan Islam kami untuk menumbuhkan sebuah generasi yang selalu menjaga al-Qur’an, serta melahirkan ribuan penghafal Kitabullah di setiap tahunnya.

Dari bumi Palestina,medan ribath ini, kami mengirimkan surat persaudaraan dari lubuk hati yang dipenuhi cinta kepada saudari-saudari kami di Indonesia. Melalui surat ini, kami haturkan rasa terima kasih kepada semuanya atas sikap dan dukungan mereka untuk anak-anak bangsa Palestina kami.

Melalui surat ini juga, kami mendorong mereka untuk selalu mentarbiyah (membina) anak-anak mereka dengan tarbiyah Islamiyah dan komitmen dengan Syariat Allah; karena dalam itu semua terdapat pembinaan terhadap ruh dan jiwa, serta keteladanan terhadap akhlak Rasul kita yang mulia Shallallahu ‘ALaihi wa Sallam dan para sahabatnya yang mulia. Perhatikanlah sahabat mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika mengatakan:

“Janganlah seorang dari kalian meminta dari dirinya selain al-Qur’an. Sebab jika ia mencintai al-Qur’an dan mengaguminya, niscaya ia akan mencintai Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun jika membenci al-Qur’an, maka ia akan membenci Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Karena itu, siapakah di antara kita yang dapat menerima dirinya atau anak-anaknya menjadi orang yang benci kepada Allah dan Rasul-Nya yang kelak akan memberi syafaat kepada kita di hari kiamat?

Itulah sebabnya, saya membisikkan ke telinga saudara-saudara kami tercinta, kaum muslimin di manapun berada: “Kalian harus terus mempelajari dan menghafalkan al-Qur’an, serta berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Islam. Sebab sesungguhnya siapapun yang menginginkan kemuliaan dengan Islam, niscaya Allah akan memuliakannya. Namun siapa yang mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan menghinakannya.”

Semoga Allah selalu memberikan taufiq-Nya untuk kalian untuk mengikuti apa saja yang dicintai dan diridhai-Nya.

Saudari-saudarimu, para muslimah yang sedang berjihad di bumi Palestina
Gaza, 29/6/2010.


Sumber: ErMus

Monday, July 5, 2010

Catatan: Abi
---
Sent:2/07/10 5:49 PM
From: Danie-Syakieb
assalamu'alaikum...
ALFADHLU LILMUBTADI'...
dulu,para pendahulu qt di piyungan [mas wawan,pak sol dll] berpayah payah untuk menggiatkan sabtu pagi sbg pagi sehat dg LAT SEPAK BOLA..
BUAHnya adl eratnya ukhuwah,sehatnya raga dll..
SEKARANG..
pengurus qt aj pada "males" untuk SEKEDAR hadir di lapangan,apalagi yg lain !
idzan, yuk selain penguatan maknawiyah qt,
qt KOKOHKAN UKHUWAH n RAGA qt N jg agar keutamaan jg mjd milik qt,
join aj bg yg peduli untuk ukhuwah ini:
besok pagi 06.30 di lapangan galoso..

.......

Sejak perhelatan Piala Dunia Afsel digelar, gaungnya merambah ke pelosok negeri. Program riyadhoh jama'i yang sudah beberapa waktu dilakukan indoor (Futsal), pun ikutan menggunakan outdoor berupa sepak bola.

Sabtu pagi 3 Juni 2010 (seusai Belanda memaksa Brasil mudik lebih cepat dengan skor 2-1), di DPC Piyungan (sesuai SMS yang ane terima diatas), puluhan ikhwan merumput kembali di Lapangan Tegalyoso. Terbagi dalam 2 (dua) tim mereka terlihat saling memberi semangat dalam perebutan bola. Banyak gol tercipta dalam nuansa ceria pagi itu.

Abu Izzuddin yang lagi mudik turut berpartisipasi menjaga gawang hingga lahir banyak gol (ikhwah ini memang terkenal dermawan, bahkan pada lawan sekalipun). Ane yang juga lagi menikmati mudik berperan menjadi "gelandang(an)", yang mondar mandir cari bola biar dapat keringat. Tercatat skor 4-4 saat pertandingan usai, ini memang biar genap 8 untuk mengingatkan heroisme ikhwah pada pemilu lalu.

Namun Bukan skor tsb yang menjadi kerinduan ini, akan tetapi Semangat yang tak memudar. Berbekal 'sunduquna juyubuna' menggelorakan laksana air yang bertekad mampu menjadi suci dan mensucikan. Hampir tiap pekan sms mirip di atas mampir ke HP, meski ane berada nun jauh jadi musafir. Namun ikatan hati tak menyurutkan semangat berbagi.

Lika liku aktivitas dan kabar masing-masing ikhwah dan juga info terbaru menjadi menu pagi sehabis main bola. Tentang Gaza, DPC, DPRa, sampai Piala Dunia dan Muktamar 1 abad Muhammadiyah. Tak ketinggalan progress liqoat pekanan masing masing.Sungguh diri ini jadi malu dan iri, hati yang lemah mudah terombang-ambing dalam keraguan. Teringat akan 2(dua) yang harus senantiasa di jaga yaitu: Niat dan Ukhuwah.

Ah... Mungkin sudah puluhan atau bahkan ratusan kali materi itu disampaikan dan sebanyak itu pula terlupakan. Bias informasi dari media menimbulkan hati was dalam curiga. Terlebih, tatkala tekad ekspansi dalam Mihwar Daulah belum didukung penuh oleh peran media. Oleh karenanya, pengokohan tarbiyah ruhiyah menjadi wajib dan tidak bisa ditawar lagi.

'Ya muqollibal quluub, tsabit quluubanaa 'alaa diinika wa tho'atika.
Ya muqollibal quluub, tsabit quluubanaa 'alaa da'wati fii sabiilika'. (wied)
.......