Showing posts with label PUISI. Show all posts
Showing posts with label PUISI. Show all posts

Saturday, August 22, 2009














Derasnya arus cinta bermuara di lautan ikhlas,
Berujung menyatu dalam kasih dan ketulusan,
Menghapus sekat sekat nurani anak manusia,
Menggapai Maghfirah dalam Ridha-Nya.

Disaat nafas-nafas menjadi tasbih,
Tidurpun bernilai ibadah,
Amal-amal diterima berlipat ganda,
Doa-doamu senantiasa diijabah,

Maka,
Tak layak untuk tidak merengkuh Rahmah-Nya,
Tak layak abai dalam Ridha-Nya,
Bersegera menuju Maghfirah-Nya

Marhaban Yaa Ramadhan
Selamat menunaikan Ibadah Puasa
Mohon maaf atas segala salah dan khilaf

Regards,
Abi, Ummi, Muthia & Khansa

Saturday, July 25, 2009

Kutatap perlahan… matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan.
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu, jatuh… setetes demi setetes.
Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik panasnya gurun sahara (By: ati-rahma)

Umi...
Di saat kami sakit, Umi adalah perawat kami
Di saat kami lemah, Umi adalah Srikandi kami
Di saat kami belajar, Umi adalah Guru kami
Di saat kami mengaji, Umi adalah Ustadzah kami

Umi...
Dalam setiap tangis kami, kasihmu menyapu air mata ini
Dalam keceriaan kami, sayangmu menambah indah panorama
Di atas ombak kasihmu, kami berselancar
Di dalam samudra sabarmu, kami menyelam
Dengan untaian mutiara ikhlasmu kami berhias

Umi..
Sungguh jasamu tak berbalas
Syurga terletak di bawah telapak kaki Umi..
Umi... Umi... Umi... Abi.

Umi..
Semoga semakin sabar dan bijak dalam menghadapi kami
Semoga Barokah Allah senantiasa dilimpahkan pada Umi dan kita semua
Happy Birth Day, Umi...!

Warm Regards,
Abi, Zulfa & Khansa


Tuesday, May 19, 2009


by: sesar

Kenang...
Kenanglah... waktu kecil, kau dibuai oleh ibu....
Kenanglah hangat kasih sayang sang ibu....
Kala sedih menerpa... maka dia berada disisimu
Kala bahagia menerpa... iapun ikut bahagia

Masa balita telah lewat...
Masa remaja telah beranjak...
Masa dewasapun kini berjalan...

Apakah tak kau rindukan saat dia selalu disisimu?
Berapa banyak kasih sayang yang kita tebar...
Sebagai balas kasih sayangnya...?

Tiada seujung kuku hitampun tertebus...
Berapa banyak jasa beliau...?
Berapa banyak siksa kita kepadanya?

Cobalah sejenak hentikan aktifitas kita
Kenanglah wajah lembut ibumu
Bahkan dengan kerut lelah

Dibawah kelopak matanya..
kenang... dan kenanglah hingga hilang
semua bayangan maya berganti sosok seorang
Ibu...

Tariklah nafas dalam-dalam
Hembuskan secara pelan...
Ulangi dan terus lakukan...

Dengan penuh perasaan
Seraya tetap kau pandang...
Wajah lembut ibumu

Walau itu dalam khayal
Rasakan denyut lembut jantungmu
Rasakan pula desir darahmu
Yang mengalir di segenap pembuluhmu

Saat itupula cobalah dan terus coba
Mengenang... Ibu mu...!

Berapa banyak dosa yg tlah kita lakukan
katakanlah... didalam hatimu... terus berulang

Ibu... ataukah mama... ataukah umi, apa sajalah
Ssalkan mengakrabkan antara dirimu dengan dirinya...

I Love you, Mom....