<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715</id><updated>2012-01-08T19:11:15.111+07:00</updated><category term='HARAKAH WA DA&apos;WAH'/><category term='PUISI'/><category term='DIARY'/><category term='TIPS'/><category term='Tazkiyatun Nafs'/><category term='NASIHAT'/><category term='Palestina'/><category term='DIARY UMI'/><category term='DIARY ABI'/><category term='DIARY AMMAH'/><category term='Kisah'/><category term='Pemuda'/><category term='Perspektif'/><title type='text'>Zulfa &amp; Khansa</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>58</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-2398092954729691272</id><published>2011-05-28T09:47:00.006+07:00</published><updated>2011-05-29T08:49:14.611+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HARAKAH WA DA&apos;WAH'/><title type='text'>Dakwah Mengajak Bukan Mengejek</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-q8SjytXEtOU/Tc9iIDeifuI/AAAAAAAAG4o/QUXO6CGoyGI/s1600/_yunahar_ilyas.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 127px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-q8SjytXEtOU/Tc9iIDeifuI/AAAAAAAAG4o/QUXO6CGoyGI/s1600/_yunahar_ilyas.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);font-size:180%;" &gt;"Inspirasi dari Tanah Suci"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Prof Dr Yunahar Ilyas&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu masih kuliah di Riyadh, Arab Saudi, saya dapat cukup banyak kesempatan untuk melaksanakan umrah ke Makkah al-Mukarramah. Selain melaksanakan thawaf, yang paling menyenangkan dan menimbulkan kesan yang mendalam adalah menyaksikan orang lain melaksanakan thawaf, laki-laki dan perempuan, tiada putus-putusnya. Lebih berkesan lagi, apabila kita menyaksikannya dari lantai dua Masjid Haram.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu kesempatan setelah shalat Isya, saya dan seorang sahabat duduk-duduk di pelataran Ka'bah, menikmati udara malam sambil menyaksikan kaum Muslim Muslimah thawaf tiada henti-hentinya. Bersama kami, ada sepasang suami istri setengah baya yang datang melaksanakan umrah sejak beberapa hari lalu. Kami sudah saling kenal, karena beliau berdua sudah berulang kali ke Makkah, baik untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah. Allah menganugerahkan kekayaan yang melimpah kepada mereka berdua, tetapi sayang mereka tidak dianugerahi putra seorang pun. Barangkali ke Makkah merupakan salah satu cara mereka menghibur diri apabila dilanda kesepian dan kerinduan terhadap anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, si ibu menyatakan tekadnya: "Sampai ajal datang, kami berdua akan melaksanakan haji dan umrah sebanyak mungkin." "Inilah yang dapat kami lakukan untuk menambah bekal ke akhirat kelak," lanjutnya. Sahabat saya, kebetulan lebih senior, menanggapinya dengan bijaksana. Tidak mencela dan tidak pula menyalahkannya. "Bagus, semoga Bapak dan Ibu mendapatkan haji yang mabrur dan umrah yang makbulah." Saya lihat suami istri itu tersenyum lega. Tetapi, lanjut sahabat saya, "Jika Bapak Ibu sudah meninggal dunia, tidak akan bisa haji dan umrah lagi. Sehingga, pahalanya terhenti." Tanpa memperhatikan reaksi suami istri itu, sahabat saya meneruskan lagi. "Jika Bapak Ibu mau, saya bisa tunjukkan amalan yang pahalanya akan terus mengalir tiada henti." Si ibu cepat menjawab, "Amalan apa, Dik?" "Mendirikan masjid, misalnya." Sekalipun nanti ibu dan bapak sudah berada di alam barzah, pahalanya akan terus mengalir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, kami dapat kabar bahwa suami istri tadi mulai mendirikan sebuah masjid yang cukup besar dan diberinya nama Masjid Ar-Raudhah. Barangkali untuk mengenang tempat shalat yang selalu diperebutkan jamaah di Masjid Nabawi. Semenjak itu, bapak ibu tadi mulai sibuk mengurus masjidnya, mendirikan yayasan pengelola masjid. Perkembangan selanjutnya sungguh menggembirakan, mereka berdua juga mendirikan taman kanak-kanak yang juga dinamai Ar-Raudhah. Bahkan kemudian mendirikan gedung sekolah berlantai dua yang diwakafkan untuk sebuah pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah. Saya dapat pelajaran berharga dari sahabat saya itu. Saya sempat berandai-andai, sekiranya sahabat saya mencela suami istri itu, niscaya keduanya mungkin akan membantah dengan jawaban yang juga keras. "Orang beribadah kok dilarang." Karena itu, ini tantangan bagi semua umat Islam, terlebih para dai, bahwa sesungguhnya dakwah adalah mengajak, bukan mengejek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)sumber: Koran Republika&lt;br /&gt;    Copas: &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2011/05/dakwah-mengajak-bukan-mengejek.html" target="new"&gt;pkspiyungan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-2398092954729691272?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/2398092954729691272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2011/05/dakwah-mengajak-bukan-mengejek.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/2398092954729691272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/2398092954729691272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2011/05/dakwah-mengajak-bukan-mengejek.html' title='Dakwah Mengajak Bukan Mengejek'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-q8SjytXEtOU/Tc9iIDeifuI/AAAAAAAAG4o/QUXO6CGoyGI/s72-c/_yunahar_ilyas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-8389755567927272182</id><published>2011-05-24T13:39:00.005+07:00</published><updated>2011-05-24T13:55:20.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Jadilah Murobbi, Kalau Kau Cinta Dakwah ini.....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SiScWH07G1I/AAAAAAAAAL4/Q6KNFrwaekY/s1600-h/ust-rahmat.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342566961840331602" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px; width: 250px; height: 220px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SiScWH07G1I/AAAAAAAAAL4/Q6KNFrwaekY/s320/ust-rahmat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Ahad yang cukup cerah. Hari yang special bagi kawulo mBantul, Ngayogyakarta Hadiningrat. Terlihat kesibukan di sana sini sejak pagi, pengerahan massa yang akan diberangkatkan menuju Stadion Manahan Solo. Tiada lain guna mendukung laga Persiba Bantul vs Persidafon Dafonsoro dalam laga semi final Liga Utama 2010-2011 Ahad (22/5) sore harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di sela-sela lalu lintas dalam pengawasan extra itu, sekumpulan pengendara dari berbagai penjuru Bantul tak kalah zig zag mengejar aktivitas yang sudah teragenda sebelumnya. Mereka menuju satu titik di pusat kota Bantul, tepatnya Ruang Sidang DPRD Kab. Bantul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu DPD PKS Bantul memang sudah mengagendakan Dauroh Murrobi untuk Level Muayyid se-mBantul (perwakilan dari 17 DPC). Setelah registrasi dirasa cukup, tepat jam 9.00 wib acara dimulai. Lantunan ayat suci Al Qur’an mengawali kajian Dauroh hari itu. Dilanjutkan dengan Sambutan pengantar yang disampaikan Ust. Jupriyanto selaku ketua DPD PKS Bantul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sungguh surprise dengan ghirah antum semua, jumlah peserta disini tercatat 2 kali lipat dari target yang kami canangkan,” ungkap Ust. Jupri dalam sambutannya setelah sebelumnya peserta diajak hening sejenak untuk mendoakan Mujahidah Da’wah Ustz. Yoyoh Yusroh yang telah purna tugas di dunia ini. Ust. Jupri juga menjelaskan target2 kaderisasi yang harus diraih dalam kaitannya dengan pelebaran dakwah. Memang lebih dari seratus ikhwan akhwat memenuhi ruangan itu, Piyungan sendiri mengirim utusan 12 ikhwan dan 2 akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesi "Murrobi dan perannya dalam peradaban Islam dewasa ini" disampaikan oleh Ustadz Arif Haryanto, Mantan Ketua DPD PKS Bantul periode sebelumnya, yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Kab. Bantul. Lebih specific beliau memaparkan kiprah dakwah dalam percaturan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asyiknya Jadi Murrobi" menjadi tema lanjutan hingga waktu Sholat Dzuhur memanggil. Disampaikan oleh Ustadz Chairul Jahriyah, joke segar dan penyampaian yang sangat motivatif menghidupkan suasana hari itu. Ada formula kunci yang disampaikan untuk penguatan confidence untuk peserta:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PP + PP x A = SC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT = Positive Thinking&lt;br /&gt;PP = Potential Power&lt;br /&gt;A = Action&lt;br /&gt;SC = Self Confidence&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah Sholat dan disela sela makan siang, diputar video Taujih dari Ustadz Anis Matta tentang I’dad Murrobi. Bagaimana organisasi bertumbuh dan ber-ekspansi untuk kemudian menjadi pemimpin peradaban. Walau hanya via video, tapi kalau Anis Matta yang bicara memang gregetnya sangat luaarrr biasaaaaa. Saya jadi teringat twit seorang teman beberapa waktu lalu yang menceritakan kekaguman (alm) Bunda Yoyoh Yusroh kepada Anis Matta. Pada suatu kesempatan rapat Fraksi PKS, usai Anis Matta memberi pengarahan, Bunda berkata "Kalau Anis Matta sudah bicara, itu sudah mencukupi semua...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki Sesi terakhir Dauroh Murobbi, acara kemudian dilanjut dengan workshop Murrobi, peserta dipandu untuk membuat Silabus Tarbiyah dengan mengacu Muwashoffat Tarbawiyah. Dibuat secara berkelompok ke sepuluh muwashoffat Tarbawiyah tsb dipresentasikan secara kelompok sehingga memudahkan peserta mengacu dan mengaplikasikan diri menjadi Murrobi. Siap jadi murobbi...? Harus!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi murobbi adalah bukti kecintaan kita pada jalan dakwah ini, karena dakwah ini hanya akan terus berputar kalau masih ada para murobbi, karena murobbi akan melahirkan generasi pengganti. Menjadi murobbi juga bukti bahwa kita mengagumi sosok "Sang Murobbi" Rahmat Abdullah dan "Sang Murobbiyah" Bunda Yoyoh Yusroh, kekaguman yang menggerakkan diri untuk berkontribusi bukan sekedar untuk bernostalgi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;“Seonggok kemanusiaan terkapar, siapa yang mengaku bertanggung jawab?&lt;br /&gt;Bila semua menghindar, biarlah saya yang menanggungya, semua, atau sebagiannya…“&lt;br /&gt;(Ust. Rahmat Abdullah)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Penulis: &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2011/05/jadilah-murobbi-kalau-kau-cinta-dakwah.html" target="new"&gt;Abuafnan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-8389755567927272182?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/8389755567927272182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2011/05/jadilah-murobbi-kalau-kau-cinta-dakwah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/8389755567927272182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/8389755567927272182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2011/05/jadilah-murobbi-kalau-kau-cinta-dakwah.html' title='Jadilah Murobbi, Kalau Kau Cinta Dakwah ini.....'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SiScWH07G1I/AAAAAAAAAL4/Q6KNFrwaekY/s72-c/ust-rahmat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-4479289521406914078</id><published>2011-05-23T22:31:00.003+07:00</published><updated>2011-05-23T22:44:42.761+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NASIHAT'/><title type='text'>Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Oleh: Ust. Musyaffa Abdurrahim, Lc&lt;br /&gt;Bidang Pembinaan Kader DPP-PKS&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نَصِيْحَةُ عَرَبِيٍّ لاِبْنِـــهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بُنَيَّ ... لِكَيْ تَكُوْنَ مَلِكًا مُهَابًا بَيْنَ النَّاسِ ..&lt;br /&gt;إِيَّاكَ أَنْ تَتَكَلَّمَ فِي اْلأَشْيَاء&lt;br /&gt;إِلاَّ بَعْدَ أَنْ تَتَأَكَّدَ مِنْ صِحَّةِ الْمَصْدَرِ ..&lt;br /&gt;وِإِذَا جَاءَكَ أَحَدٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنْ قَبْلَ أَنْ تَتَهَوَّرَ..&lt;br /&gt;وَإِيَاكَ وَالشَّائِعَةَ .. لاَ تُصَدِّقْ كُلَّ مَا يُقَالُ وَلاَ نِصْفَ مَا تُبْصِرُ ..&lt;br /&gt;وِإِذَا اِبْتَلاَكَ اللهُ بِعَدُوٍّ .. قَاوِمْهُ بِاْلإِحْسَانِ إِلَيْهِ .. اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ ..&lt;br /&gt;فَإِنَّ الْعَدَاوَةَ تَنْقَلِبُ حُبّاً ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai puteraku …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia ..&lt;br /&gt;Janganlah berbicara dalam berbagai urusan ..&lt;br /&gt;Kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya ..&lt;br /&gt;Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara ..&lt;br /&gt;Hati-hati dengan isu .. jangan percayai setiap yang dikatakan, jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh .. hadapi dengan berbuat baik kepadanya .. tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَكْتَشِفَ صِدِّيْقاً .. سَافِرْ مَعَهُ .. فَفِي السَّفَرِ .. يَنْكَشِفُ اْلإِنْسَانُ ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَذُوْبُ الْمَظْهَرُ .. وَيَنْكَشِفُ الْمَخْبَرُ ! وِلِمَاذَا سُمِّيَ السَّفَرُ سَفَراً ؟؟؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِلاَّ لأَنَّهُ عَنِ اْلأَخْلاَقِ وَالطَّبَائِعِ يُسْفِرُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama .. dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap .. penampilan lahiriahnya akan luntur dan jatidirinya akan tersingkap! Dan “bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlaq dan tabiat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا هَاجَمَكَ النَّاسُ وَأَنْتَ عَلَى حَقٍّ .. أَوْ قَذَعُوْكَ بِالنِّقْدِ.. فَافْرَحْ ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّهُمْ يَقُوْلُوْنَ لَكَ .. أَنْتَ نَاجِحٌ وَمُؤَثِّرٌ .. فَالْكَلْبُ الْمَيِّتُ .. لاَ يُرْكَلُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ يُرْمَى إِلاَّ الشَّجَرُ الْمُثْمِرُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau diserang banyak orang sementara engkau berada di atas kebenaran .. atau jika engkau diserang dengan kritikan-kritikan buruk .. bergembiralah .. sebab mereka sebenarnya sedang berkata: “engkau orang yang sukses dan berpengaruh”, sebab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· anjing yang mati tidak akan ditendang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· dan tidak dilempar kecuali pohon yang berbuah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بُنَيَّ ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عِنْدَمَا تَنْتَقِدُ أَحَداً .. فَبِعَيْنِ النَّحْلِ تَعَوَّدْ أَنْ تُبْصِرَ ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ تَنْظُرْ لِلنَّاسِ بِعَيْنِ ذُبَابٍ ... فَتَقَعُ عَلَى مَا هُوَ مُسْتَقْذَرُ!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai puteraku ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau hendak mengkritik, biasakan untuk melihat dengan mata tawon lebah .. dan jangan memandang orang lain dengan mata lalat, sebab engkau akan terjatuh kepada perkara yang busuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نَمْ بَاكِراً يَا بُنَيَّ .. فَالْبَرَكَةُ فِي الرِّزْقِ صَبَاحاً ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَخَافُ أَنْ يَفُوْتَكَ رِزْقُ الرَّحْمَنِ .. لأَنَّكَ.. تَسْهَرُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidurlah lebih awal wahai puteraku agar bisa bangun lebih awal .. sebab keberkahan ada di pagi hari, dan saya khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan rizki Allah yang Maha Penyayang disebabkan engkau begadang di malam hari, sehingga tidak bisa bangun pagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَسَأَحْكِيْ لَكَ قِصَّةَ الْمَعِزَةِ وَالذِّئْبِ حَتَّى لاَ تَأْمَنَ مَنْ يَمْكُرُ ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وِحِيْنَمَا يَثِقُ بِكَ أَحَدٌ فَإِيَّاكَ ثُمَّ إِيَّاكَ أَنْ تَغْدِرَ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَأَذْهَبُ بِكَ لِعَرِيْنِ اْلأَسَدِ .. وَسَأُعَلِّمُكَ أَنَّ اْلأَسَدَ لَمْ يُصْبِحْ مَلِكاً لِلْغَابَةِ لأَنَّهُ يَزْأَرُ!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَكِنْ لأَنَّهُ .. عَزِيْزُ النَّفْسِ ! لاَ يَقَعُ عَلَى فَرِيْسَةَ غَيْرِهِ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَهْمَا كَانَ جَائِعاً .. يَتَضَوَّرُ .. لاَ تَسْرِقْ جُهْدَ غَيْرِكَ .. فَتَتَجَوَّرْ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan aku ceritakan kepadaku kisah seekor kambing dan serigala, supaya engkau aman dari orang yang berbuat makar ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat seseorang memberikan tsiqah-nya kepadamu, jangan sampai engkau mengkhianatinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan aku ajak engkau ke sarang singa .. akan aku ajarkan bahwa singa itu tidak menjadi raja hutan dikarenakan aumannya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, karena ia berjiwa tinggi! Tidak mau memakan hasil buruan binatang lain, betapapun ia lapar .. dan perutnya melilit-lilit .. jangan mencuri jerih payah orang lain .. sebab engkau menjadi keji!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَأَذْهَبُ بِكَ لِلْحَرْبَاءِ .. حَتَّى تُشَاهِدَ بِنَفْسِكَ حِيْلَتَهَا !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَهِيَ تُلَوِّنُ جِلْدَهَا بِلَوْنِ الْمَكَانِ .. لِتَعْلَمَ أَنَّ مِثْلَهَا نُسَخٌ... تَتَكَرَّرٌ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَنَّ هُنَاكَ مُنَافِقِيْنَ .. وَهُنَاكَ أُنَاسٌ بِكُلِّ لِبَاسٍ تَتَدَثَّرُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَبِدْعَوى الْخَيْرِ .. تَتَسَتَّرُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan aku ajak engkau menemui bunglon .. agar engkau menyaksikan sendiri tipu dayanya! Bunglon merubah warna dirinya sesuai dengan tempat ia berada .. agar engkau mengetahui bahwa yang seperti bunglon itu banyak .. dan berulang-ulang! Dan bahwasanya ada orang-orang munafik .. banyak pula manusia yang berganti-ganti pakaian .. dan berlindung dibalik alasan “ingin berbuat baik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَعَوَّدْ يَا بُنَيَّ .. أَنْ تَشْكُرَ ..اُشْكُرِ اللهَ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَكْفِيْ أَنَّكَ تَمْشِيْ .. وَتَسْمَعُ .. وَتُبْصِرُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اُشْكُرِ اللهَ وَاشْكُرِ النَّاسَ .. فَاللهُ يَزِيْدُ الشَّاكِرِيْنَ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالنَّاسُ يُحِبُّ اَلشَّخْصَ الَّذِيْ عِنْدَمَا تَبْذُلُ لَهُ .. يُقَدِّرُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai puteraku ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasakan engkau bersyukur .. kepada Allah! Cukuplah menjadi alasan untuk bersyukur kepada-Nya bahwa engkau dapat berjalan, mendengar dan melihat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah kepada Allah, dan syukuri pula manusia .. sebab Allah SWT akan menambah orang-orang yang bersyukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan manusia senang saat mendapati seseorang yang diberi sesuatu lalu orang itu menghargainya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اِكْتَشِفْ يَا بُنَيَّ .. أَنَّ أَعْظَمَ فَضِيْلَةٍ فِي الْحَيَاةِ.. اَلصِّدْقُ!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَنَّ الْكَذِبَ وَإِنْ نَجَّى .. فَالصِّدْقُ أَخْلَقُ ! بِمَنْ كَانَ مِثْلَكَ!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai puteraku .. ketahuilah bahwa sifat utama yang paling agung dalam kehidupan ini adalah sifat jujur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bahwasanya kebohongan, meskipun tampak memberi keselamatan .. namun jujur lebih berakhlaq bagimu! Dan bagi orang sepertimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بُنَيَّ ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَفِّرْ لِنَفْسِكَ بَدِيْلاً لِكُلِّ شَيْءٍ .. اِسْتَعِدْ لأَيَّ ِأَمْرٍ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَتَّى لاَ تَتَوَسَّلْ لِنَذَلٍ .. يَذِلُّ وَيَحْقِرْ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاسْتَفِدْ مِنْ كُلِّ الْفُرَصِ .. لأَنَّ الْفُرَصَ الَّتِيْ تَأْتِيْ الآنَ .. قَدْ لاَ تَتَكَرَّرُ !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai puteraku …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapkan alternative untuk segala urusan .. agar engkau tidak membuka jalan kehinaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaatkan segala peluang .. sebab peluang yang datang sekarang .. bisa jadi tidak akan berulang!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَتَشَكَّى وَلاَ تَتَذَمَّرْ .. أُرِِيْدُكَ مُتَفَائِلاً .. مُقْبِلاً عَلَى الْحَيَاةِ ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اِهْرَبْ مِنَ الْيَائِسِيْنَ وَالْمُتَشَائِمِيْنَ ! وَإِيَّاكَ أَنْ تَجْلِسَ مَعَ رَجُلٍ يَتَطَيَّرُ !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkeluh kesah .. aku harap engkau optimis .. siap menghadapi kehidupan ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhilah orang-orang yang putus asa dan pesimis, lari dari mereka! Dan jangan sampai engkau duduk dengan seseorang yang selalu memandang sial kepada segala hal!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَتَشَمَّتْ وَلاَ تَفْرَحْ بِمُصِيْبَةِ غَيْرِكَ ... وَإِيَّاكَ أَنْ تَسْخَرْ مِنْ شَكْلِ أَحَدٍ ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَالْمَرْءُ لَمْ يَخْلُقْ نَفْسَهُ .. فَفِيْ سُخْرِيَتِكَ .. أَنْتَ فِي الْحَقِيْقَةِ تَسْخَرُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مِنْ صُنْعِ الَّذِيْ أَبْدَعَ وَخَلَقَ وَصَوَّرَ !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bergembira saat melihat orang lain terkena musibah .. jangan pula menghina orang karena postur atau penampilannya ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab dia tidak menciptakan dirinya .. dan saat engkau menghina orang lain, pada hakekatnya engkau menghina ciptaan dari Dzat yang Maha Mencipta dan Membuat bentuk rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَفْضَحْ عُيُوْبَ النَّاسِ .. فَيَفْضَحُكَ اللهُ فِيْ دَارِكَ ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاللهُ اَلسَّاتِرُ .. يُحِبُّ مَنْ يَسْتُرُ ! وَلاَ تَظْلِمْ أَحَداً ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا دَعَتْكَ قُدْرَتُكَ عَلَى ظُلْمِ النَّاسِ .. فَتَذَكَّرْ أَنَّ اللهَ هُوَ اْلأَقْدَرُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan membuka aib orang, sebab Allah akan membuka aibmu di rumahmu .. sebab Allah-lah Dzat yang menutupi .. dan mencintai orang yang menutupi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menzhalimi siapa pun .. dan jika engkau hendak menzhalimi dan engkau merasa mampu menzhalimi, ingatlah bahwa Allah SWT lebih mampu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا شَعُرْتَ بِالْقَسْوَةِ يَوْماً .. فَامْسَحْ عَلَى رَأْسِ يَتِيْمٍ ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَسَوْفَ تَدْهَشُ .. كَيْفَ لِلْمَسْحِ أَنْ يَمْسَحَ الْقَسْوَةَ مِنَ الْقَلْبِ .. فَيَتَفَطَّرُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau merasa hatimu mengeras, usaplah kepala anak yatim .. engkau akan terheran-heran .. bagaimana usapan itu dapat menghilangkan rasa keras hati dari hatimu, seakan hatimu menjadi pecah dan melunak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تُجَادِلْ .. فْي الْجَدَلِ .. كِلاَ الطَّرَفَيْنِ يَخْسَرُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا انْهَزَمْنَا فَقَدْ خَسِرْنَا كِبْرِيَاءَنَا نَحْنُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا فُزْنَا فَلَقَدْ خَسِرْنَا .. اَلشَّخْصَ اْلآخَرَ ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَقَدْ اِنْهَزَمْنَا كُلُّنَا .. اَلَّذِيْ اِنْتَصَرَ ... وَالَّذِيْ ظَنَّ أَنَّهُ لَمْ يُنْصَرْ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mendebat .. dalam perdebatan .. kedua pihak merugi.&lt;br /&gt;Kalau kita yang kalah, kita merugi telah kehilangan kebesaran kita, dan jika menang, kita juga merugi, telah kehilangan orang lain yang menjadi lawan debat kita .. semua kita kalah .. baik yang merasa menang .. dan yang merasa belum menang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَكُنْ أُحَادِيَ الرَّأْيِ .. فَمِنَ الْجَمِيْلِ أَنْ تُؤَثِّرَ وَتَتَأَثَّرُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَكِنْ إِيَّاكَ أَنْ تَذُوْبَ فِيْ رَأْيِ اْلآخَرِيْنَ ... وَإِذَا شَعُرْتَ بِأَنَّ رَأْيَكَ .. مَعَ الْحَقِّ .. فَاثْبُتْ عَلَيْهِ وَلاَ تَتَأَثَّرْ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan monopoli pendapat .. yang bagus adalah engkau mempengaruhi dan dipengaruhi!&lt;br /&gt;Hanya saja, jangan larut dalam pendapat banyak orang .. dan jika engkau merasa bahwa pendapatmu benar .. tegarlah dan jangan terpengaruh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَسْتَطِيْعُ يَا بُنَيَّ أَنْ تُغَيِّرَ قَنَاعَاتِ النَّاسِ ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَنْ تَسْتَحْوِذَ عَلَى قُلُوْبِ النَّاسِ وَهِيَ لاَ تَشْعُرُ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَيْسَ بِالسَّحْرِ وَلاَ بِالشَّعْوَذَةِ ... فَبِابْتِسَامَتِكَ .. وَعُذُوْبَةِ لَفْظِكَ ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَسْتَطِيْعُ بِهِمَا أَنْ تَسْحَرَ !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اِبْتَسِمْ ... فَسُبْحَانَ مَنْ جَعَلَ اْلاِبْتِسَامَةَ فِيْ دِيْنِنَا.. (عِبَادَةً) وَعَلَيْهَا نُؤْجَرُ !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai puteraku ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau dapat merubah keyakinan orang .. dan menguasai hati mereka tanpa engkau sadari! Bukan dengan sihir, bukan pula dengan jampi .. namun, dengan senyumanmu .. dan kosa katamu yang lembut .. dengan keduanya, engkau dapat menyihir!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tersenyumlah .. maha suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, dan kita mendapatkan pahala darinya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فِي الصِّيْنَ ... إِنْ لَمْ تَبْتَسِمْ لَنْ يَسْمَحُوْا لَكَ أَنْ تَفْتَحَ مَتْجَرًا ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنْ لَمْ تَجِدْ مَنْ يَبْتَسِمْ لَكَ .. اِبْتَسِمْ لَهُ أَنْتَ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا كَانَ ثَغْرُكَ بِالْبَسْمَةِ يَفْتُرُ .. بِسُرْعَةٍ .. تَتَفَتَّحُ لَكَ الْقُلُوْبُ لِتُعَبِّرَ !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Cina .. jika engkau tidak murah senyum, mereka tidak akan berikan lisensi kepadamu untuk membuka kedai ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau tidak menemukan orang yang tersenyum kepadamu, tersenyumlah engkau kepadanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bibirmu terbuka karena senyuman .. dengan cepat .. terbuka pula hati untuk mengekspresikan isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَحِيْنَمَا يَقَعُ فِيْ قَلْبِ النَّاسِ نَحْوَكَ شَكٌّ .. دَافِعْ عَنْ نَفْسِكَ .. وَضِّحْ .. بَرِّرْ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَكُنْ فُضُوْلِيّاً تَدُسُّ أَنْفَكَ فِيْ كُلِّ أَمْرٍ ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَقِفُ مَعَ مَنْ وَقَفَ إِذَا الْجُمْهُوْرُ تَجَمْهَرَ !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بُنَيَّ .. تَرَفَّعْ عَنْ هَذَا .. إِنَّهُ يَسُوْءُنِيْ هَذَا الْمَنْظَرُ !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang meragukanmu, bela dirimu .. jelaskan .. dan beri keterangan pembenarannya!&lt;br /&gt;Jangan suka nimbrung dan mengenduskan hidungmu dalam segala urusan .. jangan pula ikut-ikutan, berposisi bersama banyak orang saat mereka bersikap!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai puteraku .. jauhkan dirimu dari hal ini .. aku sangat tidak suka kalau melihatmu seperti ini!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَحْزَنْ يَا بُنَيَّ عَلَى مَا فِي الْحَيَاةِ ! فَمَا خُلِقْنَا فِيْهَا إِلاَّ لِنُمْتَحَنَ وَنُبْتَلَى ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَتَّى يَرَانَا اللهُ .. هَلْ نَصْبِرُ ؟؟؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لِذَلِكَ ... هَوِّنْ عَلَيْكَ ... وَلاَ تَتَكَدَّرْ ! وَتَأَكَّدْ بِأَنَّ الْفَرَجَ قَرِيْبٌ ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا اشْتَدَّ سَوَادُ السُّحُبِ ... فَعَمَّا قَلِيْلٍ سَتُمْطِرُ !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bersedih wahai puteraku terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan! Sebab kita tidak diciptakan kecuali untuk diuji dan diberi cobaan .. sehingga Allah melihat kita .. adakah kita bersabar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu .. santai saja .. jangan keruh hati! Yakinlah bahwa jalan keluar dekat ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan”!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَبْكِ عَلَى الْمَاضِيْ .. فَيَكْفِيْ أَنَّهُ مَضَى ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَمِنَ الْعَبَثِ أَنْ نُمْسِكَ نَشَّارَةَ الْخَشَبِ ... وَنَنْشُرُ !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اُنْظُرْ لِلْغَدِ ... اِسْتَعِدَّ ... شَمِّرْ !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُنْ عَزِيْزاً ... وَبِنَفْسِكَ اِفْخَرْ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَكَمَا تَرَى نَفْسَكَ سَيَرَاكَ اْلآخَرُوْنَ ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِيَّاكَ لِنَفْسِكَ يَوْماً أَنْ تَحْقِرَ !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَأَنْتَ تَكْبُرُ حِيْنَمَا تُرِيْدُ أَنْ تَكْبُرَ ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَنْتَ فَقَطْ مَنْ يُقَرِّرُ أَنْ يَصْغُرَ !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan meratapi masa lalu, cukuplah bahwa ia telah berlalu .. sia-sia kalau kita memegang gergaji kayu, lalu menggergaji!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tataplah hari esok .. persiapkan diri .. dan singsingkan lengan baju untuk menghadapinya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah orang yang mulia .. berbanggalah dengan dirimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana engkau melihat dirimu, begitulah orang lain akan melihatmu ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali meremehkan dirimu!! Sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar .. hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَخِيْراً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا أَعْجَبَكَ الْمَوْضُوْعُ فَلاَ تَقُلْ شُكْـراً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَحِمَ اللهُ مَنْ نَقَلَهَا عَنِّيْ وَجَعَلَهَا بِمِيْزَانِ حَسَنَاتِكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالَ : اَللَّهُمَّ اِغْفِرْ لَهُ وَلِوَالِدَيْهِ وَلأَهْلِ بَيْتِهِ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِمْ وَمَا تَأَخَّرَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika cocok dengan tema ini, jangan katakan: “terima kasih”. Namun, katakanlah: “semoga Allah memberikan Rahmat kepada yang mempublikasikannya, dan menjadikannya sebagai penambah berat kebaikannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan katakan pula: “ya Allah, ampuni penulis tema ini dan yang mempublikasikannya, juga kedua orang tuanya dan seluruh keluarganya, ampuni apa yang telah lalu dan yang akan datang dari dosanya, lindungi dia dari adzab kubur dan adzab neraka”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;From: &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2011/05/nasehat-untuk-sang-putra.html" target="new"&gt;pkspiyungan&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-4479289521406914078?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/4479289521406914078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2011/05/nasihat-seorang-arab-kepada-putranya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/4479289521406914078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/4479289521406914078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2011/05/nasihat-seorang-arab-kepada-putranya.html' title='Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-5158577632617014304</id><published>2011-05-02T20:09:00.005+07:00</published><updated>2011-05-02T20:38:37.741+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NASIHAT'/><title type='text'>Untuk Saudaraku yang Beralih</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hj5L-mtZIQQ/Tb6wqhjr4VI/AAAAAAAAAAw/ySvYSuhBg44/s1600/beralih.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602109231104516434" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 273px; CURSOR: hand; HEIGHT: 185px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-hj5L-mtZIQQ/Tb6wqhjr4VI/AAAAAAAAAAw/ySvYSuhBg44/s320/beralih.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;a href="http://www.islamedia.web.id/2011/04/untuk-saudaraku-yang-beralih.html" target="new"&gt;Islam&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;edia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - Mudah-mudahan kau tak lupa. Dulu masing-masing kita duduk di lingkarannya. Dengan suguhan tilawah dan materi panah. Mata kecil kita dibuka oleh satu gelombang indah. Gelombang yang disatukan oleh ukhuwah dan digerakkan oleh hamasah. Yang menyeret kita hingga berada dalam lingkaran-lingkaran kecil tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semoga kau tak melupakan jasa baik gelombang itu. Dia yang memperkenalkan islam pada kita. Saat jiwa yang tumbuh remaja masih lugu. Saat jiwa rawan terseret dunia. Lelap dalam pencarian jati diri. Mereka dan kebaikannya menyelamatkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kalau gelombang itu berlabel harokah, maka adalah wajar bila ia berubah. Ia mengalir mengikuti permukaan zaman. Karena ia bukan air yang tergenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kalau banyak fitnah – internal dan eksternal, maka adalah wajar berlakunya sunnatullah. Kau tak menemukan jamaah dakwah yang selamat dari fitnah. Sejak dahulu, zaman para nabi, hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kalau banyak terjadi perbedaan, maka adalah wajar sekumpulan manusia bertentang faham. Mereka manusia yang bersemangat memikirkan dakwah, kemudian terkumpul banyak gagasan. Dan itu adalah kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saat serbuan kabar dan tuduhan menghajar gelombang itu, kau memutuskan beralih membawa segenap kekecawaanmu. Sedangkan aku masih di sini, dalam husnuzhonku. Karena berbagai berita itu tak dapat terkonfirmasi olehku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ‘alaa kulli haal, kuharap masih ada rasa kasih sayang antara kita. Semoga ukhuwah yang dulu diperkenalkan oleh gelombang itu, masih tertanam dalam hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, kalau kau masih mempercayai akan adanya orang-orang yang tulus dalam gelombang itu, maka kuminta kau berhenti menyudutkan ia di muka umum. Kalau kau masih percaya bahwa kejahatan mengintai gelombang itu, maka kuminta kau berhenti mengumpan anasir-anasir jahat untuk menghancurkan gelombang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kritik yang kau berikan, dekatkan mulutmu ke telinga ku! Karena sedikit kritikmu terdengar oleh anasir-anasir jahat, maka anasir-anasir itu akan membuat kritikmu menjadi adonan yang diberi soda kue hingga mengembang dan dibubuhi berbagi bumbu hujatan. Relakah kau mendengar saudaramu dicaci maki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kau masih percaya bahwa masih banyak orang yang baik dalam gelombang itu, aku minta kau bersedekah dengan diammu. Kenanglah kebaikan yang pernah diberikan oleh gelombang itu padamu, agar teredam hasrat untuk mengumbar kekecewaanmu.Dulu gelombang itu telah berbuat baik padamu. Kini, berbuat baiklah pada gelombang itu dengan menahan diri dari melampiaskan kekecewaanmu. Kalau kau mempercayai berita-berita itu, biarlah akhirat mengungkap semuanya. Biarkanlah orang-orang yang – kau percayai masih - tulus bekerja. Mereka adalah orang-orang yang tidak terganggu oleh berita dan tuduhan itu. Mereka orang-orang yang sama sepertiku, tetap dalam husnuzhonnya. Atau mereka orang yang mengerti betul bahwa kebanyakan berita/tuduhan yang datang itu tidak valid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu akhi, sudikah kau memahaminya? (&lt;a href="http://andaleh.blogsome.com/2010/05/14/untuk-saudaraku-yang-beralih.html" target="new"&gt;&lt;em&gt;andaleh&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-5158577632617014304?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/5158577632617014304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2011/05/untuk-saudaraku-yang-beralih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/5158577632617014304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/5158577632617014304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2011/05/untuk-saudaraku-yang-beralih.html' title='Untuk Saudaraku yang Beralih'/><author><name>Abuafnan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05057426710903003330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-OqKfMe9HJSk/Tb6s8DWFkLI/AAAAAAAAAAM/AEHlTFPnIX0/s220/abi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-hj5L-mtZIQQ/Tb6wqhjr4VI/AAAAAAAAAAw/ySvYSuhBg44/s72-c/beralih.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-5224483008986748837</id><published>2010-12-17T16:09:00.007+07:00</published><updated>2010-12-17T16:33:42.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Pas! Saatnya Merubah Teori Menjadi Aksi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/TQsp55IWEsI/AAAAAAAAAXI/0HITMZnrGwg/s1600/agus.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551577040229372610" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 100px; CURSOR: hand; HEIGHT: 124px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/TQsp55IWEsI/AAAAAAAAAXI/0HITMZnrGwg/s320/agus.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masih memanfaatkan momentum awal Tahun Hijriah 1432, Tarbiyah Tsaqofiyah (Tatsqif) yang diselenggarakan Kaderisasi DPC PKS Piyungan pekan ini (Ahad,12/12/2010) mengajak seluruh kader dakwah yang hadir untuk menengok satu fragmen siroh Rasulullah dan para sahabat saat meninggalkan Makkah menuju Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatsqif pekanan tiap Ahad pagi dari jam 05.00 - 06.00 yang bertempat di masjid Al-Ikhlas Sampakan Piyungan kali ini diisi oleh Ustadz Agus Shofwan Sekretaris DSW (Dewan Syariah Wilayah) DPW PKS D.I. Yogyakarta. Beliau memaparkan episode hijrah secara komprehensif disertai dengan contoh konkret yang mampu menjadi cambuk ghiroh dan hamasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah Rasulullah 15 (lima belas) abad lampau menjadi tonggak sejarah gemilang kelangsungan dakwah Islam. Kecerdasan beliau dalam perencanaan yang matang patut dijadikan ibrah harakah dakwah masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali dengan pengiriman murrobi yang handal, Mush'ab bin Umair, ke Madinah (Yatsrib) setahun sebelum hijrah yang berperan dan bertugas menebarkan Islam di Yatsrib hingga akhirnya masyarakat Yatsrib siap membela dan menjadi basis Islam. Setelah Madinah siap, satu persatu generasi sahabat meninggalkan Makkah menuju Madinah yang membuat amarah kaum Quraisy memuncak. Mereka bersepakat membunuh Nabi dengan mengutus pemuda-pemuda setiap kabilah mengepung rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah strategi matang berikutnya bekerja. Ada Ali bin abi thalib yang rela tidur di ranjang Rasulullah, ada Abdullah bin abu bakar sang itelijen yang taat menginformasikan berita aktual, ada Asma' binti abu bakar wanita pemanjat tebing pertama yang rutin men-supply logistik, juga ada Amir bin Fuhaira si penggembala kambing milik Abubakar untuk menghilangkan jejak dan sumber minuman segar berupa susu kambing. Semua kader berperan sesuai potensinya masing masing. Bahkan Abdullah bin uraiqits yang kafir berperan professional sebagai penunjuk jalan rahasia memutar arah lewat pesisir selama hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho.. wedhus wae due tugas sik ora entheng (kambing aja punya peran), padahal kita kan bukan kambing to?", ujar ustadz Agus yang diikuti gelak tawa hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana telah disusun, peran telah dijalankan bisa dibilang sempurna, segala ikhtiar manusiawi sudah dikerahkan secara maksimal. Ternyata, masih ada celah musuh mengancam yang bisa menggagalkan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya. (yaitu) ketika orang orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya,'Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita'. Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang orang kafir itu yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. At-Taubah:40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah laba laba, tentara Allah yang menganyam sarangnya di mulut gua Tsur sehingga kaum pengejar Nabi tidak masuk ke dalam gua. Adapun Suraqah bin Malik harus melupakan hadiah yang ditawarkan bagi siapa saja yang menangkap Rasul SAW. Berkali kali ia harus terpelanting dari kuda, hingga tak kuasa menolak pribadi agung yang datang menolongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pagi meninggalkan Makkah dengan semangat menghancurkan dakwah, sore pulang ke Makkah membela dakwah. Walaupun Nabi hanya meminta Suraqoh untuk diam, diamnya Suraqah sebagai pembela dakwah. Antum bayangkan bila Suraqah kembali ke Makkah berkoar tentang keberadaan Rasulullah," ustadz Agus mengajak kita berimajinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/TQsqZu1Xf3I/AAAAAAAAAXQ/DqyeD42o75c/s1600/ahadpagi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551577587221233522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 149px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/TQsqZu1Xf3I/AAAAAAAAAXQ/DqyeD42o75c/s320/ahadpagi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Siapa yang menggerakan laba-laba membuat sarang? Siapa yang membuat kuda Suraqah tersungkur? Siapa yang menaklukan hati Suraqoh? Allah, hanya Allah yang berkuasa. Itu semua diluar daya manusiawai. Ancaman penggagalan dakwah semacam itu juga membawa ibroh bahwa yang dituntut dari para kader dakwah hanyalah mengerahkan segenap sumberdaya dan potensi manusiawi, selebihnya serahkan pada Allah SWT," pungkas Ustadz Agus sebelum mengakhiri kajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa waktu sudah beranjak pukul 06.00, kajian pun harus diakhiri. Puluhan kader ikhwan akhwat yang memadati masjid Al-Ikhlas bersiap pulang dengan membawa semangat baru, semangat untuk terus berperan sebagai apapun dalam indahnya jamaah dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengumuman....",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata masih ada agenda tambahan berupa pengumuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk kader ikhwan, nanti jam 08.00 kumpul di mabes DPC Piyungan. Pakai seragam kepanduan, karena kita akan ke kalicode membantu penanganan kalicode yang mengalami banjir lahar dingin merapi," terang akh Deni Sunardi selaku Kabid Kepemudaan DPC PKS Piyungan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pas! saatnya mempraktekan teori menjadi aksi. Kamipun segera pulang untuk berbenah, sarapan, mandi, ganti kostum dan meluncur lagi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2010/12/saatnya-merubah-teori-jadi-aksi.html" target="new"&gt;Reporter&lt;/a&gt;: &lt;a href="http://muthiazulfa.blogspot.com"&gt;Abu Afnan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-5224483008986748837?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/5224483008986748837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/12/pas-saatnya-merubah-teori-menjadi-aksi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/5224483008986748837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/5224483008986748837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/12/pas-saatnya-merubah-teori-menjadi-aksi.html' title='Pas! Saatnya Merubah Teori Menjadi Aksi'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/TQsp55IWEsI/AAAAAAAAAXI/0HITMZnrGwg/s72-c/agus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-5237654665679119258</id><published>2010-07-07T06:47:00.003+07:00</published><updated>2010-07-07T06:58:06.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NASIHAT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>Surat Mujahidah Palestina untuk Muslimah di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/TDPCyIcGG3I/AAAAAAAAAWw/n6qZHOIctzc/s1600/surat_akhwat_palestina.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490946537209338738" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 233px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/TDPCyIcGG3I/AAAAAAAAAWw/n6qZHOIctzc/s320/surat_akhwat_palestina.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pasca kepulangan tim Relawan Komat yang berangkat ke Gaza, Palestina, beberapa waktu lalu, sebuah surat khusus dari mujahidah Palestina dititipkan melalui Relawan KOMAT Palestina, al-Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat tersebut berbahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh Divisi Kajian Komat Palestina, ustadz Abul Miqdad Al-Madany. Berikut isi surat terbuka yang diperuntukkan kepada para muslimah di Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;Saudari-saudariku para muslimah di Indonesia…&lt;br /&gt;Aku sampaikan salam penghormatanku untuk kalian, salam penghormatan Islam yang agung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amma ba’du…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Kami adalah saudari-saudari muslimah kalian di Palestina. Kami tumbuh di medan ribath dan jihad. Dan kami selalu berusaha untuk berpegang teguh pada agama kami yang agung, serta mendidik anak-anak kami untuk itu. Karena berpegang teguh pada agama Islam adalah (satu-satunya) tali keselamatan, berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam Surah Ali Imran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barang siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agama, maka itu tidak akan diterima darinya, dan kelak di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kami selalu berusaha untuk komitmen dengan al-Qur’an dan keislaman kami. Dan seperti itu pula komitmen pemerintahan Islam kami untuk menumbuhkan sebuah generasi yang selalu menjaga al-Qur’an, serta melahirkan ribuan penghafal Kitabullah di setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bumi Palestina,medan ribath ini, kami mengirimkan surat persaudaraan dari lubuk hati yang dipenuhi cinta kepada saudari-saudari kami di Indonesia. Melalui surat ini, kami haturkan rasa terima kasih kepada semuanya atas sikap dan dukungan mereka untuk anak-anak bangsa Palestina kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui surat ini juga, kami mendorong mereka untuk selalu mentarbiyah (membina) anak-anak mereka dengan tarbiyah Islamiyah dan komitmen dengan Syariat Allah; karena dalam itu semua terdapat pembinaan terhadap ruh dan jiwa, serta keteladanan terhadap akhlak Rasul kita yang mulia Shallallahu ‘ALaihi wa Sallam dan para sahabatnya yang mulia. Perhatikanlah sahabat mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah seorang dari kalian meminta dari dirinya selain al-Qur’an. Sebab jika ia mencintai al-Qur’an dan mengaguminya, niscaya ia akan mencintai Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun jika membenci al-Qur’an, maka ia akan membenci Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, siapakah di antara kita yang dapat menerima dirinya atau anak-anaknya menjadi orang yang benci kepada Allah dan Rasul-Nya yang kelak akan memberi syafaat kepada kita di hari kiamat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, saya membisikkan ke telinga saudara-saudara kami tercinta, kaum muslimin di manapun berada: “Kalian harus terus mempelajari dan menghafalkan al-Qur’an, serta berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Islam. Sebab sesungguhnya siapapun yang menginginkan kemuliaan dengan Islam, niscaya Allah akan memuliakannya. Namun siapa yang mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan menghinakannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu memberikan taufiq-Nya untuk kalian untuk mengikuti apa saja yang dicintai dan diridhai-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudari-saudarimu, para muslimah yang sedang berjihad di bumi Palestina&lt;br /&gt;Gaza, 29/6/2010.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/nasional/surat-mujahidah-palestina-untuk-muslimah-di-indonesia.htm" target="new"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ErMus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-5237654665679119258?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/5237654665679119258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/07/surat-mujahidah-palestina-untuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/5237654665679119258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/5237654665679119258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/07/surat-mujahidah-palestina-untuk.html' title='Surat Mujahidah Palestina untuk Muslimah di Indonesia'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/TDPCyIcGG3I/AAAAAAAAAWw/n6qZHOIctzc/s72-c/surat_akhwat_palestina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-2367657014388356650</id><published>2010-07-05T09:03:00.004+07:00</published><updated>2010-07-05T09:23:47.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Sabtu Pagi Kembali Lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/TDFBErJWyzI/AAAAAAAAAWo/QThLo5_ovF8/s1600/PKS+FC.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490240969298594610" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 250px; CURSOR: hand; HEIGHT: 187px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/TDFBErJWyzI/AAAAAAAAAWo/QThLo5_ovF8/s320/PKS+FC.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Catatan: &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2010/07/sabtu-pagi-kembali-lagi.html" target="new"&gt;&lt;em&gt;Abi&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Sent:2/07/10 5:49 PM&lt;br /&gt;From: Danie-Syakieb&lt;br /&gt;assalamu'alaikum...&lt;br /&gt;ALFADHLU LILMUBTADI'...&lt;br /&gt;dulu,para pendahulu qt di piyungan [mas wawan,pak sol dll] berpayah payah untuk menggiatkan sabtu pagi sbg pagi sehat dg LAT SEPAK BOLA..&lt;br /&gt;BUAHnya adl eratnya ukhuwah,sehatnya raga dll..&lt;br /&gt;SEKARANG..&lt;br /&gt;pengurus qt aj pada "males" untuk SEKEDAR hadir di lapangan,apalagi yg lain !&lt;br /&gt;idzan, yuk selain penguatan maknawiyah qt,&lt;br /&gt;qt KOKOHKAN UKHUWAH n RAGA qt N jg agar keutamaan jg mjd milik qt,&lt;br /&gt;join aj bg yg peduli untuk ukhuwah ini:&lt;br /&gt;besok pagi 06.30 di lapangan galoso..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak perhelatan Piala Dunia Afsel digelar, gaungnya merambah ke pelosok negeri. Program riyadhoh jama'i yang sudah beberapa waktu dilakukan indoor (Futsal), pun ikutan menggunakan outdoor berupa sepak bola.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sabtu pagi 3 Juni 2010 (seusai Belanda memaksa Brasil mudik lebih cepat dengan skor 2-1), di DPC Piyungan (sesuai SMS yang ane terima diatas), puluhan ikhwan merumput kembali di Lapangan Tegalyoso. Terbagi dalam 2 (dua) tim mereka terlihat saling memberi semangat dalam perebutan bola. Banyak gol tercipta dalam nuansa ceria pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Izzuddin yang lagi mudik turut berpartisipasi menjaga gawang hingga lahir banyak gol (ikhwah ini memang terkenal dermawan, bahkan pada lawan sekalipun). Ane yang juga lagi menikmati mudik berperan menjadi "gelandang(an)", yang mondar mandir cari bola biar dapat keringat. Tercatat skor 4-4 saat pertandingan usai, ini memang biar genap 8 untuk mengingatkan heroisme ikhwah pada pemilu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Bukan skor tsb yang menjadi kerinduan ini, akan tetapi Semangat yang tak memudar. Berbekal 'sunduquna juyubuna' menggelorakan laksana air yang bertekad mampu menjadi suci dan mensucikan. Hampir tiap pekan sms mirip di atas mampir ke HP, meski ane berada nun jauh jadi musafir. Namun ikatan hati tak menyurutkan semangat berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lika liku aktivitas dan kabar masing-masing ikhwah dan juga info terbaru menjadi menu pagi sehabis main bola. Tentang Gaza, DPC, DPRa, sampai Piala Dunia dan Muktamar 1 abad Muhammadiyah. Tak ketinggalan progress liqoat pekanan masing masing.Sungguh diri ini jadi malu dan iri, hati yang lemah mudah terombang-ambing dalam keraguan. Teringat akan 2(dua) yang harus senantiasa di jaga yaitu: Niat dan Ukhuwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah... Mungkin sudah puluhan atau bahkan ratusan kali materi itu disampaikan dan sebanyak itu pula terlupakan. Bias informasi dari media menimbulkan hati was dalam curiga. Terlebih, tatkala tekad ekspansi dalam Mihwar Daulah belum didukung penuh oleh peran media. Oleh karenanya, pengokohan tarbiyah ruhiyah menjadi wajib dan tidak bisa ditawar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;'Ya muqollibal quluub, tsabit quluubanaa 'alaa diinika wa tho'atika.&lt;br /&gt;Ya muqollibal quluub, tsabit quluubanaa 'alaa da'wati fii sabiilika'. (wied)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;.......&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-2367657014388356650?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/2367657014388356650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/07/sabtu-pagi-kembali-lagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/2367657014388356650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/2367657014388356650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/07/sabtu-pagi-kembali-lagi.html' title='Sabtu Pagi Kembali Lagi'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/TDFBErJWyzI/AAAAAAAAAWo/QThLo5_ovF8/s72-c/PKS+FC.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-2491046334611312217</id><published>2010-06-15T04:53:00.006+07:00</published><updated>2010-06-16T04:38:19.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyatun Nafs'/><title type='text'>Ya Allah, Berkahilah kami...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/TBalQkBx6vI/AAAAAAAAAWg/_hcfE6568-M/s1600/sujud1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482751300337789682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 206px; CURSOR: hand; HEIGHT: 154px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/TBalQkBx6vI/AAAAAAAAAWg/_hcfE6568-M/s320/sujud1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di tengah gempita perhelatan akbar 'Piala Dunia'&lt;br /&gt;Di antara luka yang tersisa dari atas bahtera Mavi Marmara&lt;br /&gt;Dalam asa yang terbalut kilau fatamorgana&lt;br /&gt;Hingga jeritan hati akan dosa dan maksiat diri dan anak bangsa&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejenak ku bersimpuh ….&lt;br /&gt;Kurendahkan diri, kutundukkan hati&lt;br /&gt;Berucap lirih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Allaahumma baariklanaa fii rajaba wa sya’baan, wa ballighnaa ramadhaan”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;(&lt;/span&gt;Ya Allah, Berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban. Dan sampaikanlah umur kami di bulan Ramadhan)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tingkatkan &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;em&gt;Iman&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;, Gelorakan &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;em&gt;Hamazah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;, Raih &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;"PIALA AKHIRAT"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf atas semua salah dan khilaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warm Regards,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;Wied &amp;amp; Family&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-2491046334611312217?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/2491046334611312217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/06/ya-allah-berkahilah-kami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/2491046334611312217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/2491046334611312217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/06/ya-allah-berkahilah-kami.html' title='Ya Allah, Berkahilah kami...'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/TBalQkBx6vI/AAAAAAAAAWg/_hcfE6568-M/s72-c/sujud1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-4481251583047603176</id><published>2010-05-05T04:59:00.004+07:00</published><updated>2010-05-05T10:11:19.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY UMI'/><title type='text'>Kisah Liqo Ummahat 'PENGUSAHA'</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/S-Dg88bLbHI/AAAAAAAAAWQ/HfUyAZK4WNg/s1600/Ummi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467617285244677234" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 127px; CURSOR: hand; HEIGHT: 143px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/S-Dg88bLbHI/AAAAAAAAAWQ/HfUyAZK4WNg/s320/Ummi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;By: &lt;em&gt;&lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2010/05/kisah-liqo-ummahat-pengusaha.html" target="new"&gt;Ummi&lt;/a&gt;*)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kekuatan maal memang sangat penting bagi kita sebagai kader dakwah. Rasaya sayang kalau saya tidak ikut berbagi tentang semangat ummahat2 di sekitar saya. Ummahat-ummahat yang sangat luar biasa, karena mereka berpikir apakah mereka selamanya hanya mengharapkan ‘jatah’ dari suami?&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh mereka juga menyadari bahwa yang mereka lakukan hanya untuk menambah perekonomian keluarga. Atau paling tidak, mereka bisa berinfak dengan jerih payah mereka sendiri. Dan mereka juga menyadari apapun usaha yang dilakukan tanpa harus meninggalkan kewajiban mereka di rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat buku profil kader bahwa seorang kader harus mempunyai keahlian/professional dan juga pendapatan agar menjadi kader mandiri, semakin mencambuk mereka untuk berusaha segera memulai apapun yang bisa mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja bu Elok dengan usaha Tupperware dan pembalut wanita herbal, bu Utami dengan jamur aneka sayurannya, bu Nila dengan es lilinnya, bu Haryani dengan roti kukusnya, mbak Sri Asih dengan warung kelontong dan pulsa, bu Veny dengan nutri jell, bu Darsih dengan helm dan sarung tangannya, satu ummahat yang belum memulai, tapi sudah mempunyai angan-angan dan rencana untuk membuka toko buku dan alat tulis yaitu bu Ristyani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah gampang menumbuhkan kepercayaan diri bahwa kita mampu untuk menjalani suatu usaha. Kegagalan dan kerugian adalah momok yang paling menakutkan bagi seseorang yang akan memulai suatu usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana kita tahu usaha itu cocok atau tidak untuk kita, kalau kita belum mencoba dan menekuninya,” kata bu Utami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu berputra satu ini sudah beberapa kali mencoba suatu usaha di kampungnya yang agak naik di puncak gunung. Pernah dengan beternak ayam ras, kemudian beralih ke gemak (puyuh), yang ternyata cuaca di Ngelosari tempat tinggalnya tidak cocok dengan kedua-duanya. Hingga sekarang beralih ke jamur tiram, Alhamdulillah perkembangannya bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummahat-ummahat yang tergabung dalam liqo Fatimah ini saling menguatkan dan menyemangati, ”Ayo kamu bisa…. Ayo kamu pasti bisa….” Setiap pertemuan liqo, ada saja yang saling memesan produk dari masing-masing ummahat. Daripada beli dari orang lain, lebih baik membeli dari teman sendiri bukan…? Anda juga mau pesan….?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*Nur Wakidah, Bendahara Umum DPD PKS piyungan (eks Koordinator PWK)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-4481251583047603176?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/4481251583047603176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/05/kisah-liqo-ummahat-pengusaha.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/4481251583047603176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/4481251583047603176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/05/kisah-liqo-ummahat-pengusaha.html' title='Kisah Liqo Ummahat &apos;PENGUSAHA&apos;'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/S-Dg88bLbHI/AAAAAAAAAWQ/HfUyAZK4WNg/s72-c/Ummi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-3113923222351505264</id><published>2010-05-05T04:54:00.003+07:00</published><updated>2010-05-05T10:14:18.248+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY UMI'/><title type='text'>Kiat Melatih Disiplin Pada Anak</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/S-CYZJ6n7lI/AAAAAAAAAV4/zhd7iMf1iqw/s1600/mama.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467537505553739346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 158px; CURSOR: hand; HEIGHT: 203px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/S-CYZJ6n7lI/AAAAAAAAAV4/zhd7iMf1iqw/s320/mama.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Sepekan yang lalu, di kelasnya Mbak Zulfa yaitu kelas I B SDIT Lukman Alhakim diadakan Parenting School (hmm, keren sekali ya…) yang intinya pembinaan bagi ibu-ibu dalam mendidik anak.. Kebetulan yang diundang oleh Ustadzah hanya ibu-ibunya (karena bapak2nya pada sering sibuk kali ya…). Pada kesempatan ini pematerinya Bu Triana Nunung Bintari dari Bantul. Beliau adalah ummahat dengan 8 putra, istri dari anggota DPRD I Prop DIY Bpk Arif Rahman Hakim. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bu Nunung, begitulah sapaan akrab beliau, menyampaikan tentang “Kiat Melatih Disiplin Pada Anak”. &lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Belajar mengatakan tidak; tidak boleh, dengan nada tegas tanpa nada marah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Biasanya kita mengatakan tidak pada anak kita diawali dengan nada rendah, eh kok dia nawar, naik sedikitlah nada kita, lhah kok nawar lagi, nada tinggilah yang keluar dari bibir kita. Nah, itu yang harus kita latih, tetap dengan nada rendah yaitu dengan kita perbanyak dialog dengan buah hati kita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bersikap Konsisten &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membuat aturan, maka kita harus konsisten dengan aturan kita. Jangan di saat tertentu anak kita larang, tapi di saat yang lain anak kita bebaskan. Peraturan ini harus juga kita sosialisasikan kepada seluruh penghuni rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Focus &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fokuskan peraturan kita pada satu atau dua aturan dahulu. Kalau anak sudah konsisten dengan aturan yang sudah dibuat, baru kita tambah aturan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berlaku seperti bos &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesekali kita boleh berlaku seperti bos di rumah kita. Boleh kita katakan,”semua uang yang ada di rumah ini milik Umi dan Abi. Jadi siapapun yang mengambil uang di rumah ini harus ijin sama umi dan abi.” Atau,”sepeda ini milik umi dan abi, kakak hanya pinjam, adik juga pinjam, jadi jangan rebutan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berikan anak-anak pilihan kecil &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya dalam hal memakai kaos kaki,” kakak mau warna putih apa warna kuning” sehingga nanti suatu saat dia akan mempunyai pilihan sendiri,” umi, aku mau pakai kaos kaki warna kuning”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ajarkan anak untuk focus pada aturan yang kita buat &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau menyuruh anak atau mengingatkan aturan kita pada anak harus lihat-lihat dulu dia sedang apa… jangan kala anak sedang asyik dengan mainannya, langsung tiba-tiba saja mainan kita ambil dan kita bilang “sudah waktunya sholat, berhenti mainannya” ya anak kita akan marah. Tapi, kita lihat dulu,” kakak sedang main apa? Sudah sholat? 5 menit lagi sholat ya….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan sebagai orang tua, kita bisa bersikap bijak pada anak dan jangan lupa untuk selalu mengajak dialog dengan anak-anak kita. Anak-anak kita belum bisa menerjemahkan bahasa tubuh kita, tapi harus dengan kata-kata yang dia bisa pahami. Insya Allah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Home sweet home, 3 mei 2010&lt;br /&gt;Ummi Z&amp;amp;K&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-3113923222351505264?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/3113923222351505264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/05/kiat-melatih-disiplin-pada-anak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3113923222351505264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3113923222351505264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/05/kiat-melatih-disiplin-pada-anak.html' title='Kiat Melatih Disiplin Pada Anak'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/S-CYZJ6n7lI/AAAAAAAAAV4/zhd7iMf1iqw/s72-c/mama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-6730121277777402148</id><published>2010-03-17T10:06:00.003+07:00</published><updated>2010-03-17T10:12:29.088+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Jama'ah Angsa</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/S6BIShjUOkI/AAAAAAAAAVw/Cm8wddhEG0E/s1600-h/angsa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449435032199641666" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 183px; CURSOR: hand; HEIGHT: 138px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/S6BIShjUOkI/AAAAAAAAAVw/Cm8wddhEG0E/s320/angsa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Catatan: &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2010/03/jamaah-angsa.html" target="new"&gt;Abi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam buku Seri Taujihat Pekanan 2 (jilid dua), Jamaah dakwah diajak untuk merenung tentang sekawanan burung angsa. Ketika seekor angsa sakit atau terluka, akan didapati setidaknya 2 (dua) ekor yang lain terbang turun memgikuti, membantu dan melidungi angsa yang sakit tsb.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bermaksud berempati dalam kesulitan yang dihadapi, sama seperti saat segalanya baik. Maka ane, akh Danie dan akh Eko Heri bersilaturahim ke beberapa ikhwan yang sudah beberapa waktu kami tidak tahu kabarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah, wa lahum fii khoir&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam nuansa rindu di jalan Allah, banyak hal berharga yang luput dan terlewatkan.&lt;br /&gt;'Ane biar bantu kegiatan(yankes) nya saja, tak usah ikut LQ-nya', sepenggal kalimat dari seorang ikhwan yang kami kunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Akhi, (LQ) itulah yang membedakan kita dengan yang lain. Kita bukan hanya sekedar partai, tetapi harokah dakwah. Tarbiyah yang menjadi wadah kita memahami islam lebih komprehensif. Islam yang syamil (menyeluruh) dan mutakamil (lengkap). Jangan sampai kita memahami islam secara juz'i, seperti ilustrasi dalam sekawanan orang buta yang memegang gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Akhi, (LQ) inilah tempat kita meluruskan dan memperbaiki niat. Bahwa politik hanya bagian kecil dari ladang dakwah yang luas. Tarbiyah sebagi sarana untuk menggali dan mengokohkan ma'nawiyah dan fikriyah. Agar kita paham dan berilmu, baru kemudian beramal dan berjihad seperti dalam rukun bai'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya akhi, jalan dakwah memang panjang dan berliku. Penuh onak dan duri perjuangan, begitu banyak rintangan dan batu ujian. Hingga akan selalu ada yang tegar dan juga ada yang berjatuhan di jalan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Di antara orang-orang mu'min ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merobah janjinya.” (QS. Al-Ahzab: 23)(wied)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-6730121277777402148?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/6730121277777402148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/03/jamaah-angsa.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6730121277777402148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6730121277777402148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/03/jamaah-angsa.html' title='Jama&apos;ah Angsa'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/S6BIShjUOkI/AAAAAAAAAVw/Cm8wddhEG0E/s72-c/angsa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-381504990135470783</id><published>2010-03-16T13:27:00.003+07:00</published><updated>2010-03-16T13:45:18.121+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Mas SHINYO, Kader Kepanduan Jadi Juragan Bakso</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/S58oQyQPMBI/AAAAAAAAAVo/U1hJ-C4lJ3g/s1600-h/MAS_SINYO.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449118342974484498" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 152px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/S58oQyQPMBI/AAAAAAAAAVo/U1hJ-C4lJ3g/s320/MAS_SINYO.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Catatan: &lt;em&gt;&lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2010/03/mas-shinyo-kader-kepanduan-jadi-juragan.html" target="new"&gt;Abi&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Pekan depan Liqo kita Insya Allah tetap sini lagi, Giliran antum siapkan snack-nya ya?", MR ane mengakhiri pembagian tugas LQ tepat sepekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Masjid Al Ikhlas, Sampakan, selepas Maghrib (Ahad, 07/03/10) kami Satu persatu berdatangan. Saling tegur sapa mengawali liqoat pekan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Malam ini cukup sampai Isya, habis ini kita ke Akh Shinyo", kata ustadz malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngapain.!?", sahutku sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Lho..., kita support Akh Shinyo. Grand Opening warung baksonya baru Sabtu kemarin", lebih antusias ustadz menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, iya toh..? Kamis kemarin sekiranya ane sekeluarga mau mampir, udah disana ternyata belum buka", ane menimpali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membincangkan Akh Shinyo memang tidak bisa dilepaskan dari dunia bakso. Semenjak lulus sekolah beliau ikut pamannya jualan bakso di perempatan Sampakan Piyungan. Bertahun berguru ilmu bakso dari sang paman, Sabtu kemarin (6/3/10) temen satu liqo ane ini membuka warung bakso sendiri di jalan Wiyoro-Ngipik Kios Wiyoro No 14 kecamatan Banguntapan Bantul atau sekira 2 km arah barat perempatan sampakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas Isya Liqoat malam itu, kami segera meluncur ke warung bakso "Mas SHINYO". Hitung-hitung sebagai salah satu bentuk dukungan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama berselancar dalam gelombang hitam jalanan Jogja-Wonosari, kami mencapai target. Sambutan hangat menyapa kami dalam sebuah keakraban keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama menunggu, menu tersaji. Sambil menyantap hidangan, berenam kami seksama menyimak paparan &lt;em&gt;qodhoya wa rawa'i&lt;/em&gt; sohibul bait tentang lika liku persiapan ekspansi usaha baksonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil sesekali melayani pelanggan yang baru datang, tampak kegembiraan dan kebahagiaan terpancar dari akhuna Shinyo 'Abu Zidane' Haryanto. Kegembiraan yang dapat kami rasakan dengan harapan dan doa, semoga ekspansi kekuatan finansial ini menjadi awal bangkitnya quwwatul maal bagi ri'ayah dakwah di Piyungan dan sekitarnya. Menjadikan kader yang Kokoh dan Mandiri. Kokoh secara &lt;em&gt;ma'nawiyah&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;fikriyah&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;da'wiyah&lt;/em&gt; serta &lt;em&gt;jasadiyah&lt;/em&gt;. Kemudian ditopang kemandirian dalam pengembangan diri (&lt;em&gt;ta'allum dzaati&lt;/em&gt;) dan mandiri secara keuangan (&lt;em&gt;maaliyah&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Laki laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang." {Q.S. An Nur:37&lt;/em&gt;}.(wied)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-381504990135470783?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/381504990135470783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/03/mas-shinyo-kader-kepanduan-jadi-juragan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/381504990135470783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/381504990135470783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2010/03/mas-shinyo-kader-kepanduan-jadi-juragan.html' title='Mas SHINYO, Kader Kepanduan Jadi Juragan Bakso'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/S58oQyQPMBI/AAAAAAAAAVo/U1hJ-C4lJ3g/s72-c/MAS_SINYO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-9113590393824143532</id><published>2009-12-28T08:36:00.009+07:00</published><updated>2009-12-28T08:56:59.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY'/><title type='text'>Khansa Naik Haji</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SzgM7nILCYI/AAAAAAAAAVc/YKtx5xI29rQ/s1600-h/IMG_2210.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420096369795467650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 188px; CURSOR: hand; HEIGHT: 252px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SzgM7nILCYI/AAAAAAAAAVc/YKtx5xI29rQ/s320/IMG_2210.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SzgM7AQ1joI/AAAAAAAAAVU/mkl2mfYTRCI/s1600-h/IMG_2209.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420096359362825858" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 294px; CURSOR: hand; HEIGHT: 219px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SzgM7AQ1joI/AAAAAAAAAVU/mkl2mfYTRCI/s320/IMG_2209.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Ummi… aku mau naik haji…!” Dengan setengah teriak, sepulang dari sekolah Khansa bilang sama ummi.&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Subhanallah…&lt;/em&gt; adik mau naik haji,” sambutku gembira..&lt;br /&gt;“Aku naik hajinya nanti naik pesawat dulu, kayak Bapak mau kerja ya mi, naik pesawat..”&lt;br /&gt;Adik naik hajinya kemana dik..? trus sama siapa? Tanyaku lagi… Aku mau lihat ka’bah yang dulu di serang tentara bergajah Abrahah itu lho mi… dengan gayanya setiap kali mengatakan ka’bah adikpun bernyanyi..&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gajah binatang yang besar&lt;br /&gt;Dikisahkan dalam Al Qur’an&lt;br /&gt;Tentara bergajah&lt;br /&gt;Dipimpin Abrahah&lt;br /&gt;Hendak menghancurkan ka’bah&lt;br /&gt;Datanglah burung ababil utusan Allah&lt;br /&gt;Membawa batu kecil&lt;br /&gt;Batu kecil dijatuhkan&lt;br /&gt;Tentarapun berlarian&lt;br /&gt;Allahu Akbar Allah Maha Besar 2x&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummi.. ummi aku mau naik haji sama bu Ika dan temen-temenku.. ada mbak Dhea, mb Nadia, Luay, mas Kemal, mas Zafran, mas Auzan, mas Thoriq,dan mas Ahmad.. tanpa kecuali dech semua temen-temennya satu kelas playgroup KB/TKIT AR RAIHAN disebutkannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu lalu di sekolah Khansa ada program manasik haji kecil, agenda rutin tahunan yang selalu diadakan di sekolahnya. Khansa memang baru pertama kali ikut jadi sangat istimewa baginya.. tahun lalu M’Zulfa yang ikut waktu TK B dan Khansa hanya sebagai penonton saja.. Makanya tahun ini karena baru pertama, Khansa sangat pengin Zulfa sebagai penontonnya…namanya juga anak-anak, sangat menginginkan untuk dilihat bahwa UMMI, BAPAK, MBAK, AKU PASTI BISA….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Labbaikallahumma labbaik innal hamda wanni’mata laka wal mulk laa syarika laka&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semangat Khansa mengikuti satu demi satu tahapan yang harus dilaksanakan dalam haji kecilnya. Mulai dari embarkasi, mengelilingi Ka’bah, mencium Hajar Aswad, berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwa, hingga melempar jumrah. Sampai akhirnya mendapat oleh-oleh untuk dibawa pulang ke rumah. Mereka berpakaian ihram layaknya tengah berhaji di Tanah Suci..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Aku datang ya Allah, aku datang memenuhi panggilanMu.. aku datang, tiada sekutu bagiMu, aku datang, Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, dan seluruh kerajaan adalah milik Engkau, Tiada Sekutu bagiMu.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Somokaton, 22 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nur W&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-9113590393824143532?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/9113590393824143532/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/12/khansa-naik-haji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/9113590393824143532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/9113590393824143532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/12/khansa-naik-haji.html' title='Khansa Naik Haji'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SzgM7nILCYI/AAAAAAAAAVc/YKtx5xI29rQ/s72-c/IMG_2210.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-6655589031166875704</id><published>2009-12-23T12:22:00.006+07:00</published><updated>2009-12-23T12:43:29.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY AMMAH'/><title type='text'>i love u mom</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SzGqZCSAuSI/AAAAAAAAAVM/D9RigelAtN4/s1600-h/bunda.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418299173789284642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 250px; CURSOR: hand; HEIGHT: 179px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SzGqZCSAuSI/AAAAAAAAAVM/D9RigelAtN4/s320/bunda.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; by &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2009/12/i-luv-u-mom.html" target="new"&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;Q&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;kata mereka diriku s’lalu dimanja...&lt;br /&gt;kata mereka diriku s’lalu ditimang...&lt;br /&gt;ooh... bunda, ada dan tiada&lt;br /&gt;dirimu kan selalu ada didalam hatiku&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;itulah sepenggal lagu dari melly goeslow.&lt;br /&gt;malam ini kudengar lagu ini dinyanyikan dengan sepenuh jiwa hanya untuk bunda.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;haahhhh…&lt;/em&gt; haru rasanya. &lt;em&gt;kangeennn!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;padahal belum satu menit kami bertemu.&lt;br /&gt;sulit rasanya mata ini terpejam.&lt;br /&gt;mengingat kembali pengorbananmu untuk kami.&lt;br /&gt;ingin sekali kulakukan sesuatu untukmu,&lt;br /&gt;kami hanya ingin membuatmu bahagia.&lt;br /&gt;senyummu, candamu dan tawamu yang kami harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bunda sungguh luar biasa peranmu atas anak-anakmu&lt;br /&gt;dengan kesabaran dan keikhlasanmu&lt;br /&gt;engkau tak kenal lelah mengasuh kami&lt;br /&gt;membuat kami tertawa di kala sedih&lt;br /&gt;menjaga kami di kala kami sakit&lt;br /&gt;dan engkau hanya terdiam dan tersenyum di kala kami marah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maafkan atas sikap tingkah laku anak-anakmu yang menyakitimu&lt;br /&gt;entah dengan apa kami membalasmu&lt;br /&gt;yang pasti kami sangat menyayangimu&lt;br /&gt;engkau tetap ibu yang terbaik untuk kami&lt;br /&gt;hari kemarin, hari ini dan hari esok tetap hari ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#6600cc;"&gt;i love u mom&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:75%;color:#993300;"&gt;Somokaton Lt.II, 11.15 pm [22-12-09]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-6655589031166875704?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/6655589031166875704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/12/i-love-u-mom.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6655589031166875704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6655589031166875704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/12/i-love-u-mom.html' title='i love u mom'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SzGqZCSAuSI/AAAAAAAAAVM/D9RigelAtN4/s72-c/bunda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-6247123413540212925</id><published>2009-12-07T23:16:00.005+07:00</published><updated>2009-12-07T23:39:25.099+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Bicara dengan Bahasa Mereka</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sx0vHw6BUjI/AAAAAAAAAVE/seaYvLuuVng/s1600-h/Zulfa.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412534137603052082" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 168px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sx0vHw6BUjI/AAAAAAAAAVE/seaYvLuuVng/s320/Zulfa.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;'Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kutaklukkan dunia', begitu kiranya Sang Proklamator RI berucap. Suatu gambaran jelas, agar kita tak boleh terlena menyiapkan generasi mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ditengah arus globalisasi yang menyusup sendi kehidupan masyarakat, tidaklah mudah mengajak mereka bergabung dalam barisan dakwah. Untuk mensiasati dan berbicara dengan 'bahasa' mereka, liqo' + futsal adalah strategi yang coba kami terapkan yang semoga acceptable bagi kalangan remaja tsb.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kamis malam, 3/12/09, setelah agak lumayan lama off karena alasan ini itu, sekira lima belas remaja dusun Somokaton (tempat dimana ane tinggal) kami kumpulkan di rumah. Kebetulan pekan ini lagi dapat jatah libur dari rantau sehingga kesempatan berharga ini dimanfaatkan untuk turut membersamai dalam pembinaan anak-anak muda kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai tarbiyah ruhiyah dirasa cukup, maka pada jam 21:00, tarbiyah jasadiyah manjadi gilirannya. Kali ini friendly match mempertemukan mereka (Somokaton) melawan Ta'lim dusun Gampingan binaan akh Taufik. Semangat yang tinggi tampak dari jumlah mereka yang hadir. Alhasil, kapasitas lapangan yang hanya lima orang per team menjadikan yang lain antusias mensuport kawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang Gampingan ini belum semua ikut ngaji, Mas", ujar Akh Taufiq pada ane di pinggir lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak masalah, (futsal) ini sarana kita," sahutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertiga (Ane, Taufiq, dan akh Danie yang akan diamanahi menjadi murobbi selepas ane kembali merantau lagi) larut dalam bincang dakwah malam itu hingga tak terasa peluit tanda waktu habis berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu kami kembali ber-azzam dalam ri'ayah dakwah dan mengurai laku 'berbicara dengan bahasa' mereka.(Wied)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber: Catatan &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2009/12/bicara-dengan-bahasa-mereka.html" target="new"&gt;Abi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-6247123413540212925?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/6247123413540212925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/12/bicara-dengan-bahasa-mereka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6247123413540212925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6247123413540212925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/12/bicara-dengan-bahasa-mereka.html' title='Bicara dengan Bahasa Mereka'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sx0vHw6BUjI/AAAAAAAAAVE/seaYvLuuVng/s72-c/Zulfa.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-6173518152400987227</id><published>2009-10-11T15:19:00.005+07:00</published><updated>2009-10-11T15:39:21.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NASIHAT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>No Charge, Ummi..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/StGXEF-wgOI/AAAAAAAAAU0/meVntgD9I2s/s1600-h/mama.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391256325519868130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 158px; CURSOR: hand; HEIGHT: 203px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/StGXEF-wgOI/AAAAAAAAAU0/meVntgD9I2s/s320/mama.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur, yang sedang menyiapkan makan malam, dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai ditulisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ibunya mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membacanya dan inilah tulisan si anak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma, berikut ini utang mama kepada saya selama ini:&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memotong rumput Rp 50.000&lt;br /&gt;Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp 10.000&lt;br /&gt;Untuk pergi ke toko menggantikan mama Rp 25.000&lt;br /&gt;Untuk menjaga adik waktu mama belanja Rp 25.000&lt;br /&gt;Untuk membuang sampah Rp 10.000&lt;br /&gt;Untuk rapor yang bagus Rp 50.000&lt;br /&gt;Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp 30.000&lt;br /&gt;Jumlah utang Rp 200.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap, berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Jadi, ia mengambil bolpen, membalikkan kertasnya, dan inilah yang dituliskannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut mama, GRATIS.&lt;br /&gt;Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu, GRATIS.&lt;br /&gt;Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, GRATIS.&lt;br /&gt;Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, GRATIS.&lt;br /&gt;Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, GRATIS, Anakku.&lt;br /&gt;Dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati mama adalah GRATIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak itu selesai membaca apa yang ditulis ibunya, air matanya berlinang, dan ia menatap wajah ibunya dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ma, aku sayang sekali pada Mama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian ia mengambil bolpen dan menulis dengan huruf besar "LUNAS".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Taman Bintang&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-6173518152400987227?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/6173518152400987227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/10/no-charge-ummi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6173518152400987227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6173518152400987227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/10/no-charge-ummi.html' title='No Charge, Ummi..'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/StGXEF-wgOI/AAAAAAAAAU0/meVntgD9I2s/s72-c/mama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-7724451615134886989</id><published>2009-10-02T07:04:00.003+07:00</published><updated>2009-10-02T07:40:46.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Parpol, Mana Aksi Sosialmu?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SsVG14_vW5I/AAAAAAAAAUs/jqR8dyqTVi4/s1600-h/Parpol.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387790420865407890" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto; WIDTH: 215px; CURSOR: hand; HEIGHT: 197px; TEXT-ALIGN: left" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SsVG14_vW5I/AAAAAAAAAUs/jqR8dyqTVi4/s320/Parpol.jpg" border="0" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;by &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2009/09/parpol-mana-aksi-sosialmu.html" target="new"&gt;Abi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Masih ingat bencana Situ Gintung?? Waktu itu saya liat televisi, banyak PARTAI POLITIK bikin tenda bantuan d sekitar lokasi… Nah kmrn waktu ada gempa Tasikmalaya koq tenda-tendanya gak kelihatan lagi ya?? Kelupaan atau sudah hilang keikhlasn membantu sesame…+628572929xxx&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalimat tsb. adalah kalimat yang saya kutip dari gambar re-pro disamping yang dimuat dalam sebuah surat kabar edisi 19/09/09 atau di penghujung Ramadhan (sebelum Koran tersebut tidak terbit 3 hari karena lebaran). Secara iseng, saya lalu kirim SMS jawaban berharap juga untuk dimuat seperti ‘Hak Jawab’ yang sering dimuat juga dalam kolom “Suara Rakyat”. Bunyi SMS saya begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;To +628572929xxxx, Gempa Tasikmalaya tak satu tv meliput kiprah PARPOL d sana .. Bukn krn gk ad, tapi memang bnyak media tak mau ‘Kampanyekan PARPOL’ scr gratis d luar pemilu. Silahkan download KIPRAH PKS d Tasikmalaya lwt &lt;/em&gt;&lt;a href="http://pk-sejahtera.org/v2/download/pdf/GEMPA%20BUMI%20DI%20TASIKMALAYA%202SEP09-PKS.pdf" target="new"&gt;&lt;em&gt;http://pk-sejahtera.org&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga catatan kecil ini aku tulis, SMS itu belum juga naik cetak. Entah karena saking banyaknya SMS yang masuk atau perihal kampanye gratis tadi.Banyak sekali factor penyebab kiprah Partai Politik hanya terjadi saat menjelang Pemilu berlangsung. Salah satunya, peran media massa yang kalau kita cermati memiliki peran central tanpa menafikkan factor lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama, &lt;em&gt;Independensi Media&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Demi alasan independensi, banyak media enggan meliput kiprah parpol di luar jadwal kampanye. Media tersebut khawatir di sorot berafiliasi ke partai tertentu. Hal ini karena mayoritas partai peserta pemilu memang hanya ‘partai musiman’ yang berkiprah saat menjelang pemilu. Sehingga muncul asumsi tayang satu tayang semua, atau tidak sama sekali. Ini berbanding terbalik, apabila parpol tersebut melakukan sensasi atau melanggar hokum seperti: konflik dan perpecahan, kader yang melakukan korupsi, dll.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua, &lt;em&gt;Nilai Berita&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Liputan yang sama dan berulang serta dilakukan ole seseorang ataupun ormas/orpol akan semakin dianggap biasa dan tidak menarik. Dan tentu akan menimbulkan rasa bosan dari pembaca maupun pemirsanya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sedang ketiga, &lt;em&gt;Aspek Bisnis&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Sudah dimaklumi, bahwa event lima tahunan itu menjadi lahan bisnis yang mampu menaikkan omzet bagi industri advertising baik cetak maupun elctronik. Diperlukan dana besar untuk memasukkan ‘kiprah positip’ meskipun hanya berdurasi detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi Ironis, menyadari hal tersebut masih banyak aktivis Partai Dakwah enggan merekam kiprahnya. Public yang semakin cerdas akan melihat kiprah wakil mereka. Ada KIPRAH ALEG, KABAR DEWAN, KOLOM KETUA DD, KOLOM KETUA DPC, dll.Tak ada rotan, akarpun jadi. Tak mampu masuk ke media (cetak/electronik), bisa direcord di BLOG yang gratis. Tinggal dikirim laporannya ke ADMIN. Dijamin, pasti dimuat. Kelak saat sosialisasi tak perlu antum sampai berbusa tak dipilih pula. Antum semua tinggal bilang, ”Mari kita buka Internet. Sesuai program pemerintah yaitu Internet masuk desa. Disitulah kiprah kami selama ini terekam. Click, click…”(Wied)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-7724451615134886989?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/7724451615134886989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/10/parpol-mana-aksi-sosialmu.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/7724451615134886989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/7724451615134886989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/10/parpol-mana-aksi-sosialmu.html' title='Parpol, Mana Aksi Sosialmu?'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SsVG14_vW5I/AAAAAAAAAUs/jqR8dyqTVi4/s72-c/Parpol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-2255834904786770980</id><published>2009-09-21T05:04:00.004+07:00</published><updated>2009-09-21T05:35:28.885+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY'/><title type='text'>SELAMAT IDUL FITRI 1430H</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Srat_C1qgwI/AAAAAAAAAUk/KlfsT7PIZyM/s1600-h/DSC00951crop.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383681703173325570" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Srat_C1qgwI/AAAAAAAAAUk/KlfsT7PIZyM/s320/DSC00951crop.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SratW_2ce8I/AAAAAAAAAUc/Bno20C0OqRU/s1600-h/Lebaran.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Temaram senja telah merangkak&lt;br /&gt;Gema takbir gemuruh membahana&lt;br /&gt;Seiring gempita insan rayakan kemenangan&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa sedih di penghujung Ramadhan&lt;br /&gt;Terbesit tanya dalam hati&lt;br /&gt;Sudahkah berlalunya ia berhiaskan mutiara amal?&lt;br /&gt;Akankah kita diijinkan lagi bertemu dengannya tahun mendatang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa syukur harus senantiasa terucap dalam kata&lt;br /&gt;Rasa syukur harus terurai dalam raga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;SELAMAT IDUL FITRI 1430H&lt;br /&gt;TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM&lt;br /&gt;MOHON MAAF LAHIR BATHIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Abi, Umi, Muthia &amp;amp; Khansa&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-2255834904786770980?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/2255834904786770980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/09/selamat-idul-fitri-1430h.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/2255834904786770980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/2255834904786770980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/09/selamat-idul-fitri-1430h.html' title='SELAMAT IDUL FITRI 1430H'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Srat_C1qgwI/AAAAAAAAAUk/KlfsT7PIZyM/s72-c/DSC00951crop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-6084038999688367322</id><published>2009-09-03T13:55:00.004+07:00</published><updated>2009-09-03T14:38:43.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HARAKAH WA DA&apos;WAH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Luruskan Makna Jihad!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sp9pRbdNxYI/AAAAAAAAATE/HAmKcSz8kBU/s1600-h/bush_bomb.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377132228252648834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 264px; CURSOR: hand; HEIGHT: 235px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sp9pRbdNxYI/AAAAAAAAATE/HAmKcSz8kBU/s320/bush_bomb.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Oleh: &lt;a href="http://inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/09/03/150623/luruskan-makna-jihad" target="new"&gt;Abi &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi penanganan dan tindakan preventif pasca tragedi peledakan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli lalu, telah membuat semua pihak kalang kabut. Bak bola salju, kasus ini bergulir liar menghantam siapa saja. Pemerintah, TNI, Polri, ormas, dan parpol pun berusaha menghindarinya. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apalagi isu tersebut semakin melebar dengan wacana Polri mengawasi aktivitas dakwah. Meskipun kemudian Polri membantahnya sendiri dan menyalahkan media dalam liputannya. Kekerasan tidak akan dapat diatasi dengan kekerasan pula, yang ada hanya menimbulkan masalah baru. Inilah cermin dari kepanikan dan kegagalan dalam mencegah anarki teror yang tak mampu mencari akar permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terorisme adalah tindakan anarkis yang sering diklaim jihad (fii sabiilillah) sebagai justifikasi tindakan para pelakunya. Padahal jihad yang secara etimologis berarti 'berjuang dengan sungguh-sungguh', merupakan tindakan yang sangat mulia dan wajib dicintai seorang muslim. (Q.S. At-Taubah:24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak buku dan artikel (terutama dalam fiqh dakwah) yang mengupas jihad fii sabiilillah secara komprehensif dengan tahapan-tahapannya. Tahapan seperti jihad dalam hati (selemah-lemah iman), dengan lisan (tulisan), dengan tangan (kekuasaan), hingga jihad perang (puncak Jihad yang tertinggi), kesemuanya harus memenuhi aturan yang berlaku tiap daerah (negara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya pemahaman atau biasnya pembentukan opini oleh media memberikan ruang makna jihad bergeser. Walhasil umat Islam menjadi enggan untuk jihad fii sabiilillah, karena stigma negatif mengarah bahwa jihad sama dengan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan kerja sama berbagai pihak terutama mujahid dakwah, ustadz, dan ulama untuk kembali meluruskan arti dan kedudukan jihad di hati ummat islam. Dukungan dari umat, pemerintah, Polri, serta media dominan tanpa bias akan sangat efektif untuk memerangi terorisme.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-6084038999688367322?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/6084038999688367322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/09/luruskan-makna-jihad.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6084038999688367322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6084038999688367322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/09/luruskan-makna-jihad.html' title='Luruskan Makna Jihad!'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sp9pRbdNxYI/AAAAAAAAATE/HAmKcSz8kBU/s72-c/bush_bomb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-844624187813411855</id><published>2009-09-03T08:46:00.003+07:00</published><updated>2009-09-03T08:53:28.541+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NASIHAT'/><title type='text'>Mengajari Si Kecil Berpuasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sp8hMZ6zC0I/AAAAAAAAASY/bMBpv4oZZIA/s1600-h/puasa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377052977103309634" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 173px; CURSOR: hand; HEIGHT: 218px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sp8hMZ6zC0I/AAAAAAAAASY/bMBpv4oZZIA/s320/puasa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Mengajari si kecil untuk berlatih puasa memang susah-susah gampang. Namun mengajari puasa kepada anak-anak sedini mungkin merupakan pelajaran berarti untuk masa depannya. Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi, bisa dijadikan latihan buat si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya untuk menjalankan ibadah tetapi mengajarkan pula bagaimana kehidupan orang yang kurang beruntung dari meraka. Banyak cara dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak-anak berpuasa, namun tak jarang pula berbuntut pemaksaan. Untuk menghindari hal tersebut baiknya simak tips berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Mengajarkan puasa sejak sedini mungkin. Tak ada kata terlalu awal bagi Anda untuk mengajarkan puasa untuk si kecil. Anda dapat memulai memperkenalkan puasa sejak anak berusia 5 tahun keatas. Saat itu tanamkan pengertian tentang puasa dan maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perhatikan kondisi kesehatan anak. Mengajarkan puasa kepada anak-anak bukanlah pemaksaan. Anda juga perlu memperhatikan kesehatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Anak-anak tak harus puasa full satu hari, tapi buatlah jadwal kapan mereka boleh berbuka, misalnya jam 10 pagi, jam 12 siang dan jam 15 sore. Mereka boleh makan pada jam-jam tersebut dan selebihnya puasa kembali. Kalau yang sudah agak besar, bisa juga puasa 1/2 hari, jadi jam 12 siang boleh makan, lalu diteruskan lagi puasanya sampai adzan Maghrib berkumandang.&lt;br /&gt;* Atur jadwal tidur mereka, biasanya pada bulan puasa, anak-anak gemar solat terawih di masjid. Jadwal solat terawih terkadang melebihi waktu tidur anak, belum lagi mereka harus di biasakan sahur. Tak ada salahnya membiarkan anak-anak tidur siang lebih lama dari biasanya untuk menggantikan tidur malam mereka.&lt;br /&gt;* Bantu anak untuk selalu makan sahur. Waktu makan sahur sangat penting bagi anak karena membantu tubuh untuk mempersiapkan tak diisi seharian. Siapkan menu yang berkualitas dan bergizi tinggi agar anak tak kekurangan gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perhatikan pula kondisi psikologis anak. Anda harus pandai memperhatikan dan mengerti emosi anak karena dengan berpuasa emosi anak tidak stabil. Buat puasa menjadi hal yang menyenangkan dan tanpa pemaksaan. Dapat melalui latihan secara perlahan-lahan, menceritakan hal-hal menyenangkan tentang puasa atau bahkan dengan memberikan imbalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pemberian imbalan memang tak dilarang, namun jangan menjadikan hal tersebut sebagai goal agar anak mau berpuasa. Salah-salah mereka berpuasa hanya karena menginginkan imbalannya saja. Berikan pula pengertian mengenai imbalan yang Anda berikan kepada buah hati serta kaitannya dengan puasa yang sedang mereka jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perhatikan pola bermain mereka. Banyak anak lupa mereka sedang berpuasa dan bermain seperti biasa yang banyak mengeluarkan keringat. Jika Anda tak pantau mereka, bukan tak mungkin mereka akan kelelahan dan akhirnya dehidrasi. Saat berpuasa, cairan yang masuk ke dalam tubuh jelas berkurang, aktivitas yang berlebihan pada seorang anak akan mengakibatkan mereka kekurangan cairan yang menyebabkan mereka jatuh sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Saat anak-anak berpuasa, baiknya dampingi mereka sekalipun Anda sedang tak berpuasa. Anak-anak membutuhkan role model yang dapat mereka tiru, yaitu Anda sebagai ibunya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Source: http://seputarduniaanak.blogspot.com&lt;br /&gt;Published: Tuesday, 18 August 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-844624187813411855?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/844624187813411855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/09/mengajari-si-kecil-berpuasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/844624187813411855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/844624187813411855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/09/mengajari-si-kecil-berpuasa.html' title='Mengajari Si Kecil Berpuasa'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sp8hMZ6zC0I/AAAAAAAAASY/bMBpv4oZZIA/s72-c/puasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-8679576693614213231</id><published>2009-08-24T10:21:00.003+07:00</published><updated>2009-08-24T15:18:24.825+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Awasi Dakwah, Polri Sudutkan Umat</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SpJMZZs_PlI/AAAAAAAAASA/ELvqG2Vu9iE/s1600-h/Bom.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373441304686444114" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 211px; CURSOR: hand; HEIGHT: 199px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SpJMZZs_PlI/AAAAAAAAASA/ELvqG2Vu9iE/s320/Bom.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Oleh: &lt;a href="http://inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/08/24/146200/awasi-dakwah-polri-sudutkan-umat" target="new"&gt;Abi &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kasus pemboman di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton masih berbuntut panjang. Terorisme untuk mendiskreditkan umat Islam ini seolah mendapat momentum yang tepat di bulan Ramadhan. Rencana Polri memasang 'mata'-nya di setiap ceramah mengamini hal itu!&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada era Orde Baru, bangsa ini memandang komunis sebagai musuh negara. Segala sesuatu yang berbau ajaran ideologinya harus dimusnahkan. Organisasinya terlarang, sedang orangnya dikebiri hak-hak hidupnya. Bahkan untuk mengenyam pendidikan harus ada surat pernyataan terbebas darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harus waspada terhadap bahaya laten komunis," begitu kira-kira nya bunyi doktrin yang masuk ke setiap anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang di sisi lain, suara umat Islam dibungkam. Belum adanya kebebasan pers membuat banyak kasus pembantaian tak tahu rimbanya. Ada DOM di Aceh, kasus Tanjung Priok, Malari, dan masih banyak lagi baik karena (dianggap) sesat ataupun (dianggap) subversif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama Demokrasi dan HAM, Reformasi 1998 menjadi tonggak awal kebebasan berpendapat dan berserikat bagi anak negeri. Beberapa harakah Islam pun bermunculan setelah sebelumnya dihadang dengan represif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan bahwa Islam mulai bangkit meski masih dalam harakah yang berbeda-beda dan belum seiring sejalan, namun tetap membuat Zionist International gusar. Kecilnya peluang membasmi 'jamur yang tumbuh di musim hujan' karena HAM, memaksa kaum kufar memeras otak. Langkah yang paling tepat (menurut mereka) tentu dengan isu terorisme. Suatu perang opini yang paling mujarab untuk membuat umat Islam tersudut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, Indonesia menjadi target Zionist menghadang kebangkitan Islam dengan berkedok perang melawan terorisme. Apalagi aparat keamanan (Polri) ikut larut terpancing skenario mereka dengan mengawasi ceramah Ramadhan. Padahal justru seharusnya Polri berkoordinasi dan bekerjasama dengan para ustadz dan ormas Islam dalam menangani para teroris itu. Ada rasa waswas di hati umat dalam Ramadhan tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishawab&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-8679576693614213231?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/8679576693614213231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/08/awasi-dakwah-polri-sudutkan-umat.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/8679576693614213231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/8679576693614213231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/08/awasi-dakwah-polri-sudutkan-umat.html' title='Awasi Dakwah, Polri Sudutkan Umat'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SpJMZZs_PlI/AAAAAAAAASA/ELvqG2Vu9iE/s72-c/Bom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-3454360822685779425</id><published>2009-08-24T05:26:00.004+07:00</published><updated>2009-08-24T05:35:25.424+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NASIHAT'/><title type='text'>(Seharusnya) Lebih Sederhana di Bulan Puasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SpHDO1Kv55I/AAAAAAAAAR4/MNHTHwchmfg/s1600-h/Ramadhan.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373290489987458962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 160px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SpHDO1Kv55I/AAAAAAAAAR4/MNHTHwchmfg/s320/Ramadhan.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p align="justify"&gt;By: Abdi Darma Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti puasa (shiyam) menurut bahasa adalah ‘menahan diri'. Menurut syara', pengertian puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkannya mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, karena perintah Allah semata-mata, dengan disertai niat dan syarat-syarat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menahan diri atau mengendalikan diri dari segala hal yang membatalkan puasa adalah segala hal yang terkait dengan pelampiasan nafsu, seperti makan, minum, pancaindra, nafsu seksual, emosi, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi puasa yang sesuai dengan pengertian puasa di atas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Makan dan minum lebih sederhana dan lebih sedikit dari biasanya.&lt;br /&gt;2. Hubungan sosial menjadi lebih baik karena pengendalian diri dan emosi yang lebih baik. Tindakan kekerasan dapat dicegah.&lt;br /&gt;3. Belanja kebutuhan sehari-hari menjadi lebih irit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika puasa sudah dilaksanakan sesuai dengan pengertian yang benar, maka hikmah puasa yang didapat adalah:&lt;br /&gt;1. Kesehatan menjadi lebih baik karena mampu mengendalikan diri untuk makan dan minum dengan sederhana.&lt;br /&gt;2. Batin lebih tenang dan ibadah menjadi khusyuk.&lt;br /&gt;3. Belanja kebutuhan sehari-hari menjadi lebih irit sehingga bisa menabung. Para pedagang tidak bisa menaikkan harga seenaknya, bahkan terpaksa menurunkan harga.&lt;br /&gt;4. Tujuan puasa untuk menjadi orang yang takwa bisa dicapai dengan kemungkinan lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan menunjukkan bahwa puasa sering dilaksanakan dengan aplikasi yang tidak sesuai dengan pengertian yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan aplikasi puasa dan akibat buruk yang selalu terjadi setiap tahun adalah:&lt;br /&gt;1. Makan dan minum menjadi lebih banyak dan lebih mewah dari pada biasanya. Bahkan, makanan dan minuman yang biasanya tidak dikonsumsi, pada bulan puasa dijadikan tradisi untuk dihi dangkan, seperti kolak, es buah, berbagai macam makanan ter tentu, dan sebagainya.&lt;br /&gt;2. Buka puasa menjadi balas dendam dengan menyantap berbagai jenis makanan dan minuman. Akibatnya, kesehatan terganggu, perut kembung, sering mau buang angin ketika shalat, ibadah menjadi tidak khusyuk.&lt;br /&gt;3. Pengeluaran kebutuhan sehari-hari meningkat dan hal ini diman faatkan oleh para pedagang untuk menaikkan harga seenaknya, sejak sebelum puasa dan menjelang Idul Fitri.&lt;br /&gt;4. Tujuan puasa untuk menjadi orang yang takwa lebih sulit dicapai seperti yang dikatakan sebuah hadis bahwa banyak orang berpuasa tapi hasilnya hanya lapar dan haus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian di atas menunjukkan betapa besarnya hikmah puasa yang bisa kita dapatkan dari segi spiritual, kesehatan, sosial, dan ekonomi jika puasa dilakukan sesuai dengan pengertian yang benar. Sebaliknya, jika puasa tidak dilaksanakan dengan pengertian yang benar, maka kita akan kehilangan hikmah puasa setiap tahun. Bahkan lebih dari itu, kita akan menderita kerugian dan penderitaan dengan adanya kenaikan harga-harga setiap kali memasuki bulan puasa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan renungan yang bermanfaat bagi kita sesama Muslim yang menjalankan ibadah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: republika&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-3454360822685779425?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/3454360822685779425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/08/seharusnya-lebih-sederhana-di-bulan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3454360822685779425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3454360822685779425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/08/seharusnya-lebih-sederhana-di-bulan.html' title='(Seharusnya) Lebih Sederhana di Bulan Puasa'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SpHDO1Kv55I/AAAAAAAAAR4/MNHTHwchmfg/s72-c/Ramadhan.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-6490542145993081643</id><published>2009-08-22T10:11:00.008+07:00</published><updated>2009-08-23T10:09:47.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUISI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY'/><title type='text'>Marhaban Yaa Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SpCvpXKQEMI/AAAAAAAAARw/r5pyXwpGzCg/s1600-h/ramadhan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372987480579510466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 222px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SpCvpXKQEMI/AAAAAAAAARw/r5pyXwpGzCg/s320/ramadhan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derasnya arus cinta bermuara di lautan ikhlas,&lt;br /&gt;Berujung menyatu dalam kasih dan ketulusan,&lt;br /&gt;Menghapus sekat sekat nurani anak manusia,&lt;br /&gt;Menggapai Maghfirah dalam Ridha-Nya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disaat nafas-nafas menjadi tasbih,&lt;br /&gt;Tidurpun bernilai ibadah,&lt;br /&gt;Amal-amal diterima berlipat ganda,&lt;br /&gt;Doa-doamu senantiasa diijabah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,&lt;br /&gt;Tak layak untuk tidak merengkuh Rahmah-Nya,&lt;br /&gt;Tak layak abai dalam Ridha-Nya,&lt;br /&gt;Bersegera menuju Maghfirah-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhaban Yaa Ramadhan&lt;br /&gt;Selamat menunaikan Ibadah Puasa&lt;br /&gt;Mohon maaf atas segala salah dan khilaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;Abi, Ummi, Muthia &amp;amp; Khansa&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-6490542145993081643?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/6490542145993081643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/08/marhaban-yaa-ramadhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6490542145993081643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6490542145993081643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/08/marhaban-yaa-ramadhan.html' title='Marhaban Yaa Ramadhan'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SpCvpXKQEMI/AAAAAAAAARw/r5pyXwpGzCg/s72-c/ramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-3658224180666981</id><published>2009-08-07T16:35:00.003+07:00</published><updated>2009-08-07T16:58:02.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyatun Nafs'/><title type='text'>Sungguh Merugi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Snv53_u5Z8I/AAAAAAAAARo/JotjdvdnjsI/s1600-h/jlnkaki.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367158121338333122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 185px; CURSOR: hand; HEIGHT: 180px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Snv53_u5Z8I/AAAAAAAAARo/JotjdvdnjsI/s320/jlnkaki.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Oleh: Ibnu Jarir, Lc &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah..&lt;/em&gt; segala puji hanya bagi-Mu Ya Allah, kepada-Mu seluruh wajah-wajah tertunduk khusyu’. Ya Allah Engkaulah yang Maha menyelamatkan hamba-hamba-Mu yang terperosok ke lembah &lt;em&gt;hubbuddunya’&lt;/em&gt; kepada kemuliaan dan indahnya akhirat dengan jannah-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Subhanaaka…&lt;/em&gt;Maha Suci Engkau…, dengan kasih sayang-Mu, Engkau hadirkan Ramadhan ke tengah hamba-hamba-Mu yang sedang terhimpit dan tertindih berbagai beban dosa dan maksiat, tantangan dan rintangan, tekanan dan permusuhan dari orang-orang yang ingin mencelakakan kami dengan hasad dan dengki di hati mereka . Kami sadar Ya Allah, ini semua adalah ujian dan cobaan hidup untuk kami, yang dengan ujian ini Engkau hendak meninggikan derajat bagi siapaun yang lulus dari ujian-Mu, dan Engkau hinakan bagi siapapun yang gagal dari segala ujian-Mu. Ya Rabb… kadang derap langkah kaki ini, dalam menapaki tangga ke dekapan-Mu, terasa sangat berat, Ya Allah…sungguh tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tabaaroka…,&lt;/em&gt; Maha Suci Engkau Ya Allah…., Pemberi keberkahan, Engkau berkahi hidup kami untuk berjumpa dengan Ramadhan-Mu, bulan dengan sejuta makna dari kebaikan. Di bulan ini Engkau bentangkan kesempatan untuk bertaubat, mendapatkan maghfirah, rahmat dan kebebasan dari neraka. Engkau kokohkan ruh jihad, Engkau tarbiyah kami untuk memahami kesejajaran rasa antar sesama hamba dengan jiwa sabar dan ukhuwwah. Engkau beri kesempatan pada kami untuk lebih banyak menghidupkan sunnah Rasul-Mu. Engkau hidupkan ruhiyah dan semangat kami untuk selalu bertaqorrub kepada-Mu. Dan Engkau seru hamba-hamba-Mu : &lt;em&gt;Ya faa’ilal khoir aqbil&lt;/em&gt;…( wahai pemburu kebaikan, sambutlah…….)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu ampunan terbuka luas, kesempatan taubat tersedia, pintu-pintu jannah telah terbuka lebar, adakah kita menyadari itu?, tidakkah kita sambut seruan dari-Nya untuk berlomba-lomba memasuki Romadhon dengan amal sholeh kita? ataukah kita terlantarkan kebaikan itu? Bukankah di bulan Ramdahan ini pintu-pintu neraka telah Allah kunci rapat-rapat ? akankah kita paksa dan kita dobrak dengan kemaksyiatan dan kelacuran serta &lt;em&gt;ghoflah &lt;/em&gt;yang tiada henti-hentinya kita lakukan?. Bukankah setan-setan telah Allah belenggu ? akankah kita terus-menerus mengikuti seruan-seruannya sambil menutup mata hati dan pendengaran kita…? lalu kita terjang aturan Allah semau kita? Ya Allah, makhluk macam apakah kami ini, Engkau telah memberikan kesempatan kepada kami untuk datang kepada-Mu di bulan Ramadhan ini, namun banyak pelanggaran yang terus kami lakukan dan kami tidak pandai memanfaatkan kesempatan yang berharga ini? &lt;em&gt;Astaghfirullah… wa atuubu ilaik&lt;/em&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tatapan Rabb kita, terhadap mata-mata kita yang nanar dengan seenaknya memandang kesana kemari tanpa kendali…, yang sedikit menangis karena sesal dosa dan takut dahsyatnya siksa…, Dia tahu apa yang dikhianati oleh mata-mata kita, Allah sangat jeli dengan apa yang ada dalam benak kita, Allah Maha Mendengar apa yang didengar oleh telinga-telinga kita yang dengan leluasa mendengar suara-suara maksiyat, Allah Maha meneropong segala gelimang dan lumuran dosa hamba-Nya dan Allah sergah : &lt;em&gt;Yaa baaghiyas syarr aqshir….&lt;/em&gt; (wahai pelaku-pelaku kejahatan berhentilah…..), Ya Allah karuniakan kami rasa takut kepada-Mu yang menghalangi kami dari bebuat maksiyat kepada-Mu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Al Qur’an yang mulia penuh bimbingan kepada kita, penghidup hati dan pikiran kita, pencerah dan pemompa motivasi kita, penunjuk jalan hidup kita, penyejuk jiwa-jiwa kita, pemberi info siapa saudara dan musuh kita, Kitab itu ada di hadapan kita, apa yang sudah kita lakukan ! adakah kita membacanya.? Mentadabburinya? Menghafalkannya? Mengamalkannya.? Alangkah &lt;em&gt;Ghaflah&lt;/em&gt;nya kita ….. mungkinkah kita beroleh syafa’at-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Qiyamullail&lt;/em&gt; jalan yang ditempuh orang-orang shalih, sebagai sarana menggapai dekapan dan ridha-Allah Swt, sumber inspirasi dan wibawa kita, apakah dengkuran tidur serta selimut menggelayuti kita lalu melewatkannya?, tidakkah kita ingin merasakan kelezatan rahmat-Nya, meraih cinta-Nya dan mendapatkan ampunan-Nya, dengan bermunajat kepada-Nya dikala orang lain terlelap tidur? Merugi…merugilah kita bila kita tidak melaksanakannya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengosongkan perut, tidak makan siang, menahan nafsu biologis siang hari dan obrolan-obrolan tak ada guna, itukah shiyam kita ? Bagaimana dengan mata, telinga, tangan, kaki, lisan, hati dan pikiran kita ? apakah masih bermaksiyat dengan leluasa ? &lt;em&gt;Yaa hasrota&lt;/em&gt;…. Alangkah meruginya kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah melindungi kita, untuk senantiasa mampu bermujahadah meraih ridha-Nya dan terhindar dari sabda Rasulullah saw : &lt;em&gt;Roghima ‘anfu man adrokahu&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Ramadhan falam yughfar lahu&lt;/em&gt; ( celakalah dan menyesal orang yang mendapatkan kesempatan hidup di bulan Ramadhan dan ia tak beroleh ampunan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Allahumma nasyku ilaika dhi’afa quwwatina…  Ya Arhamar raahimin Anta Rabbul Mustadh’afiin, irhamna..Amin.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Dakwatuna.com &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-3658224180666981?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/3658224180666981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/08/sungguh-merugi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3658224180666981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3658224180666981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/08/sungguh-merugi.html' title='Sungguh Merugi'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Snv53_u5Z8I/AAAAAAAAARo/JotjdvdnjsI/s72-c/jlnkaki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-6079863706692440662</id><published>2009-08-05T16:40:00.005+07:00</published><updated>2009-08-05T16:56:38.637+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Totalitas Dalam Dakwah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SnlVkLjx_RI/AAAAAAAAAQA/NRXkOuH11jQ/s1600-h/dakwah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366414511055174930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 111px; CURSOR: hand; HEIGHT: 111px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SnlVkLjx_RI/AAAAAAAAAQA/NRXkOuH11jQ/s320/dakwah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aura ‘hijrah’nya kantor DPP PKS tidak hanya dirasakan oleh kalangan elit dan di Metropolitan seperti Jakarta saja. Namun juga terasa hingga ke struktur dan kader di tingkat kampong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ane yang hanya berada di pinggir kampong di Kecamatan Piyungan turut merasakan semangat itu. Meski hanya bisa menyaksikan lewat jurnalis pemuda hamas yang ikut dalam Solidaritas Palestina di awal tahun baru serta lewat dunia maya ini. Namun sungguh optimisme dalam kiprah di medan dakwah semakin membara.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itu semua, seolah melengkapi target dan evaluasi Liqoat pekanan yang menitikberatkan pada totalitas dalam dakwah. Sebuah jalan yang sangat mulia dan berharga yang akan berujung Ridha dan Syurga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita harus pertahankan semangat kita seperti sebelum Pemilu kemarin.”, Ujar Akh Danie menggelorakan semangat suatu ketika di sela-sela liqo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita hanya bisa menikmati indahnya dakwah ketika ia telah menjadi obsesi dalam diri. Total dalam Dakwah”, Ust. Abu Hasan memberi taujih liqoat pekan terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sinkronisasi menyeluruh dalam diri tiap kader dari tingkat pusat hingga tingkat kampong. Untuk kembali meluruskan niat dalam dakwah. Ada &lt;em&gt;mutabaah&lt;/em&gt;, ada &lt;em&gt;taujih&lt;/em&gt; ada &lt;em&gt;tazkiyatun nafs&lt;/em&gt;, ada &lt;em&gt;tawasaubish-shabr&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang futur agar kembali semangat, yang ujub dan riya’ segera insyaf dan taubat, yang kemarin berubah menjadi ‘hakim’ dadakan bisa kembali menjadi da’i. &lt;strong&gt;NAHNU DUAT LAA QUDHAT. NAHNU DUAT QOBLA KULLI SYAI'&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi bulan mulia tak lama lagi segera hadir. Semua saling menguatkan agar umat mukmin betul betul laksana &lt;em&gt;bunyanun marshush&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sudah selayaknya momen 'hijrah' KANTOR DPP PKS ini kita gunakan untuk memantapkan eksistesi dakwah kita ini. Kembalikan semangat, TOTALITAS DALAM DAKWAH!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka." (Q.S. At Taubah:111)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhaban Yaa Ramadhan. Semerbak wangimu telah kucium.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mokaton city, 5-8-09&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2009/08/totalitas-dalam-dakwah.html" target="new"&gt;diary abi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-6079863706692440662?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/6079863706692440662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/08/totalitas-dalam-dakwah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6079863706692440662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6079863706692440662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/08/totalitas-dalam-dakwah.html' title='Totalitas Dalam Dakwah'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SnlVkLjx_RI/AAAAAAAAAQA/NRXkOuH11jQ/s72-c/dakwah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-3016204808807015204</id><published>2009-08-05T06:58:00.004+07:00</published><updated>2009-08-05T07:12:10.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemuda'/><title type='text'>Pemuda Pembangkit Semangat Dunia Islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SnjOEJt1s7I/AAAAAAAAAP4/DEphoZijlJ4/s1600-h/leaderlogo.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366265526734926770" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 233px; CURSOR: hand; HEIGHT: 173px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SnjOEJt1s7I/AAAAAAAAAP4/DEphoZijlJ4/s320/leaderlogo.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Madinah murung. Mendung tebal serasa menyelimuti seluruh Kota Madinah. Suasana itu hadir di hati seluruh shahabat. Tanpa terkecuali. Semua menundukkan kepalanya. Semua meneteskan air matanya. Semua tersayat hatinya. Dunia kehilangan sumber cahayanya. Rasulullah mulia dipanggil oleh Rabnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemakaman Nabi menjadi klimaks kesedihan yang tak mampu diurai oleh kata-kata. Saat timbunan tanah, sedikit demi sedikit mengubur jasad mulia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dunia Islam berkabung&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 mil dari suasana itu, tepatnya di Juruf (Dari Madinah arah ke Syam), seorang anak muda yang baru berusia 18 tahun menghentikan pasukannya. Pasukan itu telah disiapkan dan diberangkatkan oleh Nabi untuk berjihad melawan Romawi. Hawa sedih Madinah juga sampai kepada mereka. Perjalanan pasukan terhenti. Dihentikan oleh panglimanya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Usamah bin Zaid radhiallahu anhu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, karena mendengar Rasul wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi negara Islam segera sadar, tidak boleh larut dalam kesedihan berkepanjangan. Tugas-tugas besar menanti mereka. Untuk menjaga dan melanjutkan perjuangan Rasulullah. Negara Islam itu segera membaiat pemimpinnya. Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallah anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kendali di tangan Abu Bakar, termasuk pengiriman pasukan Usamah. Saat itu, masalah besar tengah menghajar dunia Islam. Seluruh wilayah Islam murtad. Tidak ada yang tersisa kecuali hanya 3 kota saja: Mekah, Madinah dan Thaif. Semuanya murtad, ada yang mengikuti nabi palsu. Ada yang memisahkan antara syariat shalat dan zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengiriman pasukan Usamah ditentang oleh sebagian shahabat senior. Umar di antaranya. Dua pertimbangannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Usia Usamah yang masih terlalu muda (18 tahun)&lt;br /&gt;2. Negara Islam sedang terancam dan Madinah memerlukan pasukan untuk menjaga eksistensinya dari kemungkinan serangan orang-orang murtad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang boleh menolak dengan alasan paling logis. Termasuk orang secerdas dan sehebat Umar. Tapi semua akan berhadapan dengan Abu Bakar. Termasuk Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tak kenal Abu Bakar. Manusia nomer satu setelah Rasul. Abu Bakar tidak sedang menjadi diktator yang tidak bisa diberi masukan atau kritik. Tetapi inilah Abu Bakar dan rahasia mengapa dia yang menjadi shahabat nomer satu. Ittiba’ (mengikut semua yang disampaikan Nabi) tanpa kompromi. Bahkan tanpa logika. Karena ini wahyu. Datang dari manusia terbaik, Rasul terbaik dengan panduan langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar dan semua shahabat tahu bahwa pasukan Usamah adalah pasukan yang dibentuk oleh Nabi. Maka inilah ketegasan Abu Bakar yang tergoyahkan oleh apapun, “Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalaupun aku tahu bahwa binatang buas akan memangsaku, aku tetap akan memberangkatkan pasukan Usamah sebagaimana perintah Nabi. Walaupun tak tersisa di wilayah ini kecuali aku seorang diri, pasukan tetap aku berangkatkan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar sempat menjadi juru bicara masyarakat Anshar menyampaikan pesan kepada Khalifah Abu Bakar, “Sesungguhnya Anshar memintaku untuk menyampaikan kepadamu; agar engkau mengangkat panglima yang lebih tua usianya dari Usamah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika Abu Bakar melompat dari tempat duduknya ke arah Umar sambil menarik jenggot Umar, “Celakalah kamu hai Ibnu Khattab. Dia itu diangkat oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan sekarang kamu memintaku untuk mencopotnya?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, pasukan berangkat dengan diantar langsung oleh Khalifah. Pasukan yang dipimpin oleh panglima termuda itu bertugas selama kurang lebih 40 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan melaksanakan tugas besarnya. Dimulai dari suku Qudha’ah yang murtad. Usamah menang dan mendapatkan ghanimah. Kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Abil. Kemenangan juga diraihnya dengan membawa pulang ghanimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, Usamah mampu membuktikan diri di tengah ketidakpercayaan publik. Anak muda yang baru berumur 18 tahun itu, telah mengukir prestasi internasionalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, dampak dari pengiriman pasukan ini justru di luar dugaan semua orang yang mengkhawatirkan Madinah. Masyarakat Arab yang menyaksikan pergerakan pasukan Usamah mengira Madinah mempunyai kekuatan yang tidak terukur jumlah dan kekuatannya. Buktinya, masih berani mengirim pasukan Usamah keluar Madinah di tengah pemberontakan aqidah berbagai wilayah khilafah. Masyarakat Arab yang tadinya berniat jahat, jadi mengurungkan niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah. Sekali lagi subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah anak muda itu. Sekali jalan, mampu membungkam musuh negara Islam. Dan pulang dengan kemenangan besar berikut ghanimah. Kemenangan itu membangkitkan semangat membara yang menyala di hati setiap muslim di Kota Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah anak muda 18 tahun itu telah menyumbangkan kebahagiaan dan semangat saat dunia Islam berkabung dengan wafatnya Rasul dan murtadnya sebagian besar wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanakah Usamah-Usamah muda abad 21?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;رضي الله عنك يا أسامة &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Semoga Allah meridhoimu, Usamah!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.cahayasiroh.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=167:pemuda-pembangkit-semangat-dunia-islam&amp;amp;catid=41:pemuda&amp;amp;Itemid=70" target="new"&gt;CahayaSirah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-3016204808807015204?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/3016204808807015204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/08/pemuda-pembangkit-semangat-dunia-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3016204808807015204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3016204808807015204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/08/pemuda-pembangkit-semangat-dunia-islam.html' title='Pemuda Pembangkit Semangat Dunia Islam'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SnjOEJt1s7I/AAAAAAAAAP4/DEphoZijlJ4/s72-c/leaderlogo.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-7860756064294965783</id><published>2009-07-25T08:44:00.012+07:00</published><updated>2009-07-25T15:33:58.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUISI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY'/><title type='text'>Happy BirthDay, Umi..!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SmpkIiS_6LI/AAAAAAAAAPw/e81X_LaAPN0/s1600-h/12Mei09.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362208404146219186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 233px; CURSOR: hand; HEIGHT: 171px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SmpkIiS_6LI/AAAAAAAAAPw/e81X_LaAPN0/s320/12Mei09.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Kutatap perlahan… matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;em&gt;Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu, jatuh… setetes demi setetes.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;em&gt;Laksana oase di terik panasnya gurun sahara (By: ati-rahma)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Umi...&lt;br /&gt;Di saat kami sakit, Umi adalah perawat kami&lt;br /&gt;Di saat kami lemah, Umi adalah Srikandi kami&lt;br /&gt;Di saat kami belajar, Umi adalah Guru kami&lt;br /&gt;Di saat kami mengaji, Umi adalah Ustadzah kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi...&lt;br /&gt;Dalam setiap tangis kami, kasihmu menyapu air mata ini&lt;br /&gt;Dalam keceriaan kami, sayangmu menambah indah panorama&lt;br /&gt;Di atas ombak kasihmu, kami berselancar&lt;br /&gt;Di dalam samudra sabarmu, kami menyelam&lt;br /&gt;Dengan untaian mutiara ikhlasmu kami berhias&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi..&lt;br /&gt;Sungguh jasamu tak berbalas&lt;br /&gt;Syurga terletak di bawah telapak kaki Umi..&lt;br /&gt;Umi... Umi... Umi... Abi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi..&lt;br /&gt;Semoga semakin sabar dan bijak dalam menghadapi kami&lt;br /&gt;Semoga Barokah Allah senantiasa dilimpahkan pada Umi dan kita semua&lt;br /&gt;Happy Birth Day, Umi...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warm Regards,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Abi, Zulfa &amp;amp; Khansa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-7860756064294965783?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/7860756064294965783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/happy-birthday-umi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/7860756064294965783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/7860756064294965783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/happy-birthday-umi.html' title='Happy BirthDay, Umi..!'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SmpkIiS_6LI/AAAAAAAAAPw/e81X_LaAPN0/s72-c/12Mei09.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-8273709287790934172</id><published>2009-07-22T14:13:00.006+07:00</published><updated>2009-07-23T08:39:35.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perspektif'/><title type='text'>Ba'asyir Tuding Amerika Dibalik Aksi Bom</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sme-4s6WwgI/AAAAAAAAAPo/Ao2KmNirHDE/s1600-h/BA%27ASYIR.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361463762745737730" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 179px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sme-4s6WwgI/AAAAAAAAAPo/Ao2KmNirHDE/s320/BA%27ASYIR.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sma9PSxr21I/AAAAAAAAAPg/ZHs-LoXYZRY/s1600-h/Marriot.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/76970-ba_asyir_tuding_amerika_dibalik_aksi_bom" target="new"&gt;VIVAnews&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;; Dengan sistem pengamanan hotel yang ketat, tidak mungkin CIA-nya Amerika tak terlibat.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo kembali menjadi sorotan pasca ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jumat pekan lalu. Salah satu alumni ponpes itu, Nur Said, diduga terlibat ledakan bom. Namun Abu Bakar Ba'asyir menepis dan balik menuding ledakan bom sebagai rekayasa Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan bom di dua hotel bertaraf internasional yang menewaskan sembilan orang dan melukai 55 orang pada Jumat 17 Juli 2009 itu, menurut dia, disengaja untuk menyudutkan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepada wartawan di rumahnya, Kompleks Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Ba'asyir mengatakan, hanya orang bodoh yang mempercayai bom itu bukan rekayasa karena hotel sekelas JW Marriott dan Ritz Carlton mempunyai sistem pengamanan yang sangat ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya sangat tidak mungkin pelaku bom dapat keluar masuk hotel dengan leluasan bila membawa bahan peledak, merakit, kemudian meledakannya dengan mudah. Ba'asyir menduga CIA ada dibalik peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya merasa itu adalah rekayasa CIA, karena tidak mudah masuk Hotel Marriott membawa bom meski dicicil, pasti ketahuan," tegasnya.Disinggung mengenai Nur Said, Ba'asyir mengaku tidak mengenal orang yang disebut-sebut alumni Ngruki tersebut. Karen apada tahun 1994, Ba'asyir tinggal di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski mengaku tidak setuju dengan sejumlah aksi pengeboman yang terjadi di Indonesia, Ba'asyir tetap menghargai ihtihad masing-masing orang dalam berjuang melawan Amerika.Apa yang terkadi, imbuh Ba'asyir, harus dijadikan instrospeksi pemerintah yang terang-terangan menolak hukum Islam, dan ini merupakan peringatan Tuhan agar pemerintah segera kembali dengan hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan: Effendy Rois,antv,Solo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-8273709287790934172?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/8273709287790934172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/baasyir-tuding-amerika-dibalik-aksi-bom.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/8273709287790934172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/8273709287790934172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/baasyir-tuding-amerika-dibalik-aksi-bom.html' title='Ba&apos;asyir Tuding Amerika Dibalik Aksi Bom'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sme-4s6WwgI/AAAAAAAAAPo/Ao2KmNirHDE/s72-c/BA%27ASYIR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-8766805014836985238</id><published>2009-07-19T10:14:00.006+07:00</published><updated>2009-07-19T15:01:11.285+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perspektif'/><title type='text'>Terorisme dan Mainstream Muslim</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SmKRj2-9hiI/AAAAAAAAAPY/oX3b_yKBEcQ/s1600-h/Marriot.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360006551765354018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 215px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SmKRj2-9hiI/AAAAAAAAAPY/oX3b_yKBEcQ/s320/Marriot.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Oleh: Nasaruddin Umar *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom kembali mengguncang dua hotel mewah kemarin pagi. Meskipun belum ada kesimpulan pihak berwajib apa dan siapa sesungguhnya di balik kejadian itu, tetapi opini publik langsung dialamatkan ke kelompok Muslim garis keras. Terlepas apa yang menjadi motovasi dan siapa kelak yang dianggap bertanggung jawab dari peristiwa ini, citra Islam di mata dunia internasional kembali tercoreng. Para pelaku terorisme jumlahnya memang sangat sedikit, tetapi mereka berani mengklaim gerakannya sebagai gerakan jihad memperjuangkan Islam. Bahkan, mereka berani melegitimasi kegiatan-kegiatannya dengan ayat dan hadis.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalangan kolumnis Barat sering mempertanyakan posisi kelompok mainstream Muslim terhadap kegiatan para teroris. Mereka menilai kelompok mainstream ragu-ragu atau tidak berani berbicara keluar tentang tindakan para teroris. Mereka menghendaki kalau memang terorisme dianggap tidak berdasar dari sumbstansi ajaran Islam, seharusnya kelompok mainstream dengan tegas dan tegar mengambil alih klaim minoritas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya sikap seperti ini sudah dilakukan oleh kelompok-kelompok moderat Muslim, tetapi masih terbatas dari mereka yang sering dijuluki kelompok liberal. Belum diikuti secara terbuka oleh kelompok mayoritas. Dekade terakhir ini memang semakin banyak gerakan mengklaim diri sebagai kelompok Islam. Ada yang bercorak radikal dan ada yang bercorak liberal. Kelompok-kelompok ini sesungguhnya minoritas tetapi gerakannya bernilai berita, maka eskalasi opininya lebih luas. Kelompok ini sangat kritis terhadap perkembangan umat Islam. Sementara kelompok mayoritas atau mainstream Muslim lebih banyak memilih diam, makanya sering disebut &lt;em&gt;silent majority&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diamnya kelompok mainstream di dalam menghadapi persoalan krusial menarik dipertanyakan. Mengapa mereka seperti tidak berani speak out ? Mengapa mereka membiarkan kelompok minoritas "menyandera" Islam dengan mengklaim dirinya paling Islam, dan terkadang atas nama Islam melakukan sesuatu yang sesungguhnya kontraproduktif dengan Islam itu sendiri. Satu kelompok begitu bebas memotong-motong ayat atau hadis serta melepaskan historical background -nya untuk membenarkan tujuan dan cara mereka. Akibatnya, antara lain, teroris melayangkan ribuan nyawa tak berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diamnya kelompok mainstream&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diamnya kelompok mainstream bisa menimbulkan multitafsir. &lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, mereka setuju terhadap sebagian atau seluruh tuntutan kelompok minoritas itu. Ini artinya ada konspirasi antara kelompok mayoritas dan minoritas. &lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, mereka tidak berdaya dan tidak berani mengambil alih klaim itu karena boleh jadi institusi Islam mainstream dan tokoh-tokohnya menjadi subsistem terhadap sistem besar yang menyebabkan lahirnya mismanagement umat. Ini mengisyaratkan terjadinya inferiority complex kelompok mainstream.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, karena kelompok mainstream Islam tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. Ini artinya, visi kelompok minoritas dalam mempersiapkan umat masa depan lebih siap. &lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;, mereka menyadari posisinya seperti simalakama lalu menganggap diam sebagai jawaban terbaik sambil memikirkan solusi yang lebih konstruktif. Ini artinya, kelompok mainstream melakukan pembiaran sejarah umat berproses tanpa panduan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelima&lt;/strong&gt;, kelompok mainstream Muslim sudah cair dengan kepentingan fragmatisnya masing-masing. Gambaran mereka tentang jihad tergantung siapa yang dihadapi. Adakalanya mereka menggambarkan jihad secara rasional dan ada kalanya menggambarkannya secara emosional. Jika demikian adanya, maka sedang terjadi hipokritisasi di dalam tubuh mainstream Muslim. Hipokritas masyarakat akibatnya jauh lebih parah dari pada hipokritas individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, kecenderungan menghendaki kehidupan berbangsa paralel dengan kehidupan beragama. Tidak lagi banyak mempersoalkan Islam dijadikan dasar negara atau tidak, yang penting ketenteraman dan kesejahteraan masyarakat terpelihara. Ini semua menjadi isyarat meningkatnya kesadaran beragama dan berbangsa mainstream Muslim. Mereka tidak lagi gampang dibakar emosinya. Cara-cara pemaksakan kehendak pada saatnya akan ditinggalkan oleh mainstream Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Deradikalisasi makna jihad&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya jihad adalah sesuatu yang amat mulia dan luhur. Jihad berasal dari bahasa Arab dari akar kata jahada, berarti bersungguh-sungguh. Dari akar kata ini membentuk tiga kata kunci, yakni jihad (perjuangan dengan fisik), ijtihad (perjuangan dengan nalar), dan mujahadah (perjuangan dengan kekuatan rohani). Ketiga kata tersebut mengantarkan manusia untuk meraih kemuliaan. Jihad yang sebenarnya tidak pernah terpisah dengan ijtihad dan mujahadah. Jihad harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan kekuatan ijtihad dan mujahadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad Rasulullah lebih mengedepankan pendekatan &lt;em&gt;soft of power&lt;/em&gt; . Ia lebih banyak menyelesaikan persoalan dan tantangan dengan pendekatan nonmiliteristik. Ia selalu mengedepankan cara-cara damai dan manusiawi. Bentrok fisik selalu menjadi alternatif terakhir. Itu pun sebatas pembelaan diri. Kalau terpaksa harus melalui perang fisik terbuka, Nabi selalu mengingatkan pasukannya agar tidak melakukan tiga hal, yaitu tidak membunuh anak-anak dan perempuan, tidak merusak tanaman, dan tidak menghacurkan rumah-rumah ibadah musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah marah kepada panglima angkatan perangnya, Usamah, lantaran Usamah membunuh seorang musuh yang terperangkap lalu mengucapkan syahadat. Nabi bersabda, &lt;em&gt;''Kita hanya menghukum apa yang tampak dan Allah yang menghukum apa yang tak tampak (akidah).''&lt;/em&gt; Akhlaqul karimah tidak pernah ia tinggalkan sekalipun di medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan jihad tak perlu diragukan. Namun, kekuatan ijtihad tidak kalah pentingnya dengan jihad secara fisik. Nabi secara arif pernah menyatakan bahwa, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Goresan tinta pena ulama lebih mulia daripada percikan darah para syuhada."&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Demikian pula dengan kekuatan mujahadah, Nabi pernah menyatakan seusai sebuah peperangan hebat, &lt;em&gt;"Kita baru saja kembali dari medan perang kecil ke medan perang yang lebih besar, yaitu melawan hawa nafsu".&lt;/em&gt; Menaklukkan hawa nafsu bagian dari fungsi mujahadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad tidak mesti harus diidentikkan dengan bentrokan fisik. Melakukan berbagai usaha secara fisik dan nonfisik untuk terwujudnya keamanan, keselamatan, dan ketinggian martabat manusia juga termasuk bagian dari jihad. Menyingkirkan batu kerikil di jalanan yang dapat membahayakan orang lain termasuk cabang dari jihad, kata Rasulullah SAW. Medan jihad di sekitar kita semakin banyak, meskipun musuh-musuh dari kaum kafir secara fisik tidak tampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad yang dilakukan harus dengan taktik, cara, dan strategi yang benar dan tepat. Jihad tidak boleh kontraproduktif dengan tujuan umum syariah, yaitu menjunjung tinggi keadilan, kesentausaan, dan amanah. Jihad yang dilakukan Rasulullah selalu mendatangkan manfaat yang lebih besar dengan risiko yang sangat minim. Rasulullah memang pernah mengatakan, &lt;em&gt;"suarakanlah kebenaran sekalipun pahit",&lt;/em&gt; namun ia juga selalu mengingatkan seruan Tuhan dalam Alquran: &lt;em&gt;"Jangan melemparkan diri kalian ke dalam kebinasaan" (QS al-Baqarah/2:195)&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah lima kali Allah menyerukan jihad tetapi selalu diawali dengan hijrah &lt;em&gt;( wahajaru wajahadu )&lt;/em&gt;. Ini mengisyaratkan bentrokan fisik harus dihindari sepanjang masih ada opsi lain, termasuk hijrah. Inilah jihad para Nabi, termasuk jihadnya Rasulullah. Ia memilih hijrah ke beberapa tempat, termasuk Thaif dan kemudian yang paling penting ialah memilih hijrah ke Yatsrib (Madinah), bukannya mempertahankan diri dengan segala konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jihad tidak mesti identik dengan darah dan kematian. Jihad lebih dekat kepada kehidupan daripada kematian. Persepsi masyarakat internasional yang mengonotasikan jihad dengan akasi-aksi kekerasan, teror, dan bunuh-bunuhan jelas keliru. Di sinilah perlunya deradikalisasi pemahaman jihad di dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi peristiwa pengeboman dan aksi-aksi teroris lainnya, sebaiknya semua pihak melihat kasus itu secara proporsional. Jangan sampai peristiwa pengeboman yang terjadi di negeri kita terlalu jauh di dramatisir dan dibawa ke dunia politik untuk memojokkan kelompok-kelompok tertentu, maka itu artinya kita ikut serta mengaburkan dan mengeliminir persoalan asasinya. Kita tunggu dan kita beri kesempatan kepada para aparat berwewenang untuk menuntaskan persoalan ini dengan tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*) Guru Besar UIN Jakarta, Rektor Institut PTIQ Jakarta &amp;amp; Katib Am PB NU)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://republika.co.id/berita/63376/Terorisme_dan_Mainstream_Muslim" target="new"&gt;Republika&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-8766805014836985238?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/8766805014836985238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/terorisme-dan-mainstream-muslim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/8766805014836985238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/8766805014836985238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/terorisme-dan-mainstream-muslim.html' title='Terorisme dan Mainstream Muslim'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SmKRj2-9hiI/AAAAAAAAAPY/oX3b_yKBEcQ/s72-c/Marriot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-449358265866001422</id><published>2009-07-13T15:06:00.004+07:00</published><updated>2009-07-13T15:15:59.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Golkar Beroposisi, Memang Berani?</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Slrs8G59WFI/AAAAAAAAAPQ/XlvQJ25S1OI/s1600-h/23.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357855224100640850" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 175px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Slrs8G59WFI/AAAAAAAAAPQ/XlvQJ25S1OI/s320/23.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SlrsbkJOPPI/AAAAAAAAAPI/y-MjebDlW_M/s1600-h/23.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perhelatan akbar pesta demokrasi negeri ini sudah mendekati babak akhir. Meskipun hasil pilpres belum ditetapkan oleh KPU, namun berdasar quick count pasangan SBY-Boediono dipastikan unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan yang cukup telak yakni sekitar 60% tetap mencerminkan komposisi parpol pendukung koalisi. Hal ini berbanding terbaik dengan perolehan JK-Wiranto yang justru di bawah suara Golkar tanpa koalisi.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekalahannya, seharusnya menempatkan Golkar dengan koalisinya sebagai oposisi sesuai kesepakatan koalisi besar yang telah dibangunnya bersama Hanura, PDIP dan Gerindra beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perkembangan politik terakhir mengindikasi kemungkinan Golkar masuk dalam pemerintahan dan tidak mengambil peran oposisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati sinyal politik ini, publik kembali akan menonton akrobat politik yang dimainkan Golkar. Kelihaian partai yang telah berkuasa selama 42 tahun dan sarat akan asam garamnya.&lt;br /&gt;Jauh sebelum pencapresan JK, kesiapan Golkar menjadi oposisi pun telah dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan seorang pengamat politik dalam sebuah dialog di TV pernah menyebut 'Golkar yang selalu konsisten dalam inkonsistensi'. Ini tak lepas dari track record selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Syafi'i Ma'arif berkata: 'JK is the real president', namun perolehan suara yang terus menurun setiap pemilu menunjukkan juga bahwa publik menganggap: 'Golkar is the real looser'. Barangkali Golkar memang harus menjadi oposisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini rakyat akan menunggu akankah Golkar lulus dalam ujian konsistensi? Partai yang 'berjasa' mengubah Indonesia dari Singa Asia menjadi Tikus Asia ini memang dalam posisi yang cukup sulit. Bila salah langkah, niscaya baginya kiamat sudah dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widodo&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="mailto:widodo@nhm.co.id"&gt;widodo@nhm.co.id&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/07/13/127268/golkar-beroposisi-memang-berani" target="new"&gt;inilah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-449358265866001422?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/449358265866001422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/golkar-beroposisi-memang-berani.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/449358265866001422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/449358265866001422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/golkar-beroposisi-memang-berani.html' title='Golkar Beroposisi, Memang Berani?'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Slrs8G59WFI/AAAAAAAAAPQ/XlvQJ25S1OI/s72-c/23.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-3727582071767762317</id><published>2009-07-11T15:32:00.011+07:00</published><updated>2009-07-19T15:12:03.513+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY AMMAH'/><title type='text'>Saat Cinta Terurai Jadi Laku</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Slk9z-2bm9I/AAAAAAAAAPA/waDXAUXhQFA/s1600-h/KenSri.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357381194987838418" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 100px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Slk9z-2bm9I/AAAAAAAAAPA/waDXAUXhQFA/s320/KenSri.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;by Ken Sri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jeritan si sweet red tanda panggilan masuk, membuyarkan konsentrasiku yang sedang pijit-pijit. Mencoba redakan kepala yang sedari pagi nyut-nyutan. Kamis 21.46 WIB, &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"assalamu'alaykum Bu Nur...," sahutku begitu tahu 'nama' yang nongol di display sweet red. &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"wa'alaikumussalam, gimana kabar ibu ukhti?", suara murobbiyahku dari sumokaton sana terdengar &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"Alhamdulillah baik, bu. Lha pripun?", kataku sambil menyimpan heran, ngapain ya bu Nur malem-malem gini nanya kabar ibuku. &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tadi sore juga ketemu di liqo, kenapa gak tanya tadi..? &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"lha anti sekarang di mana? Ibu dimana?" bu Nur kembali bertanya yang malah menambah heranku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"saya dirumah, ibu sama bapak lagi pengajian belum pulang," balasku yakin. Sebenernya rada gak biasa juga jam segini belum pulang. Malem-malemnya 21.30 lah. Tapi pikirku mungkin banyak pertanyaan dari jama'ah pengajian, jadi diskusi agak lama. &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"lho, katanya ibu jatuh!" pelan saja suara bu Nur. &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Blaaarrr....!! Pening kepala langsung buyar berkeping2 tak menyisa. Mak jenggirat!! &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"Innalillahi...jatuh gimana bu? Lho kok bu Nur bisa tau!?", tanpa diminta kaki dan tanganku langsung gemetar. &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"Saya dikabari ukhti Puji, katanya jatuh gitu. Trus dibawa ke puskesmas Piyungan. Lha tak kira anti sudah disana....," lanju bu Nur &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"Belum, bu. Saya belum tau! Ya, ya, matur nuwun. Saya tak segera ke puskesmas."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Honda star butut yang tak bisa lari, kupaksa untuk melesat secepatnya ke puskesmas. Tak ayal, suaranya menderu-deru aleman cari perhatian di jalanan yang mulai lengang. &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sampai puskesmas, kok sepi?! Ketika kutanyakan pada petugas jaga, ternyata ibu dirujuk ke RSI Hidayatullah. Duh, makin nano-nano rasanya! Separah apakah sampai harus dirujuk ke RS segala? Tak banyak info ku dapat selain bahwa ibu dalam kondisi sadar dan kepalanya membengkak besar. Secepatnya aku balik ke rumah, kasih tau adik yangg belum tau musibah ini, dan segera mengungsikannya ke rumah simbah. Aku minta temeni om tuk ngantar ke hidayatullah. Baru mau berangkat, tiba-tiba ada telpon masuk. Dari pak rusdi ketua dpra srimartani. Pasti ada hal penting sampai beliau telpon malem2 gini (pikirku mungkin tau musibah ini, dan hendak menanyakan kabar ibu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dan menang benar, bahkan tak cuma sekedar tau, tapi beliau sudah tiba di RS. Ternyata atas komando bu Nur wakidah, pak Rusdi segera mengecek ke puskesmas. Trus ke Hidayatullah begitu tau dirujuk kesana. Alhamdulillah, aku minta tolong untuk dicarikan info tentang kondisi ibu. &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dalam perjalanan ke RS bu Nur sms, mengabarkan bahwa beliau juga sudah di Hidayatullah. Ibu baru diperiksa, jadi belum tau kondisinya. Gitu kata bu Nur. Meski belum tau kondisi ibu, tapi nyicil ayem. Ada temen-temen disana. &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sampai RS sekitar 22.30. Kujumpai bapak &amp;amp; teman pengajiannya. Ada bu Nur, mbak titi TiQu, pak Rusdi, dan sepasang suami istri yang juga tetanggaku. Kedua bola mata ini memanas, menahan haru. Betapa besar perhatian sodara2 yang tak terikat darah ini... &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Belum juga ada info kondisi ibu. Masih di ruang UGD. Saat itulah mengalir kisah dari seorang saksi mata. Sambil berurai air mata bertutur bagaimana kecelakaan terjadi (yang bikin aku makin tak karuan adalah kesehatan ibu yang kurang sip, sedang menjalani rawat jalan atas gangguan jantung &amp;amp; paru2). Dan ternyata sepasang suami istri tetanggaku tadi adalah orang tua penabrak. &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;23.00-an, mbak puji dengan mata laronnya (ngantuk berat kayanya) datang bersama adiknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"ngapain mbak malem-malem gini kesini juga....," sambutku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"gimana aku bisa tidur, kepikiran ibumu terus...yang sabar ya...," kata teman liqo yang juga tetanggaku ini sambil membelai kepalaku. Ah...ayem rasanya ditemani sodara2 seperti mereka...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;23.30-an, kami diijinkan masuk ke ruang UGD. Tubuh ringkih ibu terbaring lemah, dengan 25 jahitan di kepala dan kaki. Malam itu diputuskan rawat inap di RS untuk rontgen dan observasi (ini atas peran bu Nur Wakidah, karna ortu penabrak menginginkan rawat jalan saja. Matur nuwun bu Nur...). Sekitar 24.00, bu Nur, mbak titi TiQu, mbak Puji dan adiknya, pak Rusdi, pamit pulang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;........&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sampai pagi ini, sudah seminggu Ibu masih dirawat di Hidayatullah. Dan setiap pagi, mbak titi TiQu mengantarkan bubur untuk ibu serta sarapan untukku. Jazakillah mbak TiQu...Terimakasih yang terucap hari ini dan hingga kapanpun, tak kan pernah mengimbangi apa yang telah kalian berikan pada kami....Mohon doanya dari antum semua, agar ibu diberikan kesembuhan yang tiada menyakitkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Arafah room. kamis 18/6 07.50 wib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-3727582071767762317?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/3727582071767762317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/saat-cinta-terurai-jadi-laku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3727582071767762317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3727582071767762317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/saat-cinta-terurai-jadi-laku.html' title='Saat Cinta Terurai Jadi Laku'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Slk9z-2bm9I/AAAAAAAAAPA/waDXAUXhQFA/s72-c/KenSri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-2238764203783899618</id><published>2009-07-07T15:12:00.010+07:00</published><updated>2009-07-08T08:00:08.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemuda'/><title type='text'>Peran Pemuda sebagai Agen Kebangkitan Umat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SlMEBPHgp1I/AAAAAAAAAO4/dUL7bEorLKI/s1600-h/pemuda.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355628801158063954" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 268px; CURSOR: hand; HEIGHT: 184px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SlMEBPHgp1I/AAAAAAAAAO4/dUL7bEorLKI/s320/pemuda.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Dr. Muhammad Mahdi Akif *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw, beserta keluarga dan para sahabatnya dan orang-orang yang mendukungnya, selanjutnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa pemuda dan pemudi kita merupakan amunisi masa depan, buah cita-cita menuju kebangkitan umat, keluar dengannya dari keterbelakangan dan keterpurukan menuju kemajuan dan kecemerlangan, ketika kita menjalankan kewajiban bersama mereka dalam tarbiyah yang benar atas iman yang murni, jiwa yang baik, akhlaq yang suci dan mulia, membangun perasaan yang hidup, bersama para pemuda umat menuju kemuliaannya, bersungguh-sungguh dalam mengembalikan kemuliaannya, melindungi agama dan negerinya, mengeluarkan harta karun yang terpendam di dalamnya, memanfaatkan sumber daya alamnya, menguasai energi dan potensinya, menghilangkan berbagai halangan dan rintangan yang menghalanginya tanpa mewujudkan misi ini, siap memikul segala penat dan beban di jalan menuju tujuan ini, demikian tujuan pertama yang dibawa &lt;em&gt;Ikhwanul Muslimin&lt;/em&gt;, sehingga mampu mengembalikan kehormatan dan kemuliaan umat, mengembalikan kepemimpinan dan jati dirinya, mengembalikan kepada alam kemanusiaan terhadap apa yang hilang darinya berbagai hidayah dan petunjuk dan menimpa mereka akan sirnanya kebahagiaan dan kebaikan; karena Allah SWT memerintahkan agar jangan sampai melakukan dakwah dan pemikiran kecuali dengan kekuatan dan potensi pemuda, dan demikianlah Sirah Nabi saw. dan sirah para shalihin yang mengabarkan kepada kita bahwa pemuda adalah pengendali nya dan penolongnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemuda adalah tonggak kebangkitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda dalam tubuh umat adalah sumber kekuatannya, pembuat kemuliaannya, arsitek kehidupannya, tanda menuju masa depannya, karena mereka memiliki potensi dan kekuatan, memiliki banyak waktu dan keinginan, khususnya para pelajar yang -saat ini- telah selesai melaksanakan ujian. Pemuda yang memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan pekerjaan dan amal yang sesuai keinginan mereka, ketika para pemilik ide dan hikmah di dalam tubuh umat memiliki proyek reformasi yang jujur, benar dan sesuai dengan aqidah umat, sejarahnya dan peradabannya, mereka selalu menghadirkan para pemuda; karena mereka akan terdorong dengan penuh semangat untuk mengemban amanah ini dan berjalan dengannya menuju realisasi dan kejayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Ibnu Abbas mengabarkan kepada kita bahwa nabi saw bersabda pada saat perang Badar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa yang melakukan ini dan ini, dan berada di tempat ini dan ini maka ia akan mendapatkan ini dan ini, maka bersegeralah para pemuda menuju apa yang disebutkan, sementara para senior (orang tua) tetap berada menjaga bendera…(Nasa’I dan Baihaqi)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata: Tidaklah Allah memberikan kepada seorang hamba ilmu pengetahuan kecuali kepada para pemuda, karena banyak kelebihan dan kebaikan yang terdapat di dalamnya”, kemudian beliau membaca firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Mereka berkata: Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”. (Al-Anbiya:60)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;dan firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk”. (Al-Kahfi:13)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;dan firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan Kami berikan kepadanya hikmah pada usia masih kecil”. (Maryam:12)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu di antara prioritas dakwah reformasi yang penuh berkah kami ini adalah fokus pada pemuda, dan di antara karakteristiknya adalah kuatnya penerimaan para pemuda di berbagai tempat atas dakwah Ikhwan; beriman kepadanya, mendukungnya dan menolongnya, dan berjanji kepada Allah untuk bangkit dengan realistis dan bekerja di jalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Konspirasi yang tertuju pada pemuda Muslim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada saat yang dibutuhkan umat peran yang banyak dari pemuda melalui adanya qudwah hasanah dalam berbagai bidang yang beragam; justru para pemuda sedang berhadapan dengan konspirasi besar dengan beragam jenis, bentuk dan sarananya; yang dilakukan oleh kelompok penguasa melalui pengendalian potensi umat dan mimbar-mimbar tsaqafiyah, media dan tarbiyah, mazhab-mazhab yang batil, dakwah-dakwah yang sesat, film-film beraroma pornografi dan pornoaksi, narkoba yang merusak dan lain sebagainya dari berbagai corak penyimpangan dan penyesatan yang beragam, hiburan yang sia-sia, dan berbagai sarana pembawa kerusakan yang hingga sekarang masih merajalela; yang bertujuan untuk melemahkan kekuatan umat Islam dan meruntuhkan pertahanannya, menghancurkan imunitasnya, menyia-nyiakan harta dan generasinya, membunuh karakternya, menghancurkan akal para pemudanya, membuat keraguan pada agama dan manhaj-manhajnya, menjauhkan antara mereka dan nilai-nilai mulia yang ada dalam sejarah mereka, memberikan pendidikan yang acuh dan cuek, mengikuti hawa nafsu dan syahwat, tidak peduli dengan berbagai urusan umat dan mereka bekerja dalam usaha menyimpangkan para pemuda dari petunjuk pada kesesatan, menyia-nyiakan waktu dan potensi mereka pada sesuatu yang tidak bermanfaat baik agama dan dunia; sehingga mereka mampu menguasai para pemuda, berusaha menjadikan obsesi salah seorang dari mereka –pemuda dan pemudi- pada fenomena yang kosong atau makanan yang enak, pakaian yang unik, kendaraan yang mewah, pekerjaan yang mengarah materi belaka dan julukan yang kering, sekalipun harus dengan beli kemerdekaannya, menginfakkan kehormatannya, dan menghilangkan hak umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan oleh karena itulah umat terus berada pada keterbelakangan dihadapan umat yang mengalami kemajuan, mampu dikalahkan oleh musuh karena kelemahannya… yang demikian merupakan usaha yang berkelanjutan untuk menghancurkan obsesi dan menghilangkan permusuhan atas mereka (musuh Islam), memilah-milah para pemuda umat untuk menghancurkan akhlaq mereka, ditambah dengan ikut serta mereka saat di akhirat nanti, ke dalam neraka dan azab yang pedih… &lt;em&gt;na’udzubillah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konspirasi yang selalu menimpa para pemuda # Untuk melepaskan diri dari kesatuan berperang&lt;br /&gt;Konspirasi yang selalu berkata kepada mereka; kemarilah # Kepada syahwat dibawah naungan minuman yang memabukkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konspirasi yang melemparkan pengaruh # Yang selalu diatur oleh syaitan pembawa kehancuran&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peran masyarakat Islam terhadap pemuda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya diketahui bahwa masyarakat Islam membutuhkan akan pengerahan potensi yang besar untuk menghidupkan iman dalam jiwa pemuda, menumbuhkan perasaan tanggungjawab dari jiwa pemuda, baik dari para orang tua, kaum ibu, para guru, para duat, cendekiawan, wartawan dan pemimpin politik; akan pentingnya kerja sama, saling tolong menolong, dan mengerahkan segala potensi dan kekuatan dalam mengalihkan pemuda umat dari apa yang dapat membahayakan mereka agamanya, akhlaqnya dan kesehatannya, mendistribusikan kekuatan mereka kepada sesuatu yang memberikan manfaat untuk umat, dan kami melihat bahwa jalan untuk menuju hal tersebut adalah sebagai berikut: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memberikan pendidikan kepada para pemuda untuk hidup di bawah naungan risalah yang mulia, membentengi mereka dengan ilmu pengetahuan dan kesadaran, dan mengobarkan semangat kesadaran yang terdiri pada ajaran Islam yang dapat merasuk dalam jiwa mereka, dan apa yang seharusnya menjadi kewajiban para pemuda akan istiqamah (integritas) dan I’tidal (sikap lurus), sesuai dengan manhaj (Platform) Islami; sehingga mampu menjalankan tugas-tugas berat, dalam memberikan pelayanan agama, nusa dan bangsa mereka. Dan saya menyeru kepada seluruh universitas dan lembaga-lembaga ilmiah; milik pemerintah dan swasta, dan kelompok –kelompok yang memiliki perhatian terhadap kemajuan umat masa sekarang dan masa depan bangsa untuk memperhatikan hal ini, dan itu berarti mendidik pemuda bangsa dan orang-orang yang bijaksana untuk memiliki kesadaran, dan siap menghadapi dengan sungguh-sungguh terhadap berbagai konspirasi, menyadari apa yang diinginkan umat Islam dari berbagai niat jahat dan licik, dan jadikanlah tema tatsqif kepada para pemuda.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”. (At-Taubah:119) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak Mengadakan perbaikan”. (As-Syu’ara:151-152)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berusaha mencari alternatif yang lebih baik untuk mengisi kekosongan yang mendorong pemuda jatuh pada penyimpangan akhlaq. Dan dalam hal ini saya menyeru kepada pusat-pusat kepemudaan dan olah raga baik pemerintah maupun swasta, club-club sosial, dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat untuk memasukkan dunia Islam pada pelaksanaan daurah-daurah ilmiah dan keterampilan yang bermanfaat bagi pemuda, mengarahkan mereka untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan nyata yang beragam, sehingga mereka terbiasa untuk aktif dan merasakan eksistensi dan keberadaan mereka dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuka kesempatan kepada para pemuda untuk ikut serta dan aktif dalam proyek kebangkitan dan reformasi yang integral, menyadari akan potensi mereka, sehingga dengan itu mereka terbiasa melakukan nilai-nilai positif, meninggalkan sikap acuh dan ketidakpedulian serta sikap-sikap negatif yang telah banyak merasuk dalam kehidupan para pemuda. Dan dari sini saya menyeru kepada para cendekiawan, koresponden politik, serta lembaga-lembaga tsaqafah, kelompok-kelompok dan yayasan-yayasan yang memiliki hubungan dengan penumbuhan kesadaran dan wawasan untuk memberikan sumbangan pemikiran dan pendapat, dan mendiskusikan permasalahan pemuda dan menyimak pendapat-pendapat mereka, menumbuhkan keahlian mereka untuk dapat ikut serta dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi umat, dan bersegera melakukan kebangkitan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepada para ulama yang memiliki perhatian terhadap pemuda hendaknya bersungguh-sungguh dalam menyatukan para pemuda umat ini, memberikan arahan kepada mereka, menghancurkan batu penghalang antara mereka dengan para pemuda umat, mengembalikan perasaan tsiqah yang telah hilang dari mereka, melalui mobilisasi peran positif mereka secara kongkret dalam memimpin kebangkitan ini, melalui pengokohan diri pada kalimat yang hak, memberikan peringatan kepada para pemuda dan umat akan berbagai fenomena yang menafikan dan bertentangan dengan syariat Allah SWT; yaitu dengan selalu menjaga persatuan umat, potensi dan kepemudaannya, dan juga menyatukan keseluruhannya untuk menghadapi ancaman yang berbahaya tersebut. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya sampaikan bahwa para ulama memiliki peran yang besar dalam menjaga dan melindungi pemuda, memberikan kepuasan akan kebutuhan ilmiah dan tarbiyah mereka, kepuasan dalam ilmu yang benar dan tarbiyah yang sungguh-sungguh, diiringi dengan taqwa kepada Allah terhadap apa yang akan datang, yang ditinggalkan, difatwakan dan diberikan wawasan, karena tanpa ini semua maka para pemuda akan mencari kesibukan sendiri terhadap sesuatu yang dapat membangkitkan semangat mereka, memahami potensi dan kemampuan mereka bukan pada koridor yang sebenarnya, padahal Allah telah mengambil perjanjian dan menegaskan perjanjian tersebut pada ulama di setiap kepercayaan untuk menjelaskan kebenaran dan tidak menyembunyikannya: &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,“(Ali Imran:187) &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;dan firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang Menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati, kecuali mereka yang telah tobat dan Mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), Maka terhadap mereka Itulah aku menerima tobatnya dan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Akulah yang Maha menerima tobat lagi Maha Penyayang”. (Al-Baqarah:159-160) &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Wahai para ulama murabbi ..(ketahuilah) bahwa pembinaan Pemuda bangsa atas kebanggaan, keberanian, kerja keras dan kesungguhan merupakan tanggung jawab kalian, dan kalian adalah yang paling berhak dan ahlinya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kepada para pemimpin bangsa dalam berbagai bidang dan tingkatan; hendaknya memberikan kesempatan kepada para pemuda beberapa posisi dan tanggung jawab, dengan memberikan kesempatan kepada mereka yang dapat membuat mereka bebas bergerak dan memilih; guna mempersiapkan mereka, dan mengembangkan bakat dan mengeksplorasi potensi yang mereka miliki, dan juga memberikan kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang tua dan sesepuh, untuk mengambil manfaat dari pengalaman dan mencontoh &lt;em&gt;ibrah&lt;/em&gt; dari pengalaman mereka; sehingga menyatu antara potensi pemuda dengan kebijaksanaan dari orang tua, membuahkan hasil menjadi orang yang cerdas dalam memberikan pendapat dan baik dalam kerja, dan demi Allah… Umar bin Al-Khathab, yang mengambil dari pemuda umat ini yang memiliki kesadaran dan pencerahan untuk menjadi penasihatnya; ikut serta dalam majelis bersama para senior dan pemimpin, dan memberikan sesuatu (pendapat) yang bermanfaat untuk bangsa. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apakah sama orang yang berfikir maju # Dengan orang yang berfikir mundur &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Barangsiapa yang mencari tujuan bukan pada # Kebenaran tidak akan sampai pada tujuan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Nasihat untuk para pemuda &lt;em&gt;Ikhwanul Muslimin&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sejak tujuh puluh tahun lalu ada enam pemuda dari universitas Mesir hadir; mereka menyerahkan diri dan tenaga mereka karena Allah, dan mereka bergerak untuk menyebarkan dakwah yang benar, petunjuk dan kebahagiaan antara pemuda di universitas-universitas, dan Allah mengajarkan kepada mereka keikhlasan dan kejujuran, memberikan dukungan dan kekuatan kepada mereka, sehingga dalam universitas tersebut seluruhnya bagian dari pendukung &lt;em&gt;Ikhwanul Muslimin&lt;/em&gt;, mencintai dan menghormati mereka dan berharap dari mereka mendapatkan kesuksesan, dan dari pemuda universitas tersebut ada kelompok yang mulia dan beriman ikut serta dalam berdakwah, dan menyebarkan kabar gembira di setiap tempat, dan bergerak dari perkotaan ke pedesaan, sehingga akhirnya masyarakat dari perkotaan, pedesaan dan dusun menerima dakwah mereka. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan hal Ini memiliki dampak yang besar dalam kebangkitan suatu bangsa, tidak hanya terbatas penerimaan pemuda atas kelompok pelajar, orang-orang terkemuka dan yang lainnya saja namun juga pada kalangan rakyat yang beriman mau menerima dakwah ini, dan bahkan menjadi sebaik-baik pendukung dalam perjalanan dakwahnya, betapa banyak dari kalangan pemuda yang tersesat akhirnya mendapatkan hidayah, dalam kebingungan akhirnya mendapat petunjuk, terjerumus dalam kemaksiatan lalu Allah memberikan arahan menuju ketaatan, tidak mengenal tujuan hidup lalu diberikan arahan akan tujuan hidupnya&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;“Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki “. (An-Nuur:35) &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mereka para pemuda yang memiliki denyut nadi, yang mencintai negara dan bangsa, peran mereka yang besar dalam memerdekakan keinginan umat dan dalam menghadapi proyek penjajahan, sekiranya tidak ada pengkhianatan oleh sebagian rezim pemerintah maka akan terwujud apa yang menjadi keinginan mereka dalam menghancurkan proyek Zionisme, namun itulah takdir Allah dan tidak bisa dipungkiri akan adanya hikmah dibaliknya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan pada kurun 30 tahun yang lalu, ada juga kelompok dari para pemuda &lt;em&gt;Ikhwanul Muslim&lt;/em&gt; di Universitas-universitas Mesir aktif dalam menyebarkan dakwah pada kebaikan dan cahaya di tengah para pemuda lainnya, terutama setelah para thagut menduga bahwa mereka telah hancur, padahal para pemuda tersebut telah mendapatkan hikmah dan pengalaman dari para orang tua, memahami risalah dan dakwah, saling melakukan tanya jawab bersama pemuda Islam yang haus pada dakwah yang benar, sehingga dakwahpun menyebar kembali kepelosok negeri Mesir, bahkan hingga menjangkau negara-negara Arab dan Islam dan bahkan negara minoritas muslim, para pembela kebenaran melihat cahaya kebenaran ini dan tunduk kepadanya, dan mereka selalu mendengarkan akan cahaya kebenaran lalu menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bersamaan dengan berbagai kendala dan hambatan yang merintang di jalan dakwah dan reformasi; mereka menemukan cara untuk masuk ke dalam hati bangsa, melalui keteguhan para pemuda dan ketegarannya, yang menyadari nilai risalah yang mereka pegang dan hormati, dan kebutuhan negara dan bangsa akan perjuangan dan pengorbanan mereka, mereka terus melakukan kebaikan di berbagai bidang, dan memberikan prestasi di berbagai penjuru, dan menghadirkan teladan yang indah kepada negara, kesetiaan dan pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kami melihat ini sebagai tanda petunjuk, dan kami terus melihat kemajuan yang menyeru kami untuk memiliki cita-cita yang kuat, ketekunan dan komitmen serta melipat gandakan kerja keras&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;“Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Al-Imran: 126). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena itu wahai para pemuda &lt;em&gt;Ikhwanul Muslimin&lt;/em&gt; di berbagai penjuru.. berpegang teguhlah kalian pada agama kalian, dan bertebaranlah membawa dakwah yang benar bersama Ikhwan kalian yang lainnya..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berjalanlah, karena kalian adalah bak kuda dan hatinya # Sinarilah bumi dengan membawa citra dan cahaya&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berjalanlah dengan membawa berkah Allah dan menyebarlah # Kami akan menjadi telinga yang siap mendengar dan mata yang siap melihat&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ingatkanlah kepada kami hari-hari telah lewat # Sungguh kami telah lupa akan waktu dan usia&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kami menginginkan para pemuda untuk menentang pemerintah yang korup dan musuh bangsa dan agama, dan membalikan meja para pelaku konspirasi pemuda bangsa ini dan menyeru:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya adalah seorang muslim yang berusaha menyelamatkan dunia # Menuju cahaya, keimanan dan bahagia&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sungguh ironi terhadap ujian yang menimpa umat ini # Yang telah jauh dari jalan Pemberi Hidayah&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Nasihat untuk para pemuda umat ini.. laki-laki dan wanita &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalian adalah cita-cita dan harapan bangsa, dan kami mengetahui bahwa dalam diri kalian ada kebaikan yang besar, karena itu rasakanlah selalu wahai para pemuda apa yang sedang dialami oleh umat dan bangsa ini akan kehinaan, penindasan, realita yang menyedihkan, kondisi yang memilukan tidak menjanjikan akan kebebasan dan kemerdekaan yang diidamkan. Dan sadarilah, bahwa karena kalian lambat dalam bertobat dan kembali kepada Allah, menjadi sebab lambatnya kebenaran yang muncul di permukaan. Dan karena kalian bermalas-malasan dalam mengerahkan tenaga dan fikiran dalam berdakwah pada kebenaran dan reformasi; maka menjadi penyebab lambatnya kemenangan umat kalian; karena Allah telah menjanjikan kepada kita kekuatan, kemuliaan dan kemenangan jika kita melaksanakan perintah-Nya dan komitmen dengan syariat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad:7) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketahuilah wahai para pemuda Islam, bahwa kebahagiaan di dunia dan akhirat berada di jalan ketulusan dan dakwah kepada Allah serta dengan selalu menjalin komunikasi yang baik dan pembawa sumber cahaya kepada umat baik dari para duat, orang-orang shalih, ulama, pemberi nasihat dan Ikhwan yang jujur.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Wahai para pemuda Muslim di segala penjuru &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalian harus menjadi contoh yang memberikan pengaruh dalam kehidupan umat dan negeri kalian, kalian harus memiliki peran positif dalam melakukan perubahan terhadap kondisi yang memilukan ini; menuju realita yang lebih diridhai karena Allah, rasul-Nya dan orang-orang beriman, dan benarlah ungkapan di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wahai para pemuda, bekerjalah… karena sesungguhnya kerja itu ada dalam diri pemuda”.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Wahai para pemuda umat… &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika saat ini kalian tidak mampu menguasai diri kalian, tidak mau bersungguh-sungguh mengendalikan syahwat dan kecenderungan kalian, malah untuk mengerahkan tenaga pada umur yang baik kalian demi tegaknya aqidah, negeri dan masa depan umat kalian, kapan lagikah hal itu terjadi?!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena itu kemarilah bersama kami, kemarilah bersama kami wahai para pemuda… agar kita bisa berbuat dan bekerja bersama-sama membuat fajar baru, mengembalikan bersama-sama untuk mengembalikan kemuliaan yang dinanti-nantikan yang sedang dinanti-nantikan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Wahai para pemuda generasi Islam kembalilah # Kalian adalah ruhnya dan dengan kalian akan menjadi pemimpin&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalian adalah rahasia kebangkitan yang telah lama hilang # Dan kalian adalah fajarnya yang membawa cahaya baru&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah, Shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw, beserta keluarganya, para sahabatnya dan pengikutnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;*) &lt;em&gt;Mursyid 'Am Ikhwanul Muslimin&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/peran-pemuda-sebagai-agen-kebangkitan-umat-2826" target="new"&gt;Ikhwan&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-2238764203783899618?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/2238764203783899618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/peran-pemuda-sebagai-agen-kebangkitan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/2238764203783899618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/2238764203783899618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/peran-pemuda-sebagai-agen-kebangkitan.html' title='Peran Pemuda sebagai Agen Kebangkitan Umat'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SlMEBPHgp1I/AAAAAAAAAO4/dUL7bEorLKI/s72-c/pemuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-6962962002484311238</id><published>2009-07-07T13:27:00.008+07:00</published><updated>2009-07-16T08:17:45.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NASIHAT'/><title type='text'>Yaa, AKHWAT FILLAH..!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SlLvn8kwR5I/AAAAAAAAAOw/HnE3wpHDX90/s1600-h/Jilbab.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355606376451164050" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 194px; CURSOR: hand; HEIGHT: 205px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SlLvn8kwR5I/AAAAAAAAAOw/HnE3wpHDX90/s320/Jilbab.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah kritikan konstruktif yang semoga bermanfaat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan sebagian aktivis dakwah akhwat saat ini adalah tidak bisanya mereka bergaul dengan yang akan menjadi sasaran dakwahnya. Yang di maksud di sini sebagai sasaran dakwahnya adalah wanita2 gaul ‘n seksi. Saya jarang sekali melihat seorang aktivis dakwah akhwat, seorang Jilbaber, ataupun seorang akhwat taat yang bergaul dengan seorang cewek seksi ‘n gaul. Padahal seharusnya justru itulah yang harus menjadi target utama dakwah mereka. Tapi para aktivis dakwah akhwat seakan malah menjauhi mereka. Apakah ini bentuk ke egoisan mereka? Ataukah mereka hanya berdakwah untuk dirinya sendiri? Ataukah justru ketidakberdayaan mereka??! Ataukah mereka sok suci penghuni surga?&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah untuk berdakwah pada cewek seksi ‘n gaul jikalau hanya dengan seruan!! Jikalau hanya dengan tulisan! Jikalau hanya dengan ajakan! Kemungkinan besar dakwah seperti itu tidak akan sampai..! untuk menghadapi sasaran dakwah seperti itu ikhtiar yang mesti kita lakukan adalah dengan bergaul dan bersahabat dekat dengan mereka. Setelah dekat, kita berikan tauladan yang baik untuk mereka itu. Ajak curhat,sharing, dan lain-lain yang disisipi unsur dakwah yang bisa masuk kedalam hatinya.Bukannya dijauhi &amp;amp; dibenci cewek seksi ‘n gaul itu…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivis akhwat itu sendiri malah sok suci! Sok sholeh! (walau pun emang shalihah2) ngumpulnya hanya dengan teman-teman aktivis lainnya, seakan gak mau gabung dengan cewek seksi ‘n gaul. Yang menjadikan cewek seksi ‘n gaul malah makin benci sama Islam lantaran para aktivisnya aja (akhwat.red) gak mau gabung ma mereka. Padahal apa susahnya aktivis akhwat gabung sama mereka untuk sedikit mensisipi dakwah dan suri tauladan. Apa gengsi ??? Kok bisa...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivis akhwat pun malah lebih sibuk mempromosikan tegaknya Khilafah di bumi Indonesia alias tegaknya syariat Islam, seakan-akan mereka bangga menyebarkan pamflet Khilafah, ataupun bangga karena paham akan khilafah, padahal teman2 di sampingnya tidak tahu apa itu khilafah. Dan merekapun enggan menceritakannya pada cewek seksi karena beranggapan mereka gak bakalan ngerti dan gak bakalan setuju soal khilafah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal selama masyarakat tidak mempunyai Qolbu islami dalam diri masing-masing, Syariat Islam pun akan sulit tegak di bumi Indonesia. Seharusnya aktivis bisa memilah, berikan dulu dasar konsep akhlaq atau Manajemen Qolbu, biar cewek seksi mengenal Indahnya Islam, jangan langsung di suguhi syari'at-syari'at yg berat.Pekerjaan Rumah buat aktivis dakwah akhwat. Kasihanilah mereka cewek seksi ‘n gaul. Jangan mau sholehah sendiri! Cari konsep dakwah selain tulisan dan ajakan. Kayaknya pendekatan melalui teladan hati bisa jadi alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERUSLAH BERJUANG, AKHWAT FILLAH... !! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Afwan.. Ini juga &lt;strong&gt;CoPas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Muthia lupa cantumkan sumbernya&lt;br /&gt;Syukron &lt;a href="http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/yaa-akhwat-fillah.html#comments" target="new"&gt;Om Alimmahdi &lt;/a&gt;, ane telah diingatkan&lt;br /&gt;Bagi yang merasa menulis mohon tinggalkan coment-nya.&lt;br /&gt;Muthia akan segera cantumkan. &lt;br /&gt;Jazakallah..&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Muthia&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-6962962002484311238?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/6962962002484311238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/yaa-akhwat-fillah.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6962962002484311238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6962962002484311238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/07/yaa-akhwat-fillah.html' title='Yaa, AKHWAT FILLAH..!!'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SlLvn8kwR5I/AAAAAAAAAOw/HnE3wpHDX90/s72-c/Jilbab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-4162685705528415931</id><published>2009-06-30T13:45:00.003+07:00</published><updated>2009-07-08T10:21:55.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY'/><title type='text'>Arogansi Buih di Lautan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Skm1s3Q5HTI/AAAAAAAAANo/4v38SiN9uZk/s1600-h/IbnuSina.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353009414460218674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 168px; CURSOR: hand; HEIGHT: 222px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Skm1s3Q5HTI/AAAAAAAAANo/4v38SiN9uZk/s320/IbnuSina.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Polemik Vaksin Meningitis dalam penyelenggaraan Haji seolah semakin tak mencapai titik temu. Syarat yag diwajibkan oleh Pemerintah Arab Saudi sejak 2006 itu menjadi isu hangat sejak Majlis Ulama Indonesia melansir penggunaan enzyme babi dalam vaksin tersebut. Hingga Komisi Fatwa MUI merilis Hukum Haram dan menyarankan agar pelakasanaan haji ditunda. Sedangkan DepAg secara tegas akan mempersilahkan mundur bagi calon jemaah haji yang menolak Vaksin.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketegasan ini seolah menjadi indikasi lemahya Indonesia dipercaturan dunia. Sebagai Negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang tak mampu memainkan peran signifikan dalam menghadirkan solusi bagi ummatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah semua Negara penyelenggara haji tersandung kasus yang sama? Kalau ya, bagaimana solusi mereka? Kenapa harus impor (dari Belgia) vaksin yang mengandung enzyme babi? Kenapa Arab Saudi tidak (mampu) menyediakan vaksi halal padahal vaksin itu sebagai syarat wajib? Sederet pertanyaan yang dapat menyeruak mencari jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemua itu telah memberikan satu benang merah bahwa umat islam lebih banyak mengambil &lt;em&gt;ibrah&lt;/em&gt; sejarahnya dan mengaplikasikannya dalam realitas hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika umat terbaik bagi manusia di bumi ini tak mampu melahirkan &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ibnu Sina&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;generasi baru, maka ketegasan itu hanya menjadi dilema dalam politik adu domba. Hanya satu kalimat yang paling mudah menggambarkannya yaitu “&lt;strong&gt;Arogansi Buih di Lautan&lt;/strong&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-4162685705528415931?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/4162685705528415931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/06/arogansi-buih-di-lautan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/4162685705528415931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/4162685705528415931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/06/arogansi-buih-di-lautan.html' title='Arogansi Buih di Lautan'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Skm1s3Q5HTI/AAAAAAAAANo/4v38SiN9uZk/s72-c/IbnuSina.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-4532566596327502063</id><published>2009-06-26T16:04:00.004+07:00</published><updated>2009-07-08T10:22:25.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>Lembaga Tahfizul Qur’an Menjamur di Gaza</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SkSQgevtQUI/AAAAAAAAAM0/sX19fPmfOB4/s1600-h/hafizulquran.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351561144906367298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 225px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SkSQgevtQUI/AAAAAAAAAM0/sX19fPmfOB4/s320/hafizulquran.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Gaza &lt;/span&gt;– &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;infopalestina;&lt;/span&gt; -Menuju Pembentukan Generasi Qur’ani Unik…. Darul Qur’anul Karim dan as Sunnah di Jalur Gaza hari ini, Sabtu (13/6) menyelenggarakan kamping bertajuk “Tajul Waqar (mahkota ketegaran)” dengan tujuan mencetak 10 ribu hafidz dan hafidzoh Al-Qur’an selama 60 hari.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dr. Abdurrahman al Jamal, ketua lembaga ini mengatakan bahwa penyelenggaraan program ini dilaksanakan pada saat liburan sekolah di musim kemarau. Dengan tujuan penggunakan masa liburan ini untuk membentuk generasi Qur’an yang siap dan mampu bertanggungjawab membebaskan tanah air dan kewajiban berdakwah di jalan Allah ta’ala.&lt;br /&gt;Ia menyebutkan bahwa program mahkota ketegaran ini serempak diselenggarakan di seluruh penjuru wilayah Jalur Gaza dan berlangsung selama 60 hari diikuti 10 ribu siswa-siswi yang ingin menghafal Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Program Berkesinambungan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program mahkota ketegaran ini adalah program lanjutan untuk tahfidzul Qur’an yang digalang lembaga Darul Qur’an dan as Sunnah selama ini. Setelah sebelumnya di kemarau tahun 2007 program yang sama dilakukan selama 60 hari. Dari program ini di tahun 2007, tercatat ada 400 hafidz dan hafidzoh penghafal Al-Qur’an penuh, sebagian lain hanya hafal sejumlah juz Al-Qur’an. Kemarau 2008, program ”Tabashir Nasr” digelar yang bisa mencetak sekitar 3 ribu siswa-siswa penghafal Al-Qur’an baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Program Mahkota Ketegaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut siaran pers yang dikeluarkan Darul Qur’an dan As Sunnah, yang foto kopiannya diterima oleh infopalestina, mengatakan bahwa program mahkota ketegaran ini adalah program lanjutan yang biasa dilakukan oleh Darul Qur’an dan As Sunnah. Kebiasaan menghafal Al-Qur’an dan berupaya terus agar setiap rumah punya penghafal Al-Qur’an. Untuk menyukseskan program ini, sudah disiapkan 1100 ustadz dan mutabi’ (pemantau) untuk disebar ke penjuru Jalur Gaza membina generasi Qur’ani. Penyelenggara program menegaskan bahwa Darul Qur’an dan As Sunnah memiliki konsen dalam bidang ini agar siapa saja yang melihat Gaza paham bahwa penduduk Gaza telah memikul kalam Allah dan dididik di atas meja-meja Al-Qur’an serta berperilaku dengan perilaku Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Reaksi atas Makar Musuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai siaran pers Darul Qur’an, salah satu alasan penting mengadakan program ini adalah terus berlangsungnya penistaan dari orang-orang kafir dan salibis terhadap Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Penistaan semacam ini harus dilawan dengan cara membuat program mahkota ketegaran untuk mencetak para penghafal Al-Qur’an dan pemegang teguh manhaj Allah ta’ala. Mereka menambahkan bahwa program unik dan pengalaman langkah di dunia Islam dan Arab ini termasuk bentuk reaksi atas perang yang dilancarkan oleh penjajah dan sekutunya dalam merusak moral generasi mudah serta penghancuran terhadap masjid dan markas-markas penghafal Al-Qur’an milik Darul Qur’an dan As Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hafidz di Setiap Rumah Palestina&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Al Jamal menekankan bahwa program mahkota ini bertujuan meletakkan bangunan yang kokoh dalam mencetak generasi Al-Qur’an unik. Disamping itu, bertujuan membantu, walau hanya sedikit, menghidupkan perekonomian Palestina berupa penunjukkan sekitar 1100 ustadz dan mentor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggara program juga mengingatkan bahwa program ini membantu menyediakan para imam masjid berupa penghafal Al-Qur’an, menggunakan waktu saat liburan dan tidak membuang-buang waktu dengan sia-sia. Sikap ini ingin menjalan firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an yang artinya; &lt;em&gt;”Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia selain untuk beribah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat: 58).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sasarannya adalah Siswa, tapi Pendidik Juga Ikut Andil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran dari program ini adalah para siswa-siswi sekolah tingkat menengah dan atas, yang usianya antara 12 sampai 17 tahun. Disamping para mahasiswa perguruan tinggi dan guru (dosen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Darul Qur’an, sudah ada 10 ribu orang telah mendaftar ikut program yang akan dimulai hari ini, Sabtu (13/6). Para pendaftar telah disebar di 14 cabang secara serentak, setiap cabang ada 714 siswa. Karena selama perang Gaza masjid menjadi target militer Zionis Israel, tempat-tempat penghafalan Al-Qur’an dipindah ke sekolah-sekolah di seluruh wilayah Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut rencana, acara hafal Al-Qur’an dimulai dari sholat Subuh hingga Zuhur. Juga sholat Subuh merupakan bagian dari agenda program yang tak bisa dipisahkan. Program mahkota ini merupakan salah satu dari ratusan program dakwah yang mempunyai andil membentuk pribadi muslim dan menampilkan Gaza sebagai wilayah yang tak pernah gentar melawan musuh-musuhnya. (AMRais)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://infopalestina.com/ms/default.aspx?xyz=U6Qq7k%2bcOd87MDI46m9rUxJEpMO%2bi1s7q2VeIcU13Zfv8%2fC%2boltSuqFY2HQhqXGf75NzqvAiCFEEmnr8TYat701SlvPx1%2bA3fWkOS%2fSGD1a1EqkFLPBkPV03n6gJc5LnxS9HxplDfT8%3d" target="new"&gt;Infopalestina&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-4532566596327502063?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/4532566596327502063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/06/lembaga-tahfizul-quran-menjamur-di-gaza.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/4532566596327502063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/4532566596327502063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/06/lembaga-tahfizul-quran-menjamur-di-gaza.html' title='Lembaga Tahfizul Qur’an Menjamur di Gaza'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SkSQgevtQUI/AAAAAAAAAM0/sX19fPmfOB4/s72-c/hafizulquran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-4467866995385799767</id><published>2009-06-22T22:27:00.007+07:00</published><updated>2009-07-08T10:23:48.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY'/><title type='text'>Wisuda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sj-rT3JUDVI/AAAAAAAAAMs/ptEIc3wIpbk/s1600-h/Wisuda.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350183240048315730" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 187px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sj-rT3JUDVI/AAAAAAAAAMs/ptEIc3wIpbk/s320/Wisuda.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari yang bahagia. Hari yang akan mewarnai hidup ini di masa mendatang.&lt;br /&gt;Setelah beberapa tahun menimba Ilmu Play Group, kemudian TK.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tiba saanya aku di Wisuda&lt;br /&gt;Ada selaksa makna yang ada di dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berarti aku udah gak akan ketemu sama Bu Guru, Ya Mi", gumamku bertanya pada Ummi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih Mbak, besok masih sekolah sampai terima raport. Seminggu lagi", sahut Ummi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asyik. Jadi masih ketemu sama Bu Guru?", senyum bahagia hadir di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Zulfa ucapkan kepada semua Guru di KB-TKIT Ar Raihan. Atas bimbingannya yang kelak 'kan tergurat dalam pena sejarah hidupku. Semua jasamu kan terkenang s'lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar Raihan Piyungan, 21 Juni 09&lt;br /&gt;Zulfa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-4467866995385799767?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/4467866995385799767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/06/wisuda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/4467866995385799767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/4467866995385799767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/06/wisuda.html' title='Wisuda'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sj-rT3JUDVI/AAAAAAAAAMs/ptEIc3wIpbk/s72-c/Wisuda.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-2264173484760295240</id><published>2009-06-20T08:47:00.008+07:00</published><updated>2009-07-08T10:22:52.417+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Hadirlah Cahaya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SjxDcSX4FxI/AAAAAAAAAMk/qH78jlqPn7M/s1600-h/sunrise.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349224610656687890" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 213px; CURSOR: hand; HEIGHT: 144px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SjxDcSX4FxI/AAAAAAAAAMk/qH78jlqPn7M/s320/sunrise.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.” (Q.S. Al Balad:10). “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.” (Q.S. Asy Syams:8)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah esensi dari perjalanan hidup manusia hingga akhir zaman. Fasiq dan Taqwa, Neraka atau Surgakah? Keduanya akan selalu saling berebut secara bergiliran. Saling menyusup dalam sendi-sendi kehidupan. &lt;em&gt;Watilkal ayyaamu nudaawiluhaa bainannaas&lt;/em&gt;. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Membaca &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2009/06/hunting-with-ungu.html" target="new"&gt;‘Hunting with Ungu’ &lt;/a&gt;mengajak hati untuk ‘berontak’. Rasa khawatir jika al-haq mendapat giliran dalam kehancuran. Dan itu berarti kita tak mampu meresapkan ibrah padahal panduannya ada pada kita. &lt;em&gt;Al Qur’an Minhajul Hayyah&lt;/em&gt;. Begitukah atau tak memang kita tak mau mengambil pelajaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang “Apabila tangan kanan sedekah, jangan sampai tangan kiri tahu” menjadi alibi untuk berdiam diri. Disembunyinya amal kebaikan dari tempat terang. Masuk dalam petak kamar dan gua gua yang boleh jadi justru memberi ruang gerak kebathilan merajalela. Dan mau tak mau untuk membendungnya harus dengan berbagai cara. Termasuk menggali ‘harta’ kebaikan agar tak terpendam bersama Karun dikabarkan kepada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingatkah tulisan &lt;a href="http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/jejak-muhadditsin-blogger.html"&gt;‘Jejak Muhadditsin Blogger’&lt;/a&gt;? Belum lagi kering gurat tinta, BIAS itu sangat terlihat nyata. Tidak tanggung-tanggung lagi, karena menimpa Qiyadah dakwah tertinggi kita. Coba simak &lt;a href="http://underdakwah.blogspot.com/2009/06/meluruskan-fitnah-soal-pernyataan.html" target="new"&gt;Bayan Fitnah&lt;/a&gt; berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden PKS, Tifatul Sembiring, Majalah Tempo, 7 Juni 2009 : “Apa kalau istrinya berjilbab lalu masalah ekonomi selesai? Apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik? Soal selembar kain saja kok dirisaukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalirlah kemudian analisis yang tendensius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba simak bayanatnya dari SMS Ustadz Tifatul :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum percaya Tempo atau ana? Antum baca deh artikel yang menyerang PKS di Tempo. Dia (Tempo) tanya, “Apakah PKS menekan SBY agar Bu Ani pakai jilbab?”, saya bilang “bukan!”. Dia tanya, “Apakah Bu Ani berjilbab lantaran alasan politik?”, saya jawab “Nggak tahu, tanya langsung ke orangnya!”. “Anda ini rewel banget,” kata saya, “urusan selembar kain diatas kepala wanita, dia gak pake kerudung ente ributin, dah pake kerudung diributin juga!”. Itu bahasa saya ke Tempo, yang saya tahu wataknya tidak Islami. Nah, percaya siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu bagaimana? Memang menyalahkan para musuh dakwah tiadalah akan berguna. Berdiam diri juga bisa membiarkan kesalahan semakin melebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada satu jalan yang telah di warranty dari Allah. Yaitu dengan mendatangkan Al-Haq seluas luasnya. Di pasar, jalan, kampus hingga parlemen bahkan media, kesemuanya harus mampu menghadirkan kebenaran. Maka jadilah ikhwah sekalian sebagai agen pembawa panji Al-Haq. Kalau untuk memasukkan berita kebaikan ke dalam media professional bernilai mahal kenapa kita tidak memanfaatkan yang murah dan meriah di dunia maya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulis dan tulislah begitu yang selalu ditekankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan Katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap". Sesungguhnya yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (Q.S. Al Israa’:81).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;*Home Sweet Home. Sumokaton jumat 07.34. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-2264173484760295240?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/2264173484760295240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/06/hadirlah-cahaya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/2264173484760295240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/2264173484760295240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/06/hadirlah-cahaya.html' title='Hadirlah Cahaya'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SjxDcSX4FxI/AAAAAAAAAMk/qH78jlqPn7M/s72-c/sunrise.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-6852750608914932360</id><published>2009-06-19T13:13:00.004+07:00</published><updated>2009-07-08T10:23:21.149+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perspektif'/><title type='text'>Ketika Guru Tak Lagi Digugu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Guru serba salah. Terlalu lembut anak didik kurang ajar, ketika tegas dituding melanggar Hak Asasi Manusia.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja Khadijah (bukan nama asli), maksud hati ingin memberi efek jera terhadap siswanya yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dengan cara menjewer. Tapi, jeweran itu malah membuahkan tuntutan yang tak mengenakkan. Guru SD itu dituntut wali murid untuk membayar ganti rugi sebagai balasannya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Khadijah tentu saja menjadi panik. Apalagi ada ancaman dari orang tua murid untuk membeberkan masalah ke media, bahkan akan berlanjut ke kepolisian. Ibu guru itu sempat kelimpungan untuk mendapatkan uang senilai Rp 5 juta. Namun karena mendapat pembelaan dari rekan-rekan seprofesinya, tuntutan itu masih mengambang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada perkembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan yang sama juga menimpa Ibu Siti (bukan nama sebenarnya), guru SDN Depok kelas IV. Ia pernah didatangi wali murid dan dua orang preman bertubuh tinggi besar, gara-gara tidak menaikkan kelas anak didiknya. Ibu Siti bahkan sempat diancam wali murid untuk dilaporkan ke diknas sampai wartawan setempat, jika guru SD itu tak menaikkan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya merasa diteror, karena didatangi preman bawaan wali murid. Dan ini bukan sekali terjadi, guru sebelumnya pun mengalami hal yang sama, ditekan agar menaikkan kelas anaknya yang lemah dalam setiap mata pelajaran,” ujar Ibu Siti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengadu ke Kepsek tempatnya mengajar, wali murid itu tetap saja menekan. Didiamkan, esoknya kembali didatangi lagi. Karena tekanan yang bertubi-tubi, Pak Kepsek pun terpaksa mengeluarkan kebijakan “Naik-Terbang”. Maksudnya, si anak akan dinaikkan, tapi dengan syarat harus pindah ke sekolah lain. Inilah bentuk tekanan wali murid, ketika guru tak lagi dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengamat pendidikan, Masroni A.Md, seiring dengan bergulirnya waktu, penghargaan terhadap guru sudah mulai menurun dan berkurang. Idealnya, guru harus dihormati, digugu, ditiru, dan dijadikan panutan. Kata-katanya didengar, nasihatnya dituruti. Tapi, harapan itu sulit ditemukan pada hari ini, di mana guru tidak lagi dihargai, dihormati, dan dijadikan panutan. Guru sudah kehilangan wibawa di mata peserta didik dan masyarakat. Sampai harus dilaporkan ke kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya, para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akan membentuk tim advokasi untuk guru. Tujuannya agar guru didampingi kuasa hukum bila terjadi sesuatu yang memojokkan dirinya, mengingat guru kerap dalam posisi yang sangat lemah. Ketika dikonfirmasi Sabili, Ketua PGRI kecamatan Pancoran Mas, Samsuddin mengatakan, hal itu masih dalam proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Survei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihwal jewer-menjewer atau tekanan terhadap guru hingga berbuat tuntutan, rupanya terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Di Surabaya, tepatnya 28 Mei lalu, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Ketabang IV, Drs Sunarto MM dilaporkan ke polisi oleh empat orang tua siswa kelas I. Jeweran kepsek itu dinilai terlalu kuat, sehingga ke-4 anak didiknya terluka. Di Sumatera Barat, pernah terjadi, seorang guru dikejar wali murid dengan menggunakan parang oleh anggota masyarakat yang marah karena anaknya dijewer sang guru di lingkungan sekolah. Anak tadi menangis kemudian mengadu kepada orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Situbondo, kasus penjeweran juga dilakukan seorang Kepala Sekolah SDN III Kandang, Kecamatan Kapongan, Situbondo Jawa Timur terhadap siswinya yang duduk di bangku SD kelas VI. Sejumlah LSM setempat masih mempersoalkan sang guru yang menjewer karena anak didiknya tidak bisa mengeja huruf ABCD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Maumere, (15/9) guru matematika di SMP Negeri 1 Waigete, Kabupaten Sikka, memukuli 60-an siswa kelas I dan II sekolah itu, dengan belahan bambu hingga luka memar. Ibu guru itu jengkel karena para siswa mengolok-oloknya dengan lontaran “SGM” (sinting, gila, miring).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, sebuah harian ibukota ternama di Jakarta telah melakukan survei, selama Januari hingga April 2008. Hasil survei itu menjelaskan, jumlah kasus kekerasan terhadap anak berusia 0-18 tahun di Indonesia, terdata 95 kasus. Dari jumlah itu, persentase tertinggi, yaitu 39,6 persen diantaranya, dilakukan oleh guru. Tindakan yang sering dilakukan adalah kekerasan fisik seperti memukul. Korban terbanyak berasal dari siswa SD dan SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditemui di Depok, Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi alias Kak Seto, hukuman jewer tak dibenarkan dalam mendidik. Jika sampai terluka, bisa dilaporkan ke kepolisian, tapi sebaiknya diselesaikan secara damai dan kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi Pelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi guru, menjewer mungkin merupakan bentuk hukuman yang dapat menimbulkan efek jera. Dengan mengikuti paradigma lama, jeweran itu diharapkan anak didik akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru SD yang mengajar di lingkungan lokalisasi, bercerita ihwal cara mendidik yang dianggapnya berhasil. Sang guru menyadari, di lingkungan lokalisasi sedikit banyak memberi pengaruh bagi perkembangan jiwa anak. Karena dipengaruhi oleh lingkungan tempat mereka tinggal, akhirnya anak-anak tersebut memiliki kebiasaan buruk, yaitu suka bicara jorok dan kotor dengan sesama temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan ini terus berlanjut, mulai dari pergaulan sesama tetangga sampai dibawa ke sekolah. Melihat tingkah laku anak didiknya, sang guru merasa sangat cemas, disisi lain guru tersebut berpikir apabila dibiarkan, perilaku anak didiknya semakin susah untuk diperbaiki. Sang guru pun memeras otak dan mencari cara agar anak didiknya bisa berubah, tidak berbicara jorok dan kotor, baik di sekolah maupun dilingkungan rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, sang guru mendapat ide. Segera anak-anak didiknya dikumpulkan, kemudian guru itu berkata kepada anak didiknya: “Anak-anak, mulai hari ini kita akan memulai sebuah permainan, apakah kalian semua setuju?” Mendengar gurunya berkata permainan, maka semua anak sekolah serentak mengatakan setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru itu melanjutkan, ”Mulai hari ini, kita bermain permainan kata-kata sopan, apabila di antara teman-teman kalian ada yang berbicara kotor, baik di sekolah ataupun di rumah, maka siapa pun di antara kalian yang mendengarnya, boleh mencubit atau menjewer teman kalian yang berbicara jorok itu. Apabila ada yang melawan, di antara kalian boleh mengadu ke Ibu,” ujar sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena para murid takut dijewer dan dicubit oleh temannya, maka secara bertahap mereka mulai memperbaiki kebiasaan jeleknya, akhirnya sang guru berhasil memperbaiki kebiasaan buruk para muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah tersebut, bukan berarti, jeweran bagi anak boleh ditolerir sebagai pola didik. Apalagi di zaman sekarang, jeweran kerap diartikan lain sebagai bentuk penganiayaan. Kasus-kasus di atas setidaknya menjadi pelajaran bagi semua guru bahwa menjewer kini dilarang oleh undang-undang perlindungan anak. “Orang tua sekarang paradigmanya juga berubah. Jeweran orang tua saat ini dianggap sebagai aniaya bagi anaknya. Mengingat orang tua di rumah tidak pernah menjewer, sehingga jeweran terhadap anaknya dianggap sebagai tindakan kekerasan,” ujar Masroni yang juga praktisi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan itu, lanjut Masroni, guru perlu tahu bahwa sekarang telah terjadi pergeseran paradigma mengajar. Dahulu, tindakan mencubit, menjewer, memukul, membentak merupakan sarana untuk membuat anak patuh, mengubah tindak, dan sikapnya. Sekarang, tindakan itu dimaknai sebagai sebuah kekerasan (bullying),” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya, mana yang efektif, mendidik dengan cara kelembutan atau ketegasan? Menurut Masroni, mendidik itu seperti memegang seekor burung. Pendidikan, ada saatnya keras, ada saatnya lembut. Burung jika dipegang dengan keras akan mati, namun jika dengan lembut burung yang nakal akan lepas. Perlu dibentuk dewan guru di sekolah, kapan bisa menghukum dan kapan tidak. Intinya ada efek jera dalam pendidikan, agar anak didik tidak mengulang kesalahan untuk yang kesekian kalinya,”tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpenting, perbaiki hubungan antara orang tua dan guru. Terkadang orang tua sering melakukan pembelaan yang tidak pada tempatnya terhadap anaknya. Harus ada kesamaan langkah orang tua dan guru. Jika murid mendapat jeweran sedikit dari guru, semestinya orang tua tidak perlu melaporkan ke polisi. “Keras itu beda dengan tegas. Dalam dunia pendidikan, tegas yang proporsional itu sangat dibutuhkan. Kelembutan pun bukan berarti bebas dari sanksi hukuman dan ketegasan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua sekarang, lanjut Masroni, ingin anaknya beres. Kalau anak sukses, hasil didikan guru diabaikan, tapi kalau anaknya bermasalah guru dituding macam-macam. Dulu ketika guru menghukum murid yang nakal dengan cara berdiri dengan satu kaki plus menjewer kuping sendiri selama beberapa menit, orang tua tak ada yang feedback yang aneh-aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, komunikasi guru dan orang tua murid perlu diperbaiki. Mereka harus bertukar pikiran (sharing), mencari solusi terbaik bagaimana mendidik, demi kebaikan setiap anak. Bukan dengan melaporkan ke polisi. Sepakati saja, hukuman mana yang tidak boleh dilakukan guru, seperti: hukuman dengan menjemur, berdiri atau berlutut di depan kelas, melempar penghapus atau penggaris, dijewer, menyentil, push up, dan membersihkan WC. Atau mengeluarkan kata-kata kasar, seperti bodoh, goblog, kurus, hitam, dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya guru di Indonesia tak sampai seperti terjadi di Texas, AS, yang membolehkan para guru membawa pistol saat mengajar di ruangan kelas, dikarenakan adanya tekanan dan teror dari anak didiknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Sabili.co.id &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-6852750608914932360?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/6852750608914932360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/06/ketika-guru-tak-lagi-digugu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6852750608914932360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6852750608914932360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/06/ketika-guru-tak-lagi-digugu.html' title='Ketika Guru Tak Lagi Digugu'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-7422854879692408990</id><published>2009-06-10T10:27:00.005+07:00</published><updated>2009-06-12T13:44:28.467+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Menyulam</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Si8qohjqweI/AAAAAAAAAMc/ZTcEERRkyyU/s1600-h/menyulam.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345538158403174882" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 253px; CURSOR: hand; HEIGHT: 199px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Si8qohjqweI/AAAAAAAAAMc/ZTcEERRkyyU/s320/menyulam.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada suatu hari seorang anak sedang bermain di lantai. Ia memandang ke atas, tampak ibunya yang sedang menyulam sehelai kain. Kemudian sang anak tersebut bertanya kepada bundanya, Ibu apa yang sedang ibu lakukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku aku sedang menyulam sebuah kain yang indah", Sang ibu menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi ibu kenapa yang nampak adalah benang-benang yang ruwet?", si anak menimpali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu dengan bijak menjawab, "Lanjutkanlah permainanmu anakku, nanti kalau sudah selesai ibu akan memperlihatkannya padamu, dan kamu bisa melihatnya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anak tersebut heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, sang ibu tersebut memanggil, " Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu anak tersebut heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Anak tersebut hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang terlihat hanyalah benang-benang yang ruwet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ibu berkata,"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan. Sering selama bertahun-tahun, kita melihat ke atas dan bertanya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah, apa yang Engkau lakukan?" Dia menjawab : " Aku sedang menyulam kehidupanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?" Kemudian Allah menjawab, " Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu dibumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke syurga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-7422854879692408990?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/7422854879692408990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/06/menyulam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/7422854879692408990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/7422854879692408990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/06/menyulam.html' title='Menyulam'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Si8qohjqweI/AAAAAAAAAMc/ZTcEERRkyyU/s72-c/menyulam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-8859445313692821875</id><published>2009-06-02T10:12:00.007+07:00</published><updated>2009-07-08T10:24:19.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Prahara Jama'ah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SiScWH07G1I/AAAAAAAAAL4/Q6KNFrwaekY/s1600-h/ust-rahmat.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342566961840331602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 250px; CURSOR: hand; HEIGHT: 220px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SiScWH07G1I/AAAAAAAAAL4/Q6KNFrwaekY/s320/ust-rahmat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SiSbOV4y1NI/AAAAAAAAALw/1ho5GiP4POo/s1600-h/ust-rahmat.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejenak aku termenung, mata ini memicing. Mencoba mencari jawab atas tanya yang tak terucap. Tentang teka teki yang muncul setiap hari. Kenapa harus si Boediono? Kenapa bukan si Budi Anduk saja sekalian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku harus bagaimana? Haruskah aku golput? Atau, aku harus pilih yang lain? Mungkin Benar apa kata ustadz, kalo cuma mengikuti kata hati langsung saja. Talak empat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aku tetap &lt;em&gt;tsiqoh&lt;/em&gt; ikut hasil &lt;em&gt;syuro'&lt;/em&gt;, azzam dalam hati terpatri. Yang aku tahu &lt;em&gt;yadullah ma’al jama’ah&lt;/em&gt;. Tapi itu mungkin hanya untuk diriku, tidak untuk 'mengajak' karena begitu berat untuk memegangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya sudah beberapa kawan bertanya, sms dan juga email tentangnya. Jawaban yang datar dan netral demi memendam rasa kekecewaan hati. Tak peduli akan gempita caci maki yang terus menghias media tertuju pada satu fokus. Partai dakwah telah 'habis'.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Akhi,&lt;br /&gt;Saya merindukan Partai Keadilan (PK). Article yang di eramuslim bagus banget, saya juga merasakan itu. Ternyata apa yang dikhawatirkan 'Sang Murrabi' terjadi. Sang Monyet jatuh kena terpaan angin yang sepoi sepoi.&lt;br /&gt;Sadar dan Bangun Bung...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email di atas membangunkanku dari mimpi ini. Menyadarkan dari lamunan panjang. Aku merenung dan menimbang. Benarkah tergolong taqlid buta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu sosok perkasa itu terbayang hadir. Kisah heroik yang terekam dalam sejarah keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki gagah ini terkenal dengan perangainya yang keras. Rasulullah mendo’a-kan khusus baginya guna mengangkat &lt;em&gt;izzah islam&lt;/em&gt;. Ketidaksabarannya menjadi tonggak sejarah dakwah periode &lt;em&gt;sirriyah&lt;/em&gt; ke &lt;em&gt;jahriyah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Bukankah Engkau ini, Rasulullah?', yang ditanya hanya mengangguk. 'Kenapa Engkau hinakan Islam dengan empat butir perjanjian yang merugikan kita seperti ini?', gejolak jiwanya memberontak tak berjawab. Berpaling ia pada sosok lembut di sebelah Rasulullah, kembali pertanyaan bernada gugatan memecah kesunyian mencekam. 'Diamlah, Umar..!', Abubakar meredam gejolak di Hudaibiyah itu. Sirah paling popular yang kita pakai sebagai &lt;em&gt;hujjah&lt;/em&gt; atas keputusan &lt;em&gt;Qiyadah.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Umar lain pula dengan pemimpin pasukan berkuda ini. Keperkasaannya pernah dirasakan kaum muslimin di bukit Uhud. Atas &lt;em&gt;Al Fath Al Mubiin&lt;/em&gt; di Hudaibiyah, bayang kehinaan yang akan menimpanya membuat dunia serasa sempit. Bingung, kemana ia akan mengungsi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menanyakan dirimu akhi, 'Kemana Khalid, saudaramu itu? Seandainya ia masuk Islam, tentu kami utamakan ia dari yang lain. Kemampuannya pasti akan bermanfaat bagi kemuliaan islam dan dirinya', begitu kiranya isi surat di tangan yang ia genggam. Surat yang ia dapat dari saudaranya yang lebih dulu hijrah ke Madinah. Utusan agung itu mengatakan kemuliaan, bukan kehinaan. Goresan pena itu telah abadi dalam sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang dari tiga bulan dalam bimbingan &lt;em&gt;tarbiyah islamiyah&lt;/em&gt;, Khalid bin Walid mulai menerima beban dakwah. Tugasnya memimpin pasukan muslimin yang lebih senior darinya melawan sanak dan kerabatnya sendiri. Orang orang yang dulu dipimpinnya untuk memporakporandakan pasukan mukmin harus ia temui sebagai musuh tanpa ragu sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan benar saja, penyebaran islam melesat bersama pasukannya sepeninggal Rasulullah. Sampai tiba suatu hari, dimana praduga Umar yang salah ia tepis. “Saya tidak berjuang untuk Umar, tapi untuk Allah. Kini saya bebas menjemput syahid,” sambutnya kala surat pencopotannya sebagai panglima dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab dia terima di medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain cerita lain pula Ibrah yang bisa kita ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aku', jawab manusia perkasa itu membanggakan kehebatan ilmu di hadapan para muridnya kala ditanya siapa di muka bumi yang paling berilmu. Cikal bakal dan asal mula perjalanan hidup yang panjang menimba ilmu 'bathin' yang harus dilaluinya. Kisah abadi dalam surat Al Kahfi antara Nabi Musa yang wajib berguru pada seorang lelaki &lt;em&gt;hikmah&lt;/em&gt; yang ditafsir bernama Khidhir. Tentang pembunuhan anak kecil, pengrusakan perahu dan perbaikan rumah. Tiga peristiwa yang tak mampu ia cerna, gagal mengantarkan sosok kuat nan cerdas itu menguasai ilmu &lt;em&gt;bashirah&lt;/em&gt; hingga memaksakan keduanya sepakat mesti berpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Syaikh Munir Al Ghadban dalam &lt;em&gt;Manhaj Haraki &lt;/em&gt;menyimpulkan kegagalan dari beberapa harakah dakwah adalah begitu mudahnya mereka (&lt;em&gt;jundiyah&lt;/em&gt;) mencurigai para &lt;em&gt;Qiyadah&lt;/em&gt;nya sehingga tidak tsiqah bahkan berbalik menjadi penentang. Meskipun betul bahwa &lt;em&gt;faham&lt;/em&gt; dituntut lebih dahulu, tetapi &lt;em&gt;sirriyah wa amniyah&lt;/em&gt; juga mesti bersinergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita tokoh terkenal, ada juga kisah budak yang (mungkin) terlewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematiannya disambut takbir kaum mukminin. Mereka menyangka mati syahid menyambut hamba sahaya ini. 'Si fulan di neraka', begitu sabda Rasul memandang mayat Mid'am. Semua mata tertuju pada jasad sahaya pengumpul dan penjaga ghanimah yang terbunuh itu. Berbilang tahun ikut berkiprah dalam &lt;em&gt;madrasah Rasulullah&lt;/em&gt; menempatkannya ke neraka. Oleh sebab sehelai kain yang dipakainya adalah bagian dari ghanimah, bukan haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda Mid'am beda juga dengan Al Aswat, budak yang 'hanya' bermodal Aqidah. 'Si fulan &lt;em&gt;syahid&lt;/em&gt;', sabdanya sesaat setelah penaklukan benteng Khaibar. Kali ini dahi para penghadir mengerut. Budak penggembala milik Yahudi bernama Al Aswat itu belum lagi beramal shalih. Hanya berbekal syahadat yang baru saja ia ikrarkan, lalu menghalau hewan-hewan ternak agar pulang kepada tuannya. Terbunuhnya disongsong &lt;em&gt;syahid&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini golongan yang manakah diri ini? Sudah sehebat Umar-kah? Sudah segagah Kholid-kah? Sudah sepandai Musa-kah? (Mengaku) Bertaun berkiprah? Kader terbina? Sedang, tiap pekan sebagai 'juara' pengisi pundi '&lt;em&gt;iqob'&lt;/em&gt; karena mutaba'ah harian tak tercapai. Sudah pantaskah diri menyalahkan para &lt;em&gt;Qiyadah&lt;/em&gt; hingga hilang rasa &lt;em&gt;tsiqah&lt;/em&gt;? Bahkan membangkang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Taat dari Umar, ilmu Ikhlas dari Khalid, ilmu &lt;em&gt;Bashiroh &lt;/em&gt;dari Musa, Ilmu Waktu dari Mid'am dan ilmu Niat dari Al Aswat. Kemana semua itu akan membawamu? Ataukah diri ini (sengaja) lupa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Al haq yang tiada terorganisir akan dikalahkan oleh kebathilan yang tertata rapi', demikian wasiat dari Ali bin Abu Thalib si penghulu ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;'Barang siapa melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu. Jika tidak mampu, maka cegahlah dengan lisanmu. Jika tidak mampu cegahlah dengan hatimu. Dan itulah selemah lemah iman' (H.R. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencegah kemungkaran dengan hati adalah iman yang paling lemah. Hati yang berlepas diri dari &lt;em&gt;virus hazad&lt;/em&gt; yang menggerogoti amal, mengundang bibir untuk mencibir serta mulut untuk menghujat sesama saudara. ‘Mencegah’ dengan lisan atau tulisan berarti perkataan yang baik atau lebih baik tanpa hembusan kebencian juga perpecahan. Sedang bila dengan tangan lewat kekuasaan yang legal. Hingga di tangan tidak ada lagi kayu bakar yang menyulut api perpecahan semakin berkobar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi dakwah ini digerogoti (kalau tak boleh dibilang menghasut) yang berlebihan dari media yang menjadi rujukan umat islam hanya karena dakwah ini berusaha merubah cara pandang menjadi inklusive (&lt;em&gt;rahmatan lil 'alamin&lt;/em&gt;). Tulisan yang katanya nasehat tapi menafikkan prinsip &lt;em&gt;ukhuwah&lt;/em&gt; yang dibangun di atas kesatuan aqidah. Dimana ia seharusnya mampu menumbuhkan &lt;em&gt;itsar&lt;/em&gt; atau minimal tumbuh sikap &lt;em&gt;salamatush shadr &lt;/em&gt;sebagaimana termaktub dalam &lt;em&gt;Manhaj Dakwah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di sisi lain umat islam disuruh belajar dan bercermin bagaimana seorang PM Turki, Tayyib Recep Erdogan yang berkali-kali harus meyakinkan bahwa partai yang dia pimpin tidak bertentangan dengan azas politik negara sekulernya. Agar AKP, partainya terbebas dari tuntutan pembubaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku sadar, kenapa ditekankan untuk senantiasa meluruskan dan memperbaiki niat.&lt;br /&gt;'Tidak bisa tidak', kini &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Sang Murrobi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; melintas di pikiran.&lt;br /&gt;"Kita harus berjama'ah, bersatu. Sekuat apapun sebatang lidi bisa apa? Tapi kalo sudah diikat menjadi sapu, kotoran mana yang tak bisa dibersihkan?", lanjut ustadz Rahmat Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi ustadz, lidi dalam sapu juga bisa patah, bukan?"&lt;br /&gt;"Dan Sungguh, aku tak ingin jadi lidi yang patah," azzamku membulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya keputusan Qiyadah itu salah, mudah bagi Allah me-&lt;em&gt;minimize&lt;/em&gt; resiko yang akan menyertai. Tentu dengan syarat: tsiqah pada jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Innamal a'malu binniyat, wa likullimri in maa nawaa. Yadullah ma’al jama’ah&lt;/em&gt;. (wied)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halmahera Utara, awal Juni '09&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-8859445313692821875?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/8859445313692821875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/06/prahara-jamaah.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/8859445313692821875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/8859445313692821875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/06/prahara-jamaah.html' title='Prahara Jama&apos;ah'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SiScWH07G1I/AAAAAAAAAL4/Q6KNFrwaekY/s72-c/ust-rahmat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-469800863178901575</id><published>2009-05-31T10:26:00.010+07:00</published><updated>2009-05-31T10:46:07.780+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyatun Nafs'/><title type='text'>Dirikanlah Shalat!</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SiH6ys8_U9I/AAAAAAAAALM/F6y-AdVwgzw/s1600-h/sujud1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341826382005490642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 250px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SiH6ys8_U9I/AAAAAAAAALM/F6y-AdVwgzw/s320/sujud1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap kewajiban yang telah dibebankan Islam kepada umatnya senantiasa memuat hikmah dan maslahat bagi mereka. Islam menginginkan terbentuknya akhlak Islami dalam diri Muslim ketika ia mengimplementasikan setiap ibadah yang telah digariskan oleh Allah swt. dalam Kitab dan Sunnah rasul-Nya. Pada akhirnya nilai-nilai keagungan Islam senantiasa mewarnai ruang kehidupan Muslim. Tidak hanya terbatas pada ruang kepribadian individu Muslim, namun nilai-nilai itu dapat ditemukan pula dalam ruang kehidupan keluarga dan komunitas masyarakat Muslim.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa merenungkan kembali ayat-ayat Allah yang berkaitan dengan hal ini, sebagaimana salah satu firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah: 183)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui ibadah puasa, Allah swt. menginginkan terbentuknya pribadi-pribadi Muslim yang bertakwa. Pribadi yang tidak pernah mengenal slogan hidup kecuali slogan yang agung ini yaitu: &lt;em&gt;sami’naa wa atha’na&lt;/em&gt;. Pribadi yang senantiasa melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya dalam situasi dan kondisi apapun. Oleh karenanya, Rasulullah Muhammad saw. telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Takutlah kamu kepada Allah di manapun kamu berada, ikuti keburukan (sayyiah) dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapuskannya. Dan pergauli manusia dengan akhlak yang baik.” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sabda beliau yang lain:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa faridlah (kewajiban), maka jangan sekali-kali kamu menyia-nyiakannya. Dia telah menetapkan batasan-batasan, maka jangan sekali-kali kamu melampui batas. Dia telah mengharamkan banyak hal, maka jangan sekali-kali melanggarnya….”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang zakat Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (At-Taubah: 103)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ibadah zakat, Islam mengharapkan tumbuh subur sifat-sifat kebaikan dalam jiwa seorang Muslim dan mampu memberangus kekikiran dan cinta yang berlebihan kepada harta benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ibadah shalat yakni ibadah yang jika seorang hamba melaksanakan dengan memelihara syarat-syarat, rukun-rukun, wajibat, adab-adab, dan kekhusyu’an di dalamnya, niscaya ibadah ini akan menjauhkannya dari perbuatan keji dan kemunkaran. Sebaliknya, ibadah ini akan mendekatkan seorang hamba yang melaksanakannya dengan sebenarnya kepada Sang Khalik dan mendekatkannya kepada kebaikan-kebaikan serta cahaya hidup.&lt;br /&gt;Perhatikan ayat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Ankabut: 45)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim yang selalu menunaikan ibadah ini akan selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan kebaikan dan mampu menjadi cahaya di tengah-tengah masyarakatnya. Muslim yang memiliki hamasah -semangat- yang menggelora dalam memperjuangkan kebenaran dan memberangus nilai-nilai kemunkaran, kelaliman, dan perbuatan keji lainnya. Hatinya terasa tersayat di saat menyaksikan pornografi dan porno aksi mewabah di tengah-tengah masyarakatnya. Jiwanya akan terus gelisah ketika melihat kelaliman yang dipermainkan para budak kekuasaan. Memang, ia harus menjadi cahaya yang berjalan di tengah-tengah kegelapan zaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-An’am: 122)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah shalat adalah awal kewajiban yang diperintahkan Allah swt. kepada umat ini pada peristiwa Isra dan Mi’raj. Ibadah yang merupakan simbol dan tiang agama. Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Pokok urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah.” (H.R. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah yang dijadikan Allah sebagai barometer hisab amal hamba-hamba-Nya di akhirat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Awal hisab seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik maka seluruh amalnya baik, dan apabila buruk maka seluruh amalnya buruk.” (H.R. At-Thabrani)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah shalat merupakan wasiat Nabi yang terakhir kepada umat ini dan yang paling terakhir dari urwatul islam (ikatan Islam) yang akan dihapus oleh Allah swt. Selain itu, shalat juga penyejuk mata, waktu rehatnya sang jiwa, saat kebahagiaan hati, kedamaian jiwa dan merupakan media komunikasi antara hamba dan Rabbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah yang memiliki kedudukan atau manzilah yang agung ini tidak akan hadir maknanya dalam kehidupan kita, tatkala kita lalai menjaga arkan, wajibat dan sunah-sunnahnya yang inheren dengan ibadah ini. Tatkala kita tidak mampu menghadirkan hati, merajut benang kekhusukan dan keikhlasan dalam melaksanakan ibadah ini, maka kita tidak akan mampu menangkap untaian makna yang terkandung di dalamnya. Kita tidak akan mampu memahami sinyal-sinyal rahasia yang ada di balik ibadah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah banyak di antara manusia Muslim yang ahli ibadah namun masih jauh dari nilai-nilai Islam. Ahli shalat, namun masih suka melakukan kemaksiatan. Hal ini disebabkan nilai-nilai agung yang terkandung dalam ibadah sama sekali tidak mampu memberikan pesan-pesan Ilahiah di luar shalat. Takbir yang dikumandangkan di saat beribadah tidak mampu melahirkan keagungan di luar shalat. Do’a iftitah “&lt;em&gt;Inna shalaatii wa nusukii&lt;/em&gt;….” yang dilafazkan dalam shalat tidak mampu mengingatkan tujuan hidupnya. Ibadah ini seolah-olah hanya menjadi gerakan-gerakan ritual yang maknanya tidak pernah membumi dalam kehidupan orang yang melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ibadah shalat yang mampu melahirkan hikmah pencegahan dari perbuatan keji dan kemungkaran, hikmah pensucian jiwa dan ketentraman, apabila dilakukan dengan penuh kekhusyukan, mentadabburkan gerakan dan ucapan yang terkandung di dalamnya, penuh ketenangan dan dengan tafakkur yang sesungguhnya. Maka ia akan keluar dari ibadah dengan merasakan kenikmatannya, terwarnai dengan nilai-nilai keta’atan dan mendapatkan cahaya ma’rifatullah. Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tidak seorangpun yang melaksanakan shalat maktubah (fardlu), lalu ia memperbaiki wudlunya, khusyuknya dan rukuknya kecuali shalat ini akan menjadi pelebur dosa-dosa sebelumnya selama tidak melakukan dosa besar. Dan ini berlaku sepanjang tahun.” (H.R. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang pernah dilakukan oleh salafusshalih termasuk di dalamnya Ibnu Zubair ra. Mereka laksana tiang yang berdiri tegak karena kekhusyukannya. Mereka terbius dengan kerinduannya akan Rabbnya dan mereka asyik berkomunikasi dengan Sang Khalik tanpa terganggu dengan suara makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan di saat melaksanakan ibadah shalat agar hikmah di dalamnya selalu terjaga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama,&lt;/em&gt; menjaga arkan, wajibat dan sunah. Rasulullah saw. bersabda: &lt;em&gt;“Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat.” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua,&lt;/em&gt; ikhlas, khusyuk dan menghadirkan hati. &lt;em&gt;“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah:5)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga,&lt;/em&gt; memahami dan mentadabburi ayat, doa dan makna shalat. &lt;em&gt;“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (Al-Maa’uun: :4-5)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Keempat,&lt;/em&gt; mengagungkan Allah swt. dan merasakan haibatullah. Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“…Kamu mengabdi kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya dan apabila kamu tidak melihat-Nya, maka (yakinlah) bahwasanya Allah melihat kamu…” (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua mampu merenungkan kembali arti shalat dalam kehidupan keseharian dan berusaha terus-menerus untuk memperbaikinya agar kita benar-benar mi’raj kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu A’lam Bish-shawwab&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2009/dirikanlah-shalat" target="new"&gt;Dakwatuna&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-469800863178901575?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/469800863178901575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/dirikanlah-shalat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/469800863178901575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/469800863178901575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/dirikanlah-shalat.html' title='Dirikanlah Shalat!'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SiH6ys8_U9I/AAAAAAAAALM/F6y-AdVwgzw/s72-c/sujud1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-7769749573657657622</id><published>2009-05-28T09:09:00.006+07:00</published><updated>2009-05-28T15:25:21.397+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemuda'/><title type='text'>Menuju Persatuan Umat: Kongres Pemuda Versi Islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sh5KWo75PGI/AAAAAAAAAKU/uvCuE4fmAMs/s1600-h/genggam-tangan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340787960914197602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 248px; CURSOR: hand; HEIGHT: 218px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sh5KWo75PGI/AAAAAAAAAKU/uvCuE4fmAMs/s320/genggam-tangan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Oleh: &lt;em&gt;Ibnu Kahfi Bachtiar, Alumni S2 Universitas Oldenburg (Jerman)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Harta yang paling bernilai dari sebuah peradaban adalah pemuda. Bagaimana tidak, ketika kebanyakan orang-orang di sekeliling mereka sudah hampir putus harapan dan bingung mendefinisikan apa itu pasrah, tawakal, ikhtiar, takdir, dan sejarah, maka para pemuda adalah kelompok yang dengan jelas dan terang menangkap definisi dari hal-hal tersebut. Sungguh unik keberadaan pemuda dalam sebuah umat. Ketika semangat sudah sulit didapat, mereka temui semangat itu pada pemuda.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bila ada yang hendak mendengar bahwa sesuatu itu mungkin ketika yang lain sudah mengatakan “jangan melawan arus”, maka para pemuda lah yang mengatakan bahwa di mana-mana yang tidak melawan arus itu adalah yang terombang-ambing, sedangkan tidak akan sampai kapal itu di tujuan jika arus tidak dilawan dan dihadapi. Bahkan arus besar yang mengancam nyawa pun tidak layak untuk dibandingkan nilainya dengan sampainya kapal pada tempat tujuan yang hakiki dan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana bila para pemuda ini adalah pemuda yang perjalanan harinya tidak lepas dari kalimat syahadat yang berdengung di telinga, terucap di bibir, dan sudah menyatu dengan hati ? Bagaimana bila pemuda ini adalah ketika yang lain cemas dengan dunia beserta isinya, sedangkan mereka hanya cemas ketika mushaf itu belum terpegang olehnya ketika membuka, mengisi, dan menutup hari ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bila pemuda ini ketika yang lain mencurahkan tenaga dan pikiran untuk memperindah halte dunia mereka sedangkan para pemuda inilah yang tenaga dan pikirannya disibukkan hanya untuk mempersiapkan apa yang hendak dikatakan sesudah mati ? Bagaimana bila pemuda ini ketika yang lain begitu kenal dengan taghut-taghut baru yang mencoba menarik hati, maka mereka lah yang sudah memenuhi hati dengan teladan para nabi, generasi awal yang kisahnya harum semerbak wangi, para syuhada yang tetap hidup walau dikira mati, dan para pejuang sejati yang tetap akan ada sampai ketika tidak ada lagi yang bisa disebut sebagai hari ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sebandingkah hati, pikiran, nurani, semangat, air mata, tetes keringat, dan darah para pemuda ini dengan dunia beserta isinya yang dalam Al Quran pun sama sekali tidak pernah dipuji ? Pantaskah ada yang mendahului langkah persatuan umat itu bila bukan dari para pemuda ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu bangsa ini pernah melihat pemudanya bersatu. Kebanyakan masing-masing membawa nama tanah di mana mereka lahir, kecuali Jong Islamitenbond. Kenapa ? Karena tanah terlalu hina untuk dibawa-bawa sebagai identitas bagi mereka yang sudah meletakkan Islam dan ketauhidannya sebagai satu-satunya kemuliaan. Luar biasa apa yang dibawa para pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai seratus jumlah mereka, jumlah yang tidak sekalipun bisa disebut secuil dibandingkan bangsa mereka yang sudah melimpah jumlahnya. Tetapi lihatlah apa yang mereka deklarasikan dan kelak disebut sumpah. Sungguh jauh berarti dari deklarasi penghambaan sebagian besar bangsanya yang masih belum tahu bagaimana hendak mencabut deklarasi penghambaan turun temurun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi merdeka, dan pada saat itu hanya mimpi belaka menyebut-nyebut merdeka, mars yang kelak menjadi lagu kebangsaan sudah lantang menyebut “Merdeka !”. Lalu mimpi siapa yang benar ? Mimpi para penikmat arus zaman atau mimpi para pemuda yang tidak punya apa-apa melainkan kesadaran ? Inilah mimpi yang diakui zaman dan kelak dibuktikan oleh zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun ada Kongres Pemuda Jilid Dua, maka yang ini harus berbeda. Pesertanya adalah mereka yang mengutamakan ketauhidan di atas segala-galanya. Para pemuda yang hadir tidak membawa nama tanah mereka lahir. Mereka memang membawa nama tempat lahir mereka, tetapi tempat lahir mereka itu bukanlah tanah, melainkan tempat lahirnya hidayah yang diturunkan-Nya. Mereka memang membawa nama organisasi mereka, perkumpulan dakwah mereka, harakah mereka, dan kalaupun ada, manhaj yang dianggap berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi syahadat mereka terlalu berat pertanggungjawabannya bila semua nama itu menggantikan Satu Ilah mereka. Diri mereka terlalu lemah bila banyaknya kitab rujukan mereka harus dipaksakan menggantikan Kitabullah, rujukan dari segala rujukan. Bendera mereka tidaklah lebih berharga bila hendak menggantikan Panji Islam, satu-satunya bendera yang diridhai-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat yang dipilih pun bukanlah tempat yang tidak punya sejarah kental dengan risalah Rasulnya. Rasanya ada dua pilihan, Aceh sang Serambi Mekkah, tanah yang sejarahnya adalah perjuangan mengentaskan penghambaan manusia terhadap manusia, dan Bumi Minangkabau, kalaulah boleh disebut Serambi Madinah, bumi tempat lahirnya para ulama istiqamah yang menunjukkan betul arti perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa keistimewaan kedua tempat ini dibandingkan tanah biasa yang sudah padat dengan hiruk pikuk pusat pemerintahan yang sudah asing dari rakyatnya sendiri ? Tidak lain karena kedua bumi ini adalah bumi Zamrud Khatulistiwa yang paling dekat dengan Mekkah dan Yerusalem. Ke sanalah seharusnya umat ini menghadap. Kalaupun bervisi untuk bersatu, maka satukanlah visi itu dengan kiblat yang sama. Kalaupun boleh bermimpi, bermimpilah untuk menginjakkan kaki ke kedua tanah itu sebelum menginjakkan kaki di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dahulu kebangkitan bangsa ini banyak digerakkan oleh para pemuda dari negeri yang asing dengan makna tauhid, adakah berlebihan bila sekarang berharap kebangkitan itu banyak digerakkan oleh para pemuda dari negeri yang ketauhidan adalah sejarahnya sendiri. Kadang-kadang masalah itu memang lebih jelas bila dilihat dari luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah engkau wahai pemuda dari negeri Mesir ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Libya ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Sudan ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Afrika ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Jerman ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Belanda ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Swiss ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Perancis, Inggris, Skandinavia, Bosnia, dan Eropa ! Di manakah engkau wahai pemuda dari negeri Hijaz ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Arabian Peninsula ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Pakistan ! Di manakah engkau wahai pemuda dari India ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Malaysia ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Jepang ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Asia ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Australia ! Di manakah engkau wahai pemuda dari USA ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Kanada ! Di manakah engkau wahai pemuda dari Amerika !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh...adakah sebutan lain bila bukan kemubaziran bila sudah tersebarnya pemuda umat di lima benua tetapi mereka merasa berat untuk bertemu di satu tempat di Zamrud Khatulistiwa ? Jawaban apa yang mereka punya bila datang kepada mereka malaikat penanya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa agenda Kongres Pemuda ini ? Diri ini terlalu lemah untuk mengatakan apa yang belum pantas disebut. Kepala ini terlalu kecil untuk mendahului kumpulan kepala-kepala yang zikirnya adalah berpikirnya itu sendiri. Cukuplah para pemuda ini yang berembuk bersama dan membulatkan sebenarnya apa mau mereka, apa visi mereka, dan apa yang harus dipersiapkan. Cukuplah agenda terdekat adalah bertemu. Ya, mempertemukan pemuda umat yang sebenarnya dalam diri mereka mengalir darah yang sama, darah orang-orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sebelumnya mereka bisa berkata sinis pada saudaranya, masihkah kalimat sinis itu keluar ketika melihat wajah saudaranya ? Bila sebelumnya berniat hendak habis-habisan berdebat dengan saudaranya, cairkah niat itu ketika mendapat ucapan salam, jabat tangan, dan pelukan dari saudaranya ? Bila sebelumnya tidak bersatu, begitu mustahilkah untuk berharap bahwa akan ada persatuan yang hendak diubah dari sekedar cita menjadi nyata ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berharap hendak bersatu sebelum bertemu. Rasulullah SAW mempersatukan Anshar dan Muhajirin dengan mempertemukan mereka, bahkan setiap Anshar pulang membawa satu Muhajirin sebagai saudaranya. Adakah sejarah umat lain yang mengisahkan persatuan seperti ini ? Sejak kapan ukhuwah bisa terjalin dengan bertemu secara maya tanpa bertemu langsung dengan saudaranya yang wajahnya memancarkan keimanan yang menular lebih cepat dari penyakit mematikan sekalipun ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat ini sudah cukup lama tertidur. Umat ini sudah lama menanti titik terang kebangkitan yang hanya pantas dibawa oleh para pemudanya. Umat ini sudah terlena hanya untuk menggantungkan perubahan dari siklus perubahan yang diformalkan. Umat ini sedang menanti mereka yang meneladani Pemuda Muhammad yang mampu menyatukan kabilah-kabilah yang saling bertentangan hanya untuk memperoleh kehormatan meletakkan sebongkah batu hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat ini sedang menanti pemuda yang meneladani Ali yang ketika berumur 23 tahun sudah merelakan jiwa raganya menempati tempat tidur Rasulullah SAW demi kelangsungan cahaya Islam walau sewaktu-waktu ayunan pedang musuh membuatnya tidak akan berjumpa lagi dengan Rasul junjungan tercinta. Umat ini sedang menanti pemuda yang meneladani Mush'ab, Duta Islam pertama, pembuka keran hijrah, pemegang panji Islam di Perang Badar dan Uhud, yang ketika menjemput syahid di tangan musuh, hanya berucap “Muhammad hanyalah utusan ALLAH, dan telah berlalu sebelumnya utusan-utusan ALLAH “. Umat ini sedang menanti pemuda yang meneladani Usamah yang ketika berumur 20 tahun sudah memimpin pasukan yang diikuti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat ini sedang menanti pemuda yang meneladani Zaid, Ja'far, dan Ibnu Rawahah yang syahidnya mereka kemudian menjadi pemadam kearoganan Romawi. Umat ini sedang menanti pemuda yang meneladani Khalid, yang rahasia tidak terkalahkannya pasukan yang dipimpinnya semata-mata karena ALLAH, Rasulullah SAW, dan orang-orang beriman yang menjadi penolongnya. Umat ini sedang menanti pemuda yang meneladani Shalahuddin Al Ayyubi yang mengambil kembali apa yang menjadi hak Kaum Muslimin yang tanpanya Kaum Muslimin menjadi kehilangan arti. Umat ini sedang menanti pemuda yang meneladani Muhammad Al Fatih yang membuktikan janji Rasulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup pemuda berharap pada yang lain untuk bersatu namun yang didapat tidak sekalipun bertemu di yang satu. Saatnya para pemuda ini menuntut dirinya sendiri. ALLAH, Rasulullah SAW, dan orang-orang beriman lah yang menjadi saksi. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-7769749573657657622?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/7769749573657657622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/menuju-persatuan-umat-kongres-pemuda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/7769749573657657622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/7769749573657657622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/menuju-persatuan-umat-kongres-pemuda.html' title='Menuju Persatuan Umat: Kongres Pemuda Versi Islam'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sh5KWo75PGI/AAAAAAAAAKU/uvCuE4fmAMs/s72-c/genggam-tangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-6552907385690458817</id><published>2009-05-25T08:10:00.007+07:00</published><updated>2009-06-02T10:24:58.908+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Jejak Muhadditsin 'Blogger'</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShnwG-JEqlI/AAAAAAAAAJs/KbLVNy-CWkw/s1600-h/sunset.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339562835775367762" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 256px; CURSOR: hand; HEIGHT: 192px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShnwG-JEqlI/AAAAAAAAAJs/KbLVNy-CWkw/s320/sunset.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Baru seratus ribu, kelak akan meningkat satu juta, delapan juta. Terus bertambah dan bertambah. Itupun baru pengunjung, belum lagi peminat apalagi pegiat. Tidak jarang yang hadir adalah para penghujat. Karena rumah ini tak berpintu. Wong siapa aja bisa bludas-bludus tanpa kulonuwun. Begitu istilah dari Ken Sri.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak yang perlu dilakukan tidak hanya menjelang, terlebih pasca pemilu. Kebun dakwah mesti terus tersebarluas dan terawat. Jalan ini masih panjang sepanjang usia jaman yang dihuni manusia. Tidak hanya sepanjang angan angan yang mampu menembus batas ajalnya. Onak dan duri akan tetap mengiringi maka teruslah menulis agar engkau bisa menangkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman kini, tak ada kiprah positif yang (dianggap) bernilai berita hingga dijamin tak akan diliput media. Apalagi itu dilakukan oleh sebuah partai politik. Partai dakwah yang setiap saat menebar kebaikan. Dibutuhkan dana besar untuk kiprah positif yang tertayang meski berdurasi detik. Namun, bila negative akan segera booming menjadi headline di sana sini. Tengok saja sejenak, hanya karena kurang baik dalam ‘polling’ diulas ‘ber-aura negative’. Bacaan Al Fatihah dicetak ‘tema jualan kampanye’ lebih ekstrim lagi ‘menunggangi korban bencana untuk meraih kekuasaan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga untuk saling mengingatkan bahwa arah perjuangan kita tidak berubah. Seperti mutiara kata yang pernah saya dapat entah dimana saya lupa. ‘Jangan bilang tidak mungkin karena akan menutup kemungkinan. Jadilah engkau seperti jari jemari meskipun berbeda beda tetapi tetap bersatu (berjamaah-pen) dalam mengerjakan sesuatu’. Tak perlu lagi saling curiga yang akan membuat kita mudah mendapat was-was. Apalagi sampai hilang tsiqah pada para Qiyadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dibutuhkan lebih banyak lagi sosok seperti Abu Hurairah, Aisyiah dan juga Umar Ibnu Khattab. Meski liputannya tidak se-Shohih Bukhori atau se-Hasan Turmudzi. Namun setidaknya bukan sesuatu yang dhoif (palsu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kabarkanlah ia padaku tentang sekumpulan pemuda yang istiqomah di medan dakwah. Agar tiada bias informasi, juga tak ada salah persepsi, apalagi disorientasi.(Wied)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halmahera Utara, 23-05-09&lt;br /&gt;Sang Musafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2009/05/jejak-muhaditsin-blogger.html" target="new"&gt;Script for 100.000 visitors &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-6552907385690458817?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/6552907385690458817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/jejak-muhadditsin-blogger.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6552907385690458817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6552907385690458817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/jejak-muhadditsin-blogger.html' title='Jejak Muhadditsin &apos;Blogger&apos;'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShnwG-JEqlI/AAAAAAAAAJs/KbLVNy-CWkw/s72-c/sunset.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-8760441660377072356</id><published>2009-05-24T11:59:00.004+07:00</published><updated>2009-05-24T12:13:08.045+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HARAKAH WA DA&apos;WAH'/><title type='text'>Mencetak Generasi Cemerlang</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShjWx8P4iJI/AAAAAAAAAJk/nEAwR7i1FUU/s1600-h/tawheed.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 259px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShjWx8P4iJI/AAAAAAAAAJk/nEAwR7i1FUU/s320/tawheed.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339253511722403986" /&gt;&lt;/a&gt;Islam telah melahirkan satu generasi manusia yang paling istimewa di dalam sejarahnya dan sejarah kemanusiaan lainnya. Ini satu fakta dan kenyataan yang tak terbantahkan yang di dalamnya mengandung nilai-nilai tertentu yang harus diperhatikan dan renungkan dengan sungguh-sungguh, agar dapat menyelami rahasianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran yang menjadi sumber dakwah ini masih berada bersama-sama kita. Allah SWT telah memberikan jaminan untuk memelihara Al-Quran, dan telah mengetahui bahwa dakwah ini harus terus tegak selepas zaman Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Q.S. Al Hijr: 9)&lt;/em&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedang Hadits Rasulullah SAW dan petunjuk-petunjuk perjalanan hidup dan sirahnya yang mulia itu juga masih ada di samping kita. Keduanya juga telah ada bersama-sama dengan generasi yang terdahulu itu, tidak hilang oleh perjalanan sejarah dan tidak lapuk oleh perkembangan zaman; hanya diri Rasulullah SAW saja yang tidak lagi bersama kita sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketiadaan diri Rasulullah SAW itu tidak boleh dijadikan alibi atas kegagalan dakwah di zaman ini. Pasti ada sebab lain yang membedakan antara generasi kita dengan generasi sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lalu apa yang membedakan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber pokok yang dijadikan rujukan oleh generasi pertama itu ialah Al-Quran, hanya Al-Quran saja. Hadis Rasulullah SAW dan petunjuk-petunjuk beliau adalah semata-mata merupakan penafsiran kepada sumber utama itu. Ketika `Aisyah Radhiallahu'anha ditanya mengenai perilaku dan perjalanan hidup Rasulullah SAW maka beliau menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Perilaku dan perjalanan hidup beliau [Rasulullah SAW] itu ialah Al-Quran” (Hadis riwayat Nasai)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Al-Quran sajalah yang menjadi sumber panduan mereka, perjalanan hidup dan gerak-gerik mereka. Ini bukanlah karena umat manusia di zaman itu tidak punya peradaban, tidak punya kebudayaan, tidak punya pelajaran, tidak punya buku karangan dan tidak punya kajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, di sana juga telah wujud peninggalan peradaban Yunani (Greek), ilmu mantiknya, falsafah dan keseniannya, yang juga masih menjadi sumber pemikiran Barat hingga sekarang; malah di sana juga telah wujud peradaban Parsi, keseniannya, sajaknya, syair dan dongengnya, kepercayaan dan sistem perundangannya, serta peradaban lain, seperti India, China.Romawi dan Parsi berada di sekeliling semenanjung Arab, baik di utara maupun di selatan. Ditambah lagi agama Yahudi dan Nasrani yang telah ada di tengah-tengah semenanjung itu sejak berapa lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bukanlah faktor kekurangan peradaban dan kebudayaan duniawi yang menyebabkan generasi pertama itu merujuk kepada Kitab Allah (Al-Quran) saja dalam masa pertumbuhan mereka, tapi justeru karena “planning” yang telah ditentukan dan program yang telah diatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rasulullah SAW bertujuan membentuk satu generasi yang bersih hatinya, bersih pemikirannya, bersih pandangan hidupnya, bersih perasaannya, dan murni jalan hidupnya dari unsur lain selain landasan Ilahi yang terkandung dalam Al-Quranul Karim.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kemurkaan Rasulullah SAW ketika beliau melihat Sayyidina Umar bin Al-Khattab R.A. memegang sehelai kitab Taurat. Melihat keadaan ini beliau pun bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Demi Allah sekiranya Nabi Musa masih hidup bersama-sama kamu sekarang ini, tidak halal baginya melainkan mesti mengikut ajaranku.” (Hadis riwayat Al-hafidz Abu Ya'la dari Hammad dari Asy-sya'bi dari Jabir)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lalu, apakah yang telah terjadi saat ini?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, Sumber-sumber panduan itu saat ini telah bercampur baur! Sumber itu telah dimasuki falsafah Yunani (Greek), dongeng-dongeng dan pandangan hidup Parsi, cerita-cerita Israeliat Yahudi, falsafah Ketuhanan ala-Kristian yang telah bercampur baur di dalam tafsir Al-Quran dan ilmu Al-Kalam, dan juga telah dimasuki oleh peninggalan peradaban zaman lampau yang sukar dikikis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, banyak lagi sumber panduan lain yang telah bercampur baur dengan tafsir Al-Quran, ilmu Al-Kalam, ilmu fiqih dan ilmu ushuluddin. Campuran panduan inilah yang telah melahirkan generasi-generasi berikutnya. Karena itulah maka bentuk generasi pertama yaitu generasi para sahabat Rasulullah SAW, tidak lahir lagi setelah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak dapat diragukan lagi bahwa bercampur-baurnya sumber panduan itulah yang menjadi faktor utama mengapa generasi berikutnya berlainan sama sekali dari bentuk generasi pertama yang unggul itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, Para sahabat Rasulullah di dalam generasi pertama itu, &lt;strong&gt;belajar untuk dilaksanakan dengan segera dalam urusan hidup pribadinya dan hidup bermasyarakat&lt;/strong&gt;. Mereka tidak mendekatkan diri dengan Al-Quran dengan tujuan mencari pelajaran dan bahan bacaan. Bukan juga dengan tujuan mencari hiburan dan penglipur lara. Tiada seorang pun dari mereka yang belajar Al-Quran dengan tujuan menambah bekal dan bahan semata-mata untuk ilmu dan bukan juga dengan maksud menambah akademik untuk mengisi dada dan otak mereka saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Belajar Untuk Dilaksanakan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap inilah yang terbentuk: yaitu &lt;strong&gt;belajar untuk segera dilaksanakan, yang telah menambah luasnya lapangan hidup mereka&lt;/strong&gt;, menambah luasnya ma'rifat dan pengalaman mereka dari ajaran Al-Quran yang tidak mungkin mereka capai kalau sekadar belajar dari Al-Quran dengan tujuan menyelidik dan mengkaji serta membaca saja. Sehingga, ia telah memudahkan mereka dalam bekerja dan meringankan beban mereka yang berat, karena Al-Quran telah menyatu dan men-darah daging. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran tertanam kuat ke dalam jiwa mereka hingga meresap menjadi panduan dalam gerakan mereka, ia melahirkan pelajaran yang menggerakkan aktivitas, pelajaran yang tidak lagi merupakan teori yang bersarang di dalam kepala manusia dan di halaman kertas dan buku-buku saja. Bahkan ia menjadi kenyataan yang melahirkan kesan dan peristiwa yang mengubah garis hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran akan memberi dan mencurahkan isi perbendaharaannya kepada orang yang datang bertumpu kepadanya dengan ruh dan jiwa ini: yaitu ruh dan jiwa ma'rifat yang membuahkan amal dan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak syak lagi bahwa faktor kedua inilah bukti sebab utama generasi cemerlang tersebut. Dia merasakan ketika pertama kali menganut Islam, itulah zaman baru dalam hidupnya; terpisah sejauh-jauhnya dari hidupnya yang lampau di zaman jahiliyah. Sikapnya terhadap segala sesuatu yang berlaku di zaman jahiliyah dahulu ialah sikap seorang yang sangat berhati-hati dan berwaspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merasakan bahwa segala sesuatu di zaman jahiliyah dahulu adalah kotor dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Dia merasakan dari lubuk hatinya bahwa dia perlu membersihkan dirinya dari apa yang berlaku itu; lalu dia berusaha sedaya upaya mengikuti panduan yang digariskan oleh Al-Quran. Dia melepas total dengan tata hidup masyarakat jahiliyah dahulu dan berhubungan langsung selama-lamanya dengan masyarakat Islam; walaupun kelihatan pada lahirnya dia sering berhubungan dengan orang-orang musyrik dalam perdagangan dan pergaulan hidup seharian, tetapi perpisahan perasaan dan pergaulan hidup seharian adalah dua hal yang berlainan dan berbeda sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana tiada risiko yang akan ditempuh selain dari ujian dan penderitaan. Namun demikian, mereka secara otomatis telah bertekad bulat untuk tidak akan kembali lagi kepada kebiasaan dan perilaku jahiliyah, buat selama-lamanya.&lt;br /&gt;Kita sekarang sedang berada di tengah-tengah suasana jahiliyah yang serupa dengan suasana jahiliyah yang ada pada zaman kedatangan Islam dahulu. Bahkan, lebih gelap lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu di sekitar kita ialah jahiliyah konsep hidup manusia sekarang, akidah kepercayaan mereka, adat istiadat dan kebiasan mereka, sumber pelajaran seni dan sastera mereka, peraturan dan undang-undang mereka, hingga banyak perkara yang kita anggap sebagai pelajaran Islam, buku rujukan Islam, falsafah Islam dan pemikiran Islam sebenarnya adalah hasil ciptaan jahiliyah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mesti kembali ke pangkal jalan, kepada sumber yang murni yang telah digali dan ditimba oleh orang-orang sebelum kita; yaitu sumber yang terjamin tidak bercampur baur dengan sumber yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mesti kembali kepada Al-Quran untuk mendapatkan teori mengenai hakikat wujud seutuhnya dan juga hakikat wujudnya umat manusia dan segala hubungan di antara kedua jenis wujud ini dengan wujud yang hakiki, yaitu wujud Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita kembali kepada Al-Quran, maka kita mestilah kembali berdasarkan kaedah dan dasar “belajar untuk dilaksanakan”, bukan dengan kaedah dan dasar belajar untuk sekadar pengetahuan dan menglipur lara. Dan di dalam perjalanan itu, kita akan bertemu dengan keindahan seni Al-Quran, dengan cerita dan kisah yang heroik dan juga dengan pandangan-pandangan kiamat di dalam Al-Quran, juga dengan logika kesedaran hati nurani di dalam Al-Quran, dan juga dengan semua yang dicari-cari oleh para peneliti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jalan kita adalah berlainan dan bersimpangan dengan jalan jahiliyah. Seandainya kita mencoba berjalan seiring dengannya, walaupun cuma selangkah, niscaya kita kehilangan pedoman dan kita akan meraba dalam kesesatan.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, kita akan menempuh berbagai bentuk kesusahan dan penderitaan, kita akan menyumbangkan pengorbanan yang besar dan dahsyat. Dan ini suatu pilihan yang tidak ada pilihan lain kalau kita benar-benar hendak mengikuti langkah generasi pertama yang ditampilkan oleh Allah, yang telah menghancur dan memusnahkan jalan jahiliyah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah baik sekali bagi kita untuk tetap menyadari bentuk program dan landasan kita, menyadari tabiat sikap kita dan juga tabiat jalan yang mesti kita lalui agar dapat keluar dari suasana jahiliyah seperti yang telah dilalui oleh generasi yang agung dan unik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur: Ma’aalim Fith Thariiq&lt;br /&gt;         Sayyid Quthb&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-8760441660377072356?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/8760441660377072356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/mencetak-generasi-cemerlang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/8760441660377072356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/8760441660377072356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/mencetak-generasi-cemerlang.html' title='Mencetak Generasi Cemerlang'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShjWx8P4iJI/AAAAAAAAAJk/nEAwR7i1FUU/s72-c/tawheed.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-8102904647592166446</id><published>2009-05-20T15:02:00.008+07:00</published><updated>2009-05-21T07:52:57.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NASIHAT'/><title type='text'>Menumbuhkan Percaya Diri Anak</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShSlbfSM4dI/AAAAAAAAAJc/tZv1gCHS-LM/s1600-h/anak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 252px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShSlbfSM4dI/AAAAAAAAAJc/tZv1gCHS-LM/s320/anak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338073350013772242" /&gt;&lt;/a&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini banyak orangtua maupun guru yang gelisah bagaimana menjadikan anaknya percaya diri. Islam seakan-akan sudah tidak cukup lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mohammad Fauzil Adhim&lt;br /&gt;&lt;font id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seandainya setiap anak yang baru lahir tidak memiliki keberanian untuk mencoba, nis&amp;shy;caya tak ada yang dapat mereka lakukan. Seandainya anak-anak kita takut mengha&amp;shy;dapi kegagalan, niscaya mereka tak bisa berjalan hingga kini. Sebab, sekedar untuk berjalan saja, banyak kesulitan yang harus mereka hadapi dan tak sedikit rasa sakit yang harus mereka tanggung. Hidung mungkin sudah lebih dari sepuluh kali tersungkur ke tanah hanya karena mereka belajar merangkak. Lutut… entah berapa kali mereka meng&amp;shy;alami luka. Tetapi anak-anak tak pernah putus asa. Anak-anak senantiasa bersemangat sampai orangtua memadamkannya dengan alasan kasih-sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya anak-anak tak peduli dengan pakaian yang mereka kenakan. Apa mereknya, mereka tak peduli. Mereka juga tidak pusing-pusing jika ada yang sobek di kiri dan di kanan. Mereka tetap saja melangkah dengan mantap karena mereka berpusat pada tujuan. Tidak sibuk membayangkan apa yang akan dikatakan orang. Mereka belajar dengan ikhlas. Tetapi orangtualah yang membuat mereka malu berangkat ke sekolah ka&amp;shy;rena sepatu yang dipakai tak sebagus teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak di Inggris, sejak kecil sudah sangat percaya diri belajar bahasa Inggris. Begitu juga balita-balita di Mesir, usia TK bahasa Arabnya sudah lebih baik daripada anak-anak Madrasah Aliyah kelas dua. Mereka belajar dengan penuh semangat. Rasa percaya dirinya sangat kuat. Mereka tidak berpusing-pusing dengan tata bahasa, dan tidak khawa&amp;shy;tir salah mengucapkannya –karena umumnya orangtua menerima apa adanya kesalahan ucapan anak-anaknya yang masih bayi. Orangtua bahkan menanggapi dengan penuh antusias dan penghargaan yang tinggi setiap kali anaknya berani mencoba bicara. Tetapi ketika mereka mulai beranjak besar, kita mulai cerewet terhadap mereka. Karena takut anaknya bingung, mereka tak boleh belajar yang pelik-pelik. Sebaliknya, karena sangat ingin anaknya cerdas, mereka perintahkan anak-anak itu belajar mati-matian dengan cara yang tidak tepat. Tidak sebagaimana kodrat perkembangan belajar mereka. Alamiah, ber&amp;shy;sahabat dan penuh semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullahal ‘azhim…. Alangkah jauh kita dari agama. Lebih-lebih yang me&amp;shy;nulis risalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah kata Buckminster Fuller. Ia pernah mengingatkan, “Setiap anak terlahir jenius, tetapi kita memupuskan keje&amp;shy;niusan mereka dalam enam bulan pertama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, setiap anak. Siapa pun ia, sejauh lahir dalam keadaan mental yang normal, mereka adalah jenius-jenius besar yang sudah dibekali Allah dengan percaya diri tinggi, semangat besar, antusias dan senantiasa belajar. Di usia-usia awal kehidupannya hingga menginjak tahun keenam, mereka belajar –meminjam istilah Glenn Doman— “tanpa usaha”. Saya tidak sepenuhnya sepakat dengan ungkapan Glenn Doman, tetapi ungkapan ini saya pakai untuk menunjukkan betapa anak-anak kita dikaruniai daya tangkap yang luar biasa atas setiap perkara yang kita ajarkan kepada mereka. Sengaja atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangsangan yang kaya dan tepat di usia ini bukan saja membuat mereka lebih cerdas. Lebih dari itu potensi mereka sendiri berkembang. Salah satu potensi itu adalah IQ. Ini berbeda dengan orang dewasa. Usaha yang keras dalam belajar akan membuat kita lebih cerdas, tetapi IQ kita tidak akan bertambah. Perkembangan IQ sudah selesai pada usia 12 tahun, dengan rincian 90% perkembangan IQ tercapai pada usia 6 tahun dan 10% sisanya diselesaikan antara usia 6-12 tahun. Maka sungguh, rangsangan yang tepat di usia-usia awal akan sangat besar artinya. Dan itulah yang dilakukan oleh orangtua Imam Syafi’i rahimahullah sehingga anaknya hafal Al-Qur’an di usia tujuh tahun. Begitu pula yang dila&amp;shy;kukan oleh para orangtua generasi salafush-shalih. Tetapi bukan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullahal-‘azhim. Orangtua macam apakah kita ini, ya Akhy? Ataukah kita menjadi orangtua semata-mata karena anak kita sudah lahir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak suami yang menyandang gelar bapak hanya karena istrinya mela&amp;shy;hirkan. Sebagaimana banyak wanita disebut ibu semata-mata karena dialah yang melahir&amp;shy;kan. Bukan karena mereka menyiapkan diri menjadi orangtua. Bukan karena mereka me&amp;shy;miliki kepatutan sebagai orangtua. Dan saya tidak tahu, apakah yang menulis ini layak disebut orangtua ataukah hanya orang yang lebih tua dari anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullahal-‘azhim. Semoga Allah membaguskan amal-amal kita dan memba&amp;shy;guskan pendidikan anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini banyak orangtua maupun guru yang gelisah bagaimana menjadikan anaknya percaya diri. Islam seakan-akan sudah tidak cukup lagi. Padahal, kita yang men&amp;shy;jadi penyebabnya. Kita ajarkan anak kita berjilbab agar mereka menjadi orang yang memu&amp;shy;liakan syari’at Allah semenjak usia mereka yang masih belia. Tetapi saat berbicara, bukan iman yang kita tanamkan, melainkan keinginan untuk memperoleh tepuk-tangan manusia yang kita bangkitkan. Kalau mereka tidak berjilbab, bukan kita ingatkan mereka tentang mahabbatullah, melainkan biar cantik dilihat orang. Maksud kita baik, tetapi yang kita te&amp;shy;riakkan, “Ayo, coba dipakai jilbabnya. Ih, jelek ah kalau nggak pakai jilbab.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mereka memakai jilbabnya, segera saja kita memuji, “Nah…, gitu dong. Kalau pakai jilbab kan cakep. Cantik, kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, andaikan saja pujian yang jarang kita berikan pada anak itu lebih mengingat&amp;shy;kan mereka kepada Tuhannya, insya-Allah akan lain ceritanya anak-anak kita. Tetapi tidak. Kita lebih sering memuji mereka –meskipun tampaknya kita lebih sering mencela—dengan alasan-alasan yang tidak menghidupkan jiwa. Kalau memang memakai jilbab hanya untuk cantik, bukankah ada jalan lain agar tampil lebih cantik lagi daripada sekedar pakai jilbab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana cara kita memuji anak saat pakai jilbab, seperti itu pula seringkali kita menganjurkan anak-anak berpakaian yang patut saat ke masjid. Kita suruh mereka pakai pakaian yang bagus biar tidak malu pada teman. Bukan karena Allah ‘Azza wa Jalla sudah berfirman, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raaf: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, bukan bunda salah mengandung kalau anak-anak itu akhirnya memiliki rasa percaya diri yang tanggung. Berbeda sedikit saja dengan temannya, sudah cukup un&amp;shy;tuk membuat mereka meringkuk di kamar. Tak berani berbaur dengan hati yang mantap. Apalagi menjadi sumber pengaruh yang baik bagi teman-temannya. Padahal mereka dila&amp;shy;hirkan untuk zaman yang bukan kita; zaman yang membutuhkan kekuatan jiwa lebih be&amp;shy;sar. Zaman yang membutuhkan orang-orang dengan percaya diri tinggi, cerdas akalnya, hidup jiwanya dan jernih hatinya. Mereka inilah yang siap untuk menyambut perintah, “Qum fa andzir. Bangunlah, lalu berilah peringatan.” Perintah-perintah di masa awal kena&amp;shy;bian Rasulullah tercinta, Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah yang dapat kita lakukan untuk membangkitkan rasa percaya diri mereka? Jika perkataan saat menyuruh mereka mengenakan pakaian yang indah justru bisa menyebabkan mereka kehilangan rasa percaya diri yang kokoh, maka seruan Nabi SAW saat haji Wada’ adalah penguat jiwa-jiwa yang lemah. Mari kita renungkan kembali tatkala Nabi mengingatkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian, sama sucinya dengan hari ini, negeri ini, pada bulan ini. Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara. Tidak boleh ditumpahkan darahnya. Tuhan kalian satu. Bapak kalian semuanya Adam dan Adam dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling takwa. Tidak ada kelebihan orang Arab di atas orang asing kecuali karena takwanya. Apakah aku sudah menyampaikan kepada kalian?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ajaran yang membuat sahabat-sahabat dengan pakaian kumal tidak malu mendatangi istana para kaisar. Inilah keyakinan yang membuat para salafush-shalih tidak kelu lidahnya melihat jubah-jubah kebesaran pada sultan. Inilah nasehat yang membuat setiap manusia merasa sederajat, tetapi di saat yang sama membuat mereka senantiasa merendah karena tak ada yang tahu siapa di antara mereka yang paling bertakwa. Sebab, ukuran takwa bukan terletak pada panjangnya jenggot, melainkan pada iman dan amal shalih yang berpijak di atas aqidah yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, saya bermimpi. Saya betul-betul sangat mengingini agar nasIhat Nabi swa ini diajarkan kepada anak-anak semenjak usia pra-sekolah. Di SD-SD, TK dan play-group, anak-anak perlu belajar. Bukan untuk menjadi hafalan semata, tetapi untuk menjadi kekuatan dalam jiwanya. Kita ajarkan kepada mereka, matannya maupun maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, mereka inilah yang insya-Allah lebih bagus daripada generasi orang&amp;shy;tuanya semacam kita. Pada saatnya, biarlah kita menjadi catatan sejarah saja bahwa kita pernah ada. Tugas kita sekarang adalah menyiapkan mereka agar menjadi manusia-manu&amp;shy;sia yang menegakkan kalimat Allah di muka bumi dengan penuh percaya diri. Mereka tidak tunduk hanya karena takjub melihat Chinook. Mereka tidak lemah hanya karena mendengar nama Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak kitakah yang akan seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php/kolom/sekolah-revolusioner/9316-menumbuhkan-percaya-diri-anak" target="new"&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-8102904647592166446?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/8102904647592166446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/menumbuhkan-percaya-diri-anak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/8102904647592166446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/8102904647592166446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/menumbuhkan-percaya-diri-anak.html' title='Menumbuhkan Percaya Diri Anak'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShSlbfSM4dI/AAAAAAAAAJc/tZv1gCHS-LM/s72-c/anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-1004172272070068736</id><published>2009-05-19T06:15:00.006+07:00</published><updated>2009-05-19T06:40:32.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUISI'/><title type='text'>IBUNDAKU</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShHxUK5g5eI/AAAAAAAAAJM/lmReHpX9cW0/s1600-h/kasihibu.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 248px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShHxUK5g5eI/AAAAAAAAAJM/lmReHpX9cW0/s320/kasihibu.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337312362236012002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;by: &lt;strong&gt;sesar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenang...&lt;br /&gt;Kenanglah... waktu kecil, kau dibuai oleh ibu....&lt;br /&gt;Kenanglah hangat kasih sayang sang ibu....&lt;br /&gt;Kala sedih menerpa... maka dia berada disisimu&lt;br /&gt;Kala bahagia menerpa... iapun ikut bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa balita telah lewat...&lt;br /&gt;Masa remaja telah beranjak...&lt;br /&gt;Masa dewasapun kini berjalan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tak kau rindukan saat dia selalu disisimu?&lt;br /&gt;Berapa banyak kasih sayang yang kita tebar...&lt;br /&gt;Sebagai balas kasih sayangnya...?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tiada seujung kuku hitampun tertebus...&lt;br /&gt;Berapa banyak jasa beliau...?&lt;br /&gt;Berapa banyak siksa kita kepadanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah sejenak hentikan aktifitas kita&lt;br /&gt;Kenanglah wajah lembut ibumu&lt;br /&gt;Bahkan dengan kerut lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah kelopak matanya..&lt;br /&gt;kenang... dan kenanglah hingga hilang&lt;br /&gt;semua bayangan maya berganti sosok seorang&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tariklah nafas dalam-dalam&lt;br /&gt;Hembuskan secara pelan...&lt;br /&gt;Ulangi dan terus lakukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh perasaan&lt;br /&gt;Seraya tetap kau pandang...&lt;br /&gt;Wajah lembut ibumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau itu dalam khayal&lt;br /&gt;Rasakan denyut lembut jantungmu&lt;br /&gt;Rasakan pula desir darahmu&lt;br /&gt;Yang mengalir di segenap pembuluhmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itupula cobalah dan terus coba&lt;br /&gt;Mengenang... Ibu mu...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak dosa yg tlah kita lakukan&lt;br /&gt;katakanlah... didalam hatimu... terus berulang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu... ataukah mama... ataukah umi, apa sajalah&lt;br /&gt;Ssalkan mengakrabkan antara dirimu dengan dirinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Love you, Mom....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-1004172272070068736?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/1004172272070068736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/ibundaku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/1004172272070068736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/1004172272070068736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/ibundaku.html' title='IBUNDAKU'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShHxUK5g5eI/AAAAAAAAAJM/lmReHpX9cW0/s72-c/kasihibu.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-5808566402306200602</id><published>2009-05-18T09:07:00.005+07:00</published><updated>2009-05-18T09:12:21.116+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Why do we read Qur'an, even if we can't understand a single Arabic word..?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShDAt9tixcI/AAAAAAAAAIs/UYVFQisjCYo/s1600-h/quran.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShDAt9tixcI/AAAAAAAAAIs/UYVFQisjCYo/s320/quran.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336977454326269378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;This is a beautiful story &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An old American Muslim lived on a farm in the mountains of eastern Kentucky with his young grandson. Each morning Grandpa wakeup early sitting at the kitchen table reading his Qur'an. His grandson wanted to be just like him and tried to imitate him in every way he could.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;One day the grandson asked, "Grandpa! I try to read the Qur'an just like you but I don't understand it, and what I do understand I forget as soon as I close the book. What good does reading the Qur'an do?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Grandfather quietly turned from putting coal in the stove and replied, "Take this coal basket down to the river and bring me back a basket of water."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The boy did as he was told, but all the water leaked out before he got back to the house.&lt;br /&gt;The grandfather laughed and said, "You'll have to move a little faster next time," and sent him back to the river with the basket to try again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This time the boy ran faster, but again the basket was empty before he returned home. Out of breath, he told his grandfather that it was impossible to carry water in a basket, and he went to get a bucket instead.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The old man said, "I don't want a bucket of water; I want a basket of water. You're just not trying hard enough," and he went out the door to watch the boy try again. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At this point, the boy knew it was impossible, but he wanted to show his grandfather that even if he ran as fast as he could, the water would Leak out before he got back to the house. The boy again dipped the basket into river and ran hard, but when he reached his grandfather the basket was again empty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Out of breathe, he said, "See Grandpa, it's useless!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"So you think it is useless?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The old man said,"Look at the basket."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The boy looked at the basket and for the first time realized that the basket was different. It had been transformed from a dirty old coal basket and was now clean, inside and out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Son, that's what happens when you read the Qur'an. You might not understand or remember everything, but when you read it, you will be changed, inside and out. That is the work of Allah in our lives".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" If you feel this email is worth reading, please forward to your contacts/friends. Prophet Muhammad ( p.b.u.h) says: "The one who guides to good will be rewarded equally"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: Unknown&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-5808566402306200602?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/5808566402306200602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/why-do-we-read-quran-even-if-we-cant.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/5808566402306200602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/5808566402306200602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/why-do-we-read-quran-even-if-we-cant.html' title='Why do we read Qur&apos;an, even if we can&apos;t understand a single Arabic word..?'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShDAt9tixcI/AAAAAAAAAIs/UYVFQisjCYo/s72-c/quran.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-3102752103972106862</id><published>2009-05-14T20:47:00.006+07:00</published><updated>2009-06-02T10:25:58.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Mengapa SBY Tolak Hidayat Nur Wahid?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sgwkd-AhX6I/AAAAAAAAAIk/PQeS2YJiDZU/s1600-h/sby.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335679755807186850" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 178px; CURSOR: hand; HEIGHT: 208px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sgwkd-AhX6I/AAAAAAAAAIk/PQeS2YJiDZU/s320/sby.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Survei politik mutakhir menyimpulkan duet SBY-Hidayat Nur Wahid sebagai pasangan terfavorit bila maju ke Pilpres 2009. Namun realitasnya nama Boediono mendadak muncul dan dipastikan sebagai pendamping SBY. Mengapa SBY menolak Hidayat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun belum dideklarasikan secara resmi, duet SBY-Boediono dipastikan akan diusung oleh Partai Demokrat. Kabar ini dianggap valid karena diterima langsung oleh perwakilan parpol yang berkoalisi dengan Demokrat. Sekjen PKS Anis Matta sendiri bahkan menyebutnya sebagai informasi A1, yang akurasinya sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya beberapa pengamat politik bahkan telah memprediksi bahwa duet SBY-Hidayat mustahil tebentuk. Penyebabnya, tak lain adalah ‘dosa' Hidayat yang terlalu menonjolkan kesan islami. Kesan ini dikhawatirkan akan ‘merusak’ citra SBY di percaturan poilitik internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi konsumsi publik, bahwa setiap pergantian kepala negara di Dunia Ketiga, ‘tangan’ Amerika selalu ikut berperan dan menentukan. Tak terkecuali suksesi nasional di Indonesia. Di sinilah, SBY dan Partai Demokrat terlihat gamang dalam memilih Hidayat, tokoh yang diusung PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, rakyat membutuhkan sosok pemimpin yang sederhana, jujur, dan tegas. Ini terbukti dari berkali-kali survei politik yang menempatkan Hidayat menjadi pendamping SBY paling favorit. Namun hasil survei itu sama sekali tak masuk pertimbangan SBY dalam menentukan cawapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan itu terksean janggal, karena selama ini SBY dan Demokrat selalu optimis, bahkan overconfidence, terhadap sebagian besar hasil survei yang dipublikasikan. Mengapa kali ini tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah SBY benar-benar akan memilih Boediono, rakyat masih perlu menunggu beberapa hari ke depan. Siapa yang akan dibela SBY dan Partai Demokrat? Rakyat Indonesia atau ‘tangan’ Amerika?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widodo&lt;br /&gt;widodo@nhm.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/05/14/106628/mengapa-sby-tolak-hidayat-nur-wahid" target="new"&gt;inilah&lt;/a&gt; &lt;a href="http://sabili.co.id/index.php/200905171750/Berita-Anda/Mengapa-SBY-Tolak-Hidayat-Nur-Wahid.htm" target="new"&gt;sabili&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-3102752103972106862?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/3102752103972106862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/mengapa-sby-tolak-hidayat-nur-wahid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3102752103972106862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3102752103972106862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/mengapa-sby-tolak-hidayat-nur-wahid.html' title='Mengapa SBY Tolak Hidayat Nur Wahid?'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sgwkd-AhX6I/AAAAAAAAAIk/PQeS2YJiDZU/s72-c/sby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-542373515367850501</id><published>2009-05-12T20:37:00.003+07:00</published><updated>2009-05-12T20:44:43.046+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY'/><title type='text'>Kado Panjang Umur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sgl9H6V4IqI/AAAAAAAAAIU/wd7_-efdrqY/s1600-h/12Mei09.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 171px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sgl9H6V4IqI/AAAAAAAAAIU/wd7_-efdrqY/s320/12Mei09.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334932808470635170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah Untuk Yang Mahahidup&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perayaan kecil (keluarga) menjadi tradisi sebagai ungkapan syukur dalam keluarga. Dalam setiap moment special bagi keluarga. Ummi telah menyiapkan Kue Ulang Tahun beserta Kadonya dari kemarin dan tentu disembunyikan agar ‘surprise’. Pagi sekali tinggal adik yang belum bangun. Bertiga bernyanyi “Panjang Umur” di kamar agar adik bangun. Dan adikpun membuka mata dan langsung tepuk tangan ikut bernyanyi... Menggemaskan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu kado yang dihadiahkan ...?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang dikaruniai panjang umur dan mampu menjalaninya dengan amal sholih di sisi Allah swt. adalah orang yang paling baik”, begitu sabda Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, amal sholih yang akan mengundang banyak doa kebaikan dari orang lain. pergunakanlah umur kita untuk selalu beramal sholih. Apa guna umur panjang tanpa amal sholih? Apa gunanya hidup lebih lama jika tak memakmurkan bumi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah… itulah sepenggal catatan sampul buku karangan Ustadz Yusuf Mansur sebagai kado buat Abi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah… Happy Birthday, Abi..&lt;br /&gt;May Allah bless you to guide us to get His-Paradise&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-542373515367850501?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/542373515367850501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/kado-panjang-umur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/542373515367850501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/542373515367850501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/kado-panjang-umur.html' title='Kado Panjang Umur'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Sgl9H6V4IqI/AAAAAAAAAIU/wd7_-efdrqY/s72-c/12Mei09.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-3953888346798941312</id><published>2009-05-02T11:01:00.008+07:00</published><updated>2009-06-02T10:26:50.668+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Citra SBY Merosot Karena Hidayat?</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShDXLQla65I/AAAAAAAAAI8/pYRqUoKnOdw/s1600-h/hnw.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337002146864491410" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 201px; CURSOR: hand; HEIGHT: 263px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShDXLQla65I/AAAAAAAAAI8/pYRqUoKnOdw/s320/hnw.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut survei terbaru Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi, dan Sosial (LP3ES), Hidayat Nur Wahid merupakan figur cawapres paling favorit untuk mendampingi SBY. Hidayat menyisihkan sejumlah nama lain, termasuk Akbar Tandjung dan Jusuf Kalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Direktur Eksekutif Lead Institut Universitas Paramadina, Bima Arya Sugiarto, berujar hasil survei itu tak akan mempengaruhi SBY dalam menentukan pasangannya di Pilpres 2009. "SBY tidak mungkin mengambil cawapres dari PKS, karena citranya di mata internasional bisa menurun," katanya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentu Bima Arya mempunyai parameter tertentu, sehingga berkesimpulan yang sebenarnya patut disayangkan. Menurut saya, seandainya HNW dipilih sebagai cawapres SBY, justru akan menaikkan citra Indonesia di kancah internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu ingat langkah cepat HNW yang langsung berangkat ke Qatar dan sejumlah Negara di Timur Tengah lainnya ketika Israel membombardir Palestina secara membabibuta. Sebelumnya, HNW juga pernah menolak undangan makan bersama PM Malaysia, sebagai bentuk solidaritas terhadap nasib TKI di negeri jiran itu yang teraniaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca dari situ, kekhawatiran yang ada pada para pemimpin dunia internasional itu memang logis. Karena mereka tak akan bisa lagi mendikte dan 'memaksakan' kehedaknya terhadap bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia segera memiliki pengaruh yang signifikan dalam percaturan dunia, karena mempunyai duet pemimpin yang berwibawa, sederhana, tegas, dan mampu 'memaksa' mereka menaruh hormat serta menghargai Indonesia sebagai sebuah negara besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widodo&lt;br /&gt;widodo@nhm.co.id&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/05/02/103484/citra-sby-merosot-karena-hidayat" target="_new"&gt;inilah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-3953888346798941312?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/3953888346798941312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/citra-sby-merosot-karena-hidayat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3953888346798941312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3953888346798941312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/05/citra-sby-merosot-karena-hidayat.html' title='Citra SBY Merosot Karena Hidayat?'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/ShDXLQla65I/AAAAAAAAAI8/pYRqUoKnOdw/s72-c/hnw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-296838666328057128</id><published>2009-04-30T22:02:00.009+07:00</published><updated>2009-05-21T06:55:22.910+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NASIHAT'/><title type='text'>Abadilah Cindera Jiwa..!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfnHNpYOTbI/AAAAAAAAAIE/wVdtB78KQZw/s1600-h/salim.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 197px; height: 232px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfnHNpYOTbI/AAAAAAAAAIE/wVdtB78KQZw/s320/salim.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330510671229373874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Salim A. Fillah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;… Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi… (Ar Ra’d: 17)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam temaram cahaya unggun yang meretih di luar jeruji jendela sempit, Ibnu Taimiyah melihat titik titik bening di mata para muridnya. Ia tersenyum. Kejernihan disorot matanya menebar, mendesak gemuruh api yang memakan kayu berkeretak. Keteduhan itu, tatapan penuh kasih itu, seperti sapuan salju di dada mereka yang membara. Kemudian, penjara kota Damaskus di tahun 728 H, menjadi saksi kata katanya yang abadi menyejarah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang dilakukan musuh musuhku kepadaku? Demi Allah, jika mereka memenjarakanku, inilah rehat yang nikmat. Jika mereka membuangku ke negeri antah, inilah tamasya yang indah. Jika mereka membunuhku, sebagai syahid aku disambut.” Tembok-tembok yang lumutnya mongering hitam, lantai yang mencium mesra wajah sujudnya di malam dingin, dan besi-besi jeruji berkarat siam khidmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Apa yang harus kami lakukan, wahai Guru?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beberapa hari ini, Sultan telah melarang penjaga memberiku pena, kertas dan tinta. Tolong lemparkan arang-arang itu ke dalam… sungguh, aku ingin menulis.” Ya, mulai dari itu, dari arang yang menari di atas tembok saksi, salah satu karya besarnya yang berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Risalatul Hamawiyah &lt;/span&gt;dipahatkan untuk keabadian. Keabadian nama besar seorang Syaikhul Islam. Keabadian dakwah dan jihadnya. Keabadian atas hasad orang orang kerdil jiwa yang iri padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia wafat, buku-bukunya dihancurkan. Muridnya, Ibnul Qayyim Al Jauziyah diarak keliling kota, terikat di atas gerobak sampah. Anak anak kecil berlarian seiring ejek tawa para dewasa, mengolok, meludahi, dan melemparinya dengan buah busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, dalam catalog hampir semua perpustakaan orang menjumpai nama Ibnu Taimiyah. Atau di toko buku. Ada. Selalu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika makna abadi bagi sebuah buku hanyalah keberadaan, maka sungguh sederhana ia. Lebih dari itu, ia adalah pewaris nilai. Apapun itu. Baik atau buruk. Maka dalam Islam ada konsep &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sunnah hasanah&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sunnah sayyi’ah&lt;/span&gt;. Ada keshalihan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;jariyah&lt;/span&gt;, tetapi juga ada dosa yang terus mengalir. Maka apa yang engkau wariskan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah Ibnu Taimiyah. Setiap huruf yang ia tuliskan tumbuh menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dzarrah&lt;/span&gt; kebaikan, memicu reaksi berantai yang mengalirkan pahala dari sisi-Nya. Adakah Niccolo Machiavelli menyesal ketika tahu bahwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Il Principe&lt;/span&gt; menjadi sahabat lekat bukan hanya Pangeran Cesare de Borgia penguasa cerdik yang ia cantumkan di halaman persembahan-, tetapi juga Napoleon dan Hitler? Juga Stalin yang akan menyumbangkan pembantaian 20 juta manusia sebagai tafsir karyanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kata adalah sepotong hati, seperti kata Abul Hasan Ali An Nadwi, maka semoga buku adalah cinderajiwa. Bagi mukmin sejati, ia adalah sekelumit manikam yang diuntai dari ketulusan terdalam. Ia adalah huruf-huruf yang mengenalkan pahatan makna dari prasati nurani penulisnya. Maka sucilah buku sebagai mana suci jiwa yang menuangkan inspirasimya. Maka abadilah buku sebagaimana abadinya niat suci penulisnya. Meski mereka masih manusia. Ada salah ada lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggun dan bijak Imam Besar ahli hadits, Syamsudin  Adz dzahabi berkata tentang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ihyaa ‘Uluumiddin&lt;/span&gt; karya Al Ghazali, “Kalau saja tidak ada ilmu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;musthalahul hadits&lt;/span&gt;, maka inilah salah satu buku terbaik sepanjang masa.” Ya, iapun mengabadi hingga kini meski kita tak menyaksikan bagaimana penulisnya kemudian menyadari indahnya hadits-hadits &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shahih Rasulullah&lt;/span&gt;. Abu Hamid Al Ghazali wafat dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Shahih Al Bukhari&lt;/span&gt; terpeluk erat di dadanya. Niat sucinyalah yang mengabadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat suci. Ikhlas. Allah telah membuat perumpamaan yang indah tentang keikhlasan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“…Di antara kotoran dan darah, ada susu yang khalis, -ikhlas, murni-, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (An Nahl:66)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Laiknya susu yang murni itu, keikhlasan mengambil tempat dalam ancaman ketakmurnian. Ada kotoran dan darah. Tetapi susu itu murni, bergizi, bermanfaat dan mudah ditelan. Sungguh jika seorang penulis ikhlas, ia hati, ucapan, tulisan, dan tindakannya akan murni, bergizi, bermanfaat dan mudah ditelan. Mudah dicerna menjadi energi jiwa. Aduhai sunnguh malang meminum susu bercampur sedikit kotoran atau darah. Kalaupun tak muntah, jadilah penyakit. Semalang menyerap buku yang ditulis tanpa keikhlasan. Tetapi…, betapa sulitnya ikhlas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah, sejarah mencatat nama Abul Faraj Ibnul Jauzy. Ia bukan raja, bukan penguasa, kata ustadz Anis Matta dalam serial cintanya. Tetapi 50.000 orang yang hadir tiap kali ia menggelar majelisnya di Baghdad senantiasa menitikkan air mata bersamanya merasai keagungan Allah. Melalui lisannya, 30.000 orang yang tersesat kembali ke pangkuan hidayah. Dan tulisan-tulisannyapun mengabadi. Seperti Shaidul Khathir, yang oleh ‘Aidh Al Qarni disebut, “Buku paling bagus dan paling menarik yang pernah saya baca”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada banyak makna ketika buku adalah cinderajiwa seorang mukmin sejati. Seperti Fathul Barii, penjelasan paling mengagumkan atas &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Shahih Al Bukhari&lt;/span&gt;. Ia adalah saksi atas doa seorang Ibnu Hajar Al ‘Asqalani,”Ya Allah, jadikan diriku melabihi Adz Dzahabi!” Bukan iri, bukan sombong, atau arogan. Hanya sebuah perlombaan indah untuk meraih ridha Allah. Maka ketika Imam Asy Syaukani diminta mensyarah buku yang sama, ia menjawab,&lt;span style="font-style:italic;"&gt;” Laa hijrata ba’dal Fath&lt;/span&gt;, tiada hijrah setelah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fathul Makkah&lt;/span&gt;, tiada syarah sesudah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fathul Barii.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, cinta. Sebagai cinderajiwa terkadang buku juga mengabadikan cinta penulisnya. Cinta yang besar, cinta yang agung, cinta yang suci. Betapa tulus seorang ibu membesarkan putera yatimnya dalam papa, maka sang putera pun mencintainya. Inilah kisah Asy Syafi’i dan ibundanya. Kelak, untuk sang ummi, ia menulis buku induk fiqihnya yang luar biasa. Ia memberinya judul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Al Umm&lt;/span&gt;, Sang Ibunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku, sang cinderajiwa juga menjadi sisi lain yang mengutama. Hasan Al Banna memang berkata, “Saya tidak mencetak buku, saya mencetak kader!” Tetapi kecintaannya yang begitu tinggi pada da’wah tak dapat ditutupi dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Majmuu’atur Rasaail&lt;/span&gt;, kumpulan risalah kecilnya dan bahkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mudzakkkiratud Da’wah wad Da’iyyah&lt;/span&gt;, memoarnya yang ditujukan untuk da’wah dan para da’inya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, cinderajiwa itupun mengabadikan ruh perjuangan, spirit menyala, dan jihad penulisnya. Benarlah ‘Abdullah ‘Azzam ketika mengatakan bahwa sejarah Islam hanya ditulis dengan nuansa dua warna. Hitam tinta para ‘ulama dan merah darah para syuhada’. Ia, lelaki yang meninggalkan duduk manis mengajar mahasiswa untuk tegak mengokang Kalashnikov di antara hujan peluru itu telah menuliskan kedua warnanya untuk kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hadir pertama kali, di jalanan Kairo 8000 jilid &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fii Zhilaalil Quraan&lt;/span&gt; dibakar. Cukuplah memiliki &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ma’alim fith Thariq&lt;/span&gt; sebagai alasan untuk memasuki penjara perang Abdel Nasser sepuluh tahun lamanya. Subhanallaah… Sesungguhnya, tak seorangpun  mengetahui kapan dan di mana ruhnya dipanggil Ilahi. Tetapi Sayyid Quthb, lelaki kurus dengan kata-kata menyala yang menulis kedua buku itu telah meyakini dan menuliskan kalimat ini jauh sebelum kematian menjemputnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kalimat-kalimat kita menjadi boneka lilin&lt;br /&gt;Jika kita mati untuk mempertahankannya&lt;br /&gt;Maka saat itulah ruh merambahnya&lt;br /&gt;Hingga kalimat-kalimat itu hidup selamanya  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja dia hanya bicara, kata-kata ini akan menjadi hampa. Tetapi Sayyid Quthb menyongsong janji pada Rabbnya. Ia menjemput syahidnya. Maka salam untuknya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kalimat-kalimat itu hidup selamanya… &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abadilah cinderajiwa!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-296838666328057128?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/296838666328057128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/abadilah-cindera-jiwa_30.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/296838666328057128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/296838666328057128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/abadilah-cindera-jiwa_30.html' title='Abadilah Cindera Jiwa..!'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfnHNpYOTbI/AAAAAAAAAIE/wVdtB78KQZw/s72-c/salim.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-3881525201023704845</id><published>2009-04-28T21:19:00.005+07:00</published><updated>2009-04-29T10:39:08.644+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY'/><title type='text'>No Later or Tomorrow</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfcQuQUeGXI/AAAAAAAAAH0/ptPjd6X-wRI/s1600-h/sunrise.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 165px; height: 215px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfcQuQUeGXI/AAAAAAAAAH0/ptPjd6X-wRI/s320/sunrise.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329747070857124210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;***&lt;br /&gt;Kewajiban lebih banyak dari waktu yang tersedia, Bantu orang lain agar ia bisa memanfaatkan waktunya. Jika engkau sedang bekerja maka ringkaslah dalam mengerjakannya (Imam Syahid Hasan Al-Banna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dalam 10 wasiatnya, Imam Syahid menutupnya dengan penekanan terhadap waktu. Seorang muslim seharusnya menghargai dan menengelola watunya secara bijak. Ada kesia-siaan dalam kelebihan dan juga ada pengabaian dalam kekurangan. Keduanya sesuatu yang tercela. Begitu Dr. Abdul Ibrahim Al Math’an menjabarkan secara gamblang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri bahwa waktu sungguh sangat berharga. Mungkin sudah banyak ulasan dan nasihat lain untuk memanfaatkan waktu sebaik baiknya. Ada ungkapan seperti: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Time is Money&lt;/span&gt; atau juga &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Waktu adalah Pedang&lt;/span&gt;. Siapapun yang tak pandai memanfaatkannya tentu akan binasa karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian kita sebagai umat Islam justru terlenakan dengan istilah yang selalu ter-implementasi dalam kehidupan sehari hari. Masih ada Hari Esok. Yah… kalimat itulah yang membawa kita terperosok ke titik nadir. Dengan itulah kita selalu membuat alibi hanya untuk membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya kita harus sadar. Tak ada cara lain untuk memotivasi diri selain menjadikan waktu sebagai landasan gerak dan aktivitas. Bukan pemanfaatan yang terburu buru, tetapi lebih pada optimalisasi yang maksimal. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Efektif dan efisien...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; begitu mungkin kalimat yang sreg…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan hari esok. Bersiap dan berbuatlah, jangan menunggu datangnya hari esok,karena bisa jadi engkau tak bisa berbuat apa apa di esok hari. Kita harus terus berbuat dan melangkah karena dalam jihad tak mengenal kata 'berhenti'". lebih lanjut Imam Syahid dalam rinciannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah Allah Firmankan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah (urusan) yang lain dengan sungguh-sungguh” (Q.S. [94] Alam Nashrah: 7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“No Later or Tomorrow”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-3881525201023704845?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/3881525201023704845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/no-later-or-tomorrow.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3881525201023704845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/3881525201023704845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/no-later-or-tomorrow.html' title='No Later or Tomorrow'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfcQuQUeGXI/AAAAAAAAAH0/ptPjd6X-wRI/s72-c/sunrise.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-5871170699586319789</id><published>2009-04-25T20:09:00.003+07:00</published><updated>2009-04-25T20:19:18.835+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NASIHAT'/><title type='text'>Agar Engkau Bersujud Kepada-Nya</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfMNSsv72yI/AAAAAAAAAHk/T-BRZJmwj50/s1600-h/FauzilFoto.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 95px; height: 129px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfMNSsv72yI/AAAAAAAAAHk/T-BRZJmwj50/s320/FauzilFoto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328617399010450210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Aku namakan dirimu Muhammad Husain As-Sajjad, karena aku ingin engkau kelak akan banyak bersujud kepada-Nya &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;--- &lt;br /&gt;Oleh Mohammad Fauzil Adhim *&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Aku namakan dirimu As-Sajjad, karena engkau lahir di saat orang-orang sedang bersujud ke hadirat Allah ‘Azza wa Jalla. Engkau lahir di saat bidan yang seharusnya menolong kamu, sedang memenuhi panggilan-Nya untuk melakukan shalat Subuh. Ketika manusia sedang mengagungkan asma Allah, engkau lahir di dunia ini. Nyaris tanpa pertolongan. Tetapi pertolongan siapakah yang lebih baik daripada pertolongan Allah? Sesungguhnya, sebaik-baik penolong adalah Allah. Maka kelak, ingat-ingatlah bahwa hanya kepada-Nya engkau menyembah dan meminta pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayatilah setiap kali engkau membaca “IyyaKa na’budu wa iyyaKa nasta’in. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang membuatku memberimu nama As-Sajjad. Engkau lahir di hari pertama bulan Ramadhan. Ketika itu ibumu baru saja selesai sahur, ketika ia merasakan tanda-tanda kelahiranmu, Nak. Engkau lahir di bulan yang paling penuh barakah; bulan yang di dalamnya terdapat satu malam dengan kemuliaan yang melebihi seribu bulan. Di bulan itulah, Nak Al-Qur’an diturunkan. Dan di bulan itu pula engkau dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sungguh, tak ada yang kebetulan di dunia ini. Maka ketika kelak engkau mulai bisa memikirkan untuk apa engkau diciptakan, perhatikanlah langkahmu dan renungilah mengapa Allah takdirkan engkau lahir di bulan yang suci; di bulan yang manusia dan para malaikat mengagungkannya; sementara syaithan dibelenggu oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Di bulan itu, manusia belajar menahan diri –tak sekedar menahan lapar dan dahaga—agar mereka meraih derajat takwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka, aku sungguh berharap ini menjadi pelajaran bagimu untuk belajar menahan diri, bukan karena ingin mendapat penilaian manusia, tetapi agar meraih kecintaan Tuhanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah engkau memalingkan wajahmu dari Allah Yang Maha Menciptakan, hanya demi meraih kecintaan dari makhluk-makhluk-Nya. Sesungguhnya selain Allah adalah fana. Betapa banyak orang yang mengikrarkan cintanya dan tak lama sesudah itu ia mengingkari ikrarnya sendiri. Betapa banyak orang yang mengaku mencintai saudaranya dengan tulus, padahal yang mereka cintai hanyalah parasnya. Cinta itu awalnya meluap-luap, dan setelah dimakan usia, tak tahu lagi kemana cinta harus dicari. Jika engkau mencari cinta mereka, mungkin mereka akan mengelu-elukanmu ketika ada yang bisa didapatkan darimu. Tetapi sesudah itu, tak ada sedikit pun jaminan bahwa mereka tidak akan meninggalkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, telah banyak berlalu ummat-ummat sebelum kamu. Maka berjalanlah di muka bumi, dan lihat kesudahan orang-orang terdahulu. Telah banyak orang yang menghabiskan waktunya dengan bekerja keras untuk memperoleh tepuk tangan dan decak kagum manusia, tetapi sesudah masa bertukar dan zaman berganti mereka tak lagi dikenali. Dan sesudah itu, sebagian di antara mereka terpuruk oleh kesedihannya sendiri, dan sebagian lainnya tersadar sehingga segera berlari kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah fana, Anakku. Alangkah fana…. Maka apakah engkau akan sibuk mengejarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara apabila engkau meraih kecintaan Tuhanmu, Anakku, Ia akan memaklumkan kecintaan-Nya kepada para malaikat. Lalu para malaikat itu akan memaklumkan kecintaan itu kepada hati manusia, sehingga mereka berbondong datang kepadamu sekalipun engkau bersembunyi di balik goa. Mereka datang kepadamu dengan penuh kecintaan, dan kecintaan itu datang dari Tuhanmu. Mereka akan siap melindungimu dan membantumu, kapan saja. Tetapi jangan engkau keliru menyangka, sehingga menganggap mereka sebagai penolongmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-kali tidak. Sesungguhnya tidaklah mereka menjadi penolongmu melainkan karena Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunamakan engkau Muhammad Husain As-Sajjad agar  engkau bersujud kepada-Nya. Sujudkan badanmu agar engkau termasuk golongan orang-orang ahli ‘ibadah. Sujudkanlah hatimu agar engkau menjadi seorang mukmin; seorang yang mengimani-Nya dengan lurus. Sujudkanlah pikiranmu agar engkau termasuk golongan ulil-albab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujudkanlah jiwamu agar engkau menjadi seorang yang mencapai derajat ihsan, karena engkau senantiasa berada pada situasi seakan-akan engkau melihat Tuhanmu. Dan apabila engkau tidak melihat Tuhanmu, engkau yakin dengan sepenuh hati bahwa Ia mengawasimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujudkan pula harta dan duniamu, agar tidak pernah menguasai hatimu. Sesungguhnya harta itu letaknya dalam genggamanmu. Bukan pada hatimu. Apabila harta itu engkau letakkan di tanganmu, maka engkau akan ringan hati membelanjakan di jalan-Nya. Tetapi apabila harta itu engkau simpan dalam hatimu, maka sedikit saja yang berkurang, akan dapat menggelisahkan dirimu sehingga dengan itu justru harta yang sedang mendekat kepadamu, akan berlari sejauh-jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Husain Anakku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya harta yang akan menjadi milikmu kelak di Yaumil-Qiyamah adalah yang engkau belanjakan di jalan yang benar. Setiap keping yang engkau jadikan shadaqah, ia akan tetap menjadi milikmu sampai Hari Kiamat. Setiap keping yang engkau bayarkan sebagai zakat, ia akan menjadi pembelamu di hari ketika tidak ada perlindungan kecuali perlindungan Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap keping yang engkau belanjakan untuk keluargamu, untuk anak-anak yatim, untuk jihad fii sabilillah, untuk amar makruf nahy munkar, untuk mengongkosi perjalananmu melakukan kebaikan, maka ia tetap menjadi milikmu dan senantiasa berlipat kebaikannya hingga engkau berjumpa di Hari Akhir kelak. Ia akan mengantarmu ke surga atas perkenan-Nya. Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, Nak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sekeping uang pula manusia bisa terhalang dari Tuhannya. Tidaklah disebut pendusta agama orang yang pendek-pendek do’anya dan ringkas shalatnya. Tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mengajurkan memberi makan orang miskin. Maka, kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yakni orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya’ dan enggan (menolong dengan) barang berguna. Begitu peringatan Tuhanmu dalam surat Al-Maa’uun. Kelak engkau bisa membacanya dalam Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Do’a Yang Kupinta Apa yang kuharapkan dengan pesan-pesan ini, Anakku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sayangi dirimu sejak engkau belum dilahirkan; Aku tunggui persalinan ibumu hingga terdengar tangismu; Aku bersihkan darah yang mengiringi kelahiranmu dengan tanganku sendiri; Aku temani masa-masa bayimu dengan membacakan do’a di telingamu; Aku ciumi dirimu sebagaimana Rasulullah saw. mengajarkan; Dan aku nanti engkau beranjak besar, lalu kutulis pesan ini, tidak lain hanyalah berharap engkau kelak menjadi orang shalih yang memberi bobot kepada bumi ini dengan kalimat laa ilaaha illaLlah. Betapa pun bapak dan ibumu hanya dua orang yang lemah imannya, lemah ilmunya dan lemah jiwanya. Tidak ada kekuatan kecuali semata-mata dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya pengharapan inilah yang menjadi kekuatan  bapak ibumu dalam mengasuh dan membesarkanmu. Kalau kemudian kelak engkau menjadi anak yang shalih –dan bapak ibumu senantiasa berharap dengan penuh kesungguhan—maka tidak ada yang lebih berharga untuk diharapkan darimu melebihi do’a-do’a yang engkau panjatkan dengan tulus kepada Allah ‘Azza wa Jalla bagi kedua orangtuamu ini. Harapan inilah yang membuat bapak ibumu bersedia mengorbankan apa saja, termasuk kesehatan, asalkan kelak engkau termasuk di antara waladun shalihun yad’ulah. Anak shalih yang mendo’akan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang senantiasa merisaukan orangtuamu, Anakku, bagaimana mengantarkan engkau menjadi waladun shalihun yad’ulah. Jika engkau termasuk anak yang shalih, maka setiap perbuatanmu dapat menjadi kebaikan bagi orangtuamu. Dan jika engkau mendo’akan bapak ibumu, maka Allah akan bukakan pintu-pintu kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan itu akan terus mengalir apabila engkau mendo’akan, sekalipun bapak ibumu telah berselimut kain kafan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sekedar mendo’akan, Anakku… tanpa ada keshalihan yang mengiringi do’a-do’a itu, rasanya akan sia-sia. Sebab, seperti yang engkau baca, anak-anak yang bisa menambah catatan kebaikan bagi kedua orangtuanya sesudah kematian menjemputnya adalah anak-anak shalih yang mendo’akan. Ini berarti engkau harus menjadi manusia shalih ketika mendo’akan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa keshalihan, do’a itu akan melayang begitu saja.  Apalagi do’a itu bukan engkau sendiri yang mengucapkan. Dan betapa banyak kulihat, di kala seorang anak Adam meninggal dunia, para tetangga mendo’akan si mati, sementara anak-anaknya mengaminkan pun tidak. Mereka menyibukkan diri dengan makanan yang akan dihidangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, sesuatu yang absurd. Lebih-lebih di antara para pendo’a itu terkadang ada yang menjadi ahli maksiat. Wallahu a’lam bishawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=8679:agar-engkau-bersujud-kepada-nya&amp;catid=99:m-fauzil-adhim-&amp;Itemid=75"&gt;Hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penulis adalah kolumnis majalah Hidayatullah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-5871170699586319789?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/5871170699586319789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/agar-engkau-bersujud-kepada-nya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/5871170699586319789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/5871170699586319789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/agar-engkau-bersujud-kepada-nya.html' title='Agar Engkau Bersujud Kepada-Nya'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfMNSsv72yI/AAAAAAAAAHk/T-BRZJmwj50/s72-c/FauzilFoto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-2081106397687843598</id><published>2009-04-24T12:55:00.024+07:00</published><updated>2009-04-24T15:03:15.919+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>PERAMPOKAN TERBESAR di ABAD Ke-20</title><content type='html'>Apakah it Emas...? &lt;strong&gt;Bukan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apakah it Intan...? &lt;strong&gt;Bukan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apakah it Uang...? &lt;strong&gt;Bukan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apakah it Minyak...? &lt;strong&gt;Bukan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang Anda pikirkan....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PERAMPOKAN TERBESAR di ABAD Ke-20 adalah...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Palestinian Loss of Land 1946 to 2000&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfFvrxe0qjI/AAAAAAAAAFs/EyCJJz3aSKE/s1600-h/palestina.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 520px; height: 414px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfFvrxe0qjI/AAAAAAAAAFs/EyCJJz3aSKE/s320/palestina.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328162631963683378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stage I&lt;br /&gt;1946 - Pemukiman Yahudi terkotak kotak di Palestina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stage II&lt;br /&gt;1947 - Campur tangan PBB memperluas pemukiman Yahudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stage III&lt;br /&gt;1949-1967 - Perluasan perampokan tanah PALESTINA oleh ISRAEL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stage IV&lt;br /&gt;2000 - Kini Luas PALESTINA semakin menyusut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua orang tidak tahu fakta yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-2081106397687843598?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/2081106397687843598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/perampokan-terbesar-di-abad-20.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/2081106397687843598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/2081106397687843598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/perampokan-terbesar-di-abad-20.html' title='PERAMPOKAN TERBESAR di ABAD Ke-20'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfFvrxe0qjI/AAAAAAAAAFs/EyCJJz3aSKE/s72-c/palestina.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-4573616567953994313</id><published>2009-04-22T13:03:00.007+07:00</published><updated>2009-04-24T19:23:23.261+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HARAKAH WA DA&apos;WAH'/><title type='text'>Dakwah antara Realitas dan Prioritas</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Se60pgx_BVI/AAAAAAAAAD8/YutjE3ZsJHQ/s1600-h/dakwah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327394034493097298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 183px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Se60pgx_BVI/AAAAAAAAAD8/YutjE3ZsJHQ/s320/dakwah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: MS. Yusuf al-Amien *&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tugas utama Rasulullah adalah membawa perubahan. Menerangi yang gelap, memberantas yang bathil. Ada realitas, ada prioritas.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pada masa itu peradaban dunia sangatlah kacau, baik di Barat maupun Timur. Keadaan umat manusia sungguh memprihatinkan. Di Barat, orang sudah tidak lagi percaya akan Sang Pencipta, mereka hanya memiliki filsafat untuk menyembah akal. Di Timur, kebodohan menyeret mereka untuk menuhankan patung, berhala, bintang api, dan mentari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jazirah Arab, mereka membunuh bayi perempuan, menganggap wanita bukanlah “manusia”, menjadikan yang lemah sebagai hamba sahaya untuk dijual-belikan dalam komoditi perbudakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah gambaran ‘ashru-l-fatrah saat itu. Yaitu masa kealpaan seorang Rasul dari peradaban manusia, semenjak terakhir kali Allah menurunkan Nabi Isa ‘alaihissalam. Masa itu adalah saat di mana umat manusia kering akan wahyu Ilahi yang dapat membimbing mereka kepada ajaran yang benar (lih: Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Maidah: 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Allah kemudian mengutus seorang Rasul terakhir, Rasul yang membawa risalah akhir zaman untuk seluruh umat manusia, menunjukkan kepada mereka akan hakekat alam semesta. Dialah Muhammad bin Abdullah, utusan terakhir yang membawa misi agung untuk mengubah keadaan manusia dari keterpurukan multi-dimensi menuju sebuah kejayaan duniawi-ukhrawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi Perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas utama Rasulullah Muhammad saw adalah membawa perubahan global. Mengubah berarti memperbaiki, memutihkan yang hitam, menerangi yang gelap, menjadikan yang jahil menjadi mengerti, memberantas yang bathil, dan menegakkan yang haq. Persis dengan misi yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya. Hanya saja, Muhammad saw. adalah Rasul Universal (rahmah li-l-‘alamin), bukan parsial. Itu artinya tugas yang ia bawa lebih besar dan sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dalam mengemban misinya, Rasulullah selalu dibimbing wahyu dari langit tentang di mana, kapan, dan bagaimana caranya perubahan itu dibumikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek Realitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membawa perubahan di zaman yang serba amburadul itu, Rasulullah dituntut dapat membaca kondisi sosio-kultural umatnya, sehingga ia dapat menyusun strategi jitu agar perubahan tersebut berhasil diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kecilnya ketika Rasul membawa misi bahwa minuman keras itu dapat merusak akal. Itu berarti miras (khamr) hal yang terlarang (haram), namun realita mengatakan bahwa minuman keras merupakan hal yang telah mendarah-daging bagi bangsa Arab saat itu. Maka sebuah hal yang sangat amat susah sekali untuk mengubah adat mereka dari yang alkoholik hingga tiba-tiba insyaf dan meninggalkan miras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari observasi realita di lapangan ini, maka siasat tercerdas untuk mengharamkan khamr adalah dengan melalui proses yang bertahap. Maka turunlah pada tahap pertama ayat an-Nahl: 67 yang mengatakan bahwa khamr itu berasal dari sari-pati buah Anggur dan Kurma yang dapat diambil darinya kebaikan dan dapat diambil juga madharat (karena dapat memabukkan), lalu selanjutnya turun ayat al-Baqarah: 219 yang mengatakan bahwa khamr itu ada manfaatnya, akan tetapi madharat-nya lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Allah menurunkan ayat an-Nisa: 43 yang melarang seseorang untuk shalat dalam keadaan mabuk. Hingga pada akhirnya secara eksplisit dan tegas Allah mengharamkan khamr yang dapat merusak akal pikiran dan merupakan pekerjaan setan yang terkutuk (al-Maidah: 90-91).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengharaman khamr adalah salah satu dari sekian banyak pensyariatan yang dilakukan secara gradual dan melalui transmisi bertahap. Bahkan Al-Qur’an sebagai pedoman dan kumpulan risalah Islam juga turun secara berangsur dalam masa 23 tahun (lih: Tafsir Ibnu Katsir: al-Isra’ 106). Ayat-ayat Al-Qur’an juga turun sesuai dengan konteks kejadian (asbab nuzul) agar lebih “terasa membekas” dan dapat diterapkan secara istiqamah (QS. al-Furqan: 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek Prioritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang pasti, Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw. adalah sebuah risalah perubahan yang terhimpun dari norma-norma yang dapat mengentas manusia dari kebobrokan menuju perbaikan. Menyembah berhala adalah sebuah ‘kebobrokan’. Dengan demikian hal tersebut harus dihilangkan untuk menuju ‘perbaikan’, yaitu menyembah Dzat Yang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Tauhid inilah yang paling fundamental dan lebih prioritas dibanding kewajiban ibadah lainnya. Oleh karenanya, selama 13 tahun Rasulullah berada di Mekah, hanya Tauhid-lah yang terus menerus didakwahkan kepada masyarakat Arab yang saat itu masih menyembah laata dan ‘uzza –tanpa satu pun menghancurkan berhala mereka.– Sedangkan konsep muamalat, hudud, qishas, jihad dan syariat lainnya –yang juga merupakan ajaran Islam– datang di kemudian hari pasca Hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telaah Prioritas muncul ketika adanya suhu pertentangan dalam sebuah kasus, yaitu ketika situasi tidak memungkinkan untuk dilaksanakannya dua hal secara bersamaan, atau ketika sesuatu belum dapat diterapkan secara sempurna. Oleh karenanya, akidah Tauhid lebih dikedepankan karena tidak mungkin saat itu juga masyarakat diwajibkan untuk shalat, puasa, zakat maupun haji –meskipun syariat tersebut telah terdapat dalam millah Ibrahim. Lebih baik mereka cukup bertauhid kepada Allah dulu daripada menyembah ‘uzair, lebih baik mereka bersyahadat dulu daripada tidak sama sekali. Singkat kata, “better one than zero”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangga Perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan memang harus melalui fase-fase bertingkat. Fase yang dilalui tersebut tentu tidak bisa lepas dari analisa lapangan untuk memahami aspek Realitas dan Prioritas. Jika kita pikir, adakah yang menghalangi Allah dengan Kemahakuasaan-Nya untuk menurunkan Al-Qur’an sekali tempo lengkap dengan segala syariat yang kontan harus ditunaikan oleh hamba-Nya? Kenapa pula Allah menciptakan alam semesta dalam 6 masa padahal Ia mampu menciptakannya hanya dengan sekali “Kun!”? Jawabannya adalah; bahwa itu semua merupakan Sunatullah yang harus kita ambil i’tibar dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, manusia diberikan karunia termulia berupa akal, tidak lain agar manusia dapat berpikir, menganalisa, mentadaburi, hingga kemudian menghasilkan pemikiran yang sehat, lalu barulah berbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis jadi teringat kembali akan fatwa MUI tentang haramnya Golput. Pertama kali mendengar, penulis sempat terhenyak kaget; kenapa haram? Darimana kesimpulan ini dapat dihasilkan? Akan tetapi di sisi lain, secara nalar sehat para ulama itu adalah fakih yang jauh lebih mengenal dan faham betul tentang apa itu syariat Islam, konsep sebuah daulah, sistem demokrasi, hingga kriteria ideal seorang pemimpin. Bagi saya atau bagi kita semua, akan ada statemen penting. Fatwa MUI-nya yang salah atau kita yang belum tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun belakangan hari penulis mulai mengerti, bahwa MUI ternyata memiliki pandangan futuristik dengan melakukan tinjauan aspek realitas dan prioritas masyarakat Indonesia. Penulis mensinyalir bahwa MUI tengah membuat skenario Misi Perubahan yang besar dan Fatwa itu hanyalah sebuah episode pertama dari rentetan episode bersambung lainnya yang mungkin belum ditayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitanya, Indonesia adalah negara republik yang menganut sistem demokrasi dengan pemilu sebagai cara untuk memilih pemimpin. Persis dengan bangsa Arab jahiliyah yang saat itu terlanjur kecanduan khamr. Prioritasnya, lebih baik negeri ini memiliki pemimpin daripada harus menganut sistem anarki (tanpa pemimpin) yang mafsadat (kerusakannya) jauh lebih parah. Lebih baik mengangkat pemimpin yang adil daripada yang kurang adil, atau lebih baik yang agak baik daripada yang tidak baik sama sekali. Singkat kata, “tiada rotan akar pun jadi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian “Haram Golput” sebenarnya memiliki arti “Wajib Memilih”. Memilih siapa? Tentu memilih lebih yang baik, bertakwa dan memperjuangkan syariat, atau setidaknya menuju titik ideal tersebut. Karena tidak mungkin seluruh penduduk Indonesia semuanya orang fasik. Walaupun minimal, tentu di sana masih terdapat orang-orang yang memegang teguh kebenaran dan mereka wajib dijadikan pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jika saja secara subyektif kita menilai semua orang adalah fasik, tiada calon pemimpin yang adil, maka saat itu pula kita harus berani bertanggungjawab atas tuduhan tersebut dengan menawarkan alternatif dan mengajukan seorang pemimpin yang tidak fasik. Karena kalau hanya dapat menyalahkan, tanpa dapat memberi perbaikan tentu bukanlah sebuah solusi. Hanya dapat berteori, tapi tidak mampu beraksi sama juga bohong. Maka tidak perlu mendakwa perubahan jika harus melangkahi Sunatullah, apalagi sampai menyalah-nyalahkan Ulama', na'udzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini pula MUI sebenarnya telah berusaha untuk memberikan sebuah solusi dengan menciptakan episode-episode perubahan yang berawal dari “Wajib Memilih” pemimpin ideal. Episode selanjutnya mungkin DPR akan didominasi oleh para wakil rakyat yang faham agama –lantaran hasil pemilihan sebelumnya,– hingga secara lambat-laun syariat Islam dapat diterjemahkan dalam Undang-undang, demokrasi kian terkikis, dan ending-nya Daulah Islamiyyah pun akan kembali terlahir sebagaimana dulu pada masa Khulafa Rasyidin. Agak bermimpi memang, namun inilah harapan logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terkadang kita sebagai “penonton” kurang sabaran dan maunya langsung menuju episode terakhir. Maunya langsung menuju lantai sepuluh, tanpa meniti dari lantai satu. Maunya instant dan simsalabim! Semuanya berubah. Sehingga ketika stasiun televisi baru menayangkan episode pertama, kita buru-buru menyalahkan sutradara akan alur-ceritanya yang terkesan janggal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain sisi, terkadang kita juga merasa pesimis, dengan keadaan yang sedemikian rupa, apakah episode terakhir itu hanya akan datang kelak ketika munculnya Imam Mahdi? Ataukah happy-ending itu baru akan tiba nanti ketika turunnya Nabi Isa? Wallahu a’lam, sebagai manusia kita hanya diperintahkan untuk berpikir dan berbuat, Allah jua-lah yang menentukan.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah alumnus KMI Gontor, kini menjadi mahasiswa yang tengah menyelesaikan program Licence, konsentrasi Hukum Islam di Universitas Al-Azhar Kairo. Email: yusuf_677@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sumber: hidayatullah.com] &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-4573616567953994313?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/4573616567953994313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/dakwah-antara-realitas-dan-prioritas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/4573616567953994313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/4573616567953994313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/dakwah-antara-realitas-dan-prioritas.html' title='Dakwah antara Realitas dan Prioritas'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/Se60pgx_BVI/AAAAAAAAAD8/YutjE3ZsJHQ/s72-c/dakwah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-1149270168480173528</id><published>2009-04-21T09:51:00.030+07:00</published><updated>2009-06-02T10:26:28.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY ABI'/><title type='text'>Eksistensi Partai Dakwah di Simpang Jalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfcMVoxSwfI/AAAAAAAAAHs/4XtCW8cIVJk/s1600-h/bimbang.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329742249877225970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 132px; CURSOR: hand; HEIGHT: 171px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfcMVoxSwfI/AAAAAAAAAHs/4XtCW8cIVJk/s320/bimbang.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Om Wied [Musafir Halmahera]&lt;br /&gt;---------------------------------&lt;br /&gt;Membaca &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2008/11/kolom-anis-matta-manusia-kecil.html" target="new"&gt;Manusia Kecil&lt;/a&gt; dari Ust. Anis Matta yang menyembul di layar monitor terselip diantara file “syahwat dunia” mengajak sesaat untuk merenungi perjalanan hidup, terlebih bagi kader dakwah. Sejenak terlintas dalam pikiran, pesan makna hidup manusia yang jangan hanya meninggalkan tiga kalimat yang terpahat dalam seonggok batu nisan: Si fulan bin fulan, Lahir tanggal sekian, Wafat tanggal sekian.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hiruk pikuk pesta demokrasi yang hampir satu tahun mengalirkan dinamika kehidupan bagi para kader dan juga partai. Terkadang angin semilir namun tidak jarang “badai” menerpa. Dari sanjungan hingga caci maki menyapa Partai Kita Semua. Berbagai analisa dipublikasikan baik yang menguntungkan maupun yang merugikan, pro dan kontra yang menambah “bumbu” hajatan politik. Pembentukan opini dan “memelintir” berita dari nara sumber tak lepas dari kepentingan “menarik” simpatisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah peran soliditas kader mengemuka, nilai-nilai dakwah yang diusung mengajak mereka mengesampingkan ego dalam bersikap menghadapi &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2008/11/mengelola-ketidaksetujuan-terhadap.html" target="new"&gt;perbedaan&lt;/a&gt;. Berpegang teguh pada tali Allah sungguh amatlah berat. Namun, “Kebaikan yang tidak dikelola dengan baik akan dikalahkan kejahatan yang dikelola dengan baik” begitu nasihat Ali Bin Abu Thalib Ra. Partai ini sudah menyatakan inklusif, terbuka. PKS mencoba meng-aplikasi-kan tahapan tahapan dakwah yang disampaikan dalam tarbiyah. Bagi kader tentu tak asing ditelinga Tabligh / Ta’rif, Ta’lim dan Takwin yang menuntut kader berperan secara maksimal. Cerdas menempatkan posisi kepada siapa ia berbicara. “Berbicaralah dengan bahasa mereka”, begitu Rasulullah dalam sabdanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKS sudah menjelma bak Umar Ibnu Al Khathab yang konon Syaithan pun enggan berpapasan dengannya. Tapi, tidak sedikit Kader yang masih membawa “keraguan” dalam jamaah dakwah ini. Mempertanyakan kembali komitmen nilai nilai yang usung sebagaimana diawal kelahirannya. Tentu sah-sah saja dan juga tidaklah salah mereka bertanya, seperti 'Musafir' yang membutuhkan uluran semangat untuk berlari guna menyamakan langkah yang tertinggal. Dan rasa syukur Musafir pun terucap, tatkala jalan dakwah nan berliku, bahkan terjal terasa ringan. Seringan debu dalam derap langkah barisan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirah Nabawiyah yang selalu kita jadikan rujukan, memberikan gambaran dengan jelas tatkala Abdullah bin ‘Ubay, Musailamah Al Kadzab memainkan peran 'muslihatnya'. Akan selalu ada orang yang selalu mnggadaikan kehidupan akhirat dengan kehidupan dunia yang hanya sesaat. Namun tentu juga ada orang seperti Khalid bin Walid, yang kelak di kemudian hari mampu berkata : “SAYA TIDAK BERJUANG UNTUK UMAR…!!, sekarang saya bebas menjemput Syahid di medan Jihad. Karena saya hanya berjuang untuk Allah!” tatkala surat dari Amirul Mukminin diterima tentang pencopotannya sebagai panglima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Antum, ya Akhi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halmahera Utara, 4 November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/2008/11/eksistensi-partai-dakwah-di-simpang.html" target="new"&gt;pkspiyungan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-1149270168480173528?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/1149270168480173528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/eksistensi-partai-dakwah-di-simpang.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/1149270168480173528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/1149270168480173528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/eksistensi-partai-dakwah-di-simpang.html' title='Eksistensi Partai Dakwah di Simpang Jalan'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SfcMVoxSwfI/AAAAAAAAAHs/4XtCW8cIVJk/s72-c/bimbang.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-6988397020271116577</id><published>2009-04-19T15:18:00.013+07:00</published><updated>2009-04-22T15:26:20.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>BOCAH PEMBELI  ICE CREAM</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SewgaSkGmiI/AAAAAAAAACY/gw2mWH1eP4g/s1600-h/beer-icecream.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326668095304407586" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 139px; CURSOR: hand; HEIGHT: 148px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SewgaSkGmiI/AAAAAAAAACY/gw2mWH1eP4g/s320/beer-icecream.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan indah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;“Mbak sundae cream harganya berapa?” si bocah bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lima ribu rupiah,” yang ditanya menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung recehan di tangannya dengan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih “berduit” ngantre di belakang pembeli ingusan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau plain cream berapa?” Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, “Tiga ribu lima ratus”. Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kalau begitu saya mau sepiring plain cream saja, Mbak,” kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga es yang diminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream.Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi. Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar, sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap manusia di dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://ryzahanuha.blogspot.com/" target="new"&gt;ryzahanuha.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-6988397020271116577?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/6988397020271116577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/bocah-pembeli-ice-cream.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6988397020271116577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/6988397020271116577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/bocah-pembeli-ice-cream.html' title='BOCAH PEMBELI  ICE CREAM'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SewgaSkGmiI/AAAAAAAAACY/gw2mWH1eP4g/s72-c/beer-icecream.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1196733759995211715.post-4107659968609137785</id><published>2009-04-17T14:40:00.008+07:00</published><updated>2009-04-22T15:21:41.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIARY'/><title type='text'>BELAJAR TERBANG</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SegzdEK2T8I/AAAAAAAAACQ/X68fciB76pQ/s1600-h/kupu2.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325563133794078658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 176px; CURSOR: hand; HEIGHT: 137px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SegzdEK2T8I/AAAAAAAAACQ/X68fciB76pQ/s320/kupu2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Assalaamu'alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugeng Rawuh dateng Blog Muthia Zulfa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, ini hanya bersifat coba-coba aja... dari BAWANG KOTHONG alias tidak tahu dunia blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin BELAJAR TERBANG di dunia maya ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muthia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1196733759995211715-4107659968609137785?l=muthiazulfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/feeds/4107659968609137785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/iftitah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/4107659968609137785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1196733759995211715/posts/default/4107659968609137785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muthiazulfa.blogspot.com/2009/04/iftitah.html' title='BELAJAR TERBANG'/><author><name>Muthia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15554661875367241965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SknBfRlEmFI/AAAAAAAAAOI/vj_5CEQOpcg/S220/Zulfa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NwiGmrFxWEU/SegzdEK2T8I/AAAAAAAAACQ/X68fciB76pQ/s72-c/kupu2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
